
Muso kembali berjalan keluar dari penjara bawah tanah menuju arah kediaman sang permaisuri,saat melihat wanita yang ingin dia temui masih patuh dan sedang menyiram tanaman milik kikiyo.
Emi merasakan seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya,lalu dia mundur secara perlahan lalu berbalik,tapi saat dia berbalik malah ada dua tangan kekar yang menangkap tubuhnya.
Emi merasa takut dan tidak berani melihat siapa pemilik tangan itu.
"Kenapa kamu tidak melawan."
"Aku takut tuan."
"Setidaknya kalau bukan aku yang memeluk kamu, seharusnya kamu berteriak minta tolong,oke."
Kini emi sudah mengingat siapa pemilik tangan kekar ini,saat di melihat kearah wajah tampan yang berada diatas kepalanya itu,emi langsung tersenyum.
"Tuan,."
"Muso langsung mencium bibir emi dengan lembut,ya ini aku, tetaplah disini karena sebentar lagi yang mulia permaisuri akan kembali dengan yang mulia Kaisar,Hem."
"Iya baiklah tuan."
"Setelah yang mulia permaisuri kembali dari luar, pergilah kekediaman milik ku,mulai hari ini dan seterusnya kita akan tidur satu kamar , setelah menikah kita akan membeli hunian baru diibu kota,hanya ada kita berdua bagaimana."
Mendengar semua hal yang dikatakan oleh Muso membuat emi sangat senang.
"Iya terserah tuan saja,emi percaya kalau tuan lebih mampu menyusun untuk masa depan
"Iya terserah tuan saja,emi percaya kalau tuan lebih mampu menyusun untuk masa depan kita."
Mendengar jawaban dari emi,Muso langsung mencium bibirnya lagi.
"Aku pergi dulu,masih memiliki beberapa urusan."
Emi hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.
Setelah berpamitan Muso langsung pergi meninggalkan istana untuk kembali mengawal tuannya.
Saat ditengah jalan dia bertemu dengan Hugo.
"Hugo,kamu dari mana?."
"Aku dari kediaman jendral imamura,kamu juga baru kembali dari istana."
"Ya,kaisar Yamato ingin wanita itu dimasukan kedalam penjara bawah tanah untuk diinterogasi."
"Oh, begitu."
"Ada apa? sepertinya kamu sangat gelisah, biar aku tebak pasti ini tentang wanita ya."
"Ah,aku tidak punya waktu untuk itu."
"Kaisar dan permaisuri sekarang mereka ada dimana?."
"Mereka sedang diperjalanan kembali keistana."
",Oh ya ,tapi mereka belum sampai."
"Iya,mungkin mereka berkunjung ke suatu tempat."
"Ya bisa jadi,hayo."
Hugo dan Muso kembali melanjutkan perjalanan untuk menemui kikiyo dan Yamato.
Sedangkan didalam kuil sekarang kikiyo sedang melihat lukisan ,lukisan itu dibuat diatas kulit hewan yang sudah dibersihkan dan dikeringkan seperti kertas,
Itu adalah lukisan wajahnya dikehidupan sebelum disini.
"Kikiyo sedikit terkejut,ini,,aku bagaimana kakek tetua?."ucap kikiyo sambil menatap kearah tetua kuil
"Ya ,itu lukisan yang aku buat saat kaisar Yamato baru pertama kali memakai gelang naga,saat dia baru berusia lima tahun,itu berarti lukisan itu sudah lima belas tahun yang lalu, yang mulia."
Kikiyo sempat meragukan kekuatan tetua kuil yang seakan seperti seorang paranormal seperti dari zamannya dulu.
"Aku sempat meragukannya ,tapi ,,,ini sangat tidak bisa difikir secara logika kakek."
"Kamu adalah permaisuri masa depan kekaisaran tengah, yang akan membawa kedamaian untuk kekaisaran tengah ini, yang mulia,hanya kamu yang bisa mengendalikan orang kaku itu."
Kakek tetua kuil berbicara sambil mengarahkan pandangannya kearah Yamato yang sedang bermain dengan beberapa pajangan,sambil menggelengkan kepalanya
"Aku mengerti,kakek tenang saja."
"Dia tidak pernah mau mendengarkan siapapun bahkan orang tuanya sendiri,tapi saat kakek melihat interaksi antara kamu dan dia sangat berbeda."
