
Perjalanan lumayan lama, akhirnya mereka tiba paling terakhir,saat Kasim mengumumkan kedatangan mereka, banyak pasang mata yang menarik perhatian mereka,kenapa bisa kaisar tengah berjalan sambil menggenggam tangan Dewi bulan.
Pria yang terkenal dengan kekuatan dan kegilaannya menggenggam tangan wanita yang tidak pernah menerima pria manapun dalam hidupnya.
"Salam kaisar selatan maaf jika membuat kamu menunggu kami.",
"Tidak,tentu saja jangan sungkan."ucap kaisar selatan yang menahan rasa sakit dihatinya karena melihat wanita yang dia cintai datang bersama kaisar tengah yang kekuasaannya lebih besar dari pada dia.
"Aku dan istriku datang kesini dengan memenuhi undangan ulang tahun kaisar selatan semoga panjang umur,ini adalah hadiah dari saya."
Yamato sengaja mengatakan kalau kikiyo adalah istrinya karena banyak pria dari kekaisaran lain mengincar istrinya dan sengaja bilang kalau bulu rubah itu adalah pemberian darinya bukan kikiyo.
Kikiyo yang mendengarnya hanya bisa pasrah akan takdirnya kini dia hanya menampakkan senyum dan wajah bahagia untuk menutupi kesedihannya.
Berbeda dengan kaisar barat,dia menatap kearah kaisar tengah dengan wajah permusuhan,
"Istri, bagaimana kalian bisa menjadi suami istri."ucapnya dengan nada marah
"Karena kami adalah takdir gelang naga dan Phoenix ini."
Setelah Yamato menunjukan gelang yang dia dan kikiyo pakai, semua tamu yang datang langsung terkejut, ternyata memang ada yang seperti itu didunia ini.
Cih,kenapa harus dia orang nya.fikir kaisar barat
Sebenarnya kaisar barat mendapatkan nasihat dari seorang tetua,dia bilang kalau ingin memiliki yang bukan milik kita, harus menemukan dulu siapa pemiliknya, setelah kita tahu tentu kita kejar sang pemilik untuk menyerahkannya.
Tapi kaisar barat tidak menyangka kalau pemilik dari gelang yang dipakai kikiyo itu adalah seorang kaisar tengah, dia sama sekali tidak berani untuk menyinggungnya.
Acara pun dimulai, kikiyo sudah memainkan sebuah lagu menggunakan alat musik koto, semua tamu sangat mengagumi keindahan alunan musik dan tentu saja dengan mengagumi sosok kikiyo.
Yamato sudah berwajah gelap, sebenarnya dia tidak setuju kalau kikiyo bermain musik untuk ulang tahun kaisar selatan, rasanya ingin sekali dia menarik kikiyo lalu memeluknya erat dan menyembunyikannya.
Tapi kikiyo dengan wajah datar bilang kalau dia sudah berjanji, saat mendengar jawabannya Yamato hanya bisa menghela nafas panjang,dia harus bersabar untuk lain kali,hanya dia seorang yang bisa melihat kikiyo tampil ,hanya dia.
Setelah selesai melakukan pertunjukan kikiyo kembali kebangku yang ada disebelah Yamato,Sekarang Yamato sedang sibuk melayani kikiyo,
"Sayang,buka mulutnya lagi."
"Sudah,aku sudah kenyang."
"Ini minumlah."
Kikiyo langsung mengambil cangkir dari tangan Yamato,
"Apa acara ini masih lama."
"Kenapa sayang."
"Aku bosan."
"Baiklah kalau begitu kita pulang saja."
"Apa tidak sopan kalau kita kembali sebelum perayaan ini selesai?."
"Kalau kaisar selatan tidak berkenan aku akan meratakan kekaisarannya sampai kebawah tanah bila perlu."
Kikiyo langsung mencubit pinggang Yamato sambil dengan tatapan sinis.
"Jangan seperti itu, kekaisaran kamu mungkin memang kuat tapi jangan pernah merasa tinggi dan jangan pernah merendahkan kekaisaran lain ,diatas langit masih ada langit, jangan sombong."
"Iya sayang ku."ucap Yamato sambil mencium singkat bibir kikiyo
Kemesraan mereka itu menjadi tontonan pemimpin dari setiap kekaisaran, kaisar barat sudah mengepalkan tangannya,kaisar selatan melihat kearah mereka dengan perasaan rumit, sedangkan kekaisaran timur dan Utara hanya menyayangkan kalau mereka tidak memiliki kesempatan.
