
Semakin ingin mencoba mendekati wanita tua itu,dia tahu kalau wanita tua inilah yang sudah menyulitkan rencana kikiyo,Hugo menjadi sangat geram kepadanya.
Tiba dimana Hugo kehilangan keseimbangan karena racun yang sudah menyebar didalam tubuhnya,nyai terlihat sudah sangat kesal dengan Hugo jadi dia ingin membunuh pria muda ini lebih dulu, saat nyai ingin menyerang balik Hugo.
Kikiyo datang,dia melompat dari kudanya lalu menarik belakang baju Hugo lalu dengan cepat memukul tubuh bagian atas nyai dengan sangat kencang, sampai nyai terdorong mundur beberapa langkah dan memuntahkan darah segar.
"Nyonya."ucap Hugo sambil berlutut dibelakang kikiyo
"Istirahatlah Hugo,dan berikan obat penawar racun ini ke rekan-rekan kamu yang lain."ucap kikiyo yang masih menatap kearah nyai.
"Baik nyonya,."Hugo langsung mundur kearah Muso ,Tora dan Hima untuk memberikan penawar racun kemereka semua.
Sedangkan kikiyo menggantikan posisi Hugo untuk bertarung melawan nyai.
Dari jauh kikiyo sudah bisa menebak kalau serangannya tadi mampu melukai setidaknya 30% organ dalam tubuh nyai.
Yamato mendekati kikiyo.
"Istriku, bukankah dia wanita tua yang ada didalam gubuk waktu kita berkuda didesa itu?."
"Iya, suamiku."
"Sepertinya istriku yang nakal ini berhutang penjelasan panjang kepada suaminya ini."
"Hem,,(-_-)."
Kikiyo hanya bisa pasrah saat menghadapi suami seperti Yamato yang selalu ingin tahu.
"Kikiyo,kamu sungguh durhaka kepada nenek kamu sendiri."ucap nyai dari tempat dia berdiri."
Sedangkan Hugo,Muso,Tora,dan Hima hanya menyaksikan saja dalam diam.
"Cucu?,siapa yang kamu maksud?."ucap kikiyo dengan nada sinis.
Wajah nyai bertambah merah dan marah.
"Ya tentu saja kamu,siapa lagi,kamu adalah cucuku,ibumu itu adalah anak kandungku yang menikah dengan jendral Daisuke."
"Hahaha,oh,lalu apa perduli aku,Hem,."
Nyai langsung tertegun sejenak saat mendengar ucapan dari mulut kikiyo.
"Kenapa kamu malah bertanya seperti itu, tentu saja kamu harus perduli karena kita keluarga."
Aura membunuh kikiyo pun langsung bangkit,
Hah, keluarga.fikir kikiyo
Kikiyo langsung melangkahkan kakinya mendekati nyai lalu mencengkram erat lehernya,nyai menatap kearah kikiyo.
"Apa yang sudah kamu lakukan dengan wanita yang kamu kirim ke istana?,Hem."
"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan."
"Jangan bercanda karena nyawa kamu taruhannya,aku tanya sekali lagi,siapa wanita itu?."ucap kikiyo yang sudah sangat ingin meremukkan leher nyai.
Nyai sudah hampir tidak bisa bernafas karena ini.
"Uhuk,uhuk,dia adalah wanita suruhan dari kaisar barat untuk membunuh kaisar Yamato dan mengambil stempel kekaisaran tengah,aku tahu saat memergoki dia saat menerima surat dari kaisar barat,."
Kikiyo kini menatap kearah nyai sangat teliti,
"Lalu kamu membuat kesepakatan dengan wanita itu lalu memberikan ramuan halusinasi kepada wanita itu bukan?, sepertinya tebakan aku benar,dan asal kamu tahu,,, kikiyo langsung mendekati telinga nyai,,,aku bukanlah kikiyo cucu kamu itu, kikiyo yang asli sudah digantikan oleh aku, kikiyo dari masa depan, jadi saat tadi kamu mengatakan kita adalah keluarga, kamu salah besar wanita tua,aku dan kamu bukan siapa-siapa."ucap kikiyo sambil berbisik diakhir kalimatnya
Kikiyo Langsung memasukan racun pelebur raga kedalam mulut nyai kemudian baru melepaskannya.
