KIKIYO

KIKIYO
dua Minggu



Sedangkan ditempat lain,Didalam kereta kuda, kikiyo sedang melihat barang sitaan dari Fuji.


"Nama wanita itu Fuji,semua ini adalah surat balasan dari kaisar barat,Hem."


Yamato pun sebenarnya ingin berkomentar tapi saat ini dia sangat takut salah mengucap,karena wanita ini bagaimana pun mereka sudah pernah bercinta,Ais.


Seandainya saja Yamato bisa kembali ke masa lalu ,dia akan langsung membunuh Fuji.


Sedangkan kikiyo menyadari kalau suaminya kali ini lebih banyak diam.


"Suamiku,apa kamu sakit?."ucap kikiyo sambil tersenyum menatap kearah Yamato


"Tidak, istriku,aku baik-baik saja."


"Kamu hanya diam saja sedari tadi,apa yang sedang kamu pikirkan?."


"Tidak ada sayang,karena yang ada di kepala ini hanya ada kamu."


"Hem,didepan ada sebuah desa nanti kita beristirahat sejenak disana."


"Iya sayang ku."


Sedangkan ditempat lain, diistana kekaisaran barat, permaisuri kekaisaran barat menerima surat dari kikiyo,isi surat itu mengatakan bahwa kikiyo akan mengantarkan seorang wanita yang sudah membunuh kaisar barat.


Hati permaisuri kekaisaran barat pun langsung bersedih,dia tidak kuasa menerima berita seperti ini,dan didalam surat itu, kikiyo meminta untuk sang permaisuri kekaisaran barat untuk mengangkat kaisar baru.


Permaisuri kekaisaran barat pun melakukan pertemuan dengan para menterinya,lalu mengumumkan bahwa kaisar barat sudah tiada dan permaisuri kekaisaran tengah sedang menuju kesini untuk membawa sipembunuh.


Para menteri pun meminta waktu untuk berdiskusi karena mengingat anak sah dari kaisar barat ini masih sangat kecil,bisa saja akan terjadi perang saudara antara pamannya.


Ditempat lain, kikiyo dan rombongan sudah sampai disebuah desa kecil, mereka berencana akan beristirahat sejenak disana.


"Nyonya,kita sudah sampai."ucap Tora sambil membukakan pintu kereta kuda


Yamato turun lebih dulu lalu disusul oleh kikiyo.


Sedangkan Hima turun tanpa Fuji karena kikiyo meminta supaya Fuji tetap dikereta kuda dan hanya diberikan air putih dan juga sebuah ramuan penunda lapar,supaya Fuji tidak perlu repot-repot untuk pergi buang air besar.


Mungkin menurut mereka yang tidak tahu apa-apa, perlakuan ini sangat kejam,tapi bagi yang tahu,ini sangat tidak sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Fuji.


Kikiyo sudah ingin sekali berbaring diatas tempat tidur,tapi dia segera mengingatkan kepada Tora, yuzuru dan Hima untuk beristirahat juga,lalu yuzuru mengeluarkan sinyal untuk memanggil rekannya,mereka akan ditugaskan untuk menjaga Fuji agar tidak kabur.


Tak terasa waktu sudah berlalu selama satu Minggu kikiyo dan rombongannya melakukan perjalanan dari kekaisaran Utara ke kekaisaran barat.


Hugo hari ini menerima surat yang sangat mengejutkan, kikiyo meminta Hugo untuk memindahkan semua warga ibukota kesebuah desa yang tidak jauh dari sana, dan kikiyo juga memerintahkan untuk mengungsikan seisi istana,lalu mengamankan stempel kekaisaran.


Sekarang stempel kekaisaran tengah itu sudah bersama orang tua Yamato disebuah desa diatas bukit,mereka sudah pensiun dari dunia kekaisaran,dan orang tua Yamato pun tidak banyak bertanya,kenapa stempel kekaisaran tengah harus disembunyikan.


Setelah selesai Hugo dan Muso juga mengungsikan seisi istana, termasuk istri mereka berdua,Hugo membawa Momo dan miciko disebuah desa dirumah sederhana, sedangkan emi dibawa Muso kerumah yang berbeda tapi tetap didesa yang sama.


