KIKIYO

KIKIYO
pergi ketempat perjanjian



Setelah selesai membaca surat, kikiyo langsung membakar kertas itu.


"Sayang."ucap Yamato


"Iya ada apa?."


"Sayangnya mana?."


"Iya sayang ada apa?."


"Apa yang sudah dituliskan Hugo dikertas tadi."


"Dia ingin aku mengunjungi sebuah kediaman keluarga menteri dikekaisaran ini."


"Untuk apa dia meminta kamu kesana sayang ku."


"Hanya berkunjung."


"Dan."


"Dan apa?."


"Kamu besok sudah menjadi istriku secara sah apa masih harus menutupi sesuatu dari calon suamimu ini sayang."


"Baiklah kalau kamu mau melihatnya tapi kamu harus memantau dari jauh saja siapa mereka yang ada disana tidak merasakan kehadiran kamu sayang."


"Hem, baiklah itu bisa diatur,kamu mau berangkat kapan sayangku."


"Sekarang saja sayang,"


"Baiklah,kamu naiklah kereta kuda kekaisaran ,nanti aku akan menyusul dengan muso."


Yamato meminta kikiyo untuk berjalan lebih dulu dengan beberapa pelayan wanita dan pelayan pria.


Tak butuh waktu lama kikiyo sudah sampai didepan sebuah gerbang dengan empat pengawal,lalu Hugo mendekat kearah pintu kereta kuda yang ditumpangi oleh kikiyo.


Semua pelayan yang ikut merasa seperti sedang ada orang asing mendekati junjungan mereka, dengan cepat kikiyo memerintahkan untuk tenang.


"Nona."


"Sudah dipastikan."


"Sudah nona."


"Apa ada hal lain yang kamu ingin laporkan."


"Menteri pertahanan kekaisaran tengah ingin melakukan kudeta."


"Hem."


Kikiyo tidak akan membiarkan hal itu terjadi, alasan dia menerima Yamato sekarang karena orang tua Yamato mirip dengan orang tuanya dikehidupan sebelumnya dan dia ingin selalu bisa menjaga mereka.


Dan sekarang dengan informasi dari Hugo, dia menjadi tahu siapa lawan sebenarnya yang akan dia hadapi.


Sebelumnya,saat Hugo berpisah dari Muso, dia melakukan pertemuan dengan salah satu anak buahnya yang memimpin didaerah kekaisaran tengah,disebuah gubuk dipinggiran desa.


"Tuan Hugo, silahkan masuk maaf gubuk ini tidak terlalu besar untuk menyambut tuan."


"Tidak masalah jangan sungkan kita semua sama hanya pemimpin bulan yang harus kamu spesialkan."


"Oh iya ngomong-ngomong tentang pemimpin,kenapa anda tidak sedang bersama dia tuan."


"Pemimpin sedang ada dikekaisaran ini, dia sedang marah karena ada anak buah bulan yang mengkhianati kepercayaan dari pemimpin."


"Hah,mana mungkin tuan,kami tidak akan berani."


Hugo langsung mengeluarkan sebuah plakat besi dari kantong bajunya.


"Ini,tanda pengenal itu buktinya."


Pengikut Hugo yang tengah berbicara dengannya pun langsung berkeringat dingin.


"Ini,kenapa plakat ini ada bersama tuan."


"Ini plakat milik anak buah saya tuan,saya membagi sekitar lima plakat untuk masing-masing wilayah yang ada dikekaisaran tengah ini untuk supaya mereka semua bisa terorganisir lebih baik karena banyaknya jumlah anggota dikekaisaran ini."


Disetiap kekaisaran yang ada di benua ini Hugo hanya menjadi jembatan untuk kikiyo menjadi pemimpin,sudah sejak saat kikiyo memerintahkan Hugo untuk mencari beberapa orang untuk dilatih.


Dan sekarang jumlah mereka sudah berkali-kali lipat tersebar keseluruhan kekaisaran,mereka dikenal dengan sebutan anggota pengikut bulan.


Setiap kekaisaran memiliki markas masing-masing, banyak yang memakai jasa mereka tapi itu semua harus melewati pengawasan Hugo.


Tapi kini Hugo kecolongan dan membuat nonanya marah.


"Aku kecolongan,aku mendapatkan kemarahan dari sang pemimpin karena pemilik plakat ini ingin menyakiti kaisar tengah."


