
Mereka pun sekarang duduk dan didepannya ada sebuah meja berbentuk bundar.
"Silahkan dinikmati yang mulia."ucap emi sambil meletakan beberapa hidangan
"Emi, duduklah didekat Muso,ada yang ingin kami bicarakan."
Emi melirik kearah Muso yang sekarang terlihat sedang menganggukkan kepalanya, emi merasa sangat canggung lalu Muso menggenggam erat tangannya.
Kikiyo berbicara sambil meletakan teh kedalam cangkir Yamato dan menyuapi beberapa camilan untuk nya.
"Muso,benar apa yang kamu katakan tadi,."
"Benar yang mulia,aku akan bertanggung jawab untuk emi dan menikahinya."
"Emi,apa kamu mau menerima Muso menjadi suami kamu?."
"Mau yang mulia."
Kikiyo beralih menatap kearah Yamato.
"Sayang,mereka saling mencinta mungkin lebih bagus mereka menikah,kan."
"Ya terserah kamu saja sayang."ucap Yamato sambil mengunyah makanan
"Emi,kamu boleh kembali kekediaman Muso lebih dulu,karena sekarang masih ada yang harus aku bicarakan dengan muso.
"Baik yang mulia."ucap emi dengan senyuman manis
Setelah emi pergi.
"Hugo,ada apa?."
"Jendral imamura sudah tahu yang mulia permaisuri,dan dia memperediksi kalau peperangan akan diundur karena pesta pernikahan kaisar akan sangat menonjol karena melihat calon permaisuri yang sebenarnya adalah Dewi bulan yang sangat terkenal diseluruh benua ini."
Yamato sangat senang karena dapat mempersunting seorang wanita yang sangat diinginkan.
"Hanya itu?."ucap kikiyo
"Miciko mengirim pesan,dia ingin melihat yang mulia menikah."
"Acara itu sudah besok jadi tidak mungkin sempat,atau begini saja,kamu kembali kepenginapan bulan lalu membawanya kemari nanti aku bisa meminta dia untuk mengurus kediamanku bersama emi."
"Baik, yang mulia."
"Kalau tidak ada lagi yang akan kalian laporkan,cepat pergi ."
Hugo dan Muso saling pandang,apa mereka sedang diusir.
Yamato menggenggam erat tangan kikiyo dan menyeretnya kedalam kamar pembaringan.
Hugo dan Muso kembali melakukan tugasnya masing-masing
Didalam kamar Yamato tidak melepaskan pelukannya dipinggang ramping kikiyo, mencium bibirnya dengan lembut,
"Sayang."ucap kikiyo
"Iya sayang ku."
"Aku mau mandi dan ganti baju dulu."
"Iya aku akan membantumu."
Yamato menggendong tubuh kikiyo lalu membawanya kepemandian, disana mereka saling membantu satu sama lain ,bergantian menggosok punggung.
Setelah selesai dengan acara mandi bareng, Yamato kembali menggendong kikiyo untuk membawanya ke pembaringan,
Yamato dan kikiyo tidak memakai sehelai benang pun ditubuh mereka.
"Sayang,apa boleh."ucap Yamato
Kikiyo hanya menganggukan kepalanya, Yamato mulai menciumi setiap inci tubuh kikiyo, melahap tiram putih milik kikiyo dengan sangat lahap.
"Akh,"
Suara ******* lolos dari mulut kikiyo, mereka saling membelit satu sama lain, saatnya kikiyo yang memimpin,dia naik keatas Yamato yang sedang menyenderkan tubuhnya .
Buah pir kikiyo sekarang sangat pas didepan wajah Yamato,dia memainkan dengan mulutnya tanpa henti, sedangkan tangannya sibuk mencengkram bantalan empuk dibawah bagian belakang kikiyo.
Setelah bom waktu meledak, Yamato mengeluarkan semuanya didalam sana tanpa tersisa sedikitpun.
Wajah kikiyo masih diatas dada bidang Yamato.
"Sayang."ucap Yamato
"Iya, sayang."
"Besok kita akan menikah dan memulai kehidupan baru hanya berdua, aku sangat mencintaimu kikiyo, sangat."
Kikiyo mengalihkan pandangannya keatas untuk melihat wajah Yamato,saat tatapan mata mereka bertemu kikiyo langsung menarik wajah Yamato kemudian mencium bibirnya.
"Akupun begitu."ucap kikiyo yang langsung membuat Yamato menginginkannya lagi.
Sedangkan didalam ruangan lain,Muso dan emi juga tidak mau kalah dari tuannya, dia pun juga sedang membelit bersama emi.
Masih dalam penyatuan.
"Emi sayang."
"Iya tuan."emi bicara sambil merasakan nikmat yang luar biasa dari Muso
"Lalu aku harus memanggil kamu apa?."
Muso menghentikan gerakan menumbuknya.
"Sebut nama ku sayang."
"Muso,,akh,Muso,,akh,Muso,,akh setiap emi menyebutkan namanya,Muso langsung menghentakkan pinggulnya dengan sangat keras,sampai yang dibawah sana hanya menemui jalan buntu,mentok.
