KIKIYO

KIKIYO
perjalanan pulang



Yamato memeluknya erat, setelah memasuki sebuah desa yang dilintasi oleh kereta kudanya, kikiyo memandang kearah luar,sangat hening,tapi saat dia melihat kearah bawah,


Ternyata semua orang sedang bersujud ditanah saat melihat kaisar melewati mereka.


"Em,kenapa mereka semua bersujud seperti itu?."ucap kikiyo


"Itu tanda mereka menghormati kaisar ini."


"Apa kamu pria yang sangat menggilai kehormatan?,"


"Tidak juga tapi sudah seperti itu dari dulu."


Ucap Yamato berbohong.


Sebenarnya dulu tidak seperti ini,setiap rakyat yang melihat kereta kekaisaran lewat pasti akan membungkukkan tubuhnya lalu berteriak semoga kaisar panjang umur sampai tiga kali boleh lebih dan mereka sangat bahagia.


Setelah Yamato lahir dan suka mengikuti perjalanan orang tuanya untuk pergi ke kaisaran tetangga,dia sangat menolak penghormatan seperti itu karena menurutnya sangat berisik jadi dia meminta semua rakyat bersujud dan tidak berbicara sedikitpun kalau tidak mereka akan dihukum.


"Apakah kamu seorang kaisar yang suka menindas rakyat mu sendiri?." Ucap kikiyo seolah tidak tahu tentang latar belakang Yamato.


"Tentu saja tidak sayang,itu hanya rumor hahaha."


"Memang ada rumor apa tentang kamu."


Nada bicara kikiyo penuh dengan selidik


"Eh,Hem,apa kita tidak bisa membahas yang lain, contohnya seperti nanti kita akan memiliki berapa anak, begitu."


"Astaga."(-_-)


Tak lama kereta kuda berhenti saat masih melewati desa,ada ibu yang sedang menggendong bayi diseret oleh dua orang prajurit karena bayi yang digendongnya tidak berhenti menangis, prajurit takut itu akan membuat kaisar marah.


Kikiyo bergegas ingin keluar tapi Yamato menghalangi pintu kereta kudanya.


"Kamu mau kemana sayang."


"Aku penasaran mau lihat."


"Baiklah,aku juga akan turun."


Prajurit yang sedang memegang ibu dan bayi tadi ingin membekap mulut sibayi saat mereka melihat sang kaisar turun dari kereta.


"Hentikan,kalian bisa membuatnya mati." Ucap kikiyo sambil bergegas menuju prajurit yang sedang membekap mulut sibayi itu.


Setelah sampai kikiyo langsung mengambil dan menendang prajurit itu hingga tersungkur ketanah.


"Sialan, lepaskan ibu bayi itu."


Prajurit itu bingung,tapi saat melihat tatapan mata Yamato,dia langsung melepasnya.


Ibu sibayi tubuhnya gemetar hebat sangat ketakutan, kikiyo menghampirinya,


"Ini anak kamu, nyonya."


"Terimakasih yang mulia,kalau bukan karena yang mulia pasti anak hamba,,."ibu bayi itu menangis saat ingin berbicara.


"Pasti bayi kamu lapar itu sebabnya dia menangis,ini ambilah."kikiyo mengeluarkan lima keping koin emas.


"Terimakasih kasih banyak yang mulia ."


Baru saja ibu bayi itu mau memberikan hormat tapi langsung ditahan kikiyo.


"Berdiri lah,aku memaklumi untuk sekarang ini karena tubuh kamu masih sangat lemah."


Wanita itu pergi dengan perasaan tenang, kikiyo kembali kearah kereta kuda.


Saat langkahnya sudah mendekati kearah Yamato,ada anak panah yang melesat kearah kikiyo,dengan sigap Yamato menarik pinggang kikiyo untuk dia peluk dan menghindari anak panah.


"Kamu baik-baik saja sayang."


"Ya,tentu saja karena gerakan kamu cepat juga."


Yamato sangat senang mendapatkan pujian dari kikiyo,ya setidaknya dia bisa membuat kikiyo membutuhkan dirinya.


"Lindungi yang mulia."teriak seorang jendral yang bersama rombongan.


Semua prajurit bergegas menuju kaisar dan mengelilingi Yamato dan juga kikiyo yang sedang berada didalam dekapan.


Hugo dan Muso langsung pergi menuju orang yang berani menyerang kaisar dan juga permaisuri,


Yamato meminta kikiyo kembali masuk kedalam kereta,


"Aku mau lihat."


"Bahaya sayang."


"Tapi aku penasaran."