"Kakek seakan-akan ingin bilang kalau aku adalah pawang kaisar Yamato begitu?,memangnya dia itu seekor ayam?."
Kakek kuil sempat tertegun sejenak,(-_-)
seekor ayam? Apa tidak ada binatang lain untuk menggambar yang mulia Kaisar,hem. Fikir tetua kuil
"Ya bisa dibilang seperti itu mungkin yang mulia ."
Kikiyo melihat kearah Yamato yang kini sedang melangkah mendekatinya.
"Tidak sayang,ini sudah selesai."
"Kakek,kami harus kembali keistana untuk mempersiapkan pernikahan besok, dan kakek jangan sampai terlambat datang untuk menikahkan kami."
Kikiyo yang mendengar ucapan Yamato yang berisi nada sedikit mengancam pun langsung mencubit pinggang Yamato,
"Akh,sakit sayang."
"Kamu tidak sopan sama kakek."
"Iya sayang ku maaf."
Kakek tetua sangat terkejut melihat tingkah konyol Yamato,untung saja dia tidak memiliki riwayat penyakit jantung.
"Kakek ,kami akan pergi sekarang, terimakasih sudah menerima kedatangan kami."ucap kikiyo yang sambil diangguki oleh Yamato
"Iya,semoga kalian bahagia selalu."
"Terimakasih kakek tetua.",ucap Yamato yang menimpali ucapan kakek tetua
Kakek tetua menemani mereka kembali kehalaman depan kuil, dari jauh kikiyo dan Yamato melihat dua pria yang sudah menunggu dekat kereta kuda.
Kedua pria itu adalah Hugo dan Muso, mereka berhasil menemukan keberadaan kaisar dan permaisuri dengan mengikuti setiap jejak jalan yang dilalui oleh kereta kuda.
"Salam hormat yang mulia Kaisar dan permaisuri."
Yamato hanya menganggukan kepalanya dan memegang erat tangan kikiyo untuk membawanya masuk dan naik kedalam kereta.
Hugo dan Muso sudah sangat terbiasa dengan sifat tuannya itu.
Saat tengah berada diatas kereta kuda Hugo menghampiri kikiyo dari luar jendela.
"Nona."
Kikiyo langsung memotong ucapan Hugo,
"Nanti saja Hugo kalau sudah sampai diistana."
Hugo langsung menganggukan kepalanya.
Sesampainya rombongan kaisar dan permaisuri memasuki istana, mereka langsung bergegas pergi menuju kediaman permaisuri.
Kikiyo yang merasa aneh dengan Yamato dan Muso ,dia langsung membalikan badannya kearah Yamato.
"Sayang,bukankah kamu tidak lelah?, Kenapa tidak kembali ke kediaman naga milikmu?."
"Kediaman naga sekarang hanya simbol saja,mulai sekarang kita akan tidur bersama setiap malam."
"Astaga."
Sesampainya mereka dikediaman pribadi milik kikiyo diistana.
Emi yang melihat kedatangan mereka dari jauh bergegas menghampiri.
"Salam yang mulia Kaisar dan permaisuri."
"Salam diterima,"ucap kikiyo dan Yamato berbarengan
"Kamu emi bukan?."ucap kikiyo sambil mengingat
"Iya, yang mulia permaisuri."
"Kenapa kamu ada disini?."
Muso yang mendengar ucapan dari kikiyo langsung melangkah kedepan dan berdiri disamping emi.
"Saya yang meminta emi kesini untuk menjadi dayang permaisuri sementara, nanti setelah saya dan emi menikah,emi akan tinggal diluar istana."
Yamato dan kikiyo mereka saling menatap,
"Maksud kamu,kalian akan menikah kapan, kamu mau menyaingi aku ya Muso?.", ucap Yamato dengan nada kesal.
Kikiyo hanya memutar bola matanya malas, dia langsung menggandeng tangan Yamato dan langsung menariknya memasuki kediaman.
"Sayang,aku belum selesai berbicara dengan muso."
Kikiyo langsung berhenti dan menatap wajah tampan Yamato
"Didalam saja sambil duduk ,kaki ku sudah pegal sayang,kamu tega."ucap kikiyo dengan nada sedih
"Ah,maaf ya sayang,sini aku gendong saja."
Yamato langsung menggendong kikiyo dan mencium bibirnya.
______________________________________________
bersambung
(^∆^)