KIKIYO

KIKIYO
gelisah



Sekarang miciko mulai gelisah.


"Apa menurut nyonya,kalau aku bukan tipe suami eh maksudnya Hugo?."ucap miciko dengan wajah sedih


"Ya tentu saja karena dulu Hugo itu adalah anak seorang bangsawan dari kekaisaran barat,tapi dia dibuang karena dia dituduh melecehkan seorang wanita, padahal mereka saling mencintai wanita itu sangat cantik, tubuhnya seputih giok dan tinggi,satu lagi ,wanita itu juga seorang bangsawan,eh ternyata wanita itu adalah simpanan pamannya,kasihan sekali dia."


Miciko yang mendengar setiap ucapan kikiyo pun langsung berwajah murung,dia berfikir kalau dia tidak ada apa-apanya dibandingkan wanita yang ada dicerita.


Kikiyo tertawa dalam hati,


Aku tidak akan membuat hidup Hugo menjadi datar saja,anggap saja ini adalah hadiah pernikahan.fikir kikiyo sambil tersenyum kecil


Saat perjalanan panjang tibalah mereka disebuah gunung,


Dari luar jendela sebelah kikiyo, Yamato bersuara.


"Permaisuri ku,kita sedikit lagi akan sampai didesa lembah."


"Iya kaisar ku suamiku.


Kikiyo masih melirik kearah miciko, yang masih termenung mungkin karena memikirkan ucapannya tadi.


Bagaimana kamu bisa menghadapi tantangan dari ku ini Hugo,fikir kikiyo dengan wajah jahilnya.


Kali ini miciko mengubah pandangannya kearah luar jendela yang ada disampingnya, terlihat punggung tegap Hugo sedang menunggangi kuda disana,


Suami, apakah aku bukan tipe nya,apa mungkin dia hanya merasa kasihan kepadaku,fikir miciko


Sesampainya mereka didesa lembah,saat melewati sebuah gapura besar mereka disambut oleh pemimpin bandit desa lembah yang dulu melakukan penyerangan.


Yamato membuka pintu kereta kuda dan meminta kikiyo untuk turun.


Setelah kikiyo turun selanjutnya miciko.


Miciko memperhatikan kikiyo dan Yamato yang sangat pengertian, sedangkan Hugo hanya sedang mengobrol dengan pria itu, dia iri, ya tentu saja.


Kikiyo melihat miciko yang sudah termakan oleh ucapannya pun hanya tersenyum.


Tingkahnya itu tidak terlepas dari pengawasan Yamato.


"Istriku sepertinya sedang sangat senang sekali."


"Ya,aku sedang menjahili dua orang sekaligus."


Tanpa diberi tahu pun Yamato sepertinya langsung tahu siapa orang yang dimaksud.


Mereka semua dipersilahkan untuk memasuki kesebuah rumah,


"Maaf , yang mulia Kaisar dan permaisuri tentang penyambutan yang sangat sederhana ini."ucap pria itu dengan sangat sopan


"Tidak apa,kami lah yang seharusnya tidak merepotkan anda,,"ucapan kikiyo terpotong karena dia tidak tahu nama pria itu


Hugo yang mengerti dengan ketidak Tahuan nyonya.


"Nama dia jiro nyonya."ucap Hugo.


Kikiyo langsung memasang wajah mengerti.


"Ah,ya tuan jiro , terimakasih."


"Jangan sungkan yang mulia, permaisuri apa ada yang bisa saya bantu lagi?."


"Aku telah melakukan perjalanan jauh jadi apa boleh aku meminjam pemandian dirumah ini ."


"Tentu saja nyonya, silahkan."


Kikiyo bergegas pergi menuju kearah pemandian dan ternyata Yamato pun mengikutinya.


Kikiyo menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya kearah Yamato yang ada dibelakangnya.


"Suamiku,apa yang mau kamu lakukan?."


"Mandi."


"Bukankah aku yang mau mandi lebih dulu?."


"Kita mandi bersama saja supaya lebih cepat dan selesai secara bersamaan."


(-_-) bukankah malah akan bertambah lama jika mandi bersama,fikir kikiyo.


Yamato langsung menggendong kikiyo masuk kedalam pemandian, seperti biasa dia tidak menerima penolakan.


Diluar,miciko hanya duduk sendiri didepan rumah itu sambil termenung.


