
Kereta kuda yang dinaiki oleh hugo sudah sampai diperbatasan desa melewati pintu gapura lain , berbeda dengan pintu gapura yang dilewati oleh kikiyo dan Yamato.
Kereta kuda berhenti,Hugo turun dari kereta diikuti oleh Tora yang turun dari kudanya,miciko hanya memperhatikan dari dalam kereta,tak berapa lama ada beberapa pria mendatangi Hugo dan tora.
Para pria itu masing-masing menunggangi sebuah kuda,saat sudah sampai didepan Hugo dan tora,mereka semua turun dari kudanya lalu memberi hormat.
"Tuan,."ucap kesepuluh pria itu sambil membungkuk memberi hormat.
"Kalian semua ,kenalkan ini adalah tuan Hugo,dia orang yang selalu ada bersama pimpinan organisasi pengikut bulan."ucap Tora sambil menunjukkan Hugo siapa dia kepada kesepuluh pria itu.
Wajah mereka semua terlihat kaget, benarkah pria yang sedang didepan mereka itu adalah pria yang hanya bisa didengar lewat rumor yang beredar.
"Tora, aku membutuhkan sepuluh orang wanita yang kuat dan bisa bela diri ,bukan pria."ucap Hugo sambil menatap tajam kearah Tora.
Tora yang sadar akan tatapan itu menjadi merasa bersalah,
"Ah,tuan,bukankah pesan yang dikirim itu hanya tertulis kalau meminta sepuluh orang saja."ucap Tora untuk membela dirinya.
Lagi-lagi wajah Hugo menjadi gelap dan tatapannya bertambah tajam.
"Apa menurut kamu aku salah memberikan perintah begitu?."
Tora yang merasa kali ini tuannya memiliki suasana hati yang buruk,Tora bergegas mengambil surat yang dikirim oleh Hugo,saat melihat isi surat untuk kedua kalinya ,dia melihat ada tulisan pengawal "wanita"disana.
Astaga,mati aku.fikir Tora
Tora dengan wajah bodohnya langsung bersujud didepan Hugo.
"Tuan maafkan aku,aku salah tuan.
Hugo sudah berwajah gelap, miciko yang sedari tadi melihat kearah mereka pun bergegas turun dari kereta kuda dia berjalan mendekati Hugo yang wajahnya terlihat sedang marah.
Setelah sudah dekat Miciko mengambil tangan Hugo,
"Suami,."
"Kenapa kamu tidak patuh miciko?."ucap Hugo dengan nada dingin.
Miciko yang mendengar jawaban Hugo hanya bisa menambah erat pegangan tangannya,dia tahu Hugo sedang marah.
"Tuan,aku bisa Menganti mereka secepatnya tuan."ucap tora.
"Jangan sampai ada kesalahan lagi,dan kalian semua kembalilah kedalam bayangan,aku akan memanggil kalian saat sudah waktunya."
Hugo langsung kembali ke kereta kuda nya dengan menggenggam tangan miciko.
Setelah sudah berada didalam kereta kuda,Hugo meminta kusir untuk kembali jalan sedangkan Tora kembali mengurus permintaan Hugo,
Masih diperjalanan menuju rumah yang dikatakan oleh Tora, tempat kikiyo dan Yamato menginap,didalam kereta.
"Kenapa kamu tidak patuh dan malah turun dari kereta kuda ini,Hem."ucap Hugo.
"Aku sangat mengkhawatirkan dirimu suamiku."ucap miciko sambil merunduk karena sedikit takut,Hugo saat sedang marah sangat menakutkan.
Hugo langsung menarik pinggang rampingnya dan memegang dagu miciko, melahap bibir itu dengan panas.
Setelah beberapa lama saling melahap,
"Aku marah saat kamu tidak menurut, aku lebih mengkhawatirkan keselamatan kamu, misalkan saat kamu keluar dari kereta dan langsung dibekap oleh seseorang,apa kamu bisa melawan?."
"Tidak suami."
"Berbeda saat kamu masih didalam kereta kuda,saat ada orang asing mendekat dan ingin berniat jahat ,apa kamu akan diam saja?."
"Aku akan berteriak dan memanggil nama kamu , sayang."
Wajah mereka saling bertatapan.
"Kamu wanita yang tidak tahu cara bela diri jadi harus patuh,itu akan memudahkan aku untuk menjaga kamu, mengerti."
"Iya aku sangat mengerti,jadi apa suami tidak marah lagi?."ucap miciko dengan mata yang mulai berembun.
"Aku tidak marah kepada kamu,hanya saja kamu tadi datang disaat aku sedang marah kepada anak buah ku,lain kali kalau menemukan situasi seperti itu lagi,jangan mendekat, mengerti."
