KIKIYO

KIKIYO
pencarian



Kikiyo telah menyelesaikan permainan musiknya sekarang,lalu kepala pelayan datang menemuinya dengan beberapa pelayan lainnya.


"Nyonya,ini saya datang membawakan anda teh dan beberapa camilan sehat untuk anda konsumsi."


"Terimakasih,kamu memang sangat mengerti tentang kebiasaan ku,tapi hari ini aku ingin sake,apa bisa."


"Tentu saja nyonya,."ucap kepala pelayan sambil melirik kearah pelayan lain untuk membawakan sake untuk nyonya mereka.


"Apa nyonya disana betah?."ucap kepala pelayan sambil duduk didepan kikiyo yang terhalang meja.


"Ya,tapi disana tidak ada yang bisa menggantikan tempat ini,Hem."


"Tentu saja nyonya,tempat ini hanya ada satu di benua ini."


"Kepala pelayan,kamu masih belum menikah?."


"Ah, nyonya untuk apa aku menikah kalau setiap harinya aku bisa memilih wanita mana yang mau aku tiduri."


"Ah,ya kamu ada benarnya,tapi apa kamu tidak mau memiliki seorang anak?."


Kepala pelayan diam sambil berfikir,


"Hem, sepertinya aku tidak ingin memilikinya,kalau nyonya sendiri?."


"Aku belum ingin,aku selalu mengkonsumsi ramuan penunda kehamilan,."


"Apa, yang mulia Kaisar tengah tahu tentang hal ini nyonya?."


"Tidak,dia tidak perlu tahu."


"Ah, baiklah, semuanya ikuti ucapanku,sambil melirik kepelayan lain,kami berjanji tidak akan membicarakan tentang apa yang kami dengar hari ini,kalau tidak patuh, hukumannya orang itu harus melakukan seppuku."ucap kepala pelayan dan pelayan lain dengan bersama-sama


Kikiyo hanya tersenyum kecil sambil memutar sendok didalam cangkir tehnya.


Hari telah berganti, dikediaman keluarga jendral imamura sangat ramai ,semua tempat disana sudah didekorasi sangat meriah,tetua kuil pun sudah berada disana untuk menyatukan dua insan manusia kedalam sebuah pernikahan.


Momo sangat bahagia, senyuman manis selalu dia perlihatkan kesemua orang, dengan menggunakan pakaian pernikahannya,dia duduk diatas tempat tidur untuk menunggu kedatangan Hugo.


Dari luar terdengar teriakan suara seorang Kasim, pengantin pria sudah tiba, karena ini adalah pernikahan dari kerabat yang mulia permaisuri, jendral imamura pun sudah berada didepan kediamannya untuk menyambut kedatangan Hugo yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya.


Jenderal imamura memimpin jalan untuk menuju kediaman sang adik, sesampainya mereka disana,Hugo sudah bisa melihat Momo yang berpakaian pengantin duduk diatas tempat tidur sama seperti miciko dulu.


Upacara pernikahan itupun akhirnya selesai, tetua kuil sudah memberikan berkatnya kepasang pengantin itu,Hugo dan Momo pun sekarang sudah sah menjadi suami dan istri.


Kemudian Hugo pergi dengan jendral imamura untuk membicarakan tentang beberapa hal,Momo menunggu dengan sabar didalam kediamannya,


"Tuan,,ah maksud ku adik ipar, terimakasih sudah mau menikahi adikku, tadinya aku tidak mau ini terjadi tapi,kamu tahu ,aku sangat menyayangi adikku itu,jadi tolong hargai dia."


Hugo mengarahkan pandangannya kearah langit,


"Kakak ipar tidak perlu bersikap seperti itu, tentunya aku akan berperan sebagai suami yang baik untuk Momo,."


Saat mendengar jawaban dari Hugo, imamura merasa sangat tenang.


"Aku percaya,kamu akan lebih baik untuk melindungi dirinya dari pada aku,."ucap jendral imamura dengan wajah tersenyum


Setelah selesai urusan dengan jenderal imamura,Hugo kembali kekediaman pribadi milik Momo.


Momo masih diposisi yang sama dengan wajah yang masih tertutup kain.


Hugo membuka kain penutup itu lalu dapat melihat wajah cantik momo yang tersenyum manis kearahnya.


"Momo."


