
Kikiyo langsung mengarahkan pandangannya keleher jenjang Hima.
"Tunggu, yang mulia permaisuri, bukankah aku sudah mendapatkan kesempatan kedua,tapi kenapa kamu mau membunuhku?."ucap Hima yang ingin mengingatkan kikiyo
"Apa gunanya kamu untuk aku,Hem, tidak ada bukan?,jadi percuma saja jika kamu aku berikan kesempatan kedua."
"Yang mulia permaisuri , sepertinya dia masih bisa kita andalkan,."ucap tora
Ucapan dari mulut Tora pun menghentikan pergerakan pedang yang sudah sangat ingin memotong leher Hima.
Kikiyo menatap kearah Tora dengan wajah gelap.
"Oh ya,apa gunanya wanita ini,hah."
Tora tahu kalau Kikiyo marah kepadanya karena sudah berani menghentikan kegembiraan yang sedang dilakukan oleh sang permaisuri.
"Dia bisa menyusup dan dia juga ahli beladiri, yang mulia,kita bisa memanfaatkan wanita ini dimasa depan."
Kikiyo masih menatap kearah Tora dengan sinis.
"Apa kamu merasa kasihan?."
Tora tertegun sejenak saat mendengar ucapan dari mulut kikiyo,entah dia sebenarnya tidak berfikir kearah sana tapi dia hanya ingin memanfaatkan wanita itu untuk keperluan,dalam membantu pekerjaan yang diberikan Hugo.
"Tidak sama sekali, yang mulia,hamba tidak berani."
Kikiyo kembali menatap kearah Hima.
"Kamu,apa yang bisa kamu lakukan untuk aku dan kekaisaran tengah ini?."
Hima tertegun sejenak,dia tidak mau salah berucap, bisa-bisa nyawanya akan melayang.
"Aku bisa melakukan apapun yang nyonya suruh,hidup dan mati Hima, sekarang ada ditangan yang mulia permaisuri."
Kikiyo melihat Hima dengan teliti,Hima lebih berkata jujur dari pada Hira sang kakaknya.
"Baiklah,Tora sekarang Hima adalah tanggung jawab kamu dan kalau dia berkhianat,,,."ucap kikiyo sambil menatap kearah tora
Tubuh Tora langsung terasa dingin seakan sampai ketulang, firasat buruk.
"Kamu akan mati bersama dia, mengerti?."
"Ya, yang mulia."ucap Tora dengan suara sedikit tersendat ditenggorokan, bagaimana tidak dia sekarang akan memiliki beban baru,dia sedikit merasa menyesal karena sudah memberikan inisiatif seperti tadi,Ais.
Kikiyo memasukan kembali pedang miliknya, lalu bergegas pergi, kikiyo berjalan kearah kuda yang dia tinggalkan tidak terlalu jauh dari gubuk.
Lalu menunggangi kudanya dengan sangat cepat meninggalkan Tora dan Hima yang masih didalam gubuk.
Sedangkan ditempat lain, wanita yang menjadi orang kepercayaan kaisar barat,kini sudah memasuki wilayah kekaisaran tengah, orang yang bertugas diarea perbatasan pun hanya bisa membolehkan dia lewat.
Sedangkan Tora sudah memerintah pengwal bayangan disetiap area perbatasan,dan tentu saja mereka lebih teliti, salah seorang dari mereka mengirimkan elang pembawa pesan kepada Tora ,
Kalau ada seorang wanita mencurigakan sudah memasuki kekaisaran tengah ini.
Masih didalam gubuk,Tora baru saja menerima surat dari burung elang pembawa pesan,sudah ada garis tiga hitam didahinya.
"Hem, masalah lagi."ucap Tora
Sedangkan Hima hanya menatap kearah wajah tampan Tora yang sedang berubah gelap,dia sangat penasaran dan ingin bertanya.
"Masalah apa?."ucap Hima dengan wajah polosnya
Tora tertegun lalu melihat kearah Hima dengan tatapan mata tajamnya.
"Kamu tidak sadar, sekarang posisi kamu itu dimana?."
Hima tertegun sejenak saat mendengar ucapan dari mulut Tora,dia hanya bisa menundukan kepalanya sekarang terlihat seperti anak kecil yang sedang dibentak oleh orang tuanya.
Tora bergegas pergi keluar gubuk untuk mengirimkan elang pembawa pesan kepada Hugo.
Setelah elang itu terbang melangit.
