KIKIYO

KIKIYO
kemarahan kikiyo



Setelah mendengar jawaban dari pemimpin bandit itu kikiyo mengarahkan pandangannya kearah Yamato.


"Kenapa istriku."


"Sudah mendengarkan semua kamu masih bertanya kepadaku?."


"Hem, baiklah nanti kaisar ini akan mendiskusikan tentang ini semua kepada menteri dikekaisaran ini."


"Dan."kikiyo menunggu


"Ehem,dan untuk sekarang aku minta kamu sebagai pemimpin mereka untuk bersabar dan ini ,mengeluar sekantong koin emas, untuk membeli keperluan kalian semua, tolong dibagi rata kesemua orang yang ada di lembah sana bagaimana pun,kalian adalah rakyat kekaisaran tengah."


"Dan."kikiyo masih menunggu.


"Dan apa lagi sayang ku."


"Apa kamu tidak mau meminta maaf kepada mereka?."


"Baiklah,aku lupa."Yamato langsung berdiri dari duduknya untuk membungkukkan tubuhnya,"aku meminta maaf kepada seluruh warga dilembah karena ketidak Tahuan kaisar ini tentang nasib rakyatnya."


Para jenderal yang melihat langsung kalau sang kaisar yang angkuh itu bisa merendah sedemikian rupa hanya karena nasihat dari seorang wanita.


Dunia akan kiamat,fikir salah satu jendral.


Setelah Yamato selesai dengan ucapannya, kikiyo langsung memberikan hadiah sebuah kecupan kecil dipipi Yamato.


Yamato merasakan bom bunga bermekaran didalam tubuhnya sampai membuat dia tertegun sejenak.


"Sekarang sebagai pemimpin,kamu akan dikenal oleh kaisar,menjadi perwakilan dari lembah dan nanti Yang mulia Kaisar akan memanggil kamu keistana untuk mendapatkan sebuah tanda pengenal, tanda pengenal itu akan bersifat sebagai token perdamaian seluruh rakyat dilembah itu."


Pria itu menangis penuh haru,rumor yang mengatakan kalau kaisar adalah orang yang angkuh dan sombong itu terpatahkan,


"Terimakasih atas kepercayaan dan kebaikan yang mulia Kaisar dan juga yang mulia permaisuri,saya dan seluruh warga dilembah akan tetap setia bersama kekaisaran tengah."


Kikiyo meminta Hugo mengembalikan pria itu ke lembah sana sampai dia pulang dengan selamat.


Satu masalah telah selesai.


"Aku sangat beruntung bisa memiliki permaisuri hebat seperti kamu sayang."


"Benarkah."


"Hem,tentu saja,apa kamu juga sangat beruntung bisa menjadi permaisuri kaisar ini sayang."


"Tidak."


"Kenapa?."ucap Yamato dengan wajah sedih


"Karena aku menikah dengan kaisar bodoh,kalau bisa memilih,aku akan memilih kaisar yang lebih pintar saja."


Yamato langsung memegang tangan kikiyo.


"Jangan tinggalkan aku,bila perlu aku akan menantang semua pria yang berstatus sebagai kaisar untuk aku bunuh, supaya kamu tidak bisa menikah dengan kaisar lain selain aku,sayang."


"Astaga."(-_-)


Mereka kembali kearah tenda, dari jauh terlihat ada Muso sudah menunggu didepan pintu masuk tenda.


"Salam yang mulia."


"Masuklah Muso,kita mengobrol didalam saja."


Muso langsung mengalihkan pandangannya kearah Yamato,dan Yamato menganggukan kepalanya tanda setuju.


Mereka bertiga memasuki tenda,didalam tenda.


"Tuan,air yang berada didalam teko sudah di periksa dan hasilnya memang benar kalau ada racun , beberapa pelayan dan orang sekitar juga sudah diintrogasi tapi,,ada beberapa dari mereka yang mati, saya hanya menemukan plakat ini tuan saat sedang menyelidiki tentang Ini semua." Muso mengeluarkan sebuah benda besi yang berukiran bulan ditengahnya.


"Mungkinkah ini?."ucap Yamato


Kikiyo hanya memandang kearah plakat itu.


"Iya tuan,plakat itu milik kelompok pembunuh dari bulan yang sangat terkenal di seluruh benua kekaisaran dan sepertinya dia seorang komandan tingkat satu."


"Siapa pemimpin mereka bahkan belum diketahui."ucap Yamato


"Dimana kamu menemukan plakat itu?." Ucap kikiyo


"Ini ditemukan didekat mayat pelayan yang menaruh racun kedalam teko,"


"Aku ingin melihatnya lebih dekat apa boleh."ucap kikiyo sambil menjulurkan tangannya kearah Muso


"Tentu saja."Muso langsung memberikan plakat itu kepada kikiyo.


