KIKIYO

KIKIYO
musuh baru



Kikiyo merasa sangat lelah dengan semua drama ini,rasanya dia sudah ingin membunuh semua orang yang terlibat,tapi bukannya tidak bisa ,nama baik suaminya akan menjadi taruhan.


"Sayang,apa kamu fikir , kehamilan itu keinginan kita lalu kemudian dengan mudah menjadi janin dan berkembang diperut seorang wanita,mengandung seorang anak itu tidak mudah dan tidak semua orang memiliki keberuntungan yang cepat seperti miciko."


Yamato terlihat sedang berfikir.


"Kalau begitu,aku akan berusaha dengan keras,kamu tidak perlu melakukan apapun juga tidak apa, sayang."


"Astaga."


Kikiyo merasa suaminya ini harus segera dicuci otaknya supaya tidak sekotor sekarang.


"Sayang,bukan waktunya kita untuk membicarakan urusan itu,masih banyak lagi yang lebih dulu diurus,bukan begitu."ucap kikiyo ingin mengalihkan topik pembicaraan


"Ah, baiklah sayangku,kita bisa membahas itu nanti malam sambil kita bekerja keras,."


Hah, kikiyo tidak tahu lagi harus berkata apa, menghadapi suami yang seperti ini harus dengan tenaga ekstra.


"Suami."


"Ya, istriku sayang,ada apa."


"Apa sudah ada perkembangan dengan acara festival penyucian kuil besok."


"Sudah ,aku sudah meminta penjagaan diperketat besok dan akan dipastikan kalau festival penyucian kuil akan berjalan dengan lancar."


Yamato berusaha untuk menenangkan hati kikiyo,dia tahu kalau sang istri sangat perduli dengan dirinya,


"Didalan surat itu ,tulisannya bernada memprovokasi,aku hanya resah suamiku, kita sedang berusaha tapi mereka."


Yamato langsung mencium punggung tangan kikiyo untuk menenangkan perasaannya.


"Tenang saja sayang,kita akan baik-baik saja."ucap Yamato


Kikiyo hanya berwajah pasrah dan menganggukan kepalanya.


Sedangkan ditempat lain, Hugo sudah tiba dikediaman milik menteri sastra kekaisaran tengah,tanpa membuang-buang waktu dia langsung bergegas masuk.


Saat ada pengawal yang ingin menghadang,Hugo langsung mengeluarkan tanda pengenal dari kaisar Yamato untuk dirinya sebagai tangan kanan sang permaisuri kekaisaran ini.


Semua pengawal pun langsung diam dan memberikan jalan untuk Hugo.


Setibanya Hugo ditempat kejadian perkara, dia mulai mengamati dengan terperinci dan tak lama datang Tora dan beberapa orang untuk membantu Hugo.


Setelah selesai menggeledah kediaman putra dari menteri sastra kekaisaran tengah.


"Tuan,luka yang berada ditubuh korban semuanya sama,."ucap Tora


"Jelaskan."


"Ini seperti luka dari dua orang ahli pedang, mereka disebut dengan nama kembar berdarah dingin."


"Jadi."


"Kemungkinan besar mereka disewa oleh seseorang dan mungkin ini sebagai peringatan saja,karena sebenarnya target yang seharusnya mereka itu,,."sebelum Tora melanjutkan ucapannya Hugo sudah memotongnya lebih dulu


"Yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah,bukan begitu."ucap Hugo yang memotong ucapan Tora tadi


"Benar tuan."


"Bersihkan tempat ini dan jangan sampai ada yang mengetahuinya,."


"Baik."


Hugo bergegas pergi menuju istana sebelum itu dia berpapasan dengan menteri sastra kekaisaran tengah,


"Bagaimana tuan."ucap menteri dengan wajah gelisah dan lelahnya


"Tenang saja tuan menteri,kami akan mengurusnya."


"Tunggu,kalau boleh tahu siapa?."


"Kembar berdarah dingin."


Menteri sastra kekaisaran tengah langsung terkejut,siapa yang tidak kenal dengan kedua pembunuh itu,mereka adalah wanita tapi kalau dalam hal membunuh tidak bisa diragukan lagi.


Hugo langsung pamit dan kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi menuju istana kekaisaran tengah.


Diistana kekaisaran tengah kikiyo sedang menikmati secangkir teh hijau dan beberapa camilan,sambil berfikir tentang semua hal yang mulai terjadi, sedangkan Yamato masih disibukkan dengan setumpuk gulungan kertas diruang kerjanya.


