KIKIYO

KIKIYO
memburu pelaku utama



Setelah selesai membelit didalam kolam pemandian, kikiyo dan Yamato merapikan penampilan mereka untuk tampil didepan rakyat kekaisaran tengah nanti.


Setelah mengusir semua dayang dan Kasim, Yamato mendekati kikiyo yang masih berdiri didepan cermin.


"Sayang."ucap Yamato sambil mencium bibir kikiyo


"Ya ,apa lagi sekarang,Hem."


"Hehehe, tidak ada sayang,hayo kita keluar ada pertemuan mendadak hari ini,kamu ikut?."


"Apa aku bisa menolak?."


"Tentu saja tidak."


"Menyebalkan."


"Hahaha, sayang kamu imut sekali kalau lagi ngambek gini."


Kikiyo bergegas pergi meninggalkan Yamato yang masih mengejar dibelakangnya,tak butuh waktu lama Yamato berhasil menyambar tangan kikiyo dan mereka berjalan keaula utama pertemuan secara bersamaan.


Sesampainya didepan pintu masuk aula utama pertemuan.


"Yang mulia Kaisar tengah telah tiba."


"Yang mulia permaisuri tengah telah tiba."


Teriakan Kasim untuk menyebut kata permaisuri membuat semua orang yang berada disana menjadi sangat gaduh.


Banyak para menteri dan jenderal yang datang menjadi bertanya-tanya kapan kaisar mereka itu menikah dan siapa permaisuri itu dari keluarga mana dia berasal.


Yamato tetap memegang erat tangan kikiyo sampai mereka duduk dikursi naga ditempat paling atas, kikiyo tampak sangat serasi dengan Yamato.


Saat Yamato baru duduk dikursi kebesarannya,dia langsung mengedarkan tatapan tajam kesegala arah.


"Besok kaisar ini akan melakukan pernikahan ,buat perayaan disetiap penjuru kekaisaran tengah ini."


Salah satu Mentri langsung maju untuk sebuah penolakan.


"Hormat hamba yang mulia,asal usul calon permaisuri tidak jelas jadi kalau bisa yang mulia mempertimbangkan wanita lain untuk menjadi permaisuri dan menjadikan wanita yang sekarang berada disamping yang mulia menjadi seorang selir."


"Kami minta pertimbangkan saran itu yang mulia,."ucap semua orang yang hadir dipertemuan kali ini.


Yamato ingin marah tapi ditahan oleh kikiyo, dia pun harus menahan amarahnya, kikiyo hanya melempar senyum tipisnya kearah Yamato.


Dari luar aula pertemuan itu terdengar suara Kasim.


"Tetua kuil telah tiba."


Dari jauh kikiyo melihat pria tua,


Pria tua itu mmberjalan masuk kedalam aula pertemuan, Yamato tersenyum kearah kikiyo sambil memegang tangannya.


"Salam hormat yang mulia Kaisar dan permaisuri."


"Salam diterima,tetua kuil."ucap Yamato


"Maafkan hamba yang sudah tua ini karena terlambat untuk memenuhi undangan yang mulia Kaisar."


"Tidak masalah kakek tetua,aku ingin kamu memastikan kalau aku tidak salah memilih kikiyo sebagai seorang permaisuri kekaisaran tengah."


"Permaisuri sangat persis dengan apa yang berada dalam mimpi saya yang mulia."


Yamato langsung berdiri dari duduknya.


"Berarti besok aku umumkan akan ada pernikahan antara aku kaisar tengah dengan sang permaisuri kikiyo dan tidak ada yang bisa menggagalkan atau mengacaukan pernikahan,kalau ada yang berani,,ucapan Yamato berhenti dan mengedarkan pandangannya kesegala arah,, mereka akan dihukum mati semua keluarga dan keturunannya."


Semua orang yang ada diruangan pertemuan itu pun hanya bisa menelan ludah kasar,mereka tidak bisa membayangkan semua keluarganya mati.


Pertemuan itu pun berakhir, sekarang ibu kota kekaisaran tengah sudah didekorasi dengan cantik, banyak pernak-pernik khas pernikahan kerajaan.


Seluruh rakyat bersuka cita,tapi disuatu tempat ada seseorang yang sedang berada diujung tanduk,didalam perjalanan Muso dan Hugo memilih jalan pulang masing-masing.


