
Kikiyo sangat tidak senang dengan jawaban Sora yang terlalu banyak drama.
"Hugo."ucap kikiyo
Hugo yang mendengar namanya disebut pun langsung mengeluarkan pedangnya lalu mengarahkan keleher Sora.
"Aku meminta mereka memasukkan racun kedalam teko yang mulia Kaisar saat dibarak tenda supaya kaisar menjadi lemah saat bertempur dengan lawan."
"Dan rencana kamu berhasil tentunya,bukan begitu putri Sora."
Sora sangat tidak berdaya dan hanya bisa menganggukan kepalanya.
Diatas atap Yamato yang melihat dan mendengar secara langsung dari mulut Sora sekarang sudah sangat ingin membunuh wanita itu.
Muso masih terus berusaha untuk membuat tuannya tenang kalau tidak mereka akan ketahuan.
"Pertanyaan terakhir,apa yang sedang ayah kamu kerjakan."
Sora terlihat sangat kaget,
Dari mana permaisuri tahu tentang ayah. Fikir Sora
"Aku tidak,,,."
Ucapan Sora langsung dibantah oleh kikiyo
"Jangan berusaha untuk berbohong, kamu dan ibunya sekarang sudah tidak punya kesempatan untuk berbohong."
"Putriku tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh ayahnya yang mulia biarkan dia bebas ku mohon."
Ibunya Sora sudah tidak sanggup lagi menahan tubuh dan kesedihannya.
"Berisik sekali."ucap kikiyo
Hugo yang mendengar keluhan dari kikiyo, dia langsung memerintahkan pamannya Sora untuk memenggal kepala dari ibunya sora.
Akh,,,
Sora langsung berteriak histeris saat melihat leher ibunya ditebas oleh pamannya sendiri,dia tidak habis fikir kalau pamannya begitu tega.
Sedangkan kikiyo masih dengan wajah datarnya.
"Kamu pembunuh,kalian pembunuh."
Sora mengucapkan itu sambil menunjuk kearah paman,Hugo dan kikiyo.
"Membunuh adalah hobiku putri Sora."
Sora hanya bisa pasrah sambil menangis, dia ingin sekali pergi dari sini.
"Nona, kaisar Yamato melihat semua ini apa tidak masalah."
"Tentu saja tidak,bersihkan mayat itu."
Kikiyo merubah pandangannya kearah atas atap dan dia melihat seseorang pria yang sudah memiliki wajah gelap.
"Sayang turunlah."
Yamato yang mendengar panggilan dari kikiyo pun langsung terjun kebawah tepat disamping kikiyo.
"Iya istriku sayang ada apa kamu mencari suamimu ini."
Kikiyo yang melihat wajah manja dari Yamato hanya bisa tersenyum, bagaimana bisa pria ini merubah ekspresi wajahnya dalam waktu singkat.
"Sayang,apa kamu dari tadi sudah mendengar semuanya?."
"Iya sayang,tentu saja."
"Jadi kamu juga sudah dengar bukan apa yang sudah dia lakukan terhadap kamu ditenda barak."
"Ya,jadi?."
"Jadi aku serahkan dia kepadamu saja karena kamu yang berhak menghukumnya bukan."
"Tentu saja sayang,kamu wanita yang sangat pengertian,aku memang tidak salah dalam memilih permaisuri."
Yamato berucap sambil mencium punggung tangan kikiyo.
"Kalau begitu aku akan pergi untuk melanjutkan kunjungan ku hari ini,ya."
"Baiklah nanti aku akan menyusul kamu sayang."
Kikiyo bergegas pergi dari kediaman menteri pertahanan kekaisaran tengah, sedangkan Yamato melihat Hugo meneteskan sesuatu ketubuh mayat ibunya Sora yang membuat tubuh itu langsung habis tak tersisa.
"Hugo, cairan apa itu?."
"Ini racun penghancur raga yang mulia."
"Ah,menarik aku mau ,berikan kepadaku."
"Ini milik pribadi saya tuan dan nona kikiyo tidak memperbolehkan saya membaginya kepada siapapun jadi kalau tuan mau ya minta langsung saja."
"Hem, baiklah sana pergi,jangan sampai istriku menunggu lama."
"Baik yang mulia."
Yamato mengarahkan pandangannya kearah Muso sekarang.
"Baik yang mulia."
Muso langsung menyeret Sora secara paksa , mulutnya langsung diikat dengan kain agar tidak berteriak.