Tora menatap kearah Hima,
"Kamu ,hayo ikut, yang mulia permaisuri kekaisaran tengah sudah memberikan instruksi nya tadi,apa kamu paham."ucap Tora dengan nada suara yang mendominasi.
Tora tahu kalau Hima ini, walaupun terlihat polos,dia adalah seorang pembunuh.
"Aku, apakah aku hanya berjalan kaki?, Sedangkan tuan menaiki seekor kuda, itu tidak adil."ucap Hima dengan bibirnya dimajukan.
Tora langsung mengusap wajahnya lemah.
"Apa kalian tidak memiliki kuda?,itu tidak mungkin."ucap Tora dengan wajah yang frustasi,
Mana mungkin sekarang aku disusahkan oleh wanita ini.fikir Tora
Dengan sangat terpaksa,Tora mengizinkan Hima berada didepannya saat menunggangi kuda,jadi mereka akan bersama-sama,satu kuda dinaiki berdua.
Sedangkan ditempat lain,didalam istana saat masih menemani miciko didalam kamar, dari sebuah jendela kamar, Hugo sudah menerima surat dari burung elang pembawa pesan dari Tora,
Hugo membacanya dengan wajah gelap, membuat miciko penasaran apa yang sedang terjadi.
Dengan memandangi Hugo dari atas tempat tidur,
"Suami."ucap miciko dengan suara lembut
Hugo yang mendengar panggilan dari miciko pun langsung menoleh kearah istrinya itu dengan wajah tersenyum.
"Ada apa, istri ku?."
"Tidak, ada,aku kira ada sesuatu yang menganggu fikiran kamu sayang?."ucap miciko yang masih terduduk diatas tempat tidur
Sedangkan Hugo mulai melangkahkan kakinya mendekati sang istri.
"Aku pergi dulu,jadi istirahat duluan saja oke."
Hugo langsung mencium bibir miciko, dia hanya mendapatkan jawaban dari sebuah anggukan kepala saja dari sang istri.
Lalu miciko melanjutkan tidurnya,semenjak hamil dia lebih mudah lelah, sedangkan Hugo bergegas pergi menuju kearah kediaman pribadi permaisuri.
Sedangkan ditempat kediaman permaisuri sekarang, kikiyo sudah menyimpan lempengan disetiap baju miliknya dan juga sang suami,kaisar Yamato.
Kikiyo juga mempersiapkan lempengan itu untuk setiap orang kepercayaannya.
"Emi,apa kamu tahu,kaisar sedang melakukan apa?."ucap kikiyo sambil menatap kearah emi
Setelah mendengar ucapan dari mulut kikiyo,emi langsung berfikir,dia sedang mengingat-ingat,apa yang sedang dilakukan oleh kaisar tengah junjungannya itu.
"Hem,tadi saat yang mulia permaisuri pergi, yang mulia Kaisar sedang berada diruangan kerjanya,lalu disiang hari pergi ke aula pertemuan untuk bertemu dengan para menterinya,kalau sore ini,Hem sepertinya masih diruang kerjanya, yang mulia permaisuri."ucap emi dengan wajah polos sambil tersenyum
Kikiyo terdiam sambil berfikir,
"Emi, kalau begitu aku akan pergi lagi,,,."
Sebelum kikiyo melanjutkan ucapannya, Hugo sudah sampai dikediamannya dan memberikan hormat kepada kikiyo.
"Salam nyonya."
Kikiyo hanya berwajah datar sekarang.
"Katakan."
"Ada seorang wanita mencurigakan memasuki kekaisaran tengah ini tadi pagi nyonya."
"Pantau terus."
"Baik nyonya."
Setelah mendengar maksud dari Hugo, kikiyo berdiri dari duduknya dan ingin melangkah pergi,Hugo menjadi sangat heran.
"Nyonya,anda mau kemana?."
Kikiyo melirik kearah Hugo ,
"Pergi, tentunya."
"Saya akan menemani nyonya."
"Ya, baiklah."
Mereka pun bergegas pergi,Hugo hanya bisa memperhatikan kikiyo yang kembali memakai penutup kepalanya,dia ingin bertanya tapi itu tidak pernah terjadi, dia lebih memilih diam dan mengikuti kikiyo dengan patuh.
Mereka berdua pergi melalui pintu belakang istana kekaisaran tengah.
Dengan menunggangi kuda masing-masing Hugo dan kikiyo melanjutkan perjalanannya.
"Hugo."ucap kikiyo
"Ya, nyonya."
"Tunjukan jalan kekediaman jendral imamura."
"Baik, nyonya."
__________________________________
bersambung
(^∆^)