
"Maaf tuan,karena amarah yang sudah dipuncak kepala saya menjadi membunuhnya sebelum berguna untuk tuan,tapi saya tahu beberapa hal tentang wanita ini tuan."
"Jelaskan."ucap hugo
"Seperti yang sudah wanita itu katakan sepupunya yang bernama Sora putri dari Mentri pertahanan kekaisaran tengah yang telah menggunakan plakat itu tuan dan ayahnya menteri pertahanan,dia memiliki tujuan untuk melakukan kudeta dan menghasilkan kaisar yang sekarang."
"Apa informasi ini bisa aku pegang."
"Tentu saja tuan, bahkan kami sudah memeriksa kondisi ibukota kekaisaran tengah tepatnya dibawah tanah ada sebuah gudang senjata yang sangat banyak."
"Apa ini juga sebuah tugas dari misi yang kalian dapat?."
"Iya tuan ,ada seseorang yang menyewa kami untuk menyelidikinya, dia merasa aneh dengan gerobak barang yang sering keluar masuk ibukota kekaisaran tapi saat diperiksa gerobak itu berisi senjata dibawah dan dibagian atas hanya terlihat rumput."
"Siapa?."
"Jendral imamura,tuan."
"Baiklah aku akan pergi sekarang karena pemimpin sedang menunggu kabar terbaru."
"Tuan Hugo, apakah pimpinan sedang berada dikekaisaran ini?."
"Ya."
"Apa boleh aku bertemu dengan pimpinan."
"Belum saatnya."
(-_-) pelit sekali dia,fikir tora
"Kamu,."ucap Hugo sambil menunjuk kearah pria itu
"Iya saya tuan,"
"Ikut saya bertemu dengan pimpinan."
Hah,dia kan anak buah aku ,masa dia lebih diberikan kesempatan terhormat ini dibandingkan aku yang atasannya,fikir tora
"Tora,kamu urus semua kekacauan dirumah ini dan sebarkan perintah untuk keseluruh anggota pengikut bulan yang tersebar diseluruh kekaisaran yang ada di benua ini untuk bersiap karena sepertinya kiamat dikekaisaran tengah ini sudah dekat."
"Baiklah tuan Hugo,saya Tora akan melaksanakan tugas dan berjanji tidak akan ada cacat sedikitpun."
"Baiklah aku pergi dulu."
Hugo dan pria yang menjadi paman dari Sora itupun pergi meninggalkan kediamannya untuk menemui kikiyo yang sudah berada di ibukota.
Kembali ke kikiyo dan Hugo yang sekarang telah bertemu didepan kediaman Mentri pertahanan kekaisaran tengah.
"Nona ,aku membawa pria pemilik plakat besi."
"Suruh dia menjadi algojo untuk aku, suruh dia bersembunyi terlebih dahulu,kalau aku minta ,baru dia keluar dan menjalankan tugasnya."
"Apa itu tandanya nona memaafkan keteledorannya?."
"Belum, tunggu tugasnya selesai dulu."
"Baik nona."
Sedangkan ditempat lain,disebuah ruangan yang tercium wangi dupa yang sangat harum mengelilingi ruangan, terdengar suara ambigu dari dalam kamar.
Disaat yang bersamaan, Yamato sedang berjalan menuju ruangan yang sedang berisik itu,saat Yamato hampir sampai didepan pintu masuk kamar,
"Akh,tuan Muso jangan berhenti terus akh lebih cepat tuan lebih cepat"
Sedangkan suara Muso hanya terdengar ******* nafas naik turun saja.
Yamato yang tertegun sejenak saat mendengarkan suara-suara ambigu dari dalam kamar itupun langsung mengerti,dia akan menunggu dengan sabar sambil meminta beberapa pelayan untuk menyiapkan beberapa hidangan Camilan dan teh hijau untuk menemani dia menunggu.
Setelah lima belas menit kemudian suara ambigu itu semakin keras terdengar dan menandakan kalau permainan telah usai.
Yamato menyadari sesuatu bahwa istri tercintanya itu sedang mempermainkan Muso dengan memakai dupa wewangian yang bisa merilekskan tubuh dan fikirkan, sebenarnya yang dimaksud oleh kikiyo.
Sebenarnya mungkin setiap pria hanya bisa rileks dengan cara menyalurkan hasratnya, mungkin.
Yamato sudah mulai bosan karena menunggu Muso sama saja membuang waktunya untuk tidak melihat kikiyo lebih lama,
"Ah,sial lama sekali,Muso cepatlah."teriak Yamato.