Akh,,,
Nyai pun berteriak sambil meremas kulit tubuhnya sendiri, pemandangan itu menjadi tontonan untuk Hugo,Muso, Tora dan Hima, mereka sampai tidak habis fikir, wanita macam apa kikiyo itu, kikiyo bahkan terlihat tersenyum senang sambil melihat tubuh nyai yang semakin lama semakin terurai.
Saat tubuh nyai hanya menyisakan seperti debu yang tertiup angin, kikiyo membalikan tubuhnya untuk melihat semua anak buahnya,Hugo , Tora dan Hima ,mereka bertiga langsung memberikan hormat kepada kikiyo,.
"Istriku, apakah sudah selesai?."
"Iya,urusan kita disini sudah selesai, tinggal mencari informasi tentang wanita itu."
Seketika wajah kaisar Yamato berubah gelap.
"Muso."
"ya, yang mulia."
"Bagaimana tentang yang aku perintahkan."
"Anak buah saya belum menemukan informasi tentang wanita itu yang mulia."ucap Muso dengan wajah tertunduk
Yamato sangat ingin menendang Muso tapi langsung ditahan oleh kikiyo,
"Suamiku."
Yamato langsung menahan amarahnya,saat mendengar ucapan dari mulut kikiyo.
"Beruntung kamu kali ini Muso,."ucap Yamato sambil menahan amarahnya
"Maafkan saya tuan."
"Sudahlah suamiku,."sambil menggenggam tangan Yamato,
lalu kikiyo memerintahkan Hugo,Tora dan Hima menginap disekitar pegunungan saja untuk merawat luka yang mereka alami begitu juga dengan muso.
Mereka menginap disebuah rumah penduduk yang disewa oleh kikiyo masing-masing dari mereka memiliki kamarnya sendiri.
Dengan ditemani oleh sang suami, kikiyo berjalan kearah kamar Hima terlebih dahulu,
"Salam,,,."ucap Hima yang ingin berdiri dari duduknya diatas tempat tidur,tapi langsung dipotong oleh kikiyo supaya Hima tidak merubah posisinya.
"Tidak perlu Hima,berbaring saja ,aku akan mengecek luka yang ada di tubuhmu."
Hima hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,dia tidak berani melawan perintah kikiyo,tadi Hima sudah melihat dengan jelas, kikiyo bisa mengalahkan wanita tua itu dengan sangat mudah.
Sedangkan dia dan kedua rekannya saja sangat sulit,Hima tidak habis fikir ,siapa sebenarnya wanita ini.
Kikiyo yang merasa sedang dipandang pun langsung tersenyum kecil.
"Kenapa kamu memperhatikan aku seperti itu?."ucap kikiyo yang sekarang sedang duduk ditepi tempat tidur untuk memeriksa Hima.
"Ah, tidak ada nyonya,aku hanya heran , nyonya menyerang dan membunuh wanita tua itu terlihat sangat mudah,tapi kami bertiga malah kesusahan."ucap Hima dengan wajah bingungnya
"Pengalaman."
"Pengalaman, maksud nyonya?."
"Pengalaman membunuhku lebih banyak dari pada kamu Hima, aku sudah membunuh banyak orang dengan cara yang berbeda-beda sudah selama dua puluh tahun,bahkan hobiku pun adalah membunuh,itu sangat menyenangkan,aku lebih suka menyiksa target buruanku terlebih dahulu baru membunuhnya, tidak seperti suamiku ini yang tidak sabaran." Ucap kikiyo yang sambil melirik Yamato.
Hima sangat terkejut saat melihat lebih jelas wajah Yamato.
"Bukankah dia kaisar kekaisaran tengah, kalau dia suami nyonya itu berarti, nyonya." Ucap Hima dengan wajah bingungnya
Kikiyo hanya tersenyum dan dia pun bergegas pergi bersama Yamato karena sudah selesai mengobati Hima,
"Sayangku, sepertinya kamu tetap merahasiakan identitas permaisuri kekaisaran tengah,apa kamu malu memiliki suami seperti aku ini?."ucap Yamato yang masih berjalan beriringan bersama kikiyo.
Saat kikiyo mendengar ucapan dari sang suami,dia langsung berhenti lalu menatapnya.
"Aku melakukan itu atas dasar yang baik, kalau semua orang tahu aku ini seorang permaisuri kekaisaran tengah, pasti akan banyak orang yang ingin menculik aku untuk dijadikan sandra untuk lebih mudah mendekati kamu, suamiku."
______________________________
bersambung
(^∆^)