KIKIYO

KIKIYO
sikembar pembunuh



Zizou hanya panik, apakah semua yang dikatakan kikiyo itu benar apa dia hanya sekedar untuk mengertaknya saja.


Tapi,akh,,sial , Zizou dibuat bingung,dia tidak mungkin membongkar identitas wanita kembar itu karena ternyata mereka masih memiliki bisnis bersama.


"Nona kikiyo, mereka tidak semudah itu, untuk mendapatkan informasi tentang mereka sangat sulit,aku,,."


Ucapan Zizou langsung dipotong oleh kikiyo.


"Jadi,kamu mau bilang kalau tidak tahu dan tidak mempunyai informasi tentang mereka, begitu, tidak aku sangka ternyata kamu orang yang sangat bertele-tele,bahkan kamu tidak memperdulikan kalau kematian akan lebih cepat menghampiri kamu,Hem, ternyata muncul ruam merah dikulit, sepertinya aku masih kurang teliti dalam membuat racun baru ini."ucap kikiyo sambil tersenyum kecil melihat kearah Zizou.


"Kamu, berikan aku penawarnya sekarang." Ucap Zizou berbicara dengan lemah dengan mata yang melotot kearah kikiyo


Kikiyo hanya memperhatikan Zizou saja karena sebenarnya racun yang dibuat kikiyo itu jenis baru dan Zizou lah yang menjadi kelinci percobaan pertama kali.


Kikiyo langsung menarik kembali pedangnya lalu mengarahkan keleher Zizou.


"Tunggu,mereka tinggal dibukit dekat sini dan mungkin sekarang mereka ada disana."


Kikiyo memperhatikan wajah Zizou,disana dia tidak melihat kebohongan, dengan cepat kikiyo menusukkan sebuah jarum ketubuh Zizou dan membuatnya perlahan memiliki perubahan untuk membaik.


Kikiyo bergegas pergi menuju bukit yang dimaksud dengan Zizou tadi tanpa membuang waktu lagi disini,dia langsung memakai penutup kepalanya kembali.


Zizou hanya bisa melihat kikiyo pergi tanpa bisa dia cegah, wanita cantik yang bagaikan Dewi itu pergi , seperti sebuah kesialan untuknya.


Kikiyo yang sudah keluar dari rumah bordil itu langsung menaiki kudanya dan pergi menjauh,dia melanjutkan perjalanan menuju bukit,karena jarak rumah bordil dengan bukit itu ternyata memang tidak terlalu jauh.


Kikiyo melajukan kudanya dengan sangat cepat,saat sudah memasuki kawasan hutan dibukit itu, dari jauh dia sudah bisa melihat sebuah gubuk kecil.


Kikiyo turun dari kudanya, lalu dia berjalan menuju gubuk tersebut,dengan langkah ringan bahkan tidak ada yang bisa menyadari keberadaannya, kikiyo dulu sudah sangat terlatih untuk hal pengintaian seperti ini.


Kikiyo mulai mengelilingi gubuk dari luar,saat sampai disebuah jendela ,dari luar terdengar suara dua orang yang sedikit aneh, kikiyo mendengarkan ucapan itu dengan seksama.


"Kak,terus."


"Iya,adik ku sayang,apa kamu puas?."


"Iya kak,terus kak."


Kikiyo mencoba untuk tidak ikut campur dan tidak perduli dengan suara didalam,dia kembali mengelilingi gubuk itu untuk kembali kepintu depan.


Kikiyo melangkah masuk untuk memastikan penghuni didalam gubuk itu,lalu dia duduk dengan santai diruang tengah , menunggu mangsanya selesai dengan kesibukan mereka.


Setelah lama menunggu dengan hanya ditemani suara ambigu yang terdengar dari dalam kamar, akhirnya mereka yang didalam kamar itu sudah menyelesaikan kesibukannya.


Pintu kamar terbuka dan terlihatlah dua orang wanita cantik keluar dari dalam kamar,melihat ada orang asing dengan menggunakan penutup kepala yang sedang duduk diruang tengah,mereka langsung menunjukkan wajah waspada.


"Siapa kamu."ucap salah satu dari mereka


Kikiyo mengangkat wajahnya untuk menatap kearah kedua wanita itu,


"Aku kesini mencari dua orang wanita yang sudah sangat berani mengusik ketenangan rakyat kekaisaran tengah."


Dua wanita itu terdiam sejenak,


"Apa urusannya dengan kamu nona?."


