KIKIYO

KIKIYO
motif



Kikiyo menyentuh wajah Yamato,


"Ya,aku mencintaimu hanya kamu,cuma kamu seorang, tidak ada lagi,jadi kalau Hugo melakukan sesuatu yang bersifat rahasia,jangan bertanya lagi,dan memang jendral imamura adalah orang kamu tapi kamu adalah seorang kaisar,tugas kamu sekarang hanya harus mendapatkan kepercayaan rakyat kekaisaran tengah untuk memihak kepada kamu lagi, sayang."


Yamato menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Iya sayang,besok para pemimpin dari setiap wilayah dikekaisaran tengah ini akan hadir diaula pertemuan,temani aku supaya acara besok berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana kita."


"Tentu saja suamiku,aku akan selalu mendampingi kamu."


Sekarang mereka berdua pun saling tersenyum bahagia, Yamato masih memeluk tubuh kikiyo sampai mereka berdua berbaring ditempat tidur, Yamato sangat takut kehilangan.


Sedangkan ditempat lain Hugo dan imamura masih melakukan pembicaraan mereka.


Imamura melaporkan kejadian saat bawahnya memantau kaisar barat yang sangat mencurigakan.


Mereka berdua berbincang sambil minum teh dengan beberapa camilan didepan sebuah danau buatan didalam istana.


"Jadi, ternyata kaisar barat ikut campur."


"Iya sepertinya begitu tuan Hugo, tapi aku masih tidak memiliki petunjuk untuk motif dari kaisar barat,kenapa dia mau membantu para pemberontak itu."


"Itu tidak masalah, pemimpin pengikut bulan berkata supaya kita membiarkan apa yang dilakukan oleh kaisar barat dan masih harus tetap dipantau dari jauh saja."


"Apakah pemimpin bulan sedang berada dikekaisaran tengah ini tuan Hugo."ucapnya dengan wajah penasaran


Hugo langsung menatap kearah imamura.


"Hem,itu tidak penting untuk kamu mengetahuinya sekarang jendral."ucap Hugo sambil tersenyum


Jendral imamura kemudian teringat dengan pesta pernikahan yang akan diadakan besok siang.


"Tuan Hugo,apa besok kamu akan menikah."


"Ya."


Setelah mendengar jawaban dari Hugo, imamura sudah tidak punya harapan lagi untuk sang adik.


Dia juga tidak mungkin menjadikan sang adik kesayangannya menjadi seorang selir.


Hugo memperhatikan sekilas ekspresi wajah imamura, seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Apa masih ada lagi yang perlu kita bahas, jendral?."


"Ah, tidak ada tuan Hugo ,hanya saja saya merasa khawatir bagaimana tentang jumlah pendukung kita dikekaisaran tengah ini,karena dari informasi yang saya dapatkan, besar kemungkinan jumlah pemberontak bertambah karena ada dukungan dari kaisar barat,hanya itu tuan."


"Untuk itu jendral imamura tenang saja,oh iya saya butuh informasi kapan mereka akan mengadakan pemberontakan terhadap kekaisaran tengah."


"Saya sudah mengirim orang untuk masuk kedalam markas Mentri pertahanan kekaisaran tengah dan tinggal menunggu informasi saja tuan Hugo."


"Hem, baiklah kalau begitu jendral,saya harus kembali karena masih banyak lagi yang perlu saya urus."


"Iya baiklah tuan Hugo, dan semoga bahagia selalu,besok saya akan mengirimkan hadiah pernikahan."


"Ah, tidak perlu repot-repot jenderal,saya dan istri hanya melangsungkan pernikahan secara biasa saja,."


"Tidak apa tuan Hugo jangan sungkan,jadi saya pamit."


"Ya."


Hugo mengantarkan jenderal imamura pergi sampai didepan istana, kemudian dia kembali ke depan kediaman permaisuri kekaisaran tengah,tadinya dia mau langsung menemui kikiyo untuk memberikan informasi,tapi karena malam sudah larut.


Dia mengurungkan niatnya itu ,dia tidak mau mengganggu jam istirahat nyonya itu.


Sedangkan ditempat lain, jendral imamura sudah kembali kekediamannya, dari jauh dia melihat sang adik yang masih belum tidur berdiri didepan sebuah kolam.


"Momo,masuklah nanti kamu bisa jatuh sakit."


"Kakak,apa kakak baru saja bertemu dengan tuan Hugo itu?."


Wajah imamura terlihat sangat tidak senang dengan pertanyaan dari adiknya itu.