Muso yang didalam sedang mengatur nafas langsung kaget saat mendengar suara tuannya dari balik pintu,dia langsung bergegas mengambil pakaiannya yang masih berserakan.
Memakainya pakaiannya dengan sangat cepat, sedangkan wanita yang sudah melayaninya tadi hanya melihat sambil tersenyum dan tertawa melihat tingkah Muso.
Muso hanya memasang wajah sebal,sambil mendekat kearah wanita yang masih duduk diatas pembaringan,lalu dia mencubit dagu wanita itu.
"emi tuan."
Muso langsung memeluknya dan mencium bibir emi.
"Kamu melakukan ini hanya baru saat ini bukan."
"Ya ,tuan adalah pria pertama yang menyentuh tubuh ku."ucap emi dengan polos dan sedikit malu.
"Aku juga begitu,dan jaga dirimu baik-baik hanya untuk aku,jangan biarkan pria lain mendekati kamu karena aku tidak suka jika milikku disentuh orang."
"Maksud tuan?."
"Aku akan meminta yang mulia permaisuri untuk menjadikan kamu dayang pribadi miliknya,kamu akan aman dan apa kamu siap kalau suatu hari nanti aku menikahi kamu."
"Hah."
Emi hanya merespon kaget karena yang dia tahu,saat mendapatkan tugas ini sebenarnya dia agak sedikit takut karena dari rumor yang beredar diluar pria yang disamping kaisar itu adalah pria yang sama dinginnya dengan yang mulia,tapi sekarang.
Muso yang melihat wajah polos emi dengan ekspresi bingung.
"Kenapa?apa kamu tidak mau,atau kamu sudah memiliki pendamping hidup emi?."
"Tidak bukan begitu tuan,aku hanya bingung."
"Kamu hanya perlu menjawab iya atau tidak, aku memang tidak bisa menjanjikan hal yang mewah tapi setidaknya aku adalah seorang pria yang bertanggung jawab terhadap kamu."
Setelah mendengar jawaban Muso,mata emi mulai berembun.
"Iya,aku mau tuan,aku mau menuruti semua keinginan kamu,dan menjadi istrimu."
Muso langsung tersenyum kecil dan mencium bibirnya,
"Kembalilah kekediaman yang mulia permaisuri sekarang, kalau yang mulia tidak ada tunggu saja disana jangan ketempat lain mengerti."
"Ya."ucap emi sambil menganggukkan kepalanya
Muso bergegas menuju kearah pintu kamar dan pergi menemui tuannya yang sedang menunggu.
Dari jauh Muso sudah belihat keberadaan Yamato yang sedang menikmati secangkir teh.
"Tuan,maaf saya telah membuat tuan menunggu lama."
"Sepertinya kamu tadi sedang menikmati hadiah yang diberikan istriku itu ya."
Wajah Muso langsung berubah merah,
"Iya,tuan tapi nanti saya akan berencana untuk menikahinya."
"Bagus itu baru pria bertanggung jawab, ayo kita pergi."
"Pergi kemana tuan."
"Kita akan melihat sebuah pertunjukan yang dibuat oleh istriku yang nakal itu.
"Baik yang mulia."
Yamato dan Muso bergegas menuju kediaman keluarga menteri pertahanan kekaisaran tengah.
Sedangkan ditempat lain disebuah ruangan kikiyo sudah dipersilahkan masuk dan duduk,Hugo tidak pernah jauh dari kikiyo,dia berdiri tepat dibelakangnya.
Didalam ruangan itu kikiyo sudah disambut dengan pemilik rumah ibunda dari Sora.
"Salam yang mulia permaisuri,apa yang membuat yang mulia mengunjungi kediaman hamba."ucap ibunya Sora.
"Aku akan menjadi permaisuri kekaisaran tengah secara sah besok,jadi aku ingin melakukan kunjungan kesetiap kediaman menteri dan jenderal bahkan kalau bisa aku akan melakukan kunjungan kesetiap sudut kota dan desa yang ada dikekaisaran ini."
"Apa itu tidak membuat permaisuri merasa lelah?,mengurus Harem mungkin sudah akan menyita waktu yang mulia nanti nya."
"Tenang saja ,itu tidak akan terjadi."
"Kenapa bisa yang mulia?."
"Karena hanya aku yang akan menjadi istri dari kaisar."
______________________________________________
bersambung
(^∆^)