Hugo berpesan untuk menyampaikan sesuatu ke junjungannya,Muso langsung mengangguk mengerti, setelah perjalanan panjang Muso sudah sampai diistana kekaisaran tengah.


Kikiyo dan Yamato sedang makan bersama,


"Tuan."ucap Muso yang sudah berada dihadapan Yamato


"Katakan."ucap Yamato


"Sayang,Muso baru sampai biarkan dia istirahat dulu sejenak,apa kamu sudah makan?Muso."ucap kikiyo


"Saya,sudah istirahat dan sudah makan yang mulia."


"Pembohong."


Saat mendengar jawaban kikiyo,Muso langsung merasa kalau dirinya ketahuan.


"Berdirilah Muso dan duduklah dikursi kosong ini masih banyak makanan yang tersaji kan disini."ucap kikiyo sambil menunjuk kursi kosong didepannya.


Muso langsung mengarahkan pandangannya kearah Yamato,


"Muso, istriku sudah berbaik hati kepada kamu,apa kamu mau melawan perintahnya dengan tidak patuh."


"Baik yang mulia, hamba akan makan."


Muso pun bergegas menuju kursi yang tersedia,dia agak canggung dengan semua ini.


"Hugo memanglah pengawal pribadi ku,tapi dia sudah aku anggap anggota keluarga juga jadi kamu jangan sungkan kalau Hugo saja tidak seperti itu."


"Iya yang mulia permaisuri terimakasih atas kebaikan anda."


Setelah selesai makan Muso kembali melanjutkan laporannya.


"Yang mulia permaisuri,Hugo berpesan kalau nanti akan ada burung elang pembawa pesan."


"Hem baiklah terimakasih."


"Tapi dia tidak bilang akan pergi kemana, hanya langsung berpisah ditengah jalan yang mulia."


"Iya, baiklah aku mengerti Muso terimakasih banyak."


"Baiklah yang mulia kalau begitu Muso pamit untuk beristirahat."


"Apa kamu butuh seorang wanita untuk menemani tidur?,aku bisa meminta seorang untuk menemani kamu istirahat."


"Hah, tidak perlu yang mulia."


"Benarkah,jangan bilang kalau kamu tidak pernah?."


(-_-) bagaimana dia tidak berfikir,tuan Yamato saja tidak pernah berurusan sama yang namanya wanita apalagi yang hanya berstatus pengawal pribadi seperti aku ini. Fikir Muso


Kikiyo yang melihat Muso tertegun menjadi tidak enak hati,apa ucapannya barusan membuat Muso menjadi malu?,lalu kikiyo buru-buru meralat ucapannya


"Hem, sudahlah mungkin kamu malu karena tidak pernah jadi lupakan,hehehe."ucap kikiyo seperti tanpa beban perasaan


Sedangkan Muso yang mendengar ucapan kikiyo langsung seperti tertimpa batu besar diatas kepalanya.


Dengan wajah murung Muso bergegas pergi menuju tempat istirahat yang tidak jauh dari kediaman naga tempat Yamato tinggal,tak lama kepergian Muso,


Kikiyo memerintahkan kepada seorang pelayan wanita untuk membawakan dupa kedalam kamar Muso dan menyalakannya.


Pelayan itu hanya bergerak patuh mengikuti instruksi kikiyo.


"Sayang,apa gunanya dupa itu."ucap Yamato


"Hanya dupa biasa yang bisa merilekskan pikiran dan tubuh Muso,jadi saat bangun nanti dia akan terlihat lebih segar."


"Kalau begitu bakar juga didalam kamar kita ya sayang."


"Tidak perlu,kamu tidur dengan sangat cukup dan baik,jadi tidak membutuhkannya."


"Iya itu berkat kamu sayang,oh iya juga seluruh rakyat sudah tahu tentang hari pernikahan kita, sayang."


"Iya."


Saat mereka masih mengobrol ada seekor elang pembawa pesan sedang berputar dilangit , kikiyo yang mengenali elang itu milik Hugo,dia langsung bersiul sambil menjulurkan tangannya.


Elang itu turun mendekati kikiyo, setelah elang itu berdiri diatas tangan kikiyo,lalu kikiyo memberikan beberapa potong daging yang ada diatas piring dimeja.


Kikiyo langsung melihat gulungan kertas pesanan dari kakinya.


Isi pesan.


"Nona, berkunjunglah ke kediaman keluarga menteri pertahanan kekaisaran tengah,aku menunggu nona disana."


______________________________________________


bersambung


(^∆^)