KIKIYO

KIKIYO
kesialan wanita bunga



Keesokan harinya disiang hari ada dua pria yang satu bertubuh tegap dan tinggi menaiki kuda berwarna hitam legam seperti kuda milik kikiyo.


Kedua pria itu turun dan langsung masuk kedalam penginapan bulan untuk memesan dua kamar dan satu kamar pertemuan.


Pria yang bertubuh tegap dan tinggi itu memiliki tatapan mata yang tegas,tampan membuat wanita bunga tidak sabar untuk segera dipesan oleh pria itu.


Tatapan mata pria itu berubah ketika melihat kikiyo sedang menghias gazebonya dengan bunga yang baru dipetiknya.


Kikiyo terlihat bertambah cantik dengan baju putihnya,kulit disinari cahaya matahari.


"Tuan,ada apa?."tanya pria yang ada disampingnya itu.


Tidak biasanya tuan seperti itu saat melihat seorang wanita.fikirnya


"Tidak ada,pesan makanan saja."


"Baik tuan."


Setelah keluar dari kamar pria tadi tidak melihat gadis itu lagi di gazebo ,disana hanya ada dua pengawal yang berjaga supaya tidak ada yang masuk ke area gazebo.


Dia dan pengawalnya pun melangkah turun keruangan pertemuan yang sudah mereka pesan,pelayan pun dengan sigap memberikan pesanan.


"Silahkan dinikmati."


"Pelayan boleh saya bertanya sesuatu?."


"Tentu saja tuan."


"Siapa wanita cantik yang tadi berada digazebo?."


"Oh,itu Dewi bulan kami pemilik penginapan."


"Hah, ternyata rumor itu memang benar."


"Ada lagi yang mau anda tanyakan tuan."


"Tidak ada."


Disuatu tempat disebuah ruangan,


"Nona,mereka hanya menanyakan hal yang sama seperti tamu sebelumnya."


"Kembali ketempat mu."


"Baik,nona."


Sebenarnya kikiyo merasakan hal yang aneh saat pria itu lewat dihadapannya,saat bersamaan gelang yang melingkar di pergelangan tangannya mengeluarkan cahaya samar.


Siapa orang itu sebenarnya,fikir kikiyo


Selama dua peria itu menginap mereka tidak pernah sekalipun memesan wanita bunga,


"Apa mereka memiliki kelainan,nyonya?." Ucap salah satu bunga ke miciko


"Hus,kalian ini,mana mungkin pria kekar sepertinya tidak normal."


Semua wanita bunga seakan layu sambil mengerucutkan bibir mereka karena tidak pernah ada tamu yang datang tapi tidak memesan bunga.


Kikiyo tidak perduli,tiga Minggu sudah berlalu,dia ingin pergi keluar untuk mencari hadiah yang pas untuk kaisar selatan.


Saat sedang berjalan-jalan dipasar dan membeli sebuah sirkam, kikiyo merasakan ada seseorang yang berada dibelakangnya.


Saat kikiyo memutar tubuhnya,dia melihat tubuh tinggi dan tegap sampai wajah pria itu dari dekat.


"Maaf ,tuan menghalangi jalan saya."


"Oh,benarkah maaf,nona bulan."


Tanpa disadari kikiyo kalau pria itu tersenyum kecil.


Kikiyo berjalan menghindari pria itu, pengawalnya hanya melihat heran karena tuannya itu tidak pernah tersenyum sebelumnya .


Hugo datang menjemput kikiyo dipasar.


"Nona,apa sudah menemukan hadiah untuk yang mulia."


"Belum,aku belum menemukan yang cocok."


"Apa mesti keluar kota nona?."


"Jangan,kita sudah hidup dengan tenang dan damai sekarang,kasihan kalau mereka akan terlibat,Token ini hanya berlaku didalam kekaisaran selatan saja."


"Bagaimana kalau kita berburu saja nona."


"Ide yang bagus ,hayo barang kali aku mendapatkan beberapa bulu hewan yang lembut."


Mereka pun bergegas menuju hutan terlarang untuk menemukan beberapa hewan untuk diburu dan diambil bulunya.


Tanpa mereka sadari sedari tadi, pria yang tadi menghalangi jalan kikiyo mengikuti mereka masuk kedalam hutan terlarang.


Disana kikiyo sudah mendapatkan seekor rubah besar berwarna putih,dia menginginkan bulunya setelah dapat ,Hugo menguliti binatang itu dan membakar dagingnya.


Kikiyo tiba-tiba berdiri lalu berjalan kearah pohon besar yang tidak jauh dari tempatnya berburu,tanpa rasa takut,dia berjalan semakin mendekat.


