KIKIYO

KIKIYO
menunggu



"Istirahat lah tuan,biar mereka kami yang habisi."ucap salah satu dari mereka


"Ya,tuan Tora ,sudah lama sekali kita tidak berolahraga seperti ini,aku sangat bosan hanya melakukan pekerjaan berdagang ku setiap hari."ucap orang yang satunya.


"Apa lagi aku yang tiap hari hanya memberi makan ternak,tidak semenyenangkan seperti sekarang ini."


"Baiklah,jangan mengecewakan organisasi, bantai mereka semua dan bawa kemenangan untuk sang pemimpin."


Ucapan dari mulut Tora langsung seperti energi semangat untuk kelima orang itu dan darah mereka sudah mendidih hingga yang ingin mereka lakukan sekarang hanyalah membunuh.


"Yokay,."ucap mereka semua serempak dan langsung membantai habis semua orang yang dibawa oleh sang jendral pengkhianat itu.


Sedangkan sang jendral pengkhianat itu langsung berlari untuk menaiki kudanya dan bergegas pergi untuk melindungi dirinya sendiri.


Gila,siapa sebenarnya pria yang sedang bersama wanita pengkhianat itu , bisa-bisanya dia memanggil anggota dari pengikut bulan,sial kenapa harus bertemu dengan organisasi gila itu disini,fikir sang jendral yang sambil melajukan kudanya dengan sangat cepat, meninggalkan semua bawahannya yang sedang dibantai.


Sedangkan ditempat Tora dan Hima sekarang,kelima anggota pengikut bulan itu sudah membantai separuh dari jumlah orang dari jendral pengkhianat itu.


Tora melihat kearah Hima.


"Kamu baik-baik saja?."


Ucapan dari mulut Tora langsung membuat Hima tertegun sejenak.


Apakah,tuan Tora sekarang sedang mengkhawatirkan keselamatan aku?. Fikir Hima


Sedangkan Tora yang melihat tatapan polos Hima yang diam saja, langsung berwajah gelap sekarang.


"Ais,apa yang sedang kamu fikirkan sekarang hah?,kenapa diam saja saat aku bertanya kepada kamu."ucap Tora sambil menjentikkan jarinya kearah kening Hima.


"Aau,,sakit tuan,iya aku baik-baik saja." Ucap Hima sambil mengusap-usap keningnya sendiri


"Menyusahkan saja."ucap Tora sambil pergi meninggalkan Hima untuk membantu rekannya yang lain.


Tora kembali bertarung bersama,mereka meratakan semua pengkhianat itu, setelah selesai Tora menggunakan racun pelebur raga untuk melenyapkan semua mayat yang ada, setelah itu mereka berkumpul.


"Terimakasih atas bantuannya."


"Jangan sungkan tuan Tora,kami semua sangat senang bisa membantu menghabisi mereka semua,ah rasanya nikmat tiada Tara."


"Hahaha,kalian ini, baiklah kalau begitu kembalilah,dan terimakasih ku sekali lagi."


"Yokay,tuan."


Mereka pun bergegas pamit menuju rumah masing-masing, sedangkan Tora melihat kearah Hima yang hanya diam saja.


"Ayo kita pergi dari sini,tempat ini sudah tidak aman,aku punya sebuah rumah lain di desa tidak jauh dari hutan ini,kita akan tinggal disana."


Hima hanya menganggukkan kepalanya saja dan mengikuti Tora dengan wajah murung,Tora tampak tidak perduli dengan Hima,hanya saja wanita lebih mudah dibuat jatuh begitu pun Hima.


Hima merasakan getaran aneh didalam dirinya sendiri saat menatap wajah Tora, itu membuatnya menjadi sedikit malu.


Sedangkan ditempat lain kikiyo sedang jalan-jalan berkeliling istana untuk menghilangkan bosan,saat sedang berjalan bersama dengan beberapa pelayan, kikiyo mendengar ucapan dari mulut pelayan yang sedang bekerja sambil bergosip.


Pelayan itu membicarakan tentang wanita yang dibawa oleh kaisar kedalam ruangan dibelakang istana, kikiyo sangat penasaran, lalu dia bergegas pergi menuju ruang kerja suaminya.


Sesampainya kikiyo disana,terlihat ada Muso yang sedang berjaga didepan pintu.


