KIKIYO

KIKIYO
dia takdir ku



Sekarang kikiyo melangkahkan kakinya mendekati tuan muda itu.


"Apa aku boleh melihat lukanya,tuan?."


"Apa nona bulan seorang tabib.",


"Bisa dibilang begitu."ucap kikiyo sambil tersenyum


"Tapi aku tidak terbiasa membuka pakaian didepan umum."


"Aku mengerti."


Kikiyo memerintahkan wanita bunga dengan hanya tatapan yang artinya dia harus pergi, sedangkan pengawal pribadi pria itu masih disana.


"Sekarang, apakah aku sudah bisa memeriksa keadaan tuan."


Pria itu bergerak untuk membuka baju bagian atasnya.


"Yamato jimmu,nama ku."


"Baiklah,aku akan memanggil kamu Yamato."


Kikiyo baru saja ingin menyentuh nadi yang ada dipergelangan tangan Yamato, perlahan lengan baju yang dipakainya melorot,terlihat dipergelangan tangannya gelang emas berukiran burung Phoenix.


Yamato dan juga pengawal pribadi sontak terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Ternyata wanita yang sedang mereka cari ada didepan mereka selama ini.


Yamato langsung saja menatap kearah pelayan setianya itu untuk tidak melakukan tindakan atau bicara apapun.


"Gelang nona bulan sangat indah."


"Terimakasih."


"Apa gelang itu lah yang tersebar oleh rumor yang beredar diluar sana."


"Iya,tapi itu semua hanyalah sebuah kebohongan."ucap kikiyo sambil tersenyum dan ingin memegang luka yang terkena air panas itu.


"Kalau rumor itu adalah sebuah kebohongan, bolehkah aku mengetahui yang sebenarnya."


"Kalau aku mengatakan yang sebenarnya apa tuan Yamato mau mengampuni orang ku tadi."


Kikiyo asih sangat waspada terhadap orang yang ada dihadapannya saat ini, tidak mungkin dia akan melepaskan orang yang sudah berani menyenggol ketenangannya.


"Tentu saja."


"Apa tuan Yamato bisa berjanji."


"Ya."


"Sebenarnya rumor yang beredar diluar itu semua bohong,aku mengatakan hal itu karena terdesak dan tidak bisa memikirkan alasan lain karena kaisar barat dan selatan."


Kikiyo menggantungkan bicaranya


"Kenapa?apa yang mereka lakukan kepada kamu nona."


Wajah Yamato sudah mulai menggelap.


"Mereka memaksa aku untuk menikah, jadi aku berfikir dengan berbicara seperti itu aku akan terbebas dari incarannya."


Pengawal yang bernama Muso itu pun hanya bisa terdiam melihat wajah tuannya menggelap.


"Lalu dari mana kamu mendapatkan gelang itu nona bulan?."


"Aku tidak tahu,karena saat aku bangun dari tidur gelang ini sudah ada disamping ku dan saat ingin mencobanya gelang ini langsung mengeluarkan cahaya keemasan."


Kikiyo menilai Yamato orang yang tidak mudah untuk dibohongi jadi dia lebih memilih jujur demi kebebasan orang nya.


Yamato yang melihat tidak ada kebohongan yang terlukis diwajah dan bibir merah kikiyo bisa percaya begitu saja padanya.


"Kalau ternyata kebohongan yang kamu buat itu berubah menjadi kenyataan apa yang akan kamu lakukan."


"Aku akan menyerahkan gelang ini dan bilang kalau dia harus mencari pengganti diriku."ucapnya sambil mengobati Yamato


Yamato langsung saja menggenggam tangan kikiyo yang sedang mengolesi obat ditubuhnya.


"Kalau orang itu adalah aku,apa kamu akan berubah fikirkan."


"Tidak."ucap kikiyo tegas sambil menatap wajah tampan Yamato


"Apa yang kamu tidak sukai dari ku."


"Aku tidak mau menikah dengan seorang kaisar."


"Sepertinya dari awal kamu sudah mengetahui identitas ku,Hem."


"Tidak juga,aku baru tahu tadi sebelum insiden penumpahan air panas ini terjadi."


"Bagaimana pun kamu menolak, takdir tidak bisa dirubah."


"Bisa saja kamu berbohong,kaisar Yamato."


"Kalau aku tidak berbohong dan bisa membuktikan kebenaran,kamu harus menerima takdir dan kenyataannya."


"Aku tidak mau."