"Kalau iya,kenapa?,sudah kakak bilang untuk kamu mencari pria lain."


Saat mendengar ucapan dari mulut kakaknya imamura,Momo langsung berwajah merah.


"Kenapa,kenapa kakak tidak suka kalau aku menyukainya hah,kenapa kak?."ucapnya dengan mata yang memerah


"Tuan Hugo besok akan menikah,dan jelas dia sudah akan memiliki seorang permaisuri, jadi kalau kamu masih mau bersama dengan dia,kamu hanya akan menjadi seorang selir."


Bagaikan disambar petir, Momo mendengar ucapan dari kakaknya.


"Kakak pasti bohong,kan?."ucap Momo sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu benar Momo, kalau kamu tidak percaya besok ikutlah dengan pelayan yang akan mengantarkan hadiah dari ku untuk tuan Hugo,jadi kakak sekarang mau pergi ke kediaman kakak."


Momo kembali ke kediamannya sambil menangis,para dayang yang membantunya pun hanya bisa diam,


"Kenapa,disaat aku menyukai seorang pria, dia malah ingin menikah besok?,"


Momo berfikir apa dia tidak bisa memiliki kesempatan, sepertinya menjadi selir tidak terlalu buruk tapi sang kakak pasti tidak akan pernah setuju dengan hal ini.


Sedangkan ditempat lain diruang bawah tanah kelompok penyusup jenderal imamura tertangkap oleh menteri pertahanan kekaisaran tengah.


Plakk,, terdengar suara tamparan keras


"Siapa yang sudah menyuruh kalian memata-matai kami,."ucap salah satu jenderal yang ikut memberontak.


Para pengikut imamura hanya diam seribu bahasa,tapi saat mereka sebagian dari mereka sudah dibunuh,ada satu pengawal muda yang sudah sangat ketakutan.


"Tuan,ampuni saya,saya akan bersuara tolong ampuni saya tuan."


"Katakan siapa yang sudah memerintahkan kalian."ucap jendral itu marah.


"Jendral imamura yang sudah memerintahkan kepada kami tuan."


"Imamura, jendral sok suci itu."


Slebb,,akh


Terdengar suara pengikut imamura yang ditusuk sampai mati, walaupun dia sudah memberitahukan kepada dia siapa yang sudah menyuruhnya,tapi tetap saja mati.


Sepertinya pengikut imamura itu sekarang merasa sangat menyesal,percuma saja kematian akhirnya menghampiri dirinya juga.


Sesaat setelah kematian penyusup terakhir, jendral yang ikut memberontak pun meminta anak buahnya untuk melakukan sesuatu kepada jenderal imamura,


Seperti dengan sebuah peringatan,


Sang jendral pemberontak merencanakan untuk menculik adik dari jendral imamura, dia ingin ini sebagai peringatan supaya jendral imamura tidak ikut campur.


Keesokan harinya diistana kekaisaran tengah,tetua kuil sedang memberikan Hugo dan miciko,serta Muso dan emi berkah dari pernikahan.


Kedua pasangan itupun sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Miciko sangat bahagia,dengan mendang kearah wajah tampan Hugo,


Suamiku sangat tampan,fikir miciko


Sedangkan untuk emi,dia sangat malu tapi senang,dia tidak berani menatap wajah Muso,


Kikiyo dan Yamato sangat bahagia dan senang karena kedua orang yang paling mereka percaya itu mendapatkan kebahagiaan yang sama dengan mereka berdua.


"Sayang, lihatlah kebahagiaan mereka, semoga kita tetap bisa mempertahankan semua kebahagiaan ini."ucap kikiyo


"Iya sayang ku, tentu saja.


Setelah upacara pernikahan selesai, istana kembali sibuk dengan urusannya masing-masing.


Hugo meninggalkan miciko ditempat tidur setelah pembelitan mereka telah usai.


Hugo ingin menemui kikiyo untuk memberikan beberapa informasi.


Sesampainya didepan kediaman sang permaisuri,Hugo dipersilahkan masuk kedalam ruangan.


Kebetulan kikiyo sedang menikmati secangkir teh disebuah gazebo didalam kediamannya.


"Salam hormat nyonya.",


Dengan sedikit menyesap tehnya, kikiyo tersenyum kecil.


"Katakan."


"Informasi dari jendral imamura kemarin, dia bilang kalau kaisar barat sudah ikut campur dalam pemberontakan ini,tapi dia belum memiliki motif dibalik kaisar barat membantu mereka."


___________________________________________


bersambung


(^∆^)