"Urusannya dengan aku?,Hem,biar ku fikir dulu, tentunya ada dan kalian belum boleh tahu."ucap kikiyo dengan sangat santai .


Mereka berdua pun saling menatap,


Kikiyo berdiri dari duduknya,


"Aku akan bertanya dan kalian hanya harus menjawab."


Kikiyo langsung menarik pedangnya dan menyerang kearah wanita yang tadi menjawab dengan sinis.


Pertarungan pun tidak bisa dihindarkan, wanita yang satunya pun tidak bisa hanya diam saja ,dia juga membantu rekannya untuk sama-sama menyerang kikiyo.


Kikiyo langsung melepaskan beberapa serangan dan tentu saja salah satu wanita tadi terkena goresan pedang kikiyo diarea lengannya.


Akh,,,teriak wanita itu dengan memegang pelan lengannya yang sedang terluka.


"Adik,,."ucap wanita yang satunya lagi.


Wanita itu langsung menghampiri wanita yang sedang terluka tadi dengan memanggil dengan sebutan adik, kikiyo merasa mereka memanglah sikembar itu tapi wajah mereka tidak terlalu sama,


Kembar tidak identik,fikir kikiyo


Saat sang kakak mendekat dan ingin melihat luka yang dialami oleh adiknya itu, sang adik memperingatkan bahwa luka itu sudah terkena racun jadi dia dengan cepat mengenggam tangan sang kakak yang ingin memegang luka dilengannya.


Sang kakak langsung mengalihkan pandangannya kearah kikiyo dengan tatapan marah,dia sangat marah sampai membuat wajahnya berubah merah.


"Beraninya kamu,hah?."


"Kenapa tidak berani?,kalian tidak sehebat rumor yang beredar diluar sana,lemah."


Ucapan dari mulut kikiyo membuat sang kakak dari wanita tadi langsung berusaha menyerang balik kearah kikiyo.


Semua serangannya dengan mudah dapat ditangkis oleh kikiyo,dengan gerakan cepat dan lincah kikiyo menyerang balik ,memukul bagian depan siwanita itu dan membuatnya mundur beberapa langkah lalu memuntahkan darah segar.


Kikiyo masih berdiri tegak,


"Sudah aku katakan,kalian hanya harus menjawab apa yang aku tanyakan,tapi kalian sangatlah keras kepala."


Masih sambil mengatur nafasnya dan melihat kearah sang adik yang terluka.


"Orang yang kamu cari itu adalah kami."ucap siwanita dengan suara bergetar dengan nafas yang masih naik turun.


Saat mendengar ucapan dari mulut wanita itu hanya membuat kikiyo tertawa lepas,


"Hahahaa,kalian mengaku sebagai seorang yang sedang aku cari?,kalian sangatlah payah,itu tidak mungkin,aku tidak percaya." Ucap kikiyo yang sambil terus tertawa tapi lebih mengecilkan suaranya.


Wanita itu sangat merasa geram dan malah menambah luka dalamnya,kemudian dia muntah darah lagi,sang adik yang melihatnya pun langsung berwajah murung, dia sangat kasihan melihat sang kakak yang sedang terluka parah.


"Kakak ku sudah mengatakan yang sebenarnya,kenapa kamu malah tidak percaya,kami memang sedang tidak bercanda."ucap sang adik dengan tatapan sinis kearah kikiyo


Kikiyo pun berhenti tertawa dan dia berjalan perlahan mendekati wanita itu,sedangkan kini wanita yang tadi menatap sinis sekarang malah memandang kearah kikiyo dengan wajah ketakutan.


"Jangan mendekat,."


Kikiyo berhenti sesaat,wanita tadi menjadi heran kenapa wanita yang mau membunuhnya itu mengikuti ucapannya.


Kikiyo berhenti,dia memandang kesegala arah.


"Keluarlah sekarang,aku tahu kamu sedari tadi sudah mengikuti aku sejak diibu kota."


Setelah kikiyo menyelesaikan ucapannya, keluarlah seorang pria dari balik pohon besar ternyata dia adalah Tora.


Saat masih diibu kota kekaisaran tengah,Tora melihat wanita memakai penutup kepala, seperti wanita yang dirumorkan selalu berada di manapun Hugo berada saat dikekaisaran barat, tapi wanita ini berbeda dengan istri dari hugo.


________________________________


bersambung


(^∆^)