Apa yang mulia Kaisar tengah sudah tidak percaya dengan kinerjanya,itu yang sekarang sudah ada difikirannya.


Kini sang menteri sedang berusaha untuk bertemu dengan sang kaisar, tetapi Yamato sudah sangat sibuk,dia tidak ingin diganggu sampai besok setelah festival penyucian kuil,dia baru mau bertemu dengan para menterinya.


Sedangkan ditempat lain, dikekaisaran barat,kaisar barat sedang menerima pesan dari menteri pertahanan kekaisaran tengah.


Dia sangat senang dengan perkembangan pemberontakan ini, walaupun dia harus menunggu lebih sabar untuk mendapatkan wanita yang dia cintai itu,


Didalam ruangan itu sudah berada seseorang yang sangat setia dengan kaisar barat.


"Yang mulia."ucap orang itu sambil menunduk hormat kepada kaisar barat.


Kaisar barat masih menatap kearah luar jendela dengan senyum tipisnya.


"Kamu sudah datang rupanya,apa kamu sudah siap untuk pergi?."


"Sudah yang mulia,semua saya lakukan untuk anda dan kekaisaran barat ini."


Kaisar barat melangkah maju mendekati orang setianya itu.


"Bagus,tapi sebelum kamu pergi,layani aku lebih dulu."ucap kaisar barat


"Baik, yang mulia."


Kaisar barat mulai meraba tubuh wanita itu, mereka melakukannya,saling membelit satu sama lain tapi perbedaannya wanita yang menjadi orang kepercayaannya itu sangat mencintai sang kaisar.


Wanita itu sangat terlena dan melakukannya dengan sepenuh hati.


Berbeda dengan sang kaisar yang saat membelit wanita itu sambil menghayalkan kikiyo,Bahkan dia selalu meneriaki nama kikiyo saat melakukan aktivitas menumbuknya.


Setelah keduanya selesai,kaisar langsung menyuruhnya untuk pergi, wanita itu pergi kearah kekaisaran tengah untuk melakukan misi rahasia dari sang kaisar barat.


Ditempat lain, Hugo sudah sampai diistana kekaisaran tengah untuk bertemu dengan kikiyo, dari jauh sedang duduk ditemani dengan miciko sang istri.


Miciko yang melihat sang suami berjalan mendekat kearah kikiyo,miciko bergegas pergi karena tahu kalau hal ini sangat rahasia.


Setelah sudah dekat dengan tempat kikiyo duduk,Hugo memberikan hormat kepadanya.


"Nyonya."


"Katakan."


"Mereka meminta kembar pembunuh berdarah dingin untuk menyerang kekediaman menteri sastra kekaisaran tengah."


"Informasi pembunuh itu?."


"Mereka berdua seorang wanita, sepertinya bukan hanya mereka saja nyonya,menurut saya kedua pembunuh itu juga membawa teman pria, mungkin dua orang."


Kikiyo melirik kearah Hugo.


"Mengapa terlalu banyak kata mungkin dalam laporan mu hah?."


Hugo tahu kesalahan dalam laporannya itu.


"Karena ada beberapa pelayan yang seperti habis berhubungan intim sebelum mereka mati nyonya."


"Apa ada sesuatu yang aneh sebelumnya?."


Hugo mencoba mengingat kembali tata letak setiap barang yang berada disana.


"Ah,ya nyonya,ada satu, seperti bekas abu diatas sebuah wadah,dan abu itu tidak berbau melainkan wangi."


Kikiyo berfikir sambil meletakkan kedua tangannya diatas meja untuk menopang dagunya.


"Jadi sebenarnya besar kemungkinan seperti ini,abu Itu bekas wewangian untuk menumbuhkan gairah, sepertinya mereka lebih dulu menyamar sebagai pelayan dan meletakan wewangian disekitarnya dan membuat siapapun terlena,saat semua orang yang berada dikediaman putra dari menteri sastra kekaisaran tengah sedang asik membelit,si pembunuh mulai menjalankan aksinya ,kamu harus berhati-hati saat menghadapi pembunuh seperti ini Hugo,mereka pasti akan kembali dan yang pasti bukan ketempat yang sama."


"Kira-kira, mereka akan melakukannya lagi, dimana?."


"Menurut kamu apa alasan mereka mengincar anggota keluarga yang bukan dari keluarga istana kalau sebenarnya yang mereka incar itu adalah anggota keluarga istana."


_________________________________________


bersambung


(^∆^)