Kikiyo langsung menarik tangannya yang sedari tadi dipegang paksa Yamato sambil berdiri dan pergi.


"Tepati janjimu tadi tuan, jangan berani mengganggu orang ku."


Didalam ruangan.


"Tuan, bagaimana?."


"Bagaimana apanya?."


"Wanita yang ditakdirkan tuan adalah wanita dari rumah bordil,apa kata rakyat kita nanti."


Yamato langsung memiliki wajah gelap, Muso langsung menundukkan kepalanya, dia sadar kalau salah bicara.


"Nona bulan memang seorang wanita dari rumah bordil tapi dia tidak pernah disentuh oleh pria manapun."


"Tuan mendapatkan informasi itu dari mana?."


"Informasi seperti itu bukan suatu hal yang rumit untuk ku ketahui, lagi pula dulu tempat ini adalah kediaman dari jendral Daisuke yang terkenal itu,tapi terdengar kabar kalau semua keluarganya mati kecuali anak dari selir tercintanya, menurut kamu siapa anak dari selir itu."


"Mungkinkah."


"Dia adalah nona bulan,atau nama aslinya kikiyo."


"Tuan memang luar biasa,lalu apa yang akan tuan lakukan sekarang nona kikiyo sepertinya sangat serius tentang ucapannya."


"Dia harus menjadi permaisuri ku suka atau tidak."


"Baik tuan."


Ditempat lain, kikiyo sedang mengunci diri dikamar dia tidak ingin bertemu dengan siapapun.


"Nona,apa nona didalam sudah tidur."


Miciko sedari tadi sudah sangat khawatir, Hugo langsung pergi menuju lantai dua tempat kamar Yamato.


Terdengar suara ketukan pintu, Yamato bergegas pergi menuju pintu kamarnya.


"Ada apa."


"Maaf jika saya kurang sopan tuan,tapi boleh kita berbicara berdua?."


"Masuklah."


Didalam kamar sekarang sudah ada Hugo dan Yamato.


"Apa yang kamu lakukan kepada nona ku."


"Aku tidak melakukan apapun,aku hanya bilang bahwa dia itu calon istriku karena takdir gelang yang dia pakai."


"Tapi itu semua adalah cerita karangan saja."


"Kalau kamu tidak percaya,bilang kepada kikiyo,apa dia mengetahui tentang kehidupan zaman modern, gelang yang aku kenakan ini adalah pasangan dari gelang yang kikiyo pakai."


Hugo langsung pamit pergi dengan wajah datar.


Dia langsung mengarah ke kediaman kikiyo, sesampainya dia disana,dia langsung menuju kearah pintu kamar,


Kikiyo yang kini sedang termenung dibalkon kamarnya,


"Nona,Hugo ingin menyampaikan sesuatu."


"Katakan."


"Apa nona tahu tentang kehidupan modern."


Kikiyo langsung berdiri dibalik pintu sambil membukanya.


"Katakan siapa yang mengatakan itu kepadamu?."


"Itu pria ,,,."


Belum sempat Hugo selesai bicara, kikiyo bergegas menuju kamar Yamato,dia baru mau mengetuk pintu tapi pintu kamar sudah dibuka lebih dulu oleh Yamato dan dia langsung menarik kikiyo kedalam pelukannya.


Kikiyo langsung diam berdiri tanpa perlawanan,dia masih bingung,


"Kamu."ucapnya dengan tatapan rumit


Yamato langsung mencium bibir tipis merah kikiyo, ********** tapi tidak ada respon dari kikiyo, terpaksa Yamato menggigit bibir bawahnya, kikiyo pun mendesah dan mulutnya terbuka membuat bibir dan lidah Yamato bisa ******* dengan leluasa.


Setelah beberapa saat kemudian Yamato menghentikan aktivitasnya, menatap wajah cantik kikiyo.


"Saat acara dikekaisaran ini sudah selesai, kamu harus ikut denganku dan kita menikah dikekaisaran tengah."


Kikiyo langsung menarik tubuhnya dari dekapan Yamato dan berbalik ingin pergi tapi dia kalah cepat, Yamato langsung menarik tangannya dan tubuh kikiyo dengan cepat mundur kembali kepelukan Yamato dalam posisi membelakanginya.


"Ini adalah takdir,kita tidak bisa memilih, nasib mungkin bisa diubah tapi takdir tidak."


Kikiyo langsung membalikan badannya dan sekarang mereka saling menatap.


"Aku tidak mau dan aku tidak perduli."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)