KIKIYO

KIKIYO
ranjang runtuh



Kikiyo sudah membuka baju bagian luarnya, Yamato tak kuasa melihat keindahan istrinya itu,dengan susah payah Yamato menelan ludahnya kasar.


Kikiyo menaiki ranjang kayu itu lalu disusul oleh Yamato, mereka tidur sambil berpelukan,


"Sayang,dekatkan lagi tubuhnya,supaya hangat."ucap Yamato sambil mencium bibir kikiyo


"Sayang, jangan banyak bergerak, nanti ranjang kayu ini tidak akan sanggup lagi menahan tubuh kita berdua,lagi pula ini kurang dekat bagaimana lagi coba,dada kita saja sudah menempel seperti ini."


Yamato sudah tidak bisa menahan hasratnya untuk memakan kikiyo,hanya bersatu dengan istrinya malam inilah cara untuk menenangkan yang sudah berdiri tegak dibawah sana.


Kikiyo yang mendapat serangan dadakan itu hanya diam menikmati semua sentuhan keras dari Yamato.


Saat sedang bergairah dan menambah ritme permainan, kikiyo seperti mendengar sesuatu,


Krit,,krit,,krit


"Astaga,bunyi apa itu sayang."


"Hem,aku tidak perduli."Yamato langsung mencium habis bibir kikiyo


Tak lama


Brakk,, terdengar suara yang lumayan kencang, kikiyo dan Yamato terjatuh karena ranjang yang mereka naiki itu rubuh.


"Akh,,"ucap kikiyo dan Yamato berbarengan


Seperti orang yang baru sadar dari semua yang sedang dia lakukan Yamato langsung memeluk kikiyo,


"Sayang, kamu tak apa?,mana yang sakit?."


"Hem, tidak ada aku hanya terkejut."


Yamato bernafas lega,lalu meneruskan pekerjaan yang tadi terjeda.


"Sayang bisakah kamu berhenti,kita baru terjatuh dari ranjang ini."


"Sedikit lagi sayang,kita kan sekarang sudah berganti posisi,jadi kamu nikmati saja."


Kikiyo sekarang sudah berwajah merah karena suaminya ini sangat tidak tahu tempat,ranjang yang sudah tidak berbentuk dan rubuh seperti ini pun dia masih sangat bersemangat.


Bagaimana tidak bersemangat wanita yang sedang dia cumbu ini adalah kikiyo, wanita pertama yang menyentuh hatinya, wanita cantik yang sangat diidamkan oleh seluruh pria dibenua ini,kini sudah menjadi miliknya seutuhnya, kikiyo bagai candu untuk Yamato .


Setelah selesai dengan kesibukan mereka yang sangat panas dan saling membelit satu sama lain, Yamato membantu merapikan pakaian kikiyo.


Masih diposisi yang sama.


"Suamiku."


"Iya, sayang ada apa ."


"Kirim pesan kemuso untuk membantu desa ini,bawakan mereka beberapa pakaian dan makanan yang layak,dan bantu desa ini supaya bisa stabil seperti dulu lagi."


"Baiklah istriku sayang,besok pagi aku akan mengirim pesan kepada Muso."


"Itu baru kaisar ku."


Yamato membaringkan tubuh kikiyo didalam pelukannya supaya istri cantiknya itu beristirahat dengan cukup.


Ditempat lain ada Hugo dan miciko yang sedang menikmati malam disebuah kota kecil dekat dengan perbatasan.


Hugo memberhentikan kereta kudanya didepan sebuah penginapan,disana mereka memesan sebuah kamar,


Miciko mendatangi Hugo yang sedang berdiri didepan jendela,


"Suamiku,apa itu elang pembawa pesan?." Ucap miciko sambil memeluk Hugo dari belakang.


"Hugo menolehkan wajahnya sedikit kearah belakang untuk melihat orang yang sedang memeluknya itu,iya istriku,apa kamu lapar?."ucap Hugo lembut


Miciko hanya membenamkan wajahnya kepunggung Hugo sambil menganggukkan kepalanya,Hugo langsung berbalik dan meraih wajahnya lalu menciumnya.


"Kenapa tidak bilang kalau sudah lapar,Hem."


"Aku tidak ingin menganggu suami."


"Mulai sekarang dan seterusnya kamu adalah orang yang akan aku dahulukan, jadi jangan takut untuk mengingatkan suamimu ini,Hem."


"Iya, sayang."


Miciko langsung menganggukkan kepalanya dengan senyuman manis.