Miciko hanya menganggukkan kepalanya lalu mencium bibir Hugo,miciko masih berada didalam pelukan Hugo.
"Tidurlah,kalau sudah sampai nanti aku akan bangunkan."
Hugo ingin membangunkan miciko tapi tidak jadi , tidurnya sangat lelap dia tidak tega membangunkannya,Hugo hanya merubah posisi tidur miciko saja lalu bergegas pergi keluar.
Memerintahkan kepada kusir untuk berjaga.
Hugo berjalan menuju pintu gubuk yang ada didepannya itu.
Tok, tok, tok
Pandangan Hugo terus mengarah ke sekeliling area gubuk itu,dia mendengar suara kuda dari samping gubuk,lalu mengikuti asal suara lalu dia melihat dua kuda hitam yang satu milik nonanya.
Hugo memiliki firasat bahwa nonanya itu pasti sedang berdua dengan tuan Yamato jadi dia tidak akan memastikannya lagi dan kembali kekereta kuda.
Saat kembali dia melihat miciko sudah terbangun sambil duduk dan mengucek matanya.
"Suami,apa kita sudah sampai?."
"Ya, sayang satu jam lagi kamu persiapkan sarapan,aku akan berburu dan membuatkan api untuk kamu memasak,."
"Iya suamiku,."
"Ingat harus patuh ,jangan meninggalkan kereta ini dulu."
"Iya,aku sangat mencintaimu suamiku."ucap miciko sambil memeluk tubuh Hugo dan menciumnya.
Hugo pergi untuk mencari sesuatu untuk dibuat masakan,dia menaiki kuda milik kikiyo, sedangkan miciko diam didalam kereta.
Kikiyo mulai menggerakkan tubuhnya,mata yang perlahan-lahan terbuka.
Kikiyo bangun dari tidurnya lalu duduk,dia mengedarkan pandangannya,lalu bergegas untuk berdiri dan membereskan pakaian ditubuhnya.
Yamato juga mulai membuka mata.
"Sayang,apa yang mau kamu lakukan?,ini masih sangat pagi, matahari saja belum terbit."
"Aku ingin mencari bahan masakan untuk kita sarapan sayang."ucap kikiyo dengan tersenyum
Yamato yang mendengar jawaban kikiyo pun langsung berdiri,dia tidak ingin istrinya melakukan tugas itu,biar dia saja.
"Sayang,aku saja yang pergi,kamu tunggu disini."ucap Yamato sambil memakai jubahnya.
"Baiklah tapi aku akan menunggu diluar,mau sekalian berolahraga berlari-lari kecil."
"Baiklah,kamu tunggu aku kembali ."ucap Yamato
Mereka berdua pun bergegas pergi keluar saat sudah berada diluar kikiyo melihat sebuah kereta kuda yang dia kenali,itu kereta kuda dari penginapan bulan.
Kikiyo dan Yamato pergi menuju kearah kereta kuda,terlihat ada kusir ,
Kusir itupun langsung mengenali sang nona bulan,majikannya.
"Nona bulan, sudah lama kita tidak bertemu."
Ehem,,,
Suara batuk kecil Yamato pun langsung membuat pelayan muda itu mundur dan langsung memberikan hormat kepada mereka.
"Sedang apa kamu disini dan siapa yang kamu bawa,."ucap kikiyo sambil mengedarkan pandangannya kearah kereta kuda.
"Ehem, sayang,bukankah dia harus memanggil kamu dengan sebutan nyonya,."
Yamato mengingatkan kikiyo dan juga pelayan itu,kalau sekarang panggilan kikiyo harus berubah menjadi nyonya.
"Maafkan atas kelancangan saya yang mulia Kaisar dan permaisuri, nyonya aku membawa tuan Hugo dan nyonya miciko, sekarang tuan Hugo sedang pergi untuk mencari bahan makanan dan didalam hanya ada nyonya miciko,dia sedang tertidur sepertinya."ucap pelayan itu menjelaskan.
"Ah, baiklah tidak perlu membangunkan miciko,aku mau lari pagi dulu kalau begitu,,, sayang,kita lari pagi saja Hugo sudah mengurus sarapan untuk kita semua."
Yamato langsung berwajah ceria,dia sangat bersemangat saat kikiyo mengajaknya olahraga ,apa itu,hanya berlari kecil seperti ini mungkin hanya hal kecil untuk Yamato,dia langsung bergegas melepaskan jubahnya kembali.
Mereka saling mengejar satu sama lain dengan sedikit canda dan tawa.
_______________________________
bersambung
(^∆^)