
Kikiyo pergi kearah pemandian untuk mengambil air dan membersihkan diri, setelah selesai urusan tubuhnya dia mencopot baju luarannya.
Yamato tadinya hanya tiduran dengan posisi menyamping dengan kepala disanggah Dengan menggunakan tangannya yang tidak terluka, Saat dia melihat kikiyo membuka baju luarannya.
Yamato langsung salah tingkah,
Apakah dia ingin melakukannya sekarang, fikir Yamato sambil tersenyum sendiri
"Heh,apa yang kamu fikirkan."
"Tidak ada,."
Kikiyo berjalan kesebelah kanan Yamato lalu merebahkan diri disana,
"Sayang,ditempat tidur ini hanya ada satu bantal jadi kamu akan memakai lenganku sebagai penggantinya."
"Muso dimana,kenapa dia tidak datang-datang membawakan kasur untuk aku."
"Dia belum kembali dan mungkin juga dia lupa."jawab Yamato bohong.
Padahal saat kikiyo pergi ke pemandian untuk mengambil air,Muso datang dengan kasur ditangannya tapi langsung diusir oleh Yamato dan mengancamnya untuk tidak kembali lagi.
"Hemm, yasudah aku terlalu lelah."
"Kemarilah sayang,."ucapnya sambil menarik kikiyo kedalam pelukannya, mencium bibirnya yang manis.
Mulut keduanya trus ******* satu sam lain.
"Tuan,."
"Hemm."
"Aku sudah lelah."
"Tidurlah sayangku."ucap Yamato dengan kecupan dikening kikiyo.
Maaf telah menempatkan kamu disituasi seperti ini sayang.fikir Yamato
Pagi hari sudah menjelang matahari pun muncul dengan sangat cerah, kikiyo terbangun, Yamato sudah tidak ada ditempat tidur,
Ternyata Yamato sedang berendam air dingin untuk menenangkan tubuh bagian bawahnya .
Tenanglah,kalau sudah waktunya kamu juga akan melakukannya setiap hari,fikir Yamato
Kikiyo yang sudah berdiri dari tidurnya,dia melihat ada bayangan orang didepan tenda, dia bergegas pergi melihat.
"Nona,aku membawakan anda baju."
"Iya terimakasih Hugo, siapkan kuda kita pulang."
"Baiklah nona."
Muso yang mendengar percakapan Hugo dengan kikiyo pun langsung menuju pemandian.
"Tuan, permaisuri sudah ingin pulang."
"Hah,tapi aku kan belum sembuh."
Dengan cepat Yamato menyelesaikan mandinya,saat sudah selesai dia buru-buru keluar pemandian dan dia melihat kikiyo masih berada didalam tenda sambil duduk dan memegang sesuatu.
"Sayang."ucap Yamato sambil menghampiri kikiyo dan langsung memeluknya.
"Hemm."
"Jangan pulang, jangan tinggalkan aku."
"Lukanya sudah membaik ."
"Iya,tapi jangan pulang dulu ya."
Kikiyo memegang pundak Yamato untuk menjauhkannya sedikit supaya bisa melihat wajah tampannya.
"Kamu seorang kaisar jangan seperti ini."
"Aku bersikap seperti ini hanya pada kamu sayang."ucap Yamato sambil mencium kedua punggung tangan kikiyo
"Ya baiklah,aku mau membersihkan diri,tadi Hugo kesini membawakan baju ganti."
"Iya sayang."
"Jangan bergerak terlalu berlebihan nanti lukanya terbuka lagi."
Yamato mengecup singkat bibir kikiyo
"Permaisuri ku cerewet sekali."
"Ah,baiklah kalau begitu aku akan cerewet pada orang lain saja."
"Heh,hanya aku yang boleh kamu cerewetin orang lain tidak boleh apa lagi jika orang itu seorang laki-laki."
Kikiyo bergegas pergi menuju ketempat pemandian, sudah malas meladeni Yamato.
Yamato masih berada di dalam tenda dengan penampilan terbaiknya.
Permaisuri ku ternyata wanita yang sangat berbakat,aku semakin dibuat jatuh cinta olehnya.fikir Yamato sambil memandang dirinya sendiri dicermin
Tak berapa lama kikiyo keluar dari pemandian,dia melihat Yamato yang masih berdiri didepan cermin.
"Tuan,kenapa kamu belum keluar."
"Tidak akan sebelum ada pernikahan."
"Baiklah kita pulang sekarang dan menikah."
(-_-),,, "tidak akan."
Yamato membalikan badannya dan bergegas kearah kikiyo,
Kikiyo yang masih diposisi yang sama tidak memiliki waktu untuk bertindak,dia tidak siap dengan apa yang akan dilakukan Yamato, walaupun sedang terluka tubuh Yamato sangat kuat.
