
Kikiyo beralih menaiki kuda yang Hugo bawa, sedangkan Hugo membawa kereta kuda, mereka kembali kepenginapan.
Disana sudah ada miciko yang menunggu dengan tiga orang wanita,
"Nona muda."ucap miciko serempak dengan ketiga wanita yang lain
"Kalian sudah makan?."
Mereka hanya tersenyum kecil sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Kikiyo melangkahkan kakinya masuk kerumah makan kembali, sedangkan Hugo sedang bekerja membersihkan kereta kuda yang sudah berlumuran darah.
Kikiyo meminta keempatnya untuk makan karena akan melakukan perjalanan panjang.
Setelah semua selesai dengan kesibukan masing-masing,mereka bersiap pergi.
"Nona, kereta kudanya sudah bersih."
"Bagus ."
"Loh terus kereta yang sudah saya bersihkan tadi tidak dibawa juga nona."
"Tidak."
,,,,,(-_-)
Hugo tertegun sejenak,
Kenapa tadi nona meminta aku membersihkannya.fikir Hugo
"Tapi kalau kamu bisa membelah diri kamu menjadi dua,bawa saja."
"Hah."
Memang nona kira aku ini apa ,bisa membelah diri.fikir Hugo
"Kudanya saja yang dipindahkan supaya bisa mengurangi beban kuda yang sebelumnya karena kereta menambah beban."
"Baiklah,"ucap Hugo dengan nada pasrah."
Kini kereta kuda milik kikiyo ditarik dengan empat kuda, kikiyo berbagi tempat duduk dengan keempat wanita itu sedangkan Hugo dengan setia berada diposisi nya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan,butuh beberapa hari untuk bisa sampai dikerajaan kekaisaran selatan,
Setelah beberapa hari yang panjang, rombongan kikiyo pun sampai diperbatasan kota kekaisaran selatan,
"Nona,apa ini kekaisaran selatan."
"Ya."
"Nona kalau boleh saya tahu,apa tujuan nona membangun rumah bordil?."
"Hanya untuk menutupi keheningan yang ada didalam kekediaman ku nanti."
"Apakah keluarga nona tidak akan merasa,,,."
"Keberatan maksudmu?."
"Ya, bagaimana pun kami hanya wanita biasa yang pekerjaannya menjajakan tubuh kami sendiri nona."
"Mereka semua sudah mati jadi kalian tidak usah takut,aku yang atur semuanya."
Mereka yang mendapat jawaban dari Laura pun hanya tersenyum.
"Baiklah, terimakasih nona sudah memberikan kami tempat bernaung."
"Jangan berterimakasih sekarang,aku belum melakukan sesuatu apapun untuk kalian.
Perjalanan panjang terus berlalu,setibanya mereka didepan pintu gerbang kediaman keluarga jendral Daisuke.
"Apa ini,,,ini kediaman seorang jendral." Ucap miciko tertegun melihat papan nama yang ada diatas pintu pagar.
"Dulu, sekarang sudah berubah."
Kikiyo mendekati pintu gerbang,pengawal yang melihat kedatangan kikiyo dari dalam langsung bergegas membukakan pintu.
"Selamat datang ,nona muda."
Kikiyo hanya mengganggukan kepalanya, dari jauh kepala pelayan berlari tergesa-gesa untuk menyambut nona mudanya.
"Salam nona muda, maafkan saya kalau terlambat menyambut kepulangan nona."
"Tidak apa-apa,aku memaklumi kesibukan kamu dalam mengurusi urusan rumah tangga."
"Terimakasih atas kepercayaan nona."
"Ikutlah dengan ku,ada hal yang ingin aku sampaikan."
"Baik nona."
Mereka semua mengikuti kikiyo dari belakang,pintu gerbang pun langsung ditutup rapat-rapat.
Di aula pertemuan kikiyo mengumpulkan semua orang yang ada dikediamannya.
Pelayan wanita berada disisi bagian kiri, pelayan laki-laki dibarisan tengah dan Hugo beserta keempat wanita yang dibawa kikiyo berada dibarisan sebelah kanan.
"Kepala pelayan."
"Saya nona."
"Apa orang tua itu sudah mati?."
"Sudah satu Minggu yang lalu nona, tapi mayatnya langsung mengering tidak seperti mayat lain yang mengalami pembusukan jadi tidak mengeluarkan bau tak sedap."
"Lalu."
"Mayatnya masih didalam gubuk nona."
"Kuburkan nanti tanpa batu nisan karena tanah beserta bangunannya akan dirombak."
"Nona akan melakukan renovasi?."
Hugo langsung berdiri dari duduknya,
"Kalau kalian ingin berbicara atau ada urusan tertentu pada ku,kalian harus melaporkan dulu kepadanya." Ucap kikiyo sambil menunjukan salah satu jarinya kearah Hugo."
"Baik nona."ucap mereka serempak."
"Untuk kamu kepala pelayan."
"Iya nona, tolong Carikan pekerja untuk renovasi ,aku tunggu kabarnya besok."
"Baik nona,itu,, mengenai undangan kaisar."
"Bilang saja aku butuh waktu satu Minggu untuk istirahat setelah perjalanan jauh."
"Baiklah nona."
"Kalian para pelayan boleh pergi,yang lain masih disini."
Kepala pelayan menyuruh semua pelayan kediaman itu untuk keluar.
"Hugo."
"Iya nona,"
"Kamu besok ikut dalam mengawasi pelaksanaan renovasi ini."
"Baik nona."
"Untuk kamu, miciko dan ketiga temanmu itu,layani Hugo dengan baik malam ini."
Hugo langsung membulatkan matanya.
"Apa maksud nona?."
"Maksud nona itu baik ,Hugo,tenang saja nona kami akan melayani Hugo dengan sangat baik."
"Jangan hanya sangat baik,tapi juga lembut dan memuaskan,dia harus tampak bagus besok,aku tidak suka mempunyai orang yang selalu disamping ku berpenampilan berantakan."
"Baiklah nona."
(-_-)Hugo hanya diam dan tidak perotes tubuhnya kaku,padahal para wanita itu sudah menarik tubuhnya untuk pergi ke kamar yang sudah disiapkan oleh pelayan.
Apa nona fikir aku ini berpenampilan seperti gembel,apa memang aku kurang menarik, fikir Hugo.
Kikiyo kembali kekamar milik mendiang ibunya, sekarang sudah tidak ada pengkhianat,kepala pelayan menepati janjinya,
"Nona air mandi sudah siap."ucap pelayan
"Baiklah."
Kikiyo sedang dibantu mandi oleh pelayan setelah mulai berendam,dia meminta para pelayan pergi meninggalkannya sendiri dulu.
Kikiyo ingin menenangkan tubuh dan fikirannya dengan sedikit aroma bunga segar.
Sedangkan dikamar lain,Hugo sedang dijamah oleh empat orang wanita,
"Hugo,kamu pasrah dan diam saja ,biar kami yang memanjakan kamu,kami tidak ingin membuat nona kecewa."
"Iya,ini memang perintah dari nona tapi aku bisa mandi sendiri."
"Tidak bisa kami harus melayani kamu titik."
"Akh,,jangan akh lepaskan tanganmu dari adikku."
Terdengar suara-suara ambigu dari kamar itu,******* pria dan wanita menjadi satu, mau sehebat apapun Hugo dalam ilmu beladiri,tidak akan bisa dengan mudah keluar dari cengkraman empat orang wanita cantik.
Sedangkan dikamar lain kikiyo menyelesaikan mandinya,para pelayan membantu kikiyo dari memakai baju dan perhiasan.
"Nona,apa ada yang kurang?."
"Tidak ada,kalian tadi sudah melihat wanita yang aku bawa?."
"Sudah nona."
"Kalian tolong aku,pergi ke pasar dan membeli baju dan semua kebutuhan wanita, jangan lupa perhiasan,dan beberapa setel pakaian laki-laki untuk Hugo." Ucap kikiyo sambil mengeluarkan sekantung uang dengan ukuran besar satu dan untuk upah mereka dengan kantung ukuran sedang
"Baik nona."
Kikiyo berniat untuk pergi mengelilingi kediaman, sesampainya dia di kamar Hugo.
Kikiyo mendengar suara nafas mendesah dari balik pintu padahal pintu depan menuju pintu kamar itu lumayan berjarak.
Didepan pintu ada pengawal yang memasang wajah merah.
"Salam nona."
"Apa suara itu sudah lama?
"Sudah sekitar dua jam yang lalu nona."
Kikiyo langsung tertegun.
Hah, sudah dua jam dan belum berakhir,fikir kikiyo
Kikiyo langsung melanjutkan langkahnya kearah gubuk yang dulu menjadi tempat tinggalnya.
"Sudah bersih."
"Tentu saja nona,kepala pelayan langsung melakukan apa yang nona perintahkan."
"Bagus.",ucap kikiyo dengan anggukan kepala
______________________________________________
bersambung
(^∆^)