KIKIYO

KIKIYO
permintaan



Kikiyo sudah tidak ingat,sudah berapa kali dia mengejang hebat dan nikmat, sedangkan Yamato masih terus menumbuknya tanpa henti.


Setelah sekian lama akhirnya Yamato mengakhiri aktivitas panas tadi,dia menciumi wajah cantik kikiyo.


"Kenapa tidak bilang kalau ingin pergi kesana,Hem?."


"Semua yang aku lakukan hanya untuk kamu, suamiku."


"Iya,aku tahu,maaf tapi rasa cemburuku tidak bisa dihiraukan, sayang,apa kamu pernah menyesal karena menikahi pria pencemburu seperti aku ini?."


"Tidak."ucap kikiyo dengan senyuman


Hatinya sekarang terasa sangat hangat, Yamato mencium bibirnya dengan lembut dengan penuh cinta, kikiyo membalasnya dengan ciuman.


"Suamiku."


"Iya sayang."


"Mulai sekarang kita harus memiliki kepercayaan tinggi satu sama lain,."


"Tentu saja sayang."


Kikiyo memberikan sebuah instruksi kepada Yamato,lalu Yamato mulai mengerti dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah sayangku,aku sangat mencintaimu jadi aku juga pasti akan sangat mempercayai kamu,kamu juga begitu bukan?."


"Tentu saja, suamiku,kita tidak bisa dipisahkan."


Saat mendengar ucapan dari mulut kikiyo membuat Yamato tersenyum lebar sambil terus menciumi wajah cantik kikiyo.


Sedangkan ditempat lain, disebuah hutan belantara dipinggiran kekaisaran tengah, ada seorang wanita muda cantik sedang membuat api unggun.


Srekk,,,


Terdengar suara langkah kaki seseorang mendekatinya.


"Siapa disana?."ucap wanita itu dengan sedikit menaikan kewaspadaannya.


Saat ini muncullah seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri kearah wanita itu.


"Nona tidak perlu takut ,saya hanya ingin berbicara."


Wanita itu masih tetap dalam keadaan waspada.


"Hay, wanita tua seperti kamu ini memang ingin berurusan apa denganku."


Wanita tua itu langsung menancapkan jarum racun dari tempat dia berdiri kearah siwanita cantik itu.


Akh,,, wanita cantik itu berteriak saat jarum itu mengenai kaki kirinya


"Sungguh wanita muda yang tidak tahu sopan santun,kamu menyebutkan kalau aku wanita tua?, nanti pun kamu juga akan menjadi tua,sama seperti aku,apa kamu sadar?."ucap wanita tua itu yang ternyata adalah nyai,


Wanita tua ini ternyata bukanlah orang sembarangan,sial.fikir wanita muda itu.


"Ais,mau perlu apa kamu dengan ku ,hah, dan apa yang sudah kamu lakukan ini kepada ku?."


"Sopanlah sedikit kepada orang tua,nona." Ucap nyai dengan senyuman sinis nya.


"Baiklah,apa mau kamu?."


"Aku hanya ingin membantu kamu untuk melakukan tugas yang sedang kamu lakukan, bagaimana?."


Sial,apa wanita tua ini mengetahui apa yang akan aku lakukan dikekaisaran tengah ini, oh kaisar ku,.fikir wanita cantik itu yang bernama Fuji


"Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu aku, apakah kamu tahu apa yang sedang aku lakukan disini?."


Fuji masih sangat waspada terhadapnya.


"Aku akan memberikan kamu ramuan halusinasi dan sebuah racun tentunya, bagaimana?."


"Hem, hahahaha."


Nyai sangat heran kenapa wanita cantik itu malah tertawa lepas mendengar ucapannya


"Kamu memang tua Bangka yang sangat pintar,kamu tahu kalau tujuanku kesini apa dan kamu memberikan aku senjata secara cuma-cuma,itu berarti musuh kita sama bukan?."


"Lalu apa kamu fikir kalau aku mau bergabung dengan mu,mimpi saja wanita tua,aku hanya mengikuti perintah dari pria yang aku cintai."


Nyai langsung menyerang Fuji dengan jarum racun miliknya lagi.


Akh,,,


Fuji sudah berusaha menghindar tapi gerakan nyai lebih lincah darinya,kini Fuji sedang tersungkur ketanah,


Nyai perlahan mendekati Fuji,lalu dia menundukkan kepalanya kesamping telinga Fuji.


