KIKIYO

KIKIYO
kikiyo digigit



Kikiyo hanya sedang meratapi nasibnya tidak bisa menyiksa kaisar barat nanti.


Sedangkan ditempat lain, Hugo dan miciko sedang berada didalam rumah.


Miciko yang sedang duduk termenung melihat kearah luar jendela,membuat Hugo yang telah selesai membersihkan diri menjadi merasakan hal aneh.


Hugo mendekati miciko, setelah sudah sampai dibelakangnya Hugo memegang pundak miciko lembut sambil mengecup puncak kepalanya.


"Kamu mau mandi?."


"Iya,aku akan mandi."ucap miciko yang langsung berdiri dan bergegas pergi menuju pemandian.


Hugo masih sangat penasaran ada apa dengannya.


Setelah miciko selesai mandi ,dia berjalan menuju kearah sebuah meja rias,dia melihat wajahnya sendiri yang terlihat murung karena ternyata Hugo sudah tidak ada didalam kamar.


Tak lama Hugo kembali kedalam kamar dan melihat miciko sedang menangis diam didepan cermin.


Hugo menghampirinya dan mengangkat tubuh miciko lalu Hugo yang duduk dikursi depan meja rias, sedangkan miciko berada diatas pangkuannya.


"Siapa yang sudah membuat kamu menangis,Hem."


Miciko menjawab dengan nada suara yang tersendat karena sambil menangis.


"Kamu."


Jawaban miciko membuat Hugo merasa bingung,apa yang sudah diperbuatnya.


"Aku salah apa?."


"Kamu tidak benar-benar mencintaiku,kan karena aku bukanlah tipe wanita idaman kamu?."


"Kapan aku bilang seperti itu?."


"Bukan kamu yang bilang,tapi nyonya yang bilang kalau aku bukan tipe wanita idaman kamu dan kamu dulu pernah punya wanita idaman seorang bangsawan,putih ,tinggi, cantik,kaya,."


Hugo hanya tersenyum mengerti.


Miciko yang melihatnya pun menjadi bertambah murung.


"Kamu malah tertawa,kan."ucap miciko sambil memukul dada bidang Hugo.


Sebenarnya Hugo dan kikiyo sebelas dua belas,sama jahilnya apalagi korbannya sangat mudah seperti miciko ini.


"Kamu putih."


"Iya tapi aku pendek."


"Kamu mungil."


"Pendek."


"Imut kecil."


"Tuh kan aku pendek."miciko semakin menangis.


Hugo langsung mencium bibir miciko,tapi miciko malah meronta dan ingin lepas dari ciuman itu tapi tidak bisa,kepalanya ditahan oleh Hugo.


Sampai miciko sudah tenang,Hugo Baru melepaskannya.


"Wanita itu sudah mati,aku yang membunuhnya sendiri dengan tanganku karena dia bermain api dengan pamanku sendiri."


Miciko sangat kaget saat mendengar ucapan dari Hugo, kikiyo tidak menyebutkan hal ini tadi.


"Aku hanya butuh kamu miciko,."


"Kalau ada wanita yang lebih dari aku apa kamu akan menikahinya juga?."


"Hem, tergantung kalau dia mau menjadi yang kedua kenapa tidak,."ucap Hugo dengan wajah berfikir.


Miciko langsung mencubit tubuh Hugo,dan Hugo hanya berpura-pura sakit.


"Nyebelin."ucap miciko.


Keesokan harinya kikiyo dan Yamato sudah berada didepan rumah, begitu pula dengan Hugo dan miciko serta pelayan yang ikut dari penginapan bulan.


Mereka bersiap untuk kembali keistana, Hugo memberikan plakat besi untuk jiro.


"Saat datang keistana, gunakan plakat itu untuk bertemu dengan kaisar."ucap kikiyo


Jiro pun merasa sangat diberkahi.


"Terimakasih atas kepercayaan yang mulia Kaisar dan permaisuri,hamba akan melakukan yang terbaik untuk perkembangan desa lembah ini."


"Kalau ada kesulitan, diskusikan dulu dengan para penduduk,baru kirim surat keistana,"


"Baik yang mulia permaisuri,hamba akan mengingatnya."


jiro sangat senang, sekarang desa lembah akan bisa lebih berkembang dari sebelumnya.


Semua penduduk desa lembah sangat antusias untuk melihat sang kaisar dan permaisuri, kikiyo sudah seperti artis saja.


Setelah menyelesaikan urusan didesa lembah , rombongan kikiyo pergi meninggalkan desa, jiro memberikan beberapa tumbuhan jamur sebagai tanda terimakasih.


