
Kikiyo menyimak dengan baik setiap kata yang diucapkan oleh Hugo,kemudian dia menaruh cangkir teh diatas meja.
"Motif,,,mudah sekali ditebak."sambil tersenyum sinis
Hugo hanya diam sambil melihat ekspresi wajah kikiyo,
"Lalu jendral imamura juga sudah melakukan penyusupan kedalam markas mereka nyonya dan,,,."
Brakk,, terdengar suara meja yang dipukul oleh kikiyo.
"Bodoh."
"Apa ada yang salah nyonya."
"Sekarang ini mereka sedang sangat waspada kamu tahu,semenjak kaisar sembuh saat dibarak militer dulu, pasti mereka sudah bisa menebak kalau ada seseorang yang sedang menjadi andalan kaisar Yamato untuk kepemimpinannya, Ais orang itu,namanya saja jendral."
"Jadi apa yang harus kita lakukan nyonya."
"Peringatkan jendral imamura untuk menjaga dirinya sendiri dan keluarganya untuk kemungkinan terburuk."
"Baiklah nyonya,aku akan pergi kesana sekarang."
"Tunggu Hugo,beri kabar lewat elang pembawa pesan saja,kamu ikut aku keaula pertemuan sekarang, kaisar pasti sudah menunggu kita disana."
"Bagaimana dengan para dayang."
"Biarkan mereka disini untuk menjaga kediaman ku."
"Baiklah, nyonya."
Hugo pun mengirim pesan kepada imamura untuk memperketat penjagaan dikediamannya sendiri.
Sekarang istana tepatnya didalam aula pertemuan sudah sangat ramai, mereka adalah orang-orang penting dari setiap wilayah dikekaisaran tengah,
Dari jauh Kasim telah melihat kedatangan kikiyo dengan Hugo,
"Yang mulia permaisuri kikiyo telah tiba."
Seluruh tamu undangan yang hadir pun langsung bergegas untuk berdiri, begitu juga dengan kaisar Yamato yang sudah duduk dikursi kebesarannya lebih dulu dengan didampingi oleh Muso.
Saat kikiyo memasuki ruangan dengan anggun kearah Yamato ,semua orang yang berada disana menatapnya dengan takjub.
Yamato sudah menguatkan akan hal ini, sampai kikiyo berdiri didepan kaisar.
"Salam hormat yang mulia Kaisar tengah, semoga panjang umur."
"Silahkan duduk disini permaisuri ku."ucap Yamato sambil menepuk bangku yang ada disampingnya.
Kikiyo merindukan kepalanya,lalu bergegas pergi menuju kearah bangku yang ada disamping suaminya,Hugo dengan sigap berdiri dibelakangnya.
Tora yang melihat Hugo berdiri dibelakang permaisuri kekaisaran tengah,dia memandang dengan ekspresi bingung.
Kalau tuan Hugo berada disini dan dia berdiri dibelakang tubuh permaisuri,apa mungkin.fikir tora
Tora masih menerka-nerka dengan fikirannya sendiri.
Setelah semua tamu undangan yang hadir duduk kembali, Yamato langsung membuka acaranya.
"Selamat datang semua pemimpin dari setiap wilayah dikekaisaran tengah ini, semoga pertemuan seperti ini akan terus berlanjut kedepannya untuk menciptakan kekaisaran yang makmur dan sejahtera, dengan adanya pertemuan ini semua keluh kesah yang kalian hadapi disetiap wilayah bisa kita tampung dan mencari solusi terbaik untuk membantu rakyat kekaisaran tengah secara luas."
Setelah itu para Kasim menerima sebuah gulungan kertas dari setiap wilayah,dan memberikannya kepada kaisar Yamato, serta Hugo langsung turun untuk memberikan plakat besi sebagai tanda pengenal,
Kemudian kikiyo melihat kearah jiro yang menjadi perwakilan dari desa lembah.
Jiro pun berdiri mewakili desa lembah.
"Yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah semoga panjang umur, saya jiro mewakili desa lembah,ingin berterima kasih kepada yang mulia Kaisar dan permaisuri karena telah memberdayakan masyarakat dan menghapuskan bandit yang mengatasnamakan desa lembah,."
"apa mereka masih berani untuk menyerang desa lain dan mengatasnamakan bandit dari desa lembah?."ucap kikiyo dengan nada tegas,sambil menyeruput teh .