Kikiyo keluar kediaman menteri seakan tidak terjadi apapun.
Saat sudah sampai dikereta kudanya.
"Aku memberikan kamu kesempatan kedua dan jangan sampai terulang lagi."
Kikiyo menatap kearah pria yang menjadi paman dari Sora.
"Terimakasih yang mulia permaisuri."
"Hanya itu?."
Pria itu menatap Hugo seperti sedang meminta pencerahan dari ucapan kikiyo tadi,lalu Hugo menjelaskan kalau yang selama ini menjadi rahasia harus tetap menjadi sebuah rahasia.
Pria itu baru sadar dan langsung menganggukan kepalanya tanda mengetahui, kikiyo memasuki kereta kuda dengan Hugo juga ingin ikut masuk kedalamnya,karena kereta kuda sudah memiliki kusir.
Tapi sebelum Hugo masuk, Yamato sudah memblokir jalannya untuk naik ke kereta kuda itu.
"Kamu ingin mendahului kaisar ini,Hugo."
Hugo yang mencium aroma kecemburuan langsung bergegas untuk menjauh dari pintu kereta kuda.
"Hamba tidak bermaksud untuk mendahului siapapun yang mulia."
"Hugo , sekarang aku sedang menyamar dan kita sekarang berada ditempat umum apa kamu sadar."
"Maaf tuan , silahkan naik tuan."
Yamato langsung berpaling dan naik ke kereta kuda.
Hah,repot juga kalau begini.fikir Hugo
Kikiyo yang sudah berada didalam pun hanya menghela nafas panjang.
"Sayang,perlukah kamu bersikap seperti itu kepada Hugo."
"Baiklah,kaisar ini salah sayang jadi jangan marah oke."
Yamato langsung mencium bibir kikiyo dengan lembut,
"Sekarang kamu mau melakukan kunjungan kemana sayangku."
"Aku akan menuju kediaman seorang jendral namanya imamura."
"Untuk apa kamu kesana?."
Yamato menjadi gelisah, bagaimana tidak jendral muda yang satu ini sangat disenangi oleh setiap wanita yang tinggal dikekaisaran tengah.
"Ada yang ingin aku tanyakan."
"Hem,aku boleh ikut kan, sayangku."
"Tentu saja bukankah kamu sekarang sedang menyamar menjadi pengawal permaisuri."
Kikiyo ingin menggoda Yamato yang sekarang sedang menyamar sebagai seorang pengawal.
"Ah,sial kenapa aku harus menyamar sebagai pengawal sih,apa aku salah ambil baju ,ais."
Yamato merasa kesal sendiri dengan dirinya yang ternyata penyamarannya kali ini sangat buruk,dengan memakai baju pengawal bagaimana dia untuk mengangkat wibawa seorang kaisar.
Sedangkan kikiyo tidak terlalu meladeninya, dia hanya tertawa kecil melihat Yamato yang sedang sibuk sendiri dengan dirinya, menurut kikiyo, kalau Yamato memakai baju model apapun,dia tetap pria tampan dan gagah,bahkan dia sudah merasakan sendiri betapa gagahnya seorang kaisar Yamato.
Saat hubungan intim mereka melintas didalam fikirannya,wajah kikiyo langsung berubah merah dan itu tidak luput dari tatapan mata Yamato.
"Sayang,kamu fikirkan apa sampai membuat wajah kamu merah?."
"Tidak ada."ucapnya sambil membuang muka menatap kearah jendela
Yamato mendekati kikiyo perlahan membuat mereka duduk sangat dekat.
"Nanti setelah urusan kita ini selesai, bagaimana kalau kita melakukan yang semalam ya sayangku."
Yamato berbicara sangat dekat dengan telinga dan leher jenjang kikiyo,membuat bulu kuduknya meremang dan menjadi geli.
"Sayang,jangan bercanda terus,fokus dong ini semua aku lakukan untuk membantu kamu menjaga kesejahteraan rakyat kekaisaran tengah ."
"Iya sayangku,"
Mereka pun berciuman kembali,didalam kereta kuda.
Tak butuh waktu lama mereka sampai dikediaman Jendral imamura.
Yamato bergegas untuk turun untuk bisa membantu kikiyo turun dari kereta tapi tangan yang dia ulurkan tidak disambut oleh kikiyo.
______________________________________________
bersambung
(^∆^)