KIKIYO

KIKIYO
pergi keistana



Ditempat lain didalam ruangan ada seorang pria sudah tidak bertenaga tertidur pulas, tiga wanita juga tertidur pulas setelah permainan panjang.


Hanya miciko yang tidak tertidur,dia sedang menyesap teh hijau dan memakan camilan.


Inikah yang disebut kesempatan kedua, tentu saja aku tidak akan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,fikir miciko


Tak lama miciko termenung , terdengar suara ketukan pintu.


Tok,tok


Miciko bergegas kearah pintu kamar.


"Ada apa?."


"Nona muda meminta saya untuk mengantarkan hadiah ini ,nona."


"Miciko."


"Ah iya nona miciko."


"Terimakasih."


Miciko langsung memilih hadiah yang diberikan oleh kikiyo ,membaginya dengan adil.


Diruang kerja yang dulu milik ayahnya, kikiyo sedang membuat desain rumah yang akan dia bangun.


Dari gerbang akan memiliki nama penginapan bulan,lalu akan memiliki halaman luas dengan beberapa tempat untuk penitipan kuda ataupun yang membawa kereta kuda.


Dengan dikelilingi tanaman bunga sebagai tanda kalau dipenginapan ini memiliki wanita cantik untuk menghibur para tamu, lalu akan ada sebuah pilar utama untuk menopang bagian atas.


Kikiyo berencana membangun tiga lantai, lantai pertama diperuntukkan untuk melakukan pertemuan hanya ruangan yang memiliki meja minum dan beberapa bantal duduk,dan bisa memanggil wanita rumah bulan untuk menemani.


Kikiyo juga merencanakan membuat kolam mengelilingi kediamannya dan bersatu dikolam yang berada dibagian tengah, sedangkan untuk kediaman pribadi nya sendiri pun berada di bagian belakang.


Lantai dua dan tiga diperuntukkan untuk dijadikan kamar menginap.


Kikiyo juga meminta dibuatkan gazebo bundar di lantai dua,tepat diatas kolam ikan koi Dan berada ditengah antara lantai satu dan tiga,gazebo dengan pilar tinggi.


"Aku ingin seperti ini,lebihkan ruangan dibagian belakang karena bisa untuk dijadikan kamar para bunga,juga gudang untuk keperluan lain."


"Baik nona."


"Satu Minggu cukup?."


Ketua pekerja itu memasang wajah kaget


"Kenapa?."


"Maaf,nona apa itu tidak terlalu cepat."


"Tinggal tambah pekerja lagi yang banyak, aku tidak masalah yang terpenting, harus selesai satu Minggu."


"Baiklah nona saya akan usahakan."


Ketua pekerja itu keluar dari ruang kerja kikiyo dengan perasaan rumit,dia harus bekerja lebih keras lagi.


Sedangkan Hugo berjalan masuk keruang kerja dengan tatapan mata yang rumit.


"Kenapa kamu memasang wajah seperti itu, apa mereka tidak bisa membuat kamu senang?."


Hugo hanya tersenyum masam.


"Nona,apa salah saya ,kenapa nona tega sekali saya menjadi bahan giliran mereka."


"Bukankah kamu menikmatinya sampai-sampai suara yang kamu hasilkan dengan mereka bisa kudengar dengan jelas saat didepan pintu."


Hugo langsung tertegun dan wajahnya berubah merah karena merasa malu.


"Sudah lah Hugo,besok temani aku ke istana untuk bertemu dengan kaisar."


"Baik nona,kalau begitu aku pamit untuk melihat perkembangan renovasi."


"Oh ya Hugo."


"Ya nona."


"Aku ingin kamu mencari beberapa budak laki-laki untuk kamu latih menjadi pengawal bayangan."


"Berapa banyak yang nona inginkan."


"Sepuluh orang saja dulu, setelah diseleksi lagi baru kita cari sepuluh orang lagi dan begitu seterusnya."


"Baik nona."


"Kalau kamu butuh bantuan,bilang saja."


Hugo hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu bergegas pergi.


Hari telah berganti, kikiyo sedang bersiap didalam kamarnya dengan menggunakan baju berwarna hijau muda dengan beberapa hiasan dikepalanya.


Kikiyo ditemani Hugo pergi menuju istana kekaisaran selatan.


Didalam istana,disebuah ruangan


Seorang Kasim datang kehadapan seorang kaisar.


"Hem."


"Nona muda, kikiyo dari keluarga mantan Jendral Daisuke ingin menghadap yang mulia."


"Biarkan wanita sampah itu menunggu."


