
Sesampainya mereka diistana kekaisaran tengah,kaisar Yamato turun sekaligus memberikan perintah kepada Muso untuk mengurus wanita itu,Muso hanya terlihat pasrah saat mendapatkan perintah tersebut.
Sedangkan dari jauh,emi melihat kejadian dimana Muso sedang membopong tubuh seorang wanita muda cantik untuk dia bawa kedalam sebuah ruangan.
Emi terlihat sedih dengan mata yang sudah berair,dia juga menggigit bibir bawahnya supaya untuk membantunya menahan suara tangisannya,kemudian dia kembali kedalam kediamannya lalu menangis tersedu-sedu diatas tempat tidurnya.
Muso tidak tahu kalau emi sedang salah faham dengannya kali ini,
Disebuah ruangan didalam istana.
"Ini kamar sementara untuk kamu dan jangan berbuat ulah,ini adalah istana kekaisaran tengah,kalau kamu berbuat ulah, hukumannya hanya satu, mati."ucap Muso dengan nada mendominasi
Fuji hanya memandangi Muso dengan acuh.
Sesaat setelah kepergian Muso,Fuji langsung menyusun rencananya,
Sedangkan dikediaman permaisuri kekaisaran tengah,Hugo datang untuk bertemu dengan kikiyo.
Didalam kediaman permaisuri.
"Salam, nyonya, sekarang sudah tersebar rumor kalau yang mulia Kaisar tengah membawa seorang wanita muda cantik untuk dijadikan selir diistana ini."
"Hem,hanya itu?."ucap kikiyo sambil tersenyum kecil lalu melirik kearah Hugo
Saat Hugo mendengar jawaban dari kikiyo, dia menjadi bingung.
"Nyonya,apa ini tidak masalah."
"Tidak masalah,oh ya Hugo, setelah pernikahan kamu nanti, pergilah dan cari wanita tua yang dulu kita pernah bertemu dengannya saat didesa."
"Maksud nyonya, wanita tua yang dulu nyonya menginap dirumahnya itu?."
"Iya Hugo,bila perlu minta bantuan kepada Tora dan Hima untuk mempermudah tugas kali ini karena,,, sepertinya dia bukan wanita biasa, berhati-hati lah."ucap kikiyo sambil memperingatkan
Hugo pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti,lalu kikiyo juga memberikan beberapa kantung obat untuk keadaan darurat kepada Hugo,
"Hugo,kalau kalian masih tidak bisa ,panggil aku ,jangan sampai kalian kehabisan tenaga, jadi kalau merasa tidak sanggup, kalian langsung kirim tanda kepadaku,aku akan datang secepatnya."
"Baik, nyonya,."
Hugo pun langsung pamit, meninggalkan kikiyo didalam kediamannya sendirian.
Hem,permainan dimulai,fikir kikiyo sambil tersenyum kecil
"Sudah lama sekali sejak aku membantai keluargaku sendiri,kali ini aku memiliki mainan yang sangat tidak membuatku mudah bosan."ucap kikiyo sambil tersenyum dan menatap kearah langit
Sedangkan ditempat lain Tora dan Hima sedang berada didalam gubuk milik Tora.
"Tuan,apa yang dibawa burung elang itu?." Ucap Hima sangat antusias
"Kamu,mau tahu saja."
Hima hanya bisa mengerucutkan bibirnya saja,Tora telah menerima pesan dari Hugo untuk melakukan perjalanan besok dan juga tempat mereka akan bertemu.
Tora pun langsung membakar kertas pesan itu,Hima sambil cemberut dan ingin protes kenapa Tora masih bersikap seperti ini kepadanya itu sangat menjengkelkan, sekarang bukanlah kita melayani tuan yang sama.
Saat sedang protes tiba-tiba Tora langsung memeluk tubuh Hima dan membekap mulutnya,Hima langsung ingin memberontak dan ingin melepaskan tangan Tora dari mulutnya.
"Diam,ada yang datang."