"Muso, sekarang permaisuri ku sudah sangat lelah jadi lebih baik kamu kembali."


"Baik yang mulia hamba pamit."


Kikiyo masih memperhatikan plakat itu yang masih dalam genggamannya.


"Sayang,ayo kita tidur."


"Hem."sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Beberapa jam kemudian kikiyo terbangun, dia mengecek apa Yamato sudah tidur nyenyak atau belum, sesudah yakin kalau Yamato tidur,dia bergegas untuk berdiri dan keluar tenda.


"Salam nona."ucap Hugo yang sudah datang.


Sambil melemparkan plakat itu ke tubuh Hugo.


"Cih, bodoh."


"Maafkan saya nona."


"Kenapa bisa sampai kecolongan seperti ini."


"Saya akan memperbaikinya nona."


"Aku lebih memilih untuk tidak ada kesalahan sedikitpun."


"Saya akan membunuh orang yang telah berkhianat ini nona tenang saja."


"Apa kamu sudah tahu siapa?."


"Tentu saja nona,setiap plakat memiliki tanda pengenal setiap anggota yang memilikinya,karena plakat ini saya yang membuatnya."


"Jangan bunuh orang itu dulu nanti saja, aku masih akan sedikit bermain, supaya mereka sadar kalau salah telah ingin melakukan permainan dengan ku, karena yang kalah hukumannya hanya satu,mati."


Kikiyo kembali ketenda dan saat sudah didalam dia melihat kalau posisi tidur Yamato sudah berubah,dia tidak memikirkan hal apapun lagi ,dan lanjut tidur.


Sesaat kemudian tubuh Yamato mulai bergerak walaupun masih dalam keadaaan mata terpejam,dia melingkarkan tangannya di pinggang ramping kikiyo sambil mencium rambutnya, kikiyo tidak merespon hanya peluk biasa tidak apa-apa.


Padahal saat dia keluar dari tenda, Yamato menyadari kalau kikiyo bangun dan keluar tenda, Yamato mengikuti kikiyo dari belakang dan melihat interaksi kikiyo dengan Hugo.


Yamato melihat kalau Hugo sangat ketakutan saat melihat plakat yang dilemparkan kearah tubuhnya, Yamato berfikir sepertinya kikiyo sedang marah kepada pengawal setianya itu,saat kikiyo berkata seperti ingin pergi,


Yamato kembali kearah tenda untuk pergi tidur dan berpura-pura seperti tidak terjadi apapun.


Esok harinya kikiyo masih terlelap memeluk tubuh Yamato, sedangkan Yamato sedang sibuk mengamati wanita cantik yang sedang memeluknya itu.


Apa yang kamu sembunyikan dari aku, kikiyo."fikir Yamato


Tangan Yamato lembut menyentuh wajah kikiyo yang masih tertidur,saat sudah berada di dekat bibirnya, Yamato mengusap bibir itu lembut dengan ibu jarinya.


Sedangkan yang empunya mulai ingin membuka mata,


"Pagi sayang."ucap Yamato sambil mencium bibir kikiyo


"Pagi Hem,"


"Hari ini kita pergi keistana,ya."


"Untuk apa?."


"Memperkenalkan kamu dengan orang tua aku sayang."


Kikiyo diam dan hanya menatap wajah Yamato.


"Kenapa sayang,apa ada yang mengganggu kamu."


"Tidak ada."ucap kikiyo sambil tersenyum


Kikiyo dan juga Yamato sudah bersiap untuk pergi dengan diikuti oleh rombongan jendral yang lain karena masalah diperbatasan sudah selesai dengan perdamaian.


Kikiyo sudah berada didalam kereta bersama Yamato,


"Kenapa kamu tidak menunggangi kuda saja."


"Aku ingin permaisuri membiasakan kehadiran ku dan keberadaan ku disini." Ucap Yamato sambil mengarahkan tangan kedada kikiyo.


"Maksudmu hatiku begitu?."


"Iya sayang ku,hanya aku yang harus berada didalam sana."


"Hem."


Yamato sangat senang dan langsung ******* bibirnya begitu dalam dan lama.


"Sayang."ucapnya sambil mengambil tangan kikiyo untuk diarahkannya kebagian bawah tubuhnya sendiri.


Dengan cepat kikiyo menarik tangannya.


"Dasar tidak tahu malu."


"Hanya sama kamu sayang, aku seperti ini."


"Tunggu sampai kita berada di istana."


"Janji ."


"Ya."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)