"Baiklah yang mulia."


Dikerajaan kekaisaran selatan ini, kikiyo terkenal dengan sebutan sampah yang beruntung dilahirkan oleh seorang Selir kesayangan jendral Daisuke, setelah wanita yang dicintai Daisuke itu meninggal, tabib mendiagnosis kalau putri dari sang jendral itu memiliki penyakit , itulah yang membuat jendral Daisuke tidak mau mencintai darah dagingnya sendiri.


Setelah kikiyo menunggu selama satu jam didepan istana,dia masih mengenakan penutup kepalanya.


"Nona,apa sebaiknya kita pulang saja, kaisar benar-benar keterlaluan."


"Diam."


"Maaf nona."


Lima belas menit kemudian dari jauh terlihat ada seorang Kasim mendekat.


"Nona kikiyo dari keluarga mantan Jendral Daisuke dipersilahkan masuk."


"Terimakasih."


Kikiyo dan Hugo langsung mengikuti Kasim itu masuk kedalam sebuah aula.


Tak lama sebuah teriakan terdengar dari arah pintu.


"Yang mulia Kaisar telah tiba,,."


Kikiyo yang masih memakai penutup kepalanya hanya bisa menunduk untuk menghormati kaisar.


Setelah kaisar sudah berada diatas singgah sananya, kikiyo langsung berdiri dan berjalan menuju tengah-tengah aula tepat didepan kaisar selatan.


Kikiyo hendak membuka penutup wajah yang sedang dia kenakan itu, kaisar selatan sedikit terkejut.


"Salam hormat kepada yang mulia,semoga yang mulia berumur panjang."


"Salam diterima."


"Sebelumnya hamba meminta maaf karena baru sekarang hamba menghadap didepan yang mulia, dengan alasan hamba sedang tidak ada dikediaman."


"Apa kamu yang bernama kikiyo.",


"Benar sekali yang mulia,nama hamba kikiyo putri dari jendral Daisuke dan ibu selir yang sudah wafat."


"Jadi jendral Daisuke sudah tidak ada didunia ini."


"Mohon maaf yang mulia, hamba tidak tahu terlalu terperinci karena hamba selalu dikucilkan dan tidak dianggap didalam kediaman itu dan hamba hanya tahu kalau ayahanda telah tiada dan keluarga yang lain memilih melakukan harakiri/seppuku."


"Apa yang menyebabkan jendral Daisuke melakukan seppuku?, bukankah tidak ada masalah diperbatasan."


Kikiyo langsung berpura-pura pingsan didepan kaisar dan Hugo dengan sigap menahan tubuh sang nona.


"Nona?."


"Maaf yang mulia,nona muda masih sangat lemah apa lagi dia melihat secara langsung mayat dari semua anggota keluarganya, dia masih sangat terpukul dengan semua itu, apalagi kalau sampai membuat nona trauma."


Kaisar berjalan mendekat kearah kikiyo yang sedang berpura-pura pingsan di pelukan Hugo,kaisar yang melihat hal itu membuatnya iri hati.


"Baiklah kalau begitu bawa dia beristirahat dikamar tamu kerajaan."


"Mohon maaf yang mulia , sepertinya hamba harus membawa nona pulang,dia tidak mau kalau sampai tertidur ditempat yang masih asing."


"Baiklah kalau begitu,aku akan membantu untuk membawanya kereta."


"Tidak perlu yang mulia,jangan mengotori tangan anda hanya untuk menggendong wanita sampah seperti nona ku ini, orang lain mungkin menganggapnya sebagai sampah tapi tidak dengan hamba,yang mulia."


Kaisar tertegun saat mendengar kata-kata dari Hugo.


"Apa lagi."


"Apa ,kenapa?."tanya kaisar dengan perasaan bersalah


"Apa lagi tadi kami disuruh menunggu selama satu jam lebih oleh Kasim yang mulia,bisa juga malah memperburuk kesehatan nona hamba,yang mulia bolehkah hamba membawa nona kikiyo pulang sekarang."


"Ya bawalah dia pulang dan saat dia tersadar nanti bilang kalau aku meminta maaf kepadanya."


"Baiklah yang mulia, hamba pamit."


Hugo bergegas menggendong kikiyo keluar dari istana dan memasukannya kedalam kereta,mereka bergegas pergi dari istana dan pulang.


Diruang kerja , fikiran kaisar sangat rumit,


Apa yang sudah aku lakukan kepada kikiyo, dia yang disebut sampah memiliki kecantikan seperti dewi.fikir kaisar


______________________________________________


bersambung


(^∆^)