"Iya ,suami."ucap Momo dengan suara lembut


"Ada satu hal penting yang harus aku lakukan,jadi sekarang aku akan pergi,jadi kamu istirahatlah."


"Tapi,,,inikan hari pernikahan kita dan nanti malam adalah malam pertama pernikahan, kamu sudah ingin pergi?."


"Kamu menikah dengan seorang bawahan dari yang mulia permaisuri, lalu bawahan ini sedang menerima perintah untuk melakukan sesuatu hal diluar sana,dan ini sangat penting untuk yang mulia permaisuri, apa kamu masih ingin menahan ku sekarang?,atau kamu sudah menyesal dengan keputusan yang kamu buat?."


Momo langsung berdiri dan memeluk tubuh Hugo sangat erat,sambil menggelengkan kepalanya.


"Katakan."


"Kembali kesini setelah urusan suami selesai diluar sana."ucap Momo sambil menatap wajah tampan hugo


"Baiklah,aku akan kembali kesini nanti malam."


Setelah mendengar ucapan dari mulut Hugo,Momo masih belum melepas pelukannya,


"Apa ada yang salah?."


"Yakinkan aku ."


Hugo pun langsung mencium bibir merah kecil milik Momo dan mencium keningnya.


Momo sangat bahagia, ternyata Hugo tidak menolaknya,Momo takut sekali kalau sang suami tidak bersikap seperti itu kepadanya.


Momo langsung berwajah ceria kemudian melepaskan Hugo untuk pergi.


Kini Hugo memiliki dua wanita penurut dalam hidupnya,dia tidak terlalu memikirkannya, yang selalu menjadi prioritas utama Hugo adalah perintah dari sang nyonya bulan atau kikiyo.


Hugo pergi dengan menunggangi kudanya ketempat yang sudah dijanjikan, dia akan bertemu dengan Tora dan juga Hima.


Sedangkan ditempat lain,Tora dan juga Hima sudah bersiap dengan kudanya masing-masing dan berangkat.


Untungnya Hima dapat mengimbangi laju kuda milik Tora jadi dia tidak pernah tertinggal jauh,mereka berencana bertemu didesa tempat pertama kali kikiyo bertemu dengan wanita tua itu.


Saat ketiganya bertemu didepan gapura pintu masuk desa.


"Tuan Hugo."


"Hem."


"Apa sebaiknya kita berpencar saja supaya kita lebih mudah untuk menemukan wanita tua itu."ucap Tora


"Tidak,kita harus mencarinya dengan berkelompok, wanita tua ini bukan orang biasa."


Hugo tahu kalau kemungkinan wanita tua ini tidak seperti wanita tua pada umumnya.


"Baiklah tuan,hayo."


Merekapun kembali melajukan kudanya untuk pergi kerumah gubuk yang pernah dijadikan tempat menginap kikiyo.


Sesampainya mereka disana,Hugo turun lebih dulu dari atas kudanya, diikuti oleh Tora dan Hima,Hugo melihat gubuk itu sangat berbeda dari sebelumnya.


"Apa ini benar ,gubuk ini bahkan seperti tidak terurus."ucap Hima


"Ya,benar tapi ada yang berbeda, seharusnya ada seorang ibu dengan dua anak,."ucap Hugo


"Tapi gubuk ini seperti sudah tidak dihuni cukup lama tuan, bagaimana sekarang." Ucap Tora


"Kamu sudah mengirimkan perintah tentang wanita tua itu kepada seluruh anggota."


"Sudah tuan,tapi belum ada kabar."ucap Tora


"Hem, baiklah kalau begitu sekarang kita kelilingi desa ini ,kita mencari informasi disekitar sini saja dulu,."


Tora dan Hima hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,


Mereka pun bergegas berkeliling desa untuk mencari informasi dengan cara bertanya kesetiap penduduk yang ada disana.


Saat menjelang malam pun,tim hugo tetap mencari dan mereka membuat satu kesimpulan, ternyata wanita tua itu sebenarnya bukan berasal dari desa ini,.


Hugo langsung mengirimkan elang pembawa pesan kepada kikiyo, sebenarnya Hugo tahu dimana kikiyo berada tapi dia sangat setia kepada kikiyo sehingga jika mati pun ,dia tetap tidak mau membuka mulutnya.


_______________________________________


bersambung


(^∆^)