
Sekarang, kikiyo beserta rombongannya sudah memasuki gapura besar yang tertulis selamat datang di kekaisaran tengah.
Kikiyo tersenyum senang sambil melihat kearah Yamato yang juga tersenyum kepadanya,lalu tak lama terdengar banyak suara kuda mendekat kearah mereka.
Terdengar suara teriakan seseorang dari arah belakang.
"Tora, yuzuru."ucap pria itu yang berkuda dengan di ikuti oleh banyaknya jumlah orang yang memakai baju serba hitam dengan lambang bulan dijubah mereka.
Tora dan yuzuru yang namanya terpanggil pun langsung bergegas melihat kearah belakang.
"Yosi."teriak Tora dan yuzuru berbarengan
Yosi langsung menambah kecepatan kudanya.
"Tora, yuzuru, yang menunggangi kuda paling depan itu siapa?,kenapa dikudanya berlambang kekaisaran tengah?."ucap Yosi dengan wajah penasaran.
"Itu yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah."ucap Tora
"Hah,jadi yang tadi menyalakan kembang api itu kaisar Yamato,jadi dia sebenarnya pemimpin organisasi pengikut bulan itu, pantas saja."ucap Yosi dengan wajah biasa saja
"Bukan kaisar Yamato tapi istrinya, permaisuri kekaisaran tengah nyonya kikiyo."ucap yuzuru menjelaskan
Wajah Yosi langsung sangat terkejut,
"Hah,apa yang kalian katakan, apakah itu benar?."ucap Yosi dengan wajah bingungnya,
Astaga,jadi selama ini tuan Hugo melayani seorang wanita yang selama ini menjadi seorang permaisuri kekaisaran tengah. Fikir Yosi
Yosi pun langsung meninggalkan Tora dan yuzuru,dia kini pergi kearah depan untuk bertemu dengan sang pemimpin dari organisasi pengikut bulan.
Sesampainya dia disamping kikiyo,
"Salam , yang mulia permaisuri, saya Yosi pemimpin khusus kekaisaran barat."ucap Yosi dengan nada suara tegas.
"Ya, terimakasih sudah datang, kalau kalian bisa lebih cepat dari kami,lebih baik kalian semua lebih dulu sampai keistana kekaisaran tengah,disana pasti Hugo lebih membutuhkan bantuan."ucap kikiyo dengan nada suara tegas.
"Baik, yang mulia permaisuri."ucap Yosi dengan patuh,
tidak disangka wanita ini memiliki aura membunuh yang sangat kuat, walaupun wajahnya tidak terlihat tapi sebenarnya dia orang yang sangat berbahaya dan patut untuk menjadi seorang pemimpin.fikir Yosi
Yosi pun langsung memimpin pasukannya untuk lebih cepat pergi kearah istana kekaisaran tengah,
Yamato pun terlihat sangat mengagumi sosok sang istri.
"Istriku memang luar biasa." Ucap Yamato sambil tersenyum senang saat melihat kearah kikiyo
Kikiyo hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, suaminya ini sangat senang memuji dirinya.
Sedangkan ditempat lain, pasukan jendral pengkhianat itu sudah berhasil mendekati gerbang istana kekaisaran tengah,
Imamura, Hugo dan Muso kini mereka sedang bertahan dengan hanya dengan prajurit yang tersisa, setidaknya mereka telah berusaha sangat keras untuk sampai dititik ini.
"Sudahlah,kalian menyerah saja, keluar dari istana yang mulai dari sekarang akan menjadi istana jendral ini."ucap sang jendral pengkhianat itu dengan nada suara sombong.
Hugo tadinya sudah ingin memakai racun pemberian dari kikiyo tapi dia berfikir lagi, karena pasti prajurit kekaisaran tengah ini juga akan terkena dampaknya.
Akhirnya Hugo tidak mengeluarkan racun tersebut sebagai senjata.
Jenderal imamura pun juga sudah mulai lelah,
"terlalu banyak prajurit pengkhianat itu , bahkan mereka seperti tidak ada lelahnya." Ucap jendral imamura dengan nafas yang naik turun
Kini kekacauan sudah memasuki istana kekaisaran tengah, imamura,Muso dan Hugo masih tetap berjuang,
Saat Muso dihadang oleh beberapa prajurit jendral pengkhianat itu, ada sebuah anak panah melesat cepat kearah si prajurit, tepat ditangannya anak panah itu menancap dan racun dari anak panah itupun langsung menyebar.