Diperjalanan, kikiyo meminta untuk melewati jalan lain , walaupun agak memutar tetapi itu lebih bagus karena bisa melewati wilayah lain dari kekaisaran tengah ini.


Kikiyo tersenyum kecil.


"Miciko,apa kamu marah kepadaku?."


Miciko masih memalingkan wajahnya.


"Aku tidak berhak marah kepada nyonya, tapi aku juga masih punya perasaan, aku hanya memberitahukan nyonya saja,."


Kikiyo langsung tertawa lepas.


"Hahaha, astaga miciko,maaf ya aku tidak tahan kalau ingin mengerjai kamu, apa kalian bertengkar semalam?."


Dengan masih memalingkan wajahnya.


"Tidak,suami malah memujiku."


Kikiyo berwajah kaget.


"Hah,apa yang Hugo puji dari kamu?."


Setelah mendengar ucapan kikiyo,miciko melihat kearah kikiyo sekarang.


"Iya,tentu saja nyonya,dia bilang kalau aku ini imut kecil,huh."


"Hah, bilang saja kalau dia bilang kamu pendek."ucap kikiyo datar.


Saat kikiyo mengucapkan kata pendek,dia merasakan sekarang tubuhnya bergidik ngeri, kikiyo perlahan melirik kearah miciko, dari pandangannya dia melihat kalau miciko ingin menangis sambil menerjangnya.


"Akh,,."teriak kikiyo didalam kereta


Miciko menerkam tubuh kikiyo, menggoyahkan tubuh kikiyo,tapi kikiyo tidak melawan karena miciko seperti ini karena ulahnya sendiri.


"Nyonya sungguh tidak berperasaan,huh nyonya salah sama miciko , nyonya harus minta maaf kepada miciko sekarang, miciko memang pendek tapi miciko putih miciko cantik,nyonya huhuhu."


Kikiyo sekarang bingung antara mau tertawa atau menangis melihat tingkah konyol miciko.


Tidak disangka,Hugo yang sedingin itu bisa kuat dengan wanita seperti miciko,atau malah terbalik,Ais.


Yamato dan Hugo yang mendengar suara kegaduhan dari dalam kereta hanya saling menatap,lalu.


"Aku akan pergi melihat mereka."ucap Yamato dengan wajah gelisah.


Yamato langsung dihadang oleh Hugo untuk tidak ikut campur.


"Tidak perlu yang mulia, nyonya kikiyo hanya sedang bercanda dengan miciko."


Yamato langsung berwajah biasa lagi,dia sangat tahu sifat istrinya itu.


Didalam kereta,miciko sangat geregetan dengan nyonya nya itu,sampai tangan kikiyo dia gigit.


"Miciko,kamu ya main gigitan, nanti kalau aku berubah jadi zombie bagaimana?, hahaha."


Miciko berwajah bingung.


"Zombie itu apa nyonya?."


"Zombie itu mayat hidup."


"Memang mayat bisa hidup lagi nyonya."


"Astaga."


Kikiyo menyesali ucapannya sekarang, dia menjadi lelah dan tidak menghiraukan miciko lagi, padahal miciko masih bingung.


Laju kereta dan kuda yang dinaiki oleh rombongan kikiyo pun menambah kecepatannya, mereka semua ingin cepat sampai diistana.


Sedangkan ditempat lain Muso sudah memerintahkan kepada beberapa orang untuk melakukan pengiriman bahan bantuan kedesa-desa,Muso masih sibuk mengurusi semua pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh tuannya itu.


Ais,nasib seorang pengawal yang tuannya sedang jatuh cinta.fikir Muso


Sedangkan kaisar barat sedang bersiap untuk kembali ke kekaisarannya,tapi dia akan kembali lagi kekaisaran tengah saat mendekati hari dimana peperangan akan dimulai.


Sedangkan ditempat menteri pertahanan kekaisaran tengah,


"Bagaimana,apa mereka sudah ditemukan."


Pelayan yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya bisa menunduk.


"Ampun tuan,kami kehilangan jejak istri dan anak tuan."


"Cari kerumah bibinya."ucapnya dengan wajah marah.


"Rumah kediamannya sudah kosong tuan."


"Kurang ajar,."


Menteri pertahanan kekaisaran tengah sebenarnya dia tidak memperdulikan nasib istri dan putrinya ,dia hanya takut kalau mereka akan membocorkan tentang kudeta.


__________________________________


bersambung


(^∆^)