"Tidak ada yang berani, yang mulia permaisuri karena terdengar rumor tentang kekaisaran tengah sedang dilindungi oleh dewa dan dewi tersembunyi."
Saat mendengar hal ini kikiyo langsung mengalihkan pandangannya kearah Hugo,
Ini bisa menjadikan musuh untuk lebih waspada terhadap kaisar Yamato.
"Apa kamu tahu siapa yang sudah menyebarkan rumor seperti itu?."
Jiro pun tertegun sejenak saat mendengar ucapan kikiyo.
"Maafkan hamba yang mulia permaisuri, hamba tidak mengetahuinya."
"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi tuan jiro dari desa lembah, terimakasih atas kepercayaan rakyat lembah atas kinerja kaisar Yamato, semoga desa lembah bisa lebih maju lagi dari sebelumnya."
Jiro pun menunduk sambil mengundurkan diri dan kembali duduk.
Setelah pertemuan yang cukup panjang itu akhirnya selesai, Yamato dan kikiyo yang masih duduk di bangku kebesarannya pun, mereka masih berbincang ringan.
"Istriku,apa menurut kamu tentang hal yang dibilang oleh jiro itu sayang."
Kikiyo sedikit berfikir,lalu
"Biarkan saja sayang,mungkin dengan begitu rakyat kekaisaran tengah ini bisa tidur dan beraktivitas dengan merasa aman."
"Baiklah ini sangat bagus,jadi apa kamu kira-kira bisa menebak siapa penyebar rumor itu sayang."
"Aku berfikir hanya satu orang,nenek tua yang ada didesa sewaktu kita membunuh para bandit,hanya itu."
Yamato langsung berwajah bingung,kenapa dia tidak terpikirkan kearah sana ya,tentu saja penampilan Yamato dan kikiyo saat itu memang sedang memakai pakaian biasa,
Tetapi mereka tetap terlihat menarik dan berwibawa, selayaknya dewa dan dewi, entahlah mungkin sebutan dewa dan dewi kematian lebih tepat untuk menggambarkan mereka saat itu.
Hugo dan Muso hanya bisa mendengar percakapan para junjungannya itu,
Ditempat lain disebuah ruangan dibawah tanah,
"Menteri, apakah kita undur saja kudeta ini."
"Ya kamu benar jendral,kita tidak bisa ini sangat beresiko, walaupun kita memiliki bantuan dari kaisar barat,sial."
"Apa kita melakukannya dengan menculik seseorang saja untuk menjadi tahanan dan memancing kemunculan orang yang disebutkan oleh seluruh rakyat kekaisaran tengah ini."
"Jangan ceroboh, biarkan mereka senang dulu,baru sedikit demi sedikit kita mengikis pertahanan mereka."ucap menteri pertahanan kekaisaran tengah
Para pengikut sang Mentri pun memasang wajah bingungnya,sambil melihat satu sama lain.
"Maksud tuan?, Kami tidak mengerti?."
Menteri pertahanan kekaisaran tengah mengatakan pandangannya kearah para pengikutnya.
"Kita culik satu persatu mereka yang berada di pihak kaisar Yamato,pria kita bunuh , wanita kita perkosa lebih dulu baru dibunuh,dan anak kecil, orang tua kita bunuh langsung saja."ucap menteri pertahanan kekaisaran tengah dengan senyum tipisnya
Para pengikutnya langsung tertawa lepas,
"Jadi siapakah yang akan menjadi target kita yang pertama?."
Menteri pertahanan kekaisaran tengah masih memilih korban pertama,
Sedangkan sekarang diseluruh kekaisaran tengah, rakyat merasa aman,setiap hari banyak dari mereka yang mengagung-agungkan dewa dan dewi itu yang bahkan belum pernah mereka lihat seperti apa wujud nyatanya.
Setiap hari entah itu dari para pedagang,petani dan lain sebagainya, setiap bertemu dengan orang lain pasti akan membahas tentang betapa kuatnya mereka,sudah seperti semut yang sedang berjalan lalu bersalaman dengan teman sesamanya.
Ditempat lain disebuah kuil,ada seorang wanita tua sedang berkunjung, wanita tua itu sedang berdoa.
Kakek tetua melihatnya dan menghampiri wanita tua itu.
"Sandiwara kamu sangat luar biasa,nyai." Ucap kakek tetua.
"Ini semua aku lakukan untuk cucuku tentunya, apakah aku salah."
____________________________________
bersambung
(^∆^)