"Sudah ada Muso dan juga Hugo mengejar."


"Ih,kamu ih nyebelin."


Yamato malah menjadi tidak tahan untuk tidak melahap bibir kikiyo.


Kikiyo berusaha melepaskan ciuman itu tapi tidak bisa, sekarang dia hanya bisa pasrah.


Wajah mereka bertemu Yamato menempelkan dahinya didahi kikiyo.


"Sayang."


"Hem."


"Cintai aku,aku akan berusaha keras untuk berubah."


"Aku akan berusaha untuk mencintai,tapi jangan pernah menjadi orang lain atau merubah apapun yang ada di diri kamu kalau kamu sudah merasa nyaman dengan diri kamu yang sekarang,rubah sedikit demi rakyat dan kekaisaran ini menjadi lebih makmur tidak masalah."


"Terimakasih ya sayang."


"Iya."


Rombongan kikiyo dan Yamato kembali melakukan perjalanan menuju istana kekaisaran tengah,


Disuatu tempat,disebuah kediaman seorang menteri dikekaisaran, seorang wanita berteriak histeris.


"Akh, sialan,rencana ku gagal karena gadis kampung itu."


"Mohon nona tenang jangan seperti ini nona, nanti hanya akan menyakiti nona sendiri."ucap seorang pelayan.


"Tenang, sekarang aku mana bisa untuk tenang ,saat mendapatkan informasi kalau yang mulia Kaisar sudah menemukan wanita yang selama ini dia cari,apa lagi wanita itu sekarang sudah berada dikekaisaran tengah ini, melakukan perjalanan berdua dengan kaisar ku,tidur dengannya,akh."teriak wanita itu sudah seperti orang gila.


"Bagaimana kalau nona meminta pembunuh bayaran untuk membunuh wanita itu nona."


Si wanita langsung menatap kearah pelayannya.


"Kamu,pintar ,dan aku tahu siapa yang bisa aku suruh melakukan pekerjaan ini."ucapnya dengan senyuman sinis


Wanita itu tengah bersiap untuk bertemu dengan seseorang kenalannya,dia ingin menemui sang bibi untuk meminta bantuan kepada sang paman yang menjadi pemimpin dari bagian tengah sebuah pasukan rahasia.


Dia sama sekali tidak tahu tapi, banyak rumor bilang kalau sang paman masuk kesebuah organisasi pembunuh rahasia.


Setelah selesai merias diri, wanita itu bergegas meninggalkan kediamannya, untuk pergi menemui ibunya terlebih dahulu untuk meminta dukungan.


Sesampainya dia didepan kediaman sang ibu,


"Ibunda."


"Iya putriku,ada apa kamu kesini."


"Ibunda,aku ingin meminta bantuan ibunda untuk pergi kerumah paman."


"Kenapa lagi, bukankah beberapa waktu lalu sudah meminta bantuan kepada pamanmu itu."


"Iya,tapi itu semua gagal ibunda."


"Mungkinkah,kenapa bisa?."


"Karena wanita itu membantu menyembuhkan kaisar saat dibarak."


Brakk


Terdengar suara seorang memukul meja dengan keras.


"Kurang ajar beraninya dia menganggu rencana besar kita."


"Ya ibunda sekarang kita harus meminta bantuan kepada paman."


"Iya kamu benar sayang,ayo kita pergi.


Yamato sebagai seorang kaisar memang memiliki beberapa menteri untuk membantunya dalam menjalankan visi dan misi kekaisaran tengah.


Tapi ada satu orang Mentri yang ingin membelot,dia adalah Mentri pertahanan kekaisaran tengah yang memegang kendali untuk meminta beberapa jenderal yang ada dikekaisaran tengah.


Dan juga dia mendapatkan beberapa pendukung dari pihak jendral,sang Mentri juga memiliki seorang adik yang menikah dengan seorang pria yang menjadi salah satu pemimpin organisasi pembunuh rahasia.


Membuatnya semakin besar kepala untuk segera mendapatkan tahta kekaisaran tengah ini.


Sedangkan ditempat lain kereta kuda yang kikiyo dan Yamato tumpangi sudah memasuki ibukota kekaisaran tengah, teriakan terdengar suara rakyat yang menyambut sang kaisar pulang dengan selamat.


"Semoga kaisar sehat dan panjang umur." Ucap seluruh rakyat yang berada disana.


Kikiyo yang mendengar suara suka cita itu langsung ingin melihat kearah jendela.


"Ada yang aneh."ucap kikiyo sambil menatap kearah luar jendela.


______________________________________________


bersambung


(^∆^)