KIKIYO

KIKIYO
pemaksaan



Sebelum kikiyo beranjak pergi,Yamato sudah mencegahnya dengan cara memeluknya erat,wajah mereka bertemu.


"Apa dengan cara memaksa kamu baru akan menyetujui."


"Tergantung dari bisa atau tidak kamu memaksaku."


"Kalau kamu tidak mau menikah dengan aku, kamu harus membunuhku lebih dulu."


Kikiyo langsung menarik tusuk rambut yang ada diatas kepalanya,tanpa basa-basi dia langsung menaruh ujung runcing tusuk rambut itu dileher Yamato.


"Kamu fikir aku tidak bisa membunuhmu, heh,membunuh adalah hobiku tuan jadi buat ku itu sangat mudah."


Yamato melihat tatapan membunuh kikiyo,


"Menarik."


Tak lama Hugo dan Muso masuk kedalam ruangan dengan tergesa-gesa.


"Tuan."ucap Muso


"Nona."ucap Hugo


"Keluar kalian jangan ikut campur."Teriak Kikiyo dan Yamato secara bersamaan


Hugo dan Muso hanya bisa diam dan keluar seperti seseorang yang ketahuan mencuri (-_-)


"Aku semakin tidak ingin melepas kamu istriku."


"Aku malah semakin ingin membunuhmu, aku bukan istrimu,berengsek."


"Kenapa kamu menolak , kurang apa aku Dimata kamu."


"Aku tidak mau menikah dengan seorang kaisar."


"Kenapa?."


"Kaisar istrinya banyak."


"Aku tidak."


"Bohong."


"Aku serius kikiyo."


"Aku tidak perduli,lepas."ucap kikiyo sambil meronta-ronta didalam dekapan Yamato


"Tidak sebelum kamu berkata iya."


Kikiyo sudah kehilangan akal, akhirnya dia lebih memilih berpura-pura menangis, membuat Yamato salah tingkah.


"Sayang,hey kamu kenapa nangis."


"Lepasin."masih berpura-pura menangis.


Yamato langsung melonggarkan pelukannya, sedangkan kikiyo langsung mendorong Yamato, mengambil langkah kaki seribu dan meninggalkan dia di ruangan itu ,


"Hahahaha,rasakan itu dasar pria tidak tahu malu."ucap kikiyo sambil tersenyum dan berlari


"Awas kamu ya, aku tidak akan mudah tertipu lagi dimasa depan."


Yamato berteriak sambil mengejar kikiyo,


Kikiyo yang melihat dia sedang dikejar, langsung memanggil Hugo untuk menghadang Yamato.


Yamato juga tidak mau kalah dia langsung memanggil Muso untuk meladeni Hugo.


Kikiyo masih dikejar oleh Yamato,


"Astaga,larinya cepat juga ,fikir kikiyo


"Hay, Yamato sudah pergi sana jangan mengejar lagi."


Kikiyo sangat lelah saat sudah sampai dikebun belakang penginapan dekat dengan gudang sake, Yamato berhasil menangkap kikiyo,saat tangannya ditarik Yamato tubuh kikiyo langsung terlempar kedalam pelukannya.


Dengan nafas yang masih naik turun , Yamato mencium bibirnya,tak disangka kaisar selatan melihat adegan ciuman itu karena mengikuti mereka berlari.


Kaisar selatan merasakan rindu dan ingin bertemu dengan kikiyo,saat baru mau memasuki penginapan bulan lewat jalur belakang,kaisar melihat kikiyo berlari sangat kencang sampai dia melihat seseorang pria yang sedang mengejarnya.


Rencananya kaisar ingin menyelamatkan kikiyo dari pria itu tapi saat dia melihat kejadian yang sangat berbeda dari apa yang sedang difikirannya.


Yamato melepas ciumannya dengan perlahan,hujan tiba-tiba turun kikiyo digendong seperti pengantin dan dibawa pergi berteduh digudang sake dan anggur.


"Hujan tiba-tiba turun,kita berteduh disini sementara waktu."ucap Yamato sambil menurunkan tubuhnya untuk duduk diatas sebuah kursi


"Turunkan aku."ucap kikiyo dengan wajah cemberut


"Tidak mau dan tidak akan."


"Cih,menyebalkan,awas."


Yamato tetap tidak mau menurunkannya,


Aiss,kuat sekali pria ini.fikir kikiyo


Gerruukkkk gggrrrr


Terdengar suara perut kikiyo,


"Kita tadi belum sempat makan."


"Jangan menatap."


Yamato hanya tersenyum kecil lalu berteriak.


"Muso."


"Ya tuan."


"Bawakan kami makanan."