Hah,gawat.fikir Tora bawahan hugo


"Tuan, aku tahu siapa pemilik plakat ini,aku akan membawa dia kesini."


"Tidak perlu,bawa aku saja kesana."


Hugo dan tora pun bergegas pergi menuju tempat pemilik plakat itu.


Sesampainya mereka disana ,Hugo hanya melihat sebuah gubuk tua usang,tora yang melihat tatapan mata Hugo pun mengerti.


"Tuan,hidup setiap anggota kelompok pengikut bulan hidupnya sangat sejahtera tapi mereka lebih memilih untuk menyamar."


"Hem."


Sesampainya mereka didepan pintu gubuk.


"Permisi apa ada orang."


"Ada sebentar."terdengar teriakan suara dari dalam.


Tak lama ada seorang wanita membuka pintu rumahnya.


"Siapa ya tuan-tuan ini."


"Saya ingin menemui suami anda nyonya."ucap Tora


"Iya sebentar aku panggilkan dulu suamiku dan silahkan masuk tuan."


Hugo dan tora menunggu didalam rumah yang terlihat seperti gubuk tapi kalau masuk lebih dalam saat diruang tamu saja akan disuguhkan bentuk rumah bangsawan.


Tak menunggu waktu lama,pria yang dimaksudkan datang menghampiri.


Dari jauh pria itu terlihat sangat senang dan bersemangat,


"Tuan Tora,apa ada yang bisa saya bantu."


"Aku datang kesini untuk menanyakan sesuatu,sambil mengeluarkan plakat besi kearah pria itu,ini plakat milik kamu bukan?." Ucap Tora dengan nada kesal


"Hah,kenapa bisa berada ditangan tuan tora,aku kehilangan plakat itu sudah mau satu bulan."


"Apa kamu yakin?."ucap hugo


"Tuan Tora,dia itu siapa ,ikut campur urusan kita."


"Dia adalah tuan Hugo pelindung bulan yang artinya dia adalah orang kepercayaan pemimpin bulan."


Pria tadi langsung bersujud didepan kaki Hugo.


"Maafkan hamba tuan ,hamba tidak tahu."


"Ceroboh dan bodoh."


"Tuan ,saya benar-benar tidak tahu apa-apa tuan maafkan aku."


"Kamu fikir aku akan percaya begitu saja,Hem."


Sedangkan disebelah ruangan, istri dari pria itu langsung berwajah pucat, bagaimana tidak ternyata tamu yang datang itu adalah seorang pengawal langsung dari pemimpin bulan.


"Saya bersumpah atas nama dewa tuan saya tidak berbohong,saya baru saja selesai melakukan misi dan baru kembali tuan."


Hugo menatap wajah pria itu secara menyeluruh,memang tidak menunjukan bahwa dia tidak berbohong.


"Jadi apa aku harus percaya kalau plakat besi itu berjalan sendiri."


Pria itu ingat kalau saat plakat itu hilang,dia meminta sang istri untuk mencarinya, dia langsung bergegas memanggil sang istri untuk datang.


Istri dari pria itu sekarang sudah berada didepan mereka.


"Apa kamu sedang merencanakan sesuatu?."ucap sipria itu kepada istrinya,dia tidak mau berbasa-basi terkait hal ini karena ini menyangkut masa depannya


"Aku,,aku,."ucap istri pria itu gugup


Brakk,


"Cepat katakan kalau tidak kamu yang akan menanggungnya sendiri."ucap pria itu kepada istrinya sambil menggebrak meja


"Keponakan ku Sora dan ibunya yang meminjam plakat itu."


Kamu meminjamkan plakat penting ini kepada orang lain tanpa seizin dari ku."


Istri pria itu langsung menatap kearah Hugo sambil bersujud dan meminta maaf, tapi sipria yang menjadi suaminya itu sekarang sedang memegang pedang dan langsung menebas leher istrinya sendiri.


Karena istri sial ini aku dicap penghianat oleh pimpinan, benar-benar menyusahkan, fikir pria itu


"Tuan Hugo,maaf atas kelancangan mendiang istri saya,saya akan menerima apapun yang menjadi hukuman penghianat seperti saya ini tuan ,dan saya bersedia melakukan seppuku bila tuan mau."


"Tidak perlu, pemimpin bulan saja yang akan menentukan, ada yang masih ingin ku tanyakan sebenarnya kepada wanita itu tapi dia sudah mati."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)