"Aku juga tidak mau berkerjasama dengan wanita bodoh seperti kamu,hanya saja aku lebih memilih memanfaatkan dari pada bekerjasama,racun ditubuh kamu akan segera menyebar jadi fikirkan secepatnya."


Kini Fuji langsung tertegun sejenak,baru saja masuk kekaisaran tengah ini dia sudah kalah, bagaimana bisa dia menatap kembali wajah sang pujaan hatinya,yaitu kaisar barat.


Nyai perlahan mundur dan menyaksikan ekspresi wajah Fuji yang sedang kebingungan,tak lama.


"Ya, baiklah aku akan ikut rencana kamu." Ucap Fuji dengan tangannya yang mengepal geram dan kesal.


"Bagus,itu baru jawaban yang tepat."ucap nyai dengan senyuman manisnya.


Sedangkan matahari mulai terbit, dikediaman keluarga jendral imamura,sang adik Momo sedang bersiap untuk pergi menemui sang kakak.


Didepan sebuah cermin,Momo menguatkan dirinya sendiri untuk bisa menyampaikan semua yang ingin dia ucapkan.


Diapun segera bergegas pergi menuju kearah kediaman pribadi sang kakak, dengan langkah mantab,sampainya dia disana,dia meminta penjaga pintu untuk menyampaikan kedatangannya.


Sedangkan didalam ruangan, jendral imamura tampak sangat tidak senang dengan kunjungan sang adik kali ini, dia pasti sudah bisa menebak apa yang ada di otak kecil milik adiknya itu.


"Suruh dia pergi ,aku sedang tidak ingin diganggu."ucap jendral imamura kesalah satu pelayannya.


"Baik,tuan."


Pelayan itu pun langsung memberi tahukan adik dari junjungannya tersebut,kalau kedatangan nona muda ditolak.


Momo langsung kembali kekediamannya untuk menangis tersedu-sedu,


kakak macam apa yang tega seperti itu. Fikir momo


Sebenarnya jendral imamura sangat ingin sang adik bisa melupakan Hugo dan mencari pria lain,dia merasa sangat malu, tapi sekarang dia merasa sangat bersalah kepada sang adik, imamura pun pergi melangkah menuju kediaman sang adik.


Sesampainya dia disana, dari jauh dia sudah bisa mendengarkan suara tangis dari sang adik.


"Momo."


"Untuk apa kakak datang kesini?, bukankah kakak sudah tidak perduli kepadaku." Ucap Momo dengan suara serak sambil menahan tangisnya


"Apa kamu begitu mencintai tuan Hugo sampai kamu ingin menjadi selirnya."


"Kak,siapa yang tidak mau memiliki suami yang sangat menyayangi istrinya,aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana dia melindungi istrinya,dan bagaimana dia melindungi aku tadi malam, apakah itu tidak cukup untuk membuat aku jatuh cinta walaupun pada akhirnya,hanya tersisa posisi selir untuk aku kak,aku hanya ingin bahagia bersama pria yang aku sukai."


Setiap perkataan Momo membuat hati jendral imamura bergetar,dia berfikir walaupun sang adik masih berusia lima belas tahun, tapi pemikirannya sangat dewasa.


Apakah Hugo adalah pria yang pantas untuk adikku ini.fikir imamura


"Hem , baiklah Momo,kalau kamu menerima semua itu,aku akan meminta pernikahan ini kepada yang mulia kaisar Yamato."


"Benarkah kak,."ucap Momo dengan wajah bahagianya


Jenderal imamura pun langsung bergegas pergi menuju kearah istana kekaisaran tengah,dia ingin bertemu dengan sang kaisar.


Kuda yang dinaiki oleh jendral imamura melaju kencang kearah istana.


Tak butuh waktu lama, jenderal imamura pun tiba diistana kekaisaran tengah.


Dia meminta kepada seorang Kasim untuk bertemu dengan yang mulia Kaisar tengah, Kasim langsung membawanya pergi keruang kerja kaisar.


Didepan pintu ruangan sudah ada Hugo dan Muso yang sedang bertugas,wajah tampan jenderal imamura pun menjadi merasa canggung dengan Hugo,dia bilang kepada mereka maksud dan tujuannya.


_______________________________


bersambung


(^∆^)