Yamato memegang pinggang ramping kikiyo mencium bibirnya dengan rakus , menggendongnya kearah tempat tidur.
"Yamato,apa yang kamu lakukan,lepas."
"Tidak akan,kamu adalah milikku sayang, hanya milikku,dan kita akan menikah."
"Lepas, Yamato,kamu pria tidak tahu malu."
Yamato membuka baju bagian dalam yang masih menyelimuti tubuh kikiyo setelah selesai mandi,dia juga langsung membuka bajunya dengan cepat.
Muso yang mendengar suara mendominasi tuannya langsung membersihkan beberapa prajurit yang berada didekat tenda tuannya.
Dia tahu kalau tuannya itu sudah diambang batas kesabarannya karena sang permaisuri selalu menolak.
Didalam tenda,hawa panas pun muncul dari kedua orang yang berada didalamnya.
Yamato sedang mencumbu kikiyo, menciumi wajah,leher, hingga kebagian dadanya yang sudah terbuka,buah persik kikiyo pun sudah diremas olehnya,
Dengan suara lantang dan tegas.
"Yamato,lepas,aku tidak akan pernah memaafkan kamu kalau kamu seperti ini, sampai kapanpun tidak akan pernah aku maafkan."
"Istriku,tapi kamu adalah takdirku, walaupun kita belum menikah tapi aku pasti akan menikahi kamu besok sayangku, tolong aku sudah tidak bisa menahannya lagi."
"Aku punya cara lain, tidak seperti ini."
"Bagaimana caranya sayang."ucap Yamato dengan suara serak
Yamato merenggangkan pegangannya dikedua tangan kikiyo,
Kikiyo berusaha untuk bangun menatap wajah Yamato,entah kenapa kalau dekat dengan pria ini dia tidak seperti kikiyo yang dulu,dia merasa seperti orang lain, menuruti kata-kata Yamato.
Kikiyo mendorong tubuh Yamato untuk duduk diatas kasur,lalu dia merunduk untuk mengambil bagian bawah tubuh Yamato kemudian melahapnya perlahan-lahan.
"Ah sayang ah nikmat sekali ah."
Mulut Yamato tidak berhenti mendesah dan meracau, sampai pada saat bom waktu itu akan meledak, kikiyo tetap pada kegiatannya.
Setelah kikiyo menyelesaikan kegiatannya, Yamato membantunya untuk membersihkan bibirnya lalu memeluknya.
"Maafkan aku ya sayang,dan terimakasih."
Kikiyo hanya diam dengan nafas naik turun, Yamato membantunya untuk memakai baju , diapun juga memakai bajunya kembali, melihat kearah kikiyo yang ada disampingnya.
"Ada apa sayang."
"Tidak ada."
"Sayang,ada apa?."ucap Yamato sambil memegang dagunya lalu mengangkat wajahnya hingga tatapan mata mereka bertemu.
"Jangan panggil aku permaisuri sebelum kamu mendapat dukungan dari para menteri dikekaisaran ini."
Yamato langsung mengerti apa yang diucapkan oleh kikiyo,
"Tenang saja,kalau mereka berani menghina permaisuri ku,mereka pantas mati."
Kikiyo melihat tatapan membunuh dari wajah Yamato,dia sedikit merinding,pria didepannya ini adalah pria yang tidak mengenal kata ampun.
Yamato menggenggam tangan kikiyo sambil berjalan keluar tenda,saat mereka keluar sudah ada Hugo dan muso yang menjaga sekitar tenda.
"Pagi tuan."ucap muso ke Yamato
"Pagi nona."ucap Hugo ke kikiyo
Musi dan Hugo sangat aneh melihat kedua tangan yang sedang menggenggam erat itu.
Yamato yang menyadari tatapan mata itu langsung menyadarkan mereka dengan terbatuk kecil.
Setelah mereka sadar dari keterkejutan itu.
"Hugo,nona muda kamu ini akan menjadi permaisuri kekaisaran tengah,itu berarti dia akan menjadi istriku,jadi kamu tidak perlu lagi sungkan kepadaku,kalian harus bertukar informasi kamu dan Muso."
Hugo melihat kearah kikiyo dan kikiyo hanya mengganggukan kepalanya tanda setuju.
"Baik yang mulia,hamba mendapatkan informasi kalau nona kikiyo sedang dalam bahaya."
"Bahaya apa yang kamu maksud."
"Semalam hamba mendengar ditenda para jenderal sedang berkumpul,mereka mendengar kedatangan nona hanya saja salah satu dari mereka ada yang berfikir kalau kedatangan nona kikiyo kesini untuk menjadi bahan bergilir dan menghibur mereka,dan juga,,,salah satu jenderal tidak Sudi kalau kekaisaran ini memiliki permaisuri dari rumah bordil."
______________________________________________
bersambung
(^∆^)