Seketika suara memilukan terngiang diseluruh area istana kekaisaran tengah, karena tidak hanya satu prajurit pengkhianat yang terkena anak panah, tapi sangat banyak.
Itu adalah serangan panah dari kelompok jiro ,mereka datang tepat waktu karena jarak tempuh mereka yang tidak terlalu jauh, lalu jiro berteriak untuk menyemangati kelompoknya menyerang musuh.
Muso dan imamura dibawa mundur dengan bantuan dari jiro beserta rekannya, sedangkan Hugo masih berjuang melawan prajurit dengan pedang yang dibaluri racun,
Hugo tahu kalau tim yang dipimpin oleh jiro sudah berada di ibukota kekaisaran tengah, dari jauh,Hugo melihat jiro yang sedang berlari mendekat kearah.
"Tuan Hugo, beristirahatlah,biarkan disini urusannya aku sekarang."
"Aku akan membantu kamu."ucap Hugo
Jiro pun langsung menggelengkan kepalanya,
"Tidak tuan, sebaiknya tuan pergi saja, istirahat, pemimpin organisasi pengikut bulan masih memerlukan tuan Hugo disisinya."ucap jiro untuk meyakinkan Hugo kalau ini keputusan yang tepat.
Hugo lalu mengalah dan mendengarkan ucapan jiro, dia memang sangat lelah tapi demi sang bulan, ini semua tidak seberapa, bahkan Hugo sudah menyiapkan beberapa aset warisan untuk kedua istrinya dan anak yang masih ada didalam perut Miciko.
Hugo bergegas pergi dan berpisah dengan jiro,lalu datanglah kelompok lain dari arah kekaisaran timur, ternyata itu adalah Suki , dia datang dengan pasukannya, wanita bertubuh kecil tapi sangat beringas saat dimedan perang.
Suki menggunakan cambuk berdurinya melawan prajurit dari jendral pengkhianat itu,Suki melihat kearah jiro yang sedang berpesta membunuh.
"Jiro,dimana pria dingin itu."ucap Suki , pria yang dimaksudkan oleh Suki adalah Tora.
"Tuan Tora belum sampai."
"Aku mengerti, waktunya kita berpesta, pemimpin memanglah yang terbaik."ucap Suki dengan senyuman menyeringai.
Suki pun tak kalah sadis dengan jiro, Suki akan membuktikan kalau dia layak menjadi pemimpin organisasi pengikut bulan dari kekaisaran timur , wanita itu sudah seperti sedang kesurupan saja.
jiro juga tidak mau kalah, dia ingin membuktikan kesetiaannya kepada kikiyo, karena dia sangat sadar kalau dahulu sempat mengecewakan sang pemimpin.
Hugo,Muso dan imamura sekarang sedang berada didalam istana dengan pertolongan dari beberapa tabib istana kekaisaran tengah, mereka memang tidak memiliki luka tapi mereka sangat kelelahan.
lalu tak lama, datang lah kelompok dari kekaisaran Utara dan Selatan dengan berbarengan, merekapun langsung bergabung dengan para pengikut bulan lainnya.
lalu jeda beberapa waktu kemudian datanglah kelompok dari kekaisaran barat,
Yosi sudah sampai lebih dulu dari kikiyo dan rombongannya, dari jauh Yosi masuk kedalam arena perang dan membantai musuh dengan sangat sadis, Yosi berkuda menuju Suki yang sedang bersemangat memainkan cambuk berdurinya.
"Suki."
"hah,Yosi, apa kamu sudah bertemu dengan pemimpin?."ucap Suki yang sudah mendapatkan kabar kalau pemimpin pergi kekaisaran barat untuk menyerahkan Fuji .
"ya, pemimpin organisasi pengikut bulan sangat cantik, tidak seperti kamu." ucap Yosi yang sambil meledek kearah Suki.
"Ais,berengsek kamu ya,lihat saja nanti, aku tidak kalah cantik dengan pemimpin, banyak pria yang mengejar ku."ucap Suki dengan percaya diri.
________________
bersambung
(^∆^)