
Sambil berkuda Hugo memanggil burung itu untuk mendekat, lalu dia membuka isi pesan itu.
"Suami, sepertinya ada penyusup yang masuk kedalam istana kekaisaran tengah ini,tolong kembali dan informasikan kepada nyonya tentang hal ini,."
Hugo langsung meremas kertas itu hingga hancur.
"Ada apa?."
"Istana kekaisaran tengah sedang dimasuki penyusup,kita harus lebih cepat sampai."
"Ya baiklah,ayo."Muso pun juga langsung teringat dengan sang istri
Mereka pun tidak beristirahat,Hugo dan Muso sama-sama sedang memikirkan keselamatan orang yang mereka cintai.
Hugo pun merasa tidak perlu menginformasikan tentang hal ini karena kikiyo seperti sudah lebih tahu lebih dulu dari siapapun,itu sebabnya kikiyo meminta Hugo dan Muso kembali secepat mungkin.
Ditempat lain disebuah desa, kikiyo memesan kamar untuk menginap,Tora yang ditugaskan untuk menyewa kamar pun hanya mendapatkan dua kamar saja yang kosong.
"Nyonya,kita hanya dapat dua kamar, tidak masalah bukan?."
"Hah, hanya dua, nanti untuk aku mana?."ucap Hima dengan wajah murung
"Ais,aku bertanya kepada nyonya bukan sama kamu,ini kamar itu untuk kamu, aku akan berjaga didepan pintu kamar nyonya saja."ucap Tora sambil memberikan kunci kamar kepada Hima.
Hima pun langsung merasa tidak enak hati karena Tora mengalah kepadanya.
Yamato langsung mengambil kunci kamar lalu pergi berdua dengan kikiyo untuk beristirahat,Tora berjaga didepan pintu kamar kikiyo dan Yamato.
Sedangkan Hima sedang sendirian didalam kamar,dia bingung dengan hatinya kenapa dia selalu merasakan hal lain saat bersama Tora,
Tora masih setia didepan pintu,Hima membuka sedikit cela pintu kamarnya dan melihat Tora diluar.
"Kamu kenapa."ucap Tora dengan nada ketus
"Tidak ada,apa kamu akan disitu sampai besok?."
"Ini sudah tugas,kalau sedang mengawal nyonya juga,tuan Hugo akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan sekarang."
"Hem,yasudah kalau begitu aku istirahat dulu."
"Ya, tidurlah dan mimpi indah."
"Terimakasih."
Huh,Tora sangat tidak berperasaan dasar gunung es.fikir Hima
Sedangkan didalam kamar, kikiyo dan Yamato masih terjaga diatas tempat tidur,
"Suamiku."
"Iya sayang ku."
"Istana kita sedang dimasuki penyusup."
"Ya,kamu sudah mengirim Hugo dan Muso untuk kembali,dan dikediaman pribadi kamu ada dayang yang ahli beladiri, pasti mereka akan bisa menanganinya."
"Ya,aku tahu tapi,ada satu hal yang menganggu fikirkan ku sekarang, semoga saja Hugo bisa merubah nasibnya kali ini."
"Lagi pula bukankah kamu sudah mengirimkan elang pembawa pesan kepada dayang dikediaman kamu bukan, percayakan saja kepada mereka."
"Hem, baiklah."ucap kikiyo sambil merebahkan dirinya untuk tidur
Keesokan harinya kikiyo, Yamato,Tora dan Hima sedang berada disebuah rumah makan, kikiyo menatap kearah jendela.
"Ah,salju sudah mulai turun rupanya."
Yamato hanya tersenyum saat melihat kearah sang istri.
"Makanlah sayang,diluar nanti udaranya akan lebih dingin."
"Iya suamiku, terimakasih."
Sedangkan ditempat lain Hugo dan Muso sudah sampai dibelakang istana kekaisaran tengah ,mereka sengaja lewat sana karena takut membuat si penyusup itu menjadi lebih waspada.
Sesampainya Muso disana,dia langsung bertemu sang istri,emi sedang berada didalam ruangan teh milik permaisuri karena dia diminta untuk berlindung disana.
Emi langsung berlari kearah Muso dan langsung memeluknya,
"Suamiku,aku takut."
