KIKIYO

KIKIYO
misi selesai



Ditempat lain Hugo masih menunggangi kudanya dengan sangat cepat,lalu tak lama kemudian,Hugo merasakan beberapa kedatangan dari beberapa anggota pengikut bulan.


Merekapun melajukan kudanya dengan sangat cepat sampai bisa menyamai kecepatan berkuda Hugo.


"Tuan besar Hugo,ada apa?."


"Ada penyusup masuk keistana kekaisaran tengah lalu menculik istriku."


"Brengsek,siapa yang sudah berani."ucap seseorang dari kelompok.


"Potong saja langsung setiap bagian Tubuhnya untuk makan anjing peliharaan aku."ucap salah seorang lagi.


"Ais,pengecut sekali orang yang sudah menculik istri dari tuan besar Hugo."ucap salah seorang yang lain


"Tuan hugo,aku melihat ada kereta kuda yang lewat dan ada beberapa orang yang mengawalnya."ucap salah satunya


"Pimpin jalan."ucap Hugo dengan nada suara tinggi


"Baik,tuan."


Kuda mereka masing-masing masih berlari kencang,Hugo sudah berwajah sangat gelap sekarang,dia tidak ingin terjadi sesuatu hal pada Momo,dia akan merasa sangat bersalah kepada sang istri.


Momo, tunggu sebentar lagi,.fikir Hugo


Sedangkan ditempat lain disebuah rumah didalam hutan perbatasan antara kekaisaran tengah dengan kekaisaran Utara, kereta itu masuk kedalam gerbang,


Setelah sudah berada didalam rumah itu ,Momo langsung dibawa kesebuah ruangan yang terdapat beberapa orang didalamnya.


"Tuan,kami membawa sebuah tawanan." Ucap pria itu sambil mendorong tubuh Momo kedepan .


"Siapa wanita ini?."ucap pemimpin mereka


"Dia adalah adik dari jendral imamura."


"Heh, kudengar dia sudah menikah dengan pengawal pribadi permaisuri kekaisaran tengah, Dewi bulan."


"Iya itu benar tuan,tadinya kami ingin menangkap istrinya yang sedang hamil tapi wanita ini melakukan perlawanan terhadap kami dengan menarik wanita hamil itu,jadi dia yang kami bawa kemari."


"Jadi pengawal rendahan seperti itu saja bisa memiliki dua istri,Hem hebat juga dia, baiklah hari ini aku akan bersenang-senang dengan mereka lalu akan aku serahkan untuk kalian semua."ucap pemimpin mereka dengan senyuman menyeringai


"Terimakasih tuan,kami akan menunggu dengan sabar."


Momo hanya bisa diam saat mendengarkan percakapan mereka,dia sudah tidak bisa melakukan apapun untuk membela diri luka ditubuhnya sudah sangat banyak.


Sekarang dia hanya bisa berharap suaminya datang untuk menolongnya.


Tak lama, setelah semua anak buahnya keluar, pemimpin itu mulai mendekati Momo lalu memegang kedua tangannya dengan cara mencengkram,lalu dia ingin mencoba mencium bibir Momo.


Momo hanya memalingkan wajahnya berusaha untuk menjauhi wajahnya dari wajah pria itu ,bahkan Momo bisa mencium bau sake yang sudah pria ini minum.


"Menurutlah sayang,kita akan bersenang-senang sekarang."


Mendengar ucapan dari mulut pria itu, Momo hanya bisa memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya.


Brugg,,,,,


Saat itu belum terjadi, tubuh pria itu terpental sampai menubruk tembok,saat ini Momo mencium aroma lain,aroma yang sangat familiar untuk dia,lalu mencoba membuka mata dan ternyata wangi itu berasal dari tubuh Hugo.


"Istriku sayang,apa yang sudah dia lakukan terhadap kamu?."ucap Hugo dengan nada suara yang terdengar sangat khawatir


"Hey, brengsek jangan kamu coba menganggu kesenangan kami."


Hugo yang mendengar ucapan dari mulut pria menjijikan itu langsung meminta sang istri untuk menunggu sebentar,dia ingin membunuh pria menjijikan itu dulu.