"Baik tuan."


"Eh,bawakan aku payung saja,aku mau makan dikediaman ku."


"Jangan,bawa makanan saja."


"Ih nyebelin banget,biarkan aku turun sekarang."


"Baiklah,dengan satu syarat."


"Apa?."


"Tidak mau,aku tidak mau menjadi ratu ,kamu pilih wanita lain saja dan ambil gelang sialan mu ini."


"Muso,pergi."


"Baik tuan."


"Mau aku lepaskan."


"Tidak perlu pura-pura tidak tahu."


"Besok kita datang keistana berdua, berbarengan,ya."


"Ya, sekarang lepaskan aku."


"Oke."


Akhirnya kikiyo lepas dari pelukan Yamato, dia langsung berdiri sambil membenarkan bajunya saat ingin pergi, Yamato sudah lebih dulu mencium bibirnya.


"Sampai dikediaman nanti makan dulu, setelah itu baru istirahat,Hem."ucap Yamato sambil melepaskan ciumannya


Lalu Yamato memanggil Muso yang membawa payung serta mengantarnya hingga sampai ke kediamannya.


Kikiyo yang sudah sampai dikediamannya pun langsung disambut pelayan,sambil menikmati makanannya,


"Nona."


"Ada apa?."


"Apa nona baik-baik saja."


"Ya, kamu tahu Hugo,gelang ini yang selalu memberikan Alasan untuk aku bisa menghindari sekandal dan menolak lamaran seseorang,benda ini milik pria itu."


"Hah, bagaimana mungkin."


"Aku juga tidak tahu tapi yang pasti dia tidak berbohong."


"Jadi tentang pertanyaan dia pada nona kemarin."


"Ya , semuanya benar dan aku tahu, kamu tidak akan pernah percaya kalau aku bukan berasal dari zaman ini."


(-_-)Hugo tidak bisa berkata lagi.


Hari cepat berlalu dan tibalah hari ini perayaan ulang tahun kaisar selatan, kikiyo sudah menggunakan baju berwarna merah muda cantik.


"Nona ,semua sudah siap."


"Hem."


Saat keluar dari kediamannya, dari jauh kikiyo sudah melihat Yamato dari jauh, pria gagah itu mengenakan baju hitam dengan perpaduan warna emas sangat gagah, pantas untuk menjadi seorang kaisar.


Yamato yang melihat kikiyo dari jauh berjalan dengan anggunnya menggunakan baju berwarna pink lembut, membuat Yamato berdiri bagai patung hidup.


Aku tidak akan pernah menyesal memilih gelang itu.fikir Yamato


Kikiyo semakin mendekat.


"Salam hormat yang mulia Kaisar tengah."


"Salam diterima istri."


Semua orang yang mendengar jawaban Yamato langsung tidak berani untuk bersuara,para bunga menatap iri dengan junjungannya.


Yamato meminta tangan kikiyo untuk membantunya menaiki kereta kuda, mereka pun kini sudah berada didalam kereta ,didepan bangku kusir sudah ada Hugo dan Muso.


Dikereta yang sedang berjalan.


"Hey,Muso."


"Hem."


"Apa benar nona ku akan menikah dengan tuanmu?."


"Ya,karena mereka sudah ditakdirkan dengan gelang naga dan Phoenix."


(-_-),,,,,


"Kenapa?,kamu tidak suka kalau nona kikiyo menikah dengan tuanku itu."


"Tidak juga."


"Lalu?."


"Lupakan."


Sedangkan didalam kereta, Yamato sedang mencuri pandang kearah kikiyo yang diam dan hanya memandangi keluar jendela, Yamato menggeser posisi duduknya lebih mendekat kearah kikiyo,


Kikiyo yang sadar kalau ada yang tambah mendekat,dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah disebelahnya.


"Duduknya terlalu dekat."


"Tidak apa-apa,aku menyukainya."


"Tapi aku tidak suka."


"Lalu harus bagaimana supaya kamu suka kalau kita berdekatan."


"Hanya dengan menjauh,itu sudah cukup."


"Tapi aku tidak mau."


(-_-)


Astaga.fikir kikiyo


"Setelah acara ini selesai kita akan pergi ke kekaisaran tengah,mempertemukan kamu dengan orang tua aku."


"Yang mulia, hamba hanya wanita rendahan pemilik penginapan bulan,hanya anak dari seorang selir,jadi lebih baik yang mulia mencari wanita lain saja."


Yamato langsung memeluk erat tubuh dan mencium bibir kikiyo.


"Kamu adalah wanita yang ditakdirkan untuk kaisar ini jadi itu sudah lebih dari cukup, mengerti."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)