"Salam yang mulia permaisuri, kaisar sedang berada didalam."ucap Muso dengan wajah bingungnya


Karena sebelum kedatangan kikiyo, ternyata Fuji sudah lebih dulu bersama Yamato,Fuji sudah menggunakan ramuan halusinasi yang diberikan oleh nyai waktu itu,


Awalnya,sesudah Muso menjalankan perintah dari Yamato tadi,dia langsung bertanya tentang wanita itu.


"Sudah kamu antar?."


"Minta seseorang untuk mengawasi dia."


"Baik tuan,apa kita perlu memanggil tabib untuk wanita itu?."


"Tidak perlu, Ais,kalau bukan karena untuk sebuah reputasi,aku tidak akan Sudi melakukannya."


"Jangan begitu tuan, nanti apa kata rakyat kekaisaran tengah kalau tersebar rumor buruk tentang anda lagi."


"Hem, baiklah hayo kita kesana,aku ingin mengintrogasi wanita itu."


Muso hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,lalu pergi mengikuti Yamato dengan setia disetiap langkah tuannya itu.


Sesampainya mereka diruangan tempat Fuji dibawa , Yamato meminta Muso untuk menjaga diluar,Muso hanya patuh mengikuti instruksi dari tuannya itu, sedangkan saat Yamato masuk,dia langsung menghirup aroma wewangian yang membuat kepalanya terasa sakit.


Fuji sudah menggunakan ramuan halusinasi dan kini sedang bekerja kepada Yamato,Fuji yang sudah bisa melihat Yamato termakan oleh halusinasinya pun datang mendekat kearah Yamato.


Sedangkan Yamato sendiri,dia seakan melihat kikiyo yang sedang tersenyum senang kearahnya,


"Sayang, sedang apa kamu disini."ucap Yamato dengan suara lembut


"Aku disini sedang menunggu kedatangan kamu,."ucap Fuji.


Brengsek,pria ini saat berbicara kepadaku suaranya sangat lantang dan dingin, sekarang karena melihat aku seakan melihat pelacur itu,dia bersuara sangat lembut.fikir Fuji yang sudah sangat muak


Yamato memeluk tubuh Fuji sangat erat dan ingin menciumnya,tapi ditahan oleh Fuji, Yamato pun merespon penolakan itu dengan wajah murung.


"Kenapa?,apa kamu masih marah kepada ku sayang?."ucap Yamato dengan suara lembut


"Tidak,hanya saja aku teringat sesuatu sayang,."


"Apa yang kamu lupa?,Hem."


"Aku ingin meminjam stempel kekaisaran tengah,."


"Ah,itu ada diruang kerja aku sayang, bagaimana kalau kita kesana untuk mengambilnya?."


"Baiklah,ayo kita kesana."


Saat itu Yamato menggandeng tangan Fuji sangat erat,mereka keluar dari ruangan itu lalu pergi menuju kearah ruang kerja kaisar, Muso pun yang melihat tuannya merasa bingung,


Apa yang sebenarnya terjadi.fikir Muso


Muso ingin sekali melapor ke kikiyo tapi tidak jadi karena takut terjadi sesuatu kepada tuannya yang sedang bertingkah aneh itu,jadi dia lebih memilih untuk mengikutinya saja.


Tapi sesampainya mereka didepan ruangan kerja kaisar, Yamato hanya membawa Fuji untuk masuk kedalam dan dia langsung menutup rapat pintu ruang kerjanya itu.


Muso menjadi tambah bingung, sekarang apa yang mesti dia lakukan,dan sampai akhirnya kikiyo datang tanpa diduga, Muso sampai berfikir apakah dia harus senang karena kikiyo sudah datang atau dia harus sedih takut sang permaisuri kekaisaran tengah salah faham dengan tuannya.


Sekarang kikiyo ingin masuk kedalam ruangan itu tapi pintu dalam keadaan terkunci, kikiyo menatap kearah Muso untuk meminta penjelasan,Muso kemudian menjelaskan semuanya.


Kikiyo hanya diam sambil berfikir,kemudian dia meminta diambilkan meja dan sebuah kursi untuk dia duduk,Muso melihat kearah wajah kikiyo seakan mencari sesuatu.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu Muso?, Apa ada sesuatu yang menempel diwajahku?."ucap kikiyo dengan wajah datarnya


"Tidak,bukan seperti itu yang mulia permaisuri, hamba tidak berani."


Muso kira setelah dia melaporkan semuanya, kikiyo akan murka tapi ini semua diluar pemikirannya.


______________________________


bersambung


(^∆^)