Saat ini Yamato berdiri dan merubah pandangannya kearah kaisar selatan.
"Kaisar selatan,mohon maaf istri kaisar ini sudah merasa lelah jadi kami mohon unduh diri."
"Tapi bukankah acara ini belum selesai."
"Istriku kikiyo atau yang lebih dikenal dengan nama Dewi bulan sudah merasa lelah dan ingin undur diri,karena kaisar tengah ini adalah suami yang begitu perhatian jadi merasa tidak tega melihatnya, saya harap anda bisa mengerti kalau istriku sampai sakit,itu akan membuat istriku sulit untuk melayani saya suaminya."
Yamato sengaja mengucapkan banyak kata istri dan menekankan kata melayani, untuk membuat supaya setiap orang yang ada diruangan ini sadar,kalau kikiyo sudah miliknya seutuhnya.
Yamato bisa melihat tatapan mata tidak suka kepadanya tapi reaksi dari nya malah berbanding terbalik,dia sangat senang dengan tatapan mata itu dan malah ingin menambah dan menebarkan bumbu iri hati.
"Baiklah kalau begitu aku mengizinkan kaisar tengah dan kikiyo ,,,,."
"Tunggu kaisar selatan, kamu harus menyebutkan permaisuri bukan hanya memanggil namanya karena setatusnya sudah berubah menjadi permaisuri dari kerajaan tengah."
Kaisar selatan sangat ingin berteriak sekarang,ingin membawa kikiyo pergi untuk meminta penjelasan.
"Maaf atas ketidak nyamanan kaisar tengah, maksudku untuk permaisuri demi menjaga kesehatannya boleh tidak mengikuti acara ini hingga selesai."
Kikiyo langsung berdiri.
"Terimakasih banyak yang mulia."
Yamato langsung mengajak kikiyo pergi keluar istana dan menuju kereta kuda mereka,sesudah didalam kereta.
"Sayang."
Yamato langsung mendudukkan tubuh kikiyo dipangkuannya, Yamato mencium bibirnya lembut.
"Hem."
"Aku ada urusan penting dikekaisaran Besok kita berangkat kekaisaran tengah ya,kita menikah." Ucapnya sambil menciumi tangan kikiyo
"Aku belum siap,kamu pulang lebih dulu."
"Apa kamu masih ragu pada takdir ini sayang."
"Semua pria sama saja ,cepat sekali jatuh cinta atau hanya obsesi saja?."
"Aku bukanlah pria yang seperti itu,"
Tak terasa mereka sudah sampai dikediaman penginapan bulan, Yamato turun dari kereta lebih dulu untuk membantu kikiyo turun.
Kedekatan mereka karena takdir gelang naga dan Phoenix pun sudah menyebar bagaikan bunga dandelion yang tertiup angin.
Bahkan kabar tentang mereka yang sudah menikah dan juga mungkin sudah tidur dalam satu kamar pun tersebar dengan cepat.
Esok harinya Yamato bersiap untuk pulang kekaisarannya karena ada hal penting yang tidak bisa digantikan, hatinya sangat berat meninggalkan sang bulan masih dipenginapan.
Didalam kediaman pribadi kikiyo
"Sayang,ikut aku mau ya."
"Tidak."
"Baiklah tunggu, aku hanya pergi sebentar saja."
"Iya."
"Jangan nakal,ingat kalau kamu memiliki suami sekarang."
"Kapan aku menikah?."
Yamato tertegun sejenak,
"Memang kita belum menikah secara resmi tapi kita akan menikah."
"Berarti aku belum menjadi seorang istri."
"Tidak akan lama sayang, setelah selesai urusan aku disana , besoknya aku langsung menuju ke sini dengan memakai pakaian pernikahan."
"Tidak perlu terburu-buru,lama disana lebih bagus."
Mendengar jawaban dari kikiyo, Yamato langsung memeluknya dengan sangat erat dan menciuminya tanpa ampun.
"Semakin kamu menentang,malah membuatku semakin menginginkan kamu, sayang."
"Aku tidak perduli."
Setelah itu Yamato menaiki kudanya dan mengarah kekaisarannya,dia menunggang kuda dengan penuh semangat, wanita yang menjadi takdirnya ternyata semua berbeda dari apa yang dia bayangkan.
Tadinya Yamato membayangkan kalau takdirnya itu adalah putri seorang kaisar yang lemah lembut,membosankan,tapi kenyataannya dia lebih menyukai wanita yang seperti ini, kikiyo memang takdirnya.
______________________________________________
bersambung
(^∆^)