Hugo yang melihat Miciko dari jauh saat masih berbicara dengan jiro didalam rumah,


"Jadi bagaimana Hugo,."ucap kikiyo


"Nyonya, mereka masih belum ada pergerakan tapi,,, sepertinya ada yang salah dengan kaisar barat."


"Kaisar barat."


"Ya,dia terlihat keluar istana sendirian memakai sebuah penyamaran dan jejaknya menghilang dihutan dekat perbatasan antara kekaisaran tengah dengan barat."


"Hem, baiklah biarkan kaisar barat,dia akan menjadi urusanku,biarkan saja dulu dia mau ikut bermain sampai dimana."


Hugo hanya mengangguk mengerti.


"Nyonya,ada informasi kalau ada bandit yang mengatasnamakan bandit lembah, kami meminta keadilan untuk rakyat desa lembah, yang mulia."ucap jiro


"Itu akan aku urus,aku akan meminta jendral imamura untuk menyebarkan berita keseluruhan kekaisaran tengah tentang rumor tidak benar ini."ucap Yamato


"Terimakasih yang mulia,oh yang mulia Silahkan beristirahat, nanti saya akan kembali untuk membawa makan malam."


Yamato dan kikiyo hanya mengganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Hugo, bagaimana pelayan yang aku minta."


"Masih sedang disiapkan nyonya,saat nyonya kembali saya pastikan mereka sudah ada."


"Hem,bagus, nanti kamu dan miciko tinggal diistana dulu baru setelah perang aku akan memberikan kalian tempat tinggal yang layak begitu juga dengan muso dan emi."


"Ya terimakasih nyonya kalau begitu aku pamit."


"Ya baiklah Hugo,."


Hugo pun pergi kearah miciko yang masih berada diluar.


"Kamu masih betah berada disini atau mau ikut denganku?."


Miciko menatap kearah Hugo dengan tatapan kosong,dia masih memikirkan ucapan kikiyo.


Hugo yang melihat wajah miciko merasakan ada hal aneh.


"Ada apa dengan kamu, istriku?."ucapnya sambil menggenggam tangan miciko


"Aku baik-baik saja, suamiku."ucap miciko sambil menggelengkan kepalanya


"Mau ikut atau mau disini?."


"Ikut."


Hugo pun mengajak miciko kerumah lain yang tidak jauh dari tempat Yamato dan kikiyo.


Didalam ruangan menginap kikiyo dan Yamato tengah meminum teh bersama.


"Sayang, bagaimana pendapat kamu tentang ucapan ku tadi?."ucap kikiyo sambil menyesap teh.


"Kamu bebas memutuskan apapun istriku, itu lebih bagus kalau Hugo dan miciko untuk sementara waktu mereka tinggal didalam istana,tapi aku lebih tidak menyukai saat kamu memutuskan untuk mengurus kaisar barat itu sendirian,aku cemburu."


Kikiyo tertegun sejenak, cemburu.


"Kamu cemburu kekaisar bodoh itu?."


"Ya,mau dia bodoh atau tidak,dia adalah seorang pria yang menyukaimu,bahkan dia terlihat sangat menginginkan kamu,saat diistana aku tidak sengaja mendengar percakapan permaisuri kekaisaran barat dengan dayangnya kalau sampai nona bulan sudah menikah pun, suaminya tetap ingin merebutnya."


Kikiyo tertegun sambil menatap kearah Yamato, selama ini dia kira Yamato tidak mengetahui tentang hal itu.


"Jadi bagaimana cara agar kamu tidak cemburu?, suamiku."


"Aku ikut mengatasi hal ini juga dengan kamu,baru aku bisa tenang."


Ais, padahal aku ingin bersenang-senang kapan lagi bisa menyiksa seorang kaisar.fikir kikiyo


"Baiklah suamiku,kita akan melakukan bersama."


"Itu baru benar."ucap Yamato sambil meminum tehnya.


Kikiyo hanya bisa pasrah,tadinya kalau benar kaisar barat berada dibalik semua ini ikut serta,dia ingin sekali menyiksanya terlebih dahulu,menyiksa dengan cara mencabuti kuku-kuku jari tangan dan kakinya, mengulitinya, setelah itu baru membunuhnya,itu pasti akan sangat menyenangkan.


Tapi semua itu akan sirna kala Yamato ikut serta,dia pasti tidak akan tahan dan langsung ingin membunuhnya,hah.


____________________________________


bersambung


(^∆^)