Saat sudah diluar penginapan ,Miciko jalan-jalan berkeliling melihat keindahan kota,dengan tangannya digenggam erat oleh Hugo, sedari tadi wajahnya sangat merah karena malu,baru kali ini dia merasakan berjalan berdua dengan Hugo, seperti sedang berkencan saja.


Mereka masuk kesebuah rumah makan, Hugo mempersilahkan miciko duduk terlebih dahulu baru dirinya sendiri,Hugo menyerahkan kepada miciko tentang apa yang akan mereka pesan, Miciko tengah asik membaca buku menu.


Terdengar suara seorang wanita mendekati Hugo.


"Tuan,apa boleh saya bergabung dengan anda disini?."


Tanpa Hugo menolehkan wajahnya kearah siwanita.


"Tidak,anda bisa mencari kursi lain,disini aku dan istriku sudah menempatinya lebih dulu."


Wajah wanita itu langsung kesal,lalu pergi meninggalkan Hugo dan miciko,


Miciko melirik kearah Hugo,


"Ada apa?,apa kamu belum siap memesan makanan?."ucap Hugo memandang miciko yang ketahuan mencuri pandang kearahnya.


"Sudah sayang,."


Hugo langsung memanggil seorang pelayan untuk menyiapkan makanan yang mereka pesan.


Tak berapa lama, datang seorang pria menghampiri Hugo,


"Tuan Hugo."ucap pria itu yang ternyata adalah Tora, pemimpin organisasi pengikut bulan dikekaisaran tengah.


"Duduklah,Kamu punya informasi apa sampai memberikan aku pesan tadi pagi?."


"Terimakasih tuan,aku melihat seseorang yang mirip dengan kaisar tengah, yang mulia Yamato sedang berkuda kearah desa bersama dengan seorang wanita muda cantik,tuan bilang kalau kami harus menjaga kaisar dan seluruh orang istana,jadi aku menempatkan beberapa pengawal bayangan untuk menjaga mereka, begitu tuan."


Hugo hanya diam.


"Mungkin itu nona kikiyo,tapi untuk apa dia kedesa itu?,apa mungkin ada hubungannya dengan kudeta menteri pertahanan kekaisaran tengah.fikir Hugo


Hugo kembali sadar dan menimpali ucapan anak buahnya.


"Baiklah,bawa kami kesana setelah makan, kamu kalau mau makan pesan saja,oh dan wanita yang ada disampingku ini adalah istriku,."


Tora melihat kearah miciko yang tersenyum kecil kearahnya.


"Baik tuan dan terimakasih,saya sudah makan jadi saya tunggu tuan diluar saja, permisi tuan dan nyonya."


Miciko yang dipanggil dengan sebutan nyonya pun agak terkejut.


Setelah kepergian Tora,pelayan mulai mengantarkan makanan yang baru saja matang dan siap untuk disantap.


Miciko melayani Hugo sangat baik dari menyiapkan nasi dan lauk pauk untuk Hugo makan.


"Sayang, bolehkah aku bertanya."


"Sambil mulut mengunyah makanan,tadi itu Tora anggota pengikut bulan yang memimpin seluruh anggota dari kekaisaran tengah ini sayang."


Miciko tertegun sejenak,Hugo sudah tahu apa yang mau dia tanyakan, setelah mendengar jawaban dari Hugo,dia tidak bertanya apapun lagi.


Hugo melanjutkan ucapannya.


"Dia melihat orang yang mirip dengan nona kikiyo dan kaisar Yamato pergi berkuda kearah desa yang dekat dengan gunung,jadi kita akan kesana untuk menemui nona."


Miciko tersenyum sambil mengangguk.


Setelah selesai makan, Mereka kembali keluar dan bertemu dengan Tora lalu mengajaknya kearah penginapan untuk berkemas.


Walaupun malam sudah semakin larut,Hugo ,miciko dan Tora yang menunggangi kudanya sendiri pun melanjutkan perjalanan menuju kedesa yang dikunjungi oleh kikiyo dan Yamato.


Sedangkan didesa disebuah gubuk,dua sejoli itu masih terlelap tidur walaupun udara malam ini terasa dingin,tapi tidak dengan kedua orang yang sedang berpelukan erat itu.


Karena keberadaan Hugo dan desa itu berlawanan arah dari arah kikiyo dan Yamato, tidak begitu jauh dari tempat awal mereka berada, dengan lari kuda yang cukup cepat.


_____________________________


bersambung


(^∆^)