"Suami, apakah keadaan ini akan sangat genting?."ucap miciko


"Aku tidak tahu,tapi kita harus tetap waspada,dan aku akan kembali keistana bersama Muso untuk mengulur waktu sampai yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah kembali pulang."


Miciko masih sangat sedih tapi Momo cepat-cepat menenangkan hati sang kakak, dan miciko pun mengerti, bagaimana pun ini adalah tanggung jawab sang suami.


Rumah miciko dan Momo pun sangat dijaga ketat, begitu pula dengan emi yang sedang hamil muda.


Sedangkan ditempat lain,diatas kereta kuda yang masih berjalan, kikiyo sedang memejamkan matanya.


"Istriku."


"Ah,iya suamiku?."ucap kikiyo sambil menatap kearah Yamato


"Kenapa gelisah sayangku?."


"Aku hanya merasa khawatir,apa Hugo ,Muso dan jenderal imamura bisa menahan dari serangan kudeta nanti,."


Saat sedang beristirahat disebuah desa, kikiyo pingsan dan saat bangun kikiyo seperti sedang berdiri di ibukota kekaisaran tengah.


Mayat berserakan dimana-mana,banyak sekali korban berjatuhan, kikiyo berjalan santai kearah kuil,disana dia bertemu dengan tetua kuil.


"Kamu sudah datang cucuku,apa kamu lihat kekacauan yang terjadi sekarang?."


"Ini kenapa bisa terjadi kakek?."


"Dua Minggu kedepan hal ini akan menjadi kenyataan dikekaisaran tengah, kikiyo hanya kamu dan kaisar Yamato yang bisa merubah semua ini menjadi lebih baik."


"Apa yang harus aku lakukan?."


"Tanyakan itu pada hatimu, kikiyo cucuku yang cantik, hiduplah didunia yang sekarang kamu tempati dan berbahagialah, jangan pernah kembali mengenang masa lalu kamu yang kejam,boleh kejam tapi lebih berperasaan,kakek sudah tua dan hidup kakek sudah tidak akan lama lagi, kamulah yang akan menjadi penerus kakek dimasa depan, kembalilah sekarang ketubuh kamu atau kamu tidak akan pernah bisa kembali lagi."ucap kakek tetua kuil


Kikiyo tertegun dan matanya mulai basah, lalu airmata itu mengalir kian deras,saat itu dia baru mengingat sang suami.


Kikiyo langsung meneriaki nama Yamato, setelah itu,dia baru bisa bangun dan melihat sang suami sedang berwajah bingung didepan kikiyo yang sedang berkeringat dingin.


Kikiyo Langsung memeluk tubuh Yamato sambil menangis tersedu-sedu, Yamato hanya bisa membalas pelukan sang istri, nanti saat perasaan sang istri sudah pulih, Yamato akan mulai menanyakannya.


Setelah menangis selama satu jam, kikiyo mulai merenggangkan pelukannya,lalu Yamato menuntun wajah kikiyo untuk menatap kearahnya dan mengusap air mata dipipi kikiyo.


"Ada apa sayangku?."ucap Yamato dengan perasaan cemas


"Suami,aku mendapatkan penglihatan mata batin,dua Minggu kedepan , istana


kekaisaran tengah akan diserang oleh pasukan kudeta militer yang ingin meminta kamu untuk lengser dari kursi kaisar."


"Lalu, apakah kamu sedih kalau aku disana tidak menjadi kaisar lagi?."


"Bukan itu yang membuat aku sedih,hanya saja banyak anak kecil yang menjadi korban."ucap kikiyo sambil memeluk kembali tubuh Yamato


"Tenanglah sayang,kita akan cepat melakukan perjalanan,semoga bisa tepat waktu."


"Iya,semoga saja."ucap kikiyo.


sekarang kembali dimana kikiyo beserta rombongannya sudah memasuki perbatasan antara kekaisaran Utara dengan kekaisaran barat, kikiyo meminta ke Tora dan yuzuru untuk lebih cepat lagi,supaya sampai tepat waktu.


__________________________


bersambung, maaf update terbaru agak lama karena novel baru


(^∆^)