KIKIYO

KIKIYO
meminta keadilan



Setelah Hugo masuk dan kembali keluar, Hugo mempersilahkan jenderal imamura untuk masuk kedalam ruangan kerja.


Setelah berada didalam jenderal imamura melihat kaisar Yamato sedang ditemani oleh sang permaisuri kekaisaran tengah ini.


"Ada keperluan apa kamu datang, jendral?."


"Salam yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah, kedatangan saya kesini ingin meminta satu permintaan yang diberikan oleh kaisar terdahulu untuk keluarga kamu, yang mulia,ini adalah titah dari kaisar terdahulu untuk keluarga saya." Ucap jendral imamura dengan sambil mengeluarkan gulungan kertas lalu memberikannya kepada Yamato


Saat membaca surat itu, Yamato meyakini kalau gulungan kertas itu asli,


"Apa permintaannya?."


"Saya ingin meminta sebuah pernikahan."


Yamato langsung memegang erat tangan kikiyo,


"Pernikahan?."


"Ya, yang mulia Kaisar, pernikahan untuk adik kandung saya Momo."


Hah,,,


Yamato mulai merasa ketenangan, sedangkan kikiyo hanya menggelengkan kepalanya karena melihat kelakuan sang suami.


"Tenang saja,aku akan pilihkan beberapa pria dari keluarga yang sangat bagus, untuk adikmu itu."


"Maafkan saya yang mulia Kaisar,tapi adik saya sudah memiliki calonnya sendiri."


"Siapa?."


"Tuan Hugo yang mulia."


Setelah mendengar jawaban dari jendral imamura, Yamato langsung melirik kearah kikiyo yang terlihat biasa saja.


"Untuk hal itu, nanti adikmu akan menjadi selir dikarenakan Hugo sudah memiliki istri sah,,,."


Sebelum Yamato melanjutkan ucapannya, kikiyo sudah memotong ucapannya lebih dulu.


"Baiklah, jendral imamura,aku akan meminta Hugo untuk menikahi adikmu itu dan akan menempatkan dia menjadi istri sah ke dua, jadi posisi selir tidak akan berada dinama adikmu itu."


Jenderal imamura pun langsung berwajah ceria.


"Terimakasih atas kebaikan yang mulia permaisuri."


"Tapi,kamu harus melakukan hal terbaik untuk kekaisaran tengah ini, bagaimana?."


"Tentu saja yang mulia permaisuri, hamba akan mengingatnya."


Setelah itu kikiyo langsung memanggil Hugo yang sedang berada didepan pintu ruangan ,tak lama Hugo bergegas masuk kedalam ruangan tersebut.


"Saya, yang mulia permaisuri."


"Selamat Hugo,kamu akan menikah kembali dengan adik dari jendral imamura,besok."


Hugo yang tadi wajahnya tertunduk, sekarang sudah terangkat dan sedang menatap kearah kikiyo dengan wajah bingungnya.


"Maksud yang mulia?."


"Jenderal imamura dengan khusus datang kesini untuk meminta kamu menjadi suami dari adiknya yang bernama Momo."


Hugo tidak bisa menolak perintah dari kikiyo jadi dia hanya diam,tapi dia tidak ingin melanggar apapun kepada miciko.


"Saya punya satu syarat , nyonya."ucap Hugo kepada kikiyo.


Yamato ingin marah saat Hugo hanya menyebutkan kata "nyonya" untuk memanggil kikiyo tapi kikiyo menghentikan suaminya tepat waktu.


"Apa syaratnya?."


"Harus ada persetujuan dari istri saya ,miciko."


"Tidak perlu, nanti juga dia tahu sendiri, kalau dia mau protes,suruh datang kepadaku."ucap kikiyo dengan nada tinggi


Hugo sudah tidak bisa berkata apapun lagi.


"Jenderal imamura, sekarang kembalilah kekediaman mu dan persiapkan semua mengenai pernikahan,minta tetua kuil untuk datang kekediaman kamu."


"Baiklah yang mulia Kaisar dan permaisuri, saya pamit undur diri kalau begitu."ucap jendral imamura sangat puas dengan keputusan junjungannya yang diluar dugaannya.


Setelