
"Nyonya meminta suamiku untuk menikahi wanita lain,apa itu adil untuk aku , nyonya."
Brak,,,
Kikiyo langsung memukul meja dengan tangannya,kemudian Hugo muncul entah dari mana.
"Nyonya,tolong ampuni istri ku?."
"Suami,apa yang kamu lakukan disini?,biarkan ini menjadi urusanku dengan nyonya bulan."
Hugo langsung membalikan badannya untuk bisa melihat kearah miciko.
"Pergi, kembalilah kekediaman mu."ucap Hugo kepada miciko
"Tidak,urusan aku menemui nyonya belum selesai."
Saat kikiyo melihat adegan itu,dia sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Hugo."ucap kikiyo dengan lantang.
Hugo langsung membalikan badannya kearah kikiyo.
"Ya, nyonya."
"Apa kamu membenci aku karena keputusan yang sudah aku buat ini?."
"Tidak, nyonya."
"Kenapa?."
"Karena ini semua untuk memuluskan rencana yang sudah nyonya buat."
"Lalu."
"Ini semua karena jendral imamura memiliki prajurit yang setia dengannya tidak sedikit dan itu sangat mampu untuk mengembalikan kekuatan tahta yang mulia kaisar Yamato."
"Jadi,dengan hanya ini satu-satunya jalan dan tanpa aku beri tahu,Hugo sudah sangat memahami ku,kalau sampai aku tolak,apa kamu bisa membayangkan apa yang akan kekaisaran tengah ini alami?,dan sekarang aku bertanya kepada kamu miciko, keadilan apa lagi yang kamu tuntut dari aku,dan jangan kamu lupa kalau kamu itu sudah aku angkat dari dalam lumpur yang sangat hitam hingga menjadi mutiara seperti sekarang."
Miciko hanya bisa tertegun setelah mendengarkan ucapan dari mulut kikiyo, semua yang dikatakan kikiyo itu benar adanya,kalau saja dulu dia tidak bertemu dengan kikiyo, pasti dia sudah lama mati.
"Maafkan aku nyonya,miciko hanya tidak bisa menerima untuk berbagi suami dengan wanita lain."
"Bekerjasamalah dengan Momo,demi aku, apakah aku perlu mengingatkan sumpah kalian kepada ku dulu?."
"Miciko setia sampai mati kepada nyonya, tapi miciko takut kalau wanita itu akan seperti masa lalu dari orang tua nyonya dulu."ucap miciko dengan wajah takut saat menatap wajah kikiyo.
"Itu tidak akan terjadi,jadi tetaplah seperti kamu yang dulu,Hugo pun kalau aku meminta dia untuk melakukan seppuku (bunuh diri), dia akan melakukannya,bukan begitu Hugo?."
"Tentu saja Nyonya,."
Miciko yang mendengar ucapan dari mulut sang suami pun langsung berwajah terkejut sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak, suamiku tidak boleh melakukan itu, Nyonya,aku mohon jangan."ucap miciko sambil menggandeng tangan Hugo dengan sangat erat.
"Untuk pernikahan Hugo dan Momo akan dilaksanakan besok,dan ini,sambil mengeluarkan beberapa bungkus kantung teh,berikan Momo minuman dari kantung ini untuk menunda kehamilan."ucap kikiyo sambil memberikan kantung obat kepada Hugo
Hugo berjalan mendekati kikiyo untuk mengambilnya.
"Baiklah kalau begitu kalian pergilah dan jangan menganggu aku ."ucap kikiyo sambil meneguk tehnya.
Hugo dan miciko pun pergi, mereka berdua kembali kekediaman mereka,Hugo masih diam sambil menggenggam erat tangan miciko.
"Lain kali jangan membuat nyonya marah."
"Iya,saat sedang marah, nyonya sangat menakutkan,suami."ucap miciko sambil menganggukkan kepalanya
Dari jauh Yamato melihat buruannya sebuah rusa kecil,dia mulai menyiapkan senjata busur dan panahnya,lalu membidikkan kearah rusa muda itu.
Brukk,,,
Terdengar suara benda jatuh,itu membuat konsentrasinya sedikit terganggu,tapi masih bisa membidik dengan tepat ke rusa muda tadi.