Hugo langsung bertarung diruangan itu dengan sipria pemimpin dari orang yang sudah menculik Momo, sedangkan Momo sedang dibawa oleh salah satu wanita yang masuk dalam organisasi pengikut bulan.


Datang bersama-sama dengan Hugo,


Hugo tanpa ampun melakukan serangkaian serangan kepadanya,Hugo sudah sangat marah,pria itu sudah terlihat lemah dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Sepanjang mata memandang kearah manapun, yang dia bisa lihat hanyalah mayat dari rekan-rekannya, setelah itu ada pedang menancap pas ditubuhnya dari arah belakang,Hugo sudah sangat tidak sabar ingin membunuh orang yang sudah melukai istrinya.


"Siapa kamu sebenarnya."ucap pemimpin penculik itu sambil mengarahkan pandangannya kearah belakang untuk melihat wajah Hugo.


"Mati saja."ucap hugo dengan wajah dinginnya.


Pria itu pun mati dengan wajah yang sangat terkejut,saat selesai dengan urusannya,Hugo langsung menghampiri Momo yang sedang bersama rekannya.


"Momo."ucap hugo sambil mendekat kearahnya


"Suami."ucap Momo yang langsung mendekati Hugo.


Momo memeluk Hugo sangat erat, membenamkan wajahnya ditubuh sang suami,saat memeluk tubuh Hugo lah rasa aman baru dia rasakan,lalu Hugo memerintahkan kepada para rekannya untuk membersihkan tempat ini.


"Sayang,ayo kita pulang.",Hugo langsung mencium bibir Momo lalu menaikan sang istri keatas punggung kuda,


saat mereka sudah diatas kuda masing-masing, Hugo berterimakasih sekaligus meminta mereka untuk menemukan informasi tentang kelompok penyusup itu.


Rekan-rekannya pun langsung paham dengan menganggukkan kepala mereka,Hugo pergi bersama Momo untuk kembali pulang.


Hugo mengeluarkan ramuan penyembuh dari saku bajunya untuk Momo minum, lalu Momo dengan cepat meminum ramuan itu tanpa bertanya,


"Ini adalah ramuan penyembuh,itu akan cepat bereaksi sayang."ucap Hugo dengan nada suara lembut


"Iya, terimakasih suamiku sayang,untung kamu datang tepat waktu,kalau tidak aku pasti sudah,,,."


"Jangan difikirkan dan jangan diingat lagi, aku berjanji hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi dimasa depan, sayangku."


Momo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu memeluk erat tangan kiri Hugo,


Saat menjelang malam mereka baru sampai dikediaman jendral imamura,lalu Hugo mengendong Momo untuk istirahat didalam kediamannya, jendral imamura pun berlari kecil menuju kearahnya.


"Hugo ,ada apa dengan Momo?."


"Kakak ipar tidak perlu cemas dan kita bicarakan ini besok saja,Momo sudah sangat lelah."


"Hem, baiklah."


Hugo bergegas pergi menuju kediamannya dengan Momo,


"Mandilah,aku akan menuangkan ramuan penyembuh didalam air dibak mandi kamu."


"Iya, suamiku."


Momo pun berendam didalam bak mandi dan menggosok seluruh tubuhnya dengan air rendaman, setelah selesai dia kembali dari jauh dia sudah melihat Hugo sedang membaca surat diatas tempat tidur.


"Suamiku."


"Iya sayang, kemarilah biar aku lihat luka ditubuh kamu."


"Ah, sepertinya lukanya sudah membaik dan langsung sembuh,ramuan ini sangat hebat, suami."ucap Momo dengan senyuman manisnya


"Baguslah kalau begitu, istirahat lah."


"Hem,suami akan masih disini."ucap Momo sambil menggigit bibir bawahnya


"Ya,aku akan menemani kamu ,kemarilah dan istirahat,aku mau membersihkan diri dulu."


Hugo pun langsung bergegas pergi menuju pemandian,dia sedang berendam sambil memikirkan kejadian hari ini,Hugo masih menyimpan dendam dengan orang yang berada dibalik peristiwa ini.


"Momo."ucap Hugo yang sangat terkejut melihat sang istri sudah berada didalam bak mandi


___________________________


bersambung


(^∆^)