Hima pun langsung diam dan sebagai seorang pembunuh,Hima juga bisa merasakannya,dia langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Dengan cepat Tora membawa Hima keluar dari dalam gubuk,saat sudah diluar, mereka melihat sekumpulan orang dengan pakaian serba hitam dengan wajah tertutup hanya terlihat mata mereka saja.
"Hai,kamu salah satu wanita pembunuh itu bukan?."ucap salah satu dari mereka yang ternyata dia adalah seorang jendral yang menjadi bawahan Menteri pertahanan kekaisaran tengah.
Tora maju didepan Hima.
"Itu tidak penting wanita ini siapa,tapi kalian semua sudah berani menyerang gubuk milikku,kalian semua harus mati.
"Brengsek,semua,hajar pria dan wanita pengkhianat itu."ucap sang jendral kepada semua orang yang dia bawa.
Tora pun langsung mencabut pedangnya lalu mulai bertarung,dibantu dengan Hima mereka berdua melawan lebih dari dua puluh orang,gerakan bertarung Hima pun tak kalah dari Tora.
Tora merasa lega saat melihat Hima bertarung,setidaknya wanita ini tidak begitu menyusahkan,di sela pertarungannya Tora mengirimkan sinyal kepada semua rekan anggota pengikut bulan.
Setiap anggota yang melihat tanda seperti kembang api yang terbang ke langit itu bisa dibedakan dengan warna yang keluar dari kembang api tersebut,milik Tora berwarna hijau,hijau berarti melambangkan pemimpin tingkat satu disebuah wilayah kekuasaan.
Seperti Tora yang berkuasa untuk memimpin seluruh anggota pengikut bulan yang berada dikekaisaran tengah ini.
Sinyal itu memiliki radius yang lumayan luas jangkauannya tapi Tora sudah memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk tidak datang semua,hanya beberapa orang saja.
Sinyal itu langsung dilihat oleh beberapa orang,ada yang sedang menanam padi, ada yang sedang memberi makan ternak, ada juga yang sedang berdagang dipasar dan juga beberapa orang ditempat lain yang tidak jauh dari tempat Tora berada sekarang walaupun itu didalam hutan sekalipun.
Mereka yang melihat panggilan sinyal itu pun langsung bergegas pergi dengan kuda mereka masing-masing, dari dalam istana Hugo juga melihatnya tapi dia tidak pergi karena pasti yang lain akan membantu Tora.
Sedangkan kikiyo, dari dalam kediamannya pun juga melihatnya.
"Yang mulia permaisuri,sinyal itu."ucap salah satu dayang.
"Iya,aku tahu,Tora sedang membutuhkan pertolongan."
"Jadi apa yang harus kami lakukan?."
"Biarkan saja, pasti sekarang sudah banyak yang membantunya."ucap kikiyo sambil tersenyum kecil
Sedangkan ditempat Tora kini sudah ada beberapa orang dari pihak lawan yang mati, Tora melihat kearah Hima yang masih bertarung,dia ingin sekali membantunya tapi dia sendiri sedang melawan beberapa orang lagi.
Akh,,,
Terdengar suara teriakan Hima ,Tora langsung melihat kearah Hima yang sedang dipegangi tangannya oleh beberapa orang, Tora langsung berlari kearah Hima dan menghajar orang yang sedang memegang tangan wanita itu.
Saat itu terjadi,sang jendral yang menjadi bawahan Menteri pertahanan kekaisaran tengah pun, langsung ingin ikut menyerang kearah Tora dan Hima.
Tapi, dari jauh ada beberapa suara langkah kaki kuda mendekat,ada dua orang yang langsung turun dari kuda dan menyerang sang jendral dengan tendangan keperut secara bersamaan.
Serangan itu langsung membuat sang jendral mundur beberapa langkah kebelakang sambil memuntahkan darah segar mengalir dari mulutnya.
Tora pun tersenyum senang saat melihat lima orang berjubah hitam dengan lambang anggota pengikut bulan datang tepat waktu.
"Tuan Tora,anda tidak apa-apa?."ucap salah satu dari mereka
"Aku baik, terimakasih,kalian datang tepat waktu."
_____________________________
bersambung ya terimakasih
(^∆^)