"Tenang saja sayang,sudah ada aku disini." Ucap Muso sambil memeluk dan menenangkan hati sang istri
"Pelayan lain mengatakan kalau ada penyusup dan aku diminta untuk tetap berada dikediaman permaisuri kekaisaran tengah karena ini adalah tempat teraman dan aku mengkhawatirkan keselamatan kak miciko dan bayinya,."
"Tidak perlu khawatir sayang, sekarang Hugo sudah menuju kearah kediaman pribadi miliknya untuk memastikan miciko dan kandungannya baik-baik saja."
Emi hanya menganggukkan kepalanya saja, sedangkan Hugo sudah sampai dikediaman pribadi miliknya,lalu masuk kedalam dan melihat sang istri sedang duduk sambil mengelus perutnya.
Ketika miciko melihat seorang pria masuk kedalam kamarnya,miciko langsung berteriak histeris dan Hugo langsung menghampiri miciko sambil memeluknya erat.
"Miciko, sayang,ada apa."
"Ah,suami,maaf aku kira orang lain,suami tolong Momo,dia sudah diculik oleh penyusup itu,tadinya penyusup itu mengincar aku tapi Momo menolong aku menarik tanganku dan bertukar tempat dengan aku jadi dia yang dibawa pergi oleh penyusup,suami."ucap miciko sambil menangis tersedu-sedu dengan tubuh yang menggigil menahan rasa takut.
"Kemana mereka membawa pergi Momo?.",
"Aku tidak tahu dan dia hanya bilang,kalau mereka akan menjadikan Momo bahan kesenangan untuk mereka,suami,aku takut terjadi apa-apa dengan Momo."
"Tetap disini oke,aku akan pergi mencari Momo."ucap Hugo dengan tangan yang sudah mengepal kuat.
Hugo langsung bergegas pergi keluar istana,ditengah jalan Hugo bertemu dengan muso.
"Hugo ,kamu mau kemana?."
"Aku harus pergi mencari Momo ,dia telah ditangkap oleh penyusup,kamu berjaga diistana saja,aku titip miciko dan anakku,Muso.
"Ya, baiklah."
Hugo langsung menaiki kudanya dengan cepat sambil menyalakan sinyal darurat miliknya supaya bisa dilihat oleh setiap anggota organisasi pengikut bulan.
Kali ini dimanapun anggota pengikut bulan lainnya yang melihat sinyal itu, pasti akan sangat semangat bagaimana tidak,kali ini yang memanggil mereka ada tangan kanan dari pemimpin organisasi pengikut bulan.
Ditempat lain,ucapan dari setiap orang yang ikut dalam organisasi.
"Waw,itu sinyal dari tuan besar Hugo,apa kali ini akan sangat menyenangkan."ucap pria itu sambil bergegas pergi menuju kearah sinyal
Ditempat lainnya,disebuah rumah bordil.
"Hayo cepat,tuan besar Hugo memanggil, sepertinya kita akan berpesta.ucap seorang wanita kepada beberapa rekannya.
Ditempat lainnya,disebuah ladang perkebunan.
"Tuan besar Hugo memanggil,cepat,aku sudah tidak sabar untuk membunuh seseorang."
Ditempat lainnya,dipasar yang sangat ramai.
"Sinyal tuan besar Hugo, tinggalkan pekerjaan tutup toko cepat,kita akan pergi untuk melakukan pembantaian."
Sedangkan ditempat lain,Hugo sudah memasang obor asap untuk yang lain mengikutinya,dia melihat jejak yang ditinggalkan oleh kereta kuda yang sudah membawa Momo.
Hari perlahan mulai bertambah dingin,salju turun sudah mulai menjadi lebat, sedangkan kereta kuda yang sudah membawa Momo, sudah memasuki perbatasan antara kekaisaran tengah dan utara.
Didalam kereta kuda Momo sudah berusaha memberontak dengan mulut yang disumpal kain supaya dia tidak bisa berteriak, akhirnya pria yang sedang menculiknya itu langsung menampar wajahnya sampai Momo pingsan dibuatnya.
Baru kali ini Momo merasakan tamparan keras diwajah cantiknya, orang tuanya saja tidak pernah menamparnya,dia ingin menangis tapi air matanya sudah kering.
Suami, tolong aku.fikir Momo sebelum dia akhirnya pingsan
_____________________________
bersambung
(^∆^)