Sampai saatnya dia tidak berhenti menumbuk sampai tubuh emi bergetar hebat malam ini.
Sedangkan ditempat lain,Hugo dengan cepat memacu kudanya menuju penginapan bulan,
Sinar mentari pagi sudah mulai terlihat, kikiyo terlihat sedang sangat sibuk memakai pakaian pengantin dibantu emi dan dayang yang lain ,sedangkan Yamato sudah berada dikediaman naga sedang memakai baju pernikahannya juga.
Yamato dan kikiyo, mereka terlihat sangat memukau dengan pakaian pengantin yang sedang mereka kenakan itu.
Yamato yang sudah siap, langsung melangkahkan kakinya menuju kediaman milik kikiyo bersama beberapa orang Kasim dibelakangnya, disampingnya sudah ada ayahnya yang menjadi pengantar pengantin pria.
Sedangkan ditempat Kikiyo,ibunda Yamato sedang berada didalam kamar menemani sambil berdiri disamping kikiyo yang sedang duduk ditepian tempat tidurnya.
"Ibunda."
"Iya sayang,kenapa?."
"Aku sangat gugup,apa seperti ini rasanya ingin memiliki teman hidup."
"Tentu saja sayang, apalagi kalau orang itu adalah seorang yang kamu cintai, Hem apa sekarang kamu sudah mencintai kaisar?."
"Sudah ibunda,"kikiyo sangat malu saat mengakuinya.
Ibunda Yamato sangat senang karena cinta putra satu-satunya itu terbalaskan.
Tetua kuil sudah berada didepan kamar kikiyo untuk melakukan upacara pernikahan kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah.
Dari jauh tetua kuil sudah melihat rombongan kaisar dan mantan kaisar tengah,
Sesampainya rombongan didepan tetua kuil,
Yamato maju selangkah lebih dekat,lalu tetua kuil mulai membaca doa , Yamato menadahkan tangannya untuk menerima berkah dari tetua kuil, setelah prosesi didepan kediaman selesai.
Yamato dan ayahnya memasuki kamar kikiyo dengan diberikan jalan doa oleh tetua kuil, sesampainya mereka didepan pengantin wanita yang masih duduk ditepi meja.
Tetua kuil meminta Yamato untuk lebih dekat dan berdiri didepan Kikiyo,dan menyuruhnya untuk membuka penutup kepalanya.
"Benar ini wanita yang ingin kamu nikahi , yang mulia Kaisar?."ucap tetua kuil
"Iya kakek tetua."Yamato menatap kearah kikiyo dengan senyuman manis.
Setelah mendengar jawaban dari Yamato tetua kuil melanjutkan doanya ,lalu dia meminta tangan kikiyo dan tangan Yamato untuk saling berpegangan.
Kikiyo sangat bahagia dan sedikit malu saat melihat tatapan mata Yamato itu,tak lama kemudian tetua kuil mencipratkan sedikit air menggunakan daun bambu kearah Yamato dan kikiyo.
"Sebagai seorang suami dan istri kalian sudah dinyatakan sah,dan sebagai suami harus bisa memberikan contoh yang baik bagi sang istri dan tugas istri melayani suami dengan baik sebagai bentuk bakti seorang wanita yang sudah menikah."
Semua orang yang berada disana pun terlihat sangat bahagia,
Ditempat lain,Hugo yang baru sampai diperbatasan kekaisaran selatan masih melajukan kudanya,tak berapa lama dengan kekuatan berlari kuda yang dia naiki itu.
Hugo sampai disebuah kota kecil,dia beristirahat sejenak disebuah rumah makan setelah selesai dengan urusan perut, Hugo ingin kembali memacu kuda hitamnya itu.
Saat melewati sebuah toko perhiasan,Hugo mampir sebentar,melihat koleksi yang ada di toko itu,
"Silahkan tuan, pasti anda ingin memberikan sesuatu untuk seseorang yang spesial ya?."ucap pelayan toko dengan antusias
Heh, spesial.fikir Hugo
Selama ini dia tidak pernah memikirkan apapun kecuali semua tugas yang diberikan oleh kikiyo untuknya.
Lalu dia melihat sebuah kalung perak putih dengan bandul berlian yang lumayan besar.
"Berapa harganya.",ucap Hugo sambil menunjuk kearah kalung itu.
"Ah tuan itu harganya lumayan mahal karena kami memasang berlian kualitas terbaik dibandulnya itu,."
"Katakan saja berapa?."
"Tiga ratus koin emas tuan."
Hugo langsung merogoh kantung dalam bajunya,dan memberikan sekantung besar uang itu.
"Itu uangnya hitung saja dulu ."
Pelayan langsung menghitung koin emas yang berada didalam kantung.
"Tuan,uangnya sisa seratus koin emas,apa tuan tidak mau membeli pasangan kalung ini."ucap pelayan yang sambil memperlihatkan sebuah cincin berlian dengan warna yang sama.
"Baiklah aku tidak mau membuang waktu bungkus saja semua."
"Baik tuan."
Setelah Hugo menerima bungkusan dari pelayan dia mengambilnya lalu bergegas pergi kembali melanjutkan perjalanan.
___________________________________________
bersambung
(^∆^)