KIKIYO

KIKIYO
cemburu lagi



Ternyata isi surat yang dibawa oleh burung elang pembawa pesan itu dari Muso yang bertanya kemana mereka pergi ,saat Hugo mengirimkan pesan balasan dia menuliskan kalau mereka sedang berada dikediaman keluarga jendral imamura.


Ya tentunya saat mendapatkan balasan dari Hugo,kertas itu langsung diremas oleh Yamato dan bergegas menuju kediaman keluarga jendral imamura.


Masih diliputi oleh rasa cemburunya, Yamato berusaha untuk setenang mungkin.


"Apa kedatangan saya kesini membuat kalian semua merasa tidak nyaman?."ucap Yamato dengan suara mendominasi


Kikiyo masih hanya diam, tidak mau menghiraukan Yamato walaupun sang suami sudah sangat cemburu buta.


Yamato yang tidak melihat respon dari kikiyo pun langsung menghampiri sang istri untuk meminta penjelasan tentang kunjungannya kali ini, Yamato duduk tepat disamping kikiyo, tangannya langsung mengenggam tangan kikiyo.


"Sayang,apa yang kamu lakukan disini?."ucap Yamato dengan suara berbisik


Kikiyo melirik kearah Yamato sekarang,


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepada kamu yang mulia Kaisar."ucap kikiyo yang sedikit menekan kata"kaisar" kepada Yamato.


Yamato langsung tertegun sejenak lalu mulai menatap kearah pakaian yang sedang dia kenakan.


Astaga,fikir Yamato.


Dia baru sadar kalau sekarang dia masih memakai baju kebesarannya, datang kerumah orang lain dengan pakaian seperti ini, lalu menatap kearah kikiyo dengan wajah bingungnya.


"Ah, istri ku , sayang , maafkan aku, hehehe."ucap Yamato sambil berbisik kearah kikiyo.


"Aku akan menghukum suami malam ini, tidak boleh tidur dikediaman permaisuri, kamu hanya boleh tidur dikediaman naga." Ucap kikiyo dengan berbisik ke Yamato.


Mendengar bisikan dari kikiyo, Yamato bagaikan tersambar petir, tidak boleh tidur dikediaman permaisuri adalah mimpi buruk baginya.


"Sayang,aku sudah meminta maaf jadi, apa kamu tidak bisa untuk memaafkan aku malam ini saja, sayang."ucap Yamato dengan suara memohon


"Tidak."


"Hem, baiklah sayangku,kita pulang sekarang oke."


Lihat saja,aku tidak akan menyerah begitu saja sayang


Kikiyo hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, kikiyo dan Yamato pergi tapi tidak dengan Hugo,


Kikiyo menunggangi kudanya sendiri dengan sangat cepat begitu pula dengan Yamato,


Setibanya mereka diistana kekaisaran tengah, kikiyo sedang dibantu turun oleh sang suami,lalu dia bergegas pergi menuju kediamannya,tetapi dari belakang, Yamato sudah menyambar tubuhnya untuk digendong dengan kedua tangan Yamato,


Kikiyo digendong dan langsung dibawa kedalam kediaman naga,


"Suami,turunkan aku."


"Tidak mau,kamu akan aku bawa kekediaman naga."


"Ais,kamu curang."


"Biarkan,lebih baik dianggap curang dari pada tidur tidak memeluk kamu sayangku."


Yamato langsung mencium bibir kikiyo yang sudah sangat bawel.


Sedangkan ditempat lain,masih dikediaman jendral imamura,mereka melakukan apa yang sudah direncanakan,Hugo masuk kedalam kamar tidur Momo untuk bersembunyi dan menunggu dengan sabar.


Sedangkan Momo diminta untuk melakukan aktivitas normalnya tapi kali ini dia merasa sedikit canggung karena keberadaan Hugo di ruangan itu .


"Tidurlah seperti biasa,jangan perdulikan keberadaan saya disini."ucap Hugo.


Momo yang mendengar ucapan dari mulut Hugo pun langsung bergegas untuk tidur .


Setelah malam semakin larut Hugo sudah bisa merasakan kedatangan para pembunuh itu,saat salah seorang dari mereka ingin mendekati Momo yang sedang tertidur,Hugo langsung menepis serangan dari pria itu.