"Keluar, siapapun kamu."ucap kikiyo dengan suara lantang.


"Kita ketahuan tuan."


"Ya kamu benar."ucap si pria yang tadi bertemu dengannya dipasar.


"Kebetulan sekali ya."


"Ya , kebetulan sekali nona bulan ,kita bertemu lagi."


Sedangkan kedua pria itu hanya mengikuti dari belakang.


"Kalau boleh tahu apa yang dilakukan nona bulan disini?."


Kikiyo mengalihkan pandangannya kearah pria itu.


"Apa tuan, tidak punya kesibukan sampai-sampai memiliki waktu untuk penasara dengan apa yang sedang bulan ini kerjakan."


"Aku mendengar kamu ingin berburu dan aku hanya penasaran bagaimana cara wanita seperti kamu berburu hewan."


"Itu menguping bukan mendengar,apa tadi kita berbicara sangat keras Hugo."


"Tidak nona."


Mendengar jawaban kikiyo,pria itu Diam sejenak, kikiyo sudah tidak berselera dengan daging rubah itu.


Dia meminta Hugo untuk meninggalkan semua itu dan hanya membawa bulu untuk dibawa pulang,pria itu wajahnya berubah gelap.


"Tuan."


"Hem."


"Apa tuan merasa diacuhkan."


"Ya,baru kali ini ada wanita yang tidak perduli padaku."


"Tapi bukankah tuan sudah memiliki jodoh sendiri dari pasangan gelang yang tuan pakai?."


Pria itu diam dan berfikir,dia sudah memiliki jodohnya sendiri tapi kenapa bisa dia tertarik dengan wanita lain.


Setelah kikiyo sampai dipenginapan bulan , dia meminta pelayan untuk membersihkan kulit rubah itu.


Pada malam harinya kikiyo sedang menikmati secangkir teh digazebonya,


"Nona."


"Katakan."


"Ternyata pria itu adalah seorang kaisar tengah yang terkenal dengan sebutan naga iblis nona."


Siapa yang tidak tahu rumor tentang kekaisaran tengah yang menjadi penopang empat kekaisaran sekaligus,bahkan sang kaisar pun terkenal dengan kegilaannya dalam memberikan hukuman.


"Aku mengerti."


"Apa nona merasa jika pria itu pengganggu?."


"Tidak, pergilah."


"Baik nona."


Setelah selesai dengan satu pengawal , sekarang ada satu pengawal lagi yang datang.


"Nona,diruangan lantai bawah ada yang membuat kerusuhan."


"Kenapa memanggilku?."


"Dia meminta ganti rugi dalam hal lain nona."


"Apa yang terjadi."


"Seorang wanita bunga yang ceroboh menumpahkan secangkir teh panas ketubuh tamu yang nona sedang selidiki."


Kikiyo langsung berdiri dan berjalan kearah tangga, setelah sampai dilantai satu banyak sekali pelayan dan pengunjung yang datang melihat keributan.


Pelayan yang melihat kikiyo dari jauh langsung ingin membubarkan kerumunan.


"Selamat malam nona."


"Usir mereka semua."


Pengawal yang sudah berada ditempat itu pun langsung melakukan perintah dari kikiyo.


Kikiyo bersiap masuk kedalam ruangan, didalam ruangan itu terlihat wanita bunga sedang dijambak rambutnya oleh pelayan pria tersebut, siwanita bunga hanya bisa menangis dan memohon ampun.


Kikiyo menampakkan senyum dibibir tipisnya.


"Malam tuan,apa kehadiran ku mengganggu?."


Sipria meminta pengawal pribadi itu untuk melepaskan siwanita bunga,


"Untuk apa nona bulan datang kesini."


"Aku mendengar kalau ada keributan diruangan ini,jadi aku ingin memastikan kalau orang ku baik-baik saja."


Pria itupun langsung mengerti apa yang dikatakan kikiyo barusan.


"Aku tidak melakukan apapun,kalau nona bulan ingin menyalahkan seseorang,salahkan pengawal pribadi ku ini."


(-_-) pengawal pribadi pria itu langsung berwajah lesu saat dia dijadikan kambing hitam oleh tuannya.


Sebenarnya saat kejadian,mereka memesan makan malam saat dibawa pelayan ternyata wanita bunga itu mencoba untuk menggoda sipria tapi nasib sial menimpa wanita bunga itu.


Bukannya menuangkan kecangkir tapi malah menyiram ketubuh sipria sampai membuat pria itu marah ,pengawal yang melihat tuannya marah langsung ingin mengeksekusi ditempat ,wanita bunga.


______________________________________________


bersambung


(^∆^)