Muso bergegas menuju rusa itu, setelah itu diikat dikudanya.
Yamato merasa penasaran dengan suara jatuh tadi,saat dia mencari arah dari suara itu dari jauh dia melihat seseorang wanita muda dan cantik, yang sedang mengaduh kesakitan sambil menepuk bagian bawah tubuhnya sendiri.
"Aduh,sakit."ucap wanita cantik itu yang ternyata adalah Fuji,
Yamato tidak melakukan apapun,dia hanya menyaksikan saja.
Fuji merasa teracuhkan, ternyata tidak semudah yang dibayangkan, untuk bisa menggoda seorang kaisar tengah yang terkenal dengan sifat dinginnya itu, sebenarnya yang tadi terjatuh itu bukanlah dirinya.
Fuji memang sengaja menunggu yang mulia Kaisar tengah dan saat sang mangsa mendekat,dia naik ke atas pohon lalu menjatuhkan sebuah batang pohon besar yang dia ikat terlebih dahulu diatas sana.
Setelah itu Fuji memulai aksinya dengan berpura-pura terjatuh dari atas pohon,tapi semua bayangan tentang kaisar tengah yang akan menolongnya semuanya sirna saat melihat kebenaran bahwa Yamato sama sekali tidak memandang kearahnya.
Ah sial,ternyata itu bukan hanya sekedar rumor belaka.fikir Fuji
Tanpa perasaan putus asa ,
"Tuan, bisakah kamu membantu saya?." Ucap Fuji dengan wajah memelas
Yamato sangat malas meladeni wanita seperti Fuji,dia lalu melirik kearah Muso.
"Muso."
"Ya,tuan."
"Beri dia beberapa emas."
Muso langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti,tapi Fuji langsung berdalih.
"Tuan, untuk apa kamu memberikan aku koin emas, sedangkan aku berada dihutan belantara seperti ini,dan sekarang kaki ku sakit untuk berjalan,apa kamu tidak bisa memberikan aku bantuan yang lain."
Fuji sangat ingin memasuki istana kekaisaran tengah karena dia akan langsung melancarkan misinya untuk membunuh wanita yang bernama Dewi bulan.
Dia memang sedang menjalani perintah dari kaisar barat ,sang pujaan hatinya untuk membunuh kaisar tengah Yamato,tapi dia ingin seperti sekali mendayung dua pulau dilampaui.
Dia juga akan membunuh Dewi bulan itu karena sudah berani mengambil perhatian dari kaisar barat ,pria yang dia cintai, setiap mendengar nama wanita itu rasanya dia sudah ingin meledak dan dengan cepat membunuhnya.
Dewi bulan,aku tidak akan menyerah disini. Fikir Fuji
Yamato sudah sangat muak dengan semua drama yang ditampilkan oleh Fuji.
Yamato hanya meminta Muso untuk membantu Fuji ikut,tanpa bertanya dari mana asal ,bahkan nama wanita yang dia tolong pun Yamato tidak menanyakannya.
Yamato bergegas kembali kearah kudanya, dia sebenarnya sangat tidak menyukai hal seperti ini,tapi karena tahta kaisar yang disandangnya menjadi taruhan,dia akan melakukannya,demi sang istri tercintanya itu.
Sedangkan Muso sedang sibuk membantu Fuji untuk bisa bangun dan ikut pergi dari hutan,Muso juga tidak jauh berbeda dari sang tuannya,dia sangat merasa jijik ketika bersentuhan dengan wanita lain selain emi sang istri,tapi mau bagaimana lagi,ini sudah perintah.
Muso menaikan Fuji keatas kudanya,lalu dia juga menaikinya,saat sesampainya mereka diibu kota, terdengar rumor kalau wanita yang duduk bersama Muso diatas kuda itu adalah wanita yang akan dijadikan seorang selir untuk sang kaisar tengah.
Itu semua bisa terjadi karena nyai yang menciptakan rumor tersebut,dia mengatakan kalau yang mulia Kaisar Yamato sudah menolong orang wanita cantik dari dalam hutan lalu menjadikan wanita itu sebagai selirnya.
_______________________________
bersambung
(^∆^)