Pertarungan pun tidak dapat dihindarkan Hugo sendirian melawan lebih dari sepuluh orang pembunuh yang datang,Hugo juga tidak sedang ingin bermain dengan para pembunuh itu sekarang, oleh karena itu Hugo langsung membunuh dengan sadis.


Semua pembunuh itu satu persatu tewas ditangan Hugo, sedangkan Momo yang terbangun dari tidurnya hanya menatap kearah Hugo dengan tatapan takjub.


Kuat sekali.fikir momo


Momo tampak tidak terlalu risih saat melihat adegan berdarah itu didepan matanya langsung,bagi dia Hugo melakukan itu karena ingin melindunginya.


Momo semakin menyukai Hugo sekarang, tapi Hugo yang sekarang sedang membereskan para pembunuh itu tampak tidak terlalu perduli.


Saat semuanya sudah beres,semua mayat itu langsung diberikan racun pelebur raga oleh Hugo dan langsung hilang tidak tersisa.


Jadi dia mengarahkan langkahnya kearah kediaman miliknya, dari pintu kamar yang terbuka,Hugo melihat miciko, dari jauh dia melihat sang istri ternyata belum tertidur.


Hugo mendekatinya lalu memeluknya dari belakang,mencium rambut miciko lembut.


"Kenapa belum tidur?."


"Aku bermimpi buruk."


"Mimpi apa?."


"Aku bermimpi kamu menikah dengan wanita lain, suamiku apa itu akan terjadi?."


"Entahlah,aku tidak pernah percaya pada mimpi dan apapun itu ,aku hanya percaya dengan apa yang bisa aku rasakan."


Miciko membalikan tubuhnya untuk bisa menatap kearah suaminya itu.


"Suami,aku ingin tapi kamu harus lembut kali ini karena sudah ada dia disini."ucap miciko dengan senyum indahnya yang sedang malu-malu.


Hugo langsung tersenyum kecil, melihat tingkah laku sang istri,dan langsung melahap bibir kecil itu dengan ciuman ganas,miciko pun tak mau kalah dengan sang suami.


Mereka saling membelit satu sama lain.


"Sayang."


"Iya ,suami."


"Kamu lelah?."


Miciko hanya menggelengkan kepalanya sambil merasakan nikmat.


Setelah pergulatan yang panjang akhirnya Hugo tumbang,dia menatap sang istri yang sedang mengatur nafas.


Hugo langsung membawa miciko kedalam pelukannya lalu mencium bibirnya.


"Tidurlah."ucap Hugo sambil mengusap lembut kepala sang istri


"Iya,suami,aku sangat mencintaimu."


"Aku juga begitu."


Mereka pun terlelap,miciko memeluk erat tubuh Hugo seakan merasa takut kehilangan.


Sedangkan ditempat lain disebuah ruangan bawah tanah,


"Kenapa mereka belum kembali?."


"Orang yang ditugaskan untuk memantau kediaman jendral imamura pun juga menghilang tuan."


"Bodoh kalian semua, tidak berguna."


Orang itu tidak lain adalah menteri pertahanan kekaisaran tengah, dia sangat kecewa dan marah,kali ini satu rencana gagal itu berarti satu kesialan untuk dirinya.


Semenjak si kembar pembunuh bayaran itu hilang bagai ditelan bumi,kini pasukan yang dibuat khusus untuk membunuh anggota keluarga dari kediaman jendral imamura pun lenyap.


Menteri pertahanan kekaisaran tengah pun sangat penasaran, siapa orang yang bisa dan mampu membuat hal seperti ini terjadi.


Sedangkan ditempat lain, orang yang sudah membuat menteri pertahanan kekaisaran tengah menjadi begitu penasaran,dia sedang berada dikediaman naga, kikiyo masih didalam Kungkungan sang suami, dia sudah tidak berdaya dengan hukuman yang sedang diberikan oleh Yamato.


Sang suami sangat cemburu, Yamato tidak menyukai saat kikiyo bersama dengan jenderal imamura,apa lagi saat sang istri tidak memberitahukan kepadanya tentang ingin berkunjung kekediaman jendral imamura.


"Suami."


"Iya sayang."


Yamato masih menumbuk bagian bawah tubuhnya kedalam bagian bawah tubuh kikiyo.


"Aku sudah mau keluar lagi."


"Keluarkan semuanya sayang,itu seperti semburan kenikmatan untuk milikku didalam sana."


____________________________


bersambung


(^∆^)