
Sedangkan ditempat lain,kediaman keluarga jendral imamura, sedang ada seorang wanita cantik yang menemani sang jendral minum teh.
"Kakak,apa teman kakak tidak berkunjung lagi.?,ucap wanita cantik itu.
Jendral imamura menghentikan aktivitasnya lalu menatap kearah adiknya itu.
"Maksud kamu,teman yang mana?."
"Ais, kakak memangnya kamu punya banyak teman apa,itu pria yang bertemu dengan kamu beberapa hari lalu,apa dia tidak akan kembali kesini lagi untuk berkunjung."
Jendral imamura melihat tingkah laku adiknya yang sangat aneh, tidak biasanya sang adik tertarik dengan seorang pria, banyak surat lamaran yang datang tapi malah ditolak.
"Momo."
"Iya kakak."ucap Momo dengan mata yang berbinar
"Lebih baik kamu mencari pria lain saja."
Bagaikan disambar petir,Momo mendengar ucapan sang kakak.
"Kenapa kakak bisa berkata seperti itu,."
Imamura mencoba untuk menjelaskan.
"Tuan hugo,dia pria yang sulit digapai karena statusnya didalam sebuah organisasi,dia orang penting jadi lebih baik kamu mencari pria lain saja atau kamu bisa menerima salah satu dari pelamar yang datang."
Momo sangat tidak senang dengan penuturan sang kakak,dia langsung berdiri.
"Jadi menurut kakak ,kalau aku tidak pantas untuk pria yang bernama Hugo itu."
Imamura mencoba untuk menjelaskan.
"Hugo bukan pria yang mudah untuk diinginkan Momo, kakak memang tidak bisa menjelaskan secara rinci tapi kakak hanya memberikan kamu saran untuk mencari pria lain,."
"Kalau aku menyukainya lalu kenapa?,apa dia bukan pria baik-baik?,jadi kakak meminta aku menjauhinya."ucapnya sambil menahan amarahnya
"Momo tenanglah, jangan pernah kamu berkata seperti itu,tuan Hugo adalah pria terhormat."
"Kalau dia pria terhormat kenapa kakak melarang aku mendekatinya,apa aku ,adik kandungmu ini tidak pantas untuk bisa bersama pria terhormat."ucap Momo sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri.
Imamura menjadi bingung, bagaimana dia menjelaskan kepada adiknya sedangkan dia sudah berjanji untuk tidak membongkar rahasia tentang Hugo.
Momo yang melihat sang kakak hanya diam, dia merasa kesal lalu pergi meninggalkan imamura sendirian,teh hijau yang tadinya masih panas sekarang sudah menjadi dingin.
Semenjak kepergian Momo, imamura menjadi merasa bersalah,dia tidak pernah berkata tidak dengan adiknya itu.
Kenapa Momo mesti menyukai tuan Hugo. fikir imamura.
Imamura kembali menyesap tehnya setelah habis dia bergegas pergi keistana untuk menemui kaisar Yamato.
Ditempat lain kereta kuda rombongan kikiyo pun sudah sampai diibu kota, kikiyo memerintahkan untuk pergi kekuil tetua dulu,
Setelah sampai didepan kuil, kikiyo turun dari kereta kuda dengan bantuan Yamato, sedangkan miciko tertegun sejenak saat Hugo mengulurkan tangannya untuk membantunya turun.
Miciko pun tersenyum senang.
Tetua kuil sudah berada didepan pintu masuk kuil untuk menyambut mereka,
Kikiyo bergegas pergi mendekati tetua kuil.
"Kakek tetua, kedatangan aku kesini untuk menikahkan salah satu keluargaku Hugo,dia akan menikahi miciko."ucap kikiyo sambil menunjuk kearah Hugo dan miciko.
"Kapan akan dilaksanakan,?."
"Besok, diistana kakek,tapi ada satu pasang lagi namanya Muso dan emi,niat baik tidak boleh ditunda benar kan kek."
Hugo dan miciko hanya diam saat apa yang nyonya mereka ucapkan.
"Baiklah,besok siang kakek akan keistana untuk menikahkan keluarga yang mulia permaisuri."
"Terimakasih kakek,kalau begitu aku pamit ya."
"Hati-hati dijalan cucuku."
Kikiyo tertegun sejenak saat mendengar ucapan kakek tetua kuil,dia juga sudah menganggap bahwa kakek tetua kuil seperti kakek kandungnya sendiri.
Sedangkan ditempat lain,dikediaman Jendral imamura,Momo sedang menangis tersedu saat mengingat apa yang dikatakan oleh kakaknya,Momo teringat saat dia pertama kali melihat Hugo.
Saat dia ingin pergi kekediaman imamura, Momo tidak diterima oleh para pelayan disana,mereka bilang kalau sedang ada tamu penting datang.
Momo menjadi penasaran siapa gerangan tamu penting itu sampai-sampai dia ditolak untuk masuk.
Momo bersembunyi sambil menunggu didepan kediaman sang kakak,bersama beberapa dayang disampingnya.
Setelah lama menunggu sampai hampir mengeluh, karena terlalu lama dan kakinya mulai pegal,Momo melihat seorang pria tinggi dan gagah keluar dari kediaman kakaknya.
Apakah dia teman penting kakak. Fikir Momo
Matanya sampai tidak lepas dari melihat Hugo,dia baru kali ini melihat pria seperti itu,
Astaga, apakah dia datang untuk melamar aku.fikir Momo kembali.
Dan masih banyak lagi fikiran-fikiran Momo yang orang lain tidak tahu,bahkan kalau sampai kakaknya yaitu jendral imamura tahu pun mungkin akan muntah darah,sebab sudah banyak pria yang menginginkan sang adik untuk dinikahi.
Tapi Momo selalu menolak dengan alasan kalau dia belum siap menikah, padahal setiap pria yang melamarnya selalu dicari tahu lebih dulu olehnya.
Lewat pengawal bayangan milik sang kakak dia selalu mendapatkan informasi yang lengkap tentang bagaimana penampilan setiap pria yang ingin melamarnya lengkap dengan lukisan wajahnya.
Tapi kini dia tahu kalau pria yang sedang dia sukai itu datang tidak bermaksud untuk melamarnya,bahkan sang kakak pun malah menyuruh dirinya untuk mencari pria lain.
Ditempat lain rombongan kikiyo telah sampai diistana kekaisaran tengah, kikiyo bergegas pergi menuju kearah kediamannya bersama Yamato, sedangkan saat emi keluar dari kediaman permaisuri.
"Salam yang mulia permaisuri."ucap emi sambil menunduk untuk memberi hormat.
"Emi, perkenalkan ini miciko ,dia calon istri Hugo ,kalian berdua akan menikah dengan masing-masing pasangan kalian besok siang."ucap kikiyo sambil memperkenalkan miciko kearah emi.
Emi merasa malu,karena dari ucapan kikiyo dia besok sudah akan resmi menjadi istri seorang Muso.
Kikiyo meminta emi menunjukan kamar yang tersedia untuk miciko dan Hugo tinggal sementara, sedangkan kikiyo menemui Yamato untuk menemaninya melepas keluarga kekaisaran barat untuk kembali pulang kekaisarannya.
Kikiyo berjalan beriringan dengan beberapa pelayan wanita pilihan dari Hugo,mereka bukan pelayan biasa,tapi mereka harus nampak seperti perempuan pada umumnya yang lemah gemulai,
Sesampainya dia dihalaman depan istana kekaisaran tengah,sudah ada Yamato yang sedang berbincang hangat dengan kaisar barat,padahal kikiyo sangat tahu suasana hati suaminya itu.
"Salam, yang mulia Kaisar barat,dan suamiku."ucap kikiyo dengan sedikit menekan kata "suamiku" kearah Yamato
Membuat Yamato tersenyum lebar saat memandang kearah kikiyo.
Sedangkan hati kaisar barat sedang menahan amarahnya.
Seharusnya aku yang dipanggil suami, bukan dia.fikir kaisar barat
Kalau saja Yamato bisa mendengar isi hati kaisar barat mungkin sekarang mereka sudah saling membunuh.
"Salam diterima permaisuri kekaisaran tengah."ucap kaisar barat
"Salam diterima istriku sayang."ucap Yamato sambil menarik pinggang ramping kikiyo sambil mencium kening kikiyo.
"Sebelum yang mulia Kaisar barat dan rombongan pergi, apakah sudah dicek tidak ada yang tertinggal?."
"Tentu saja permaisuri, aku menunggu kunjungan kembali permaisuri kekaisaran tengah ke kekaisaran barat lagi."ucap kekaisaran barat berniat untuk memprovokasi kaisar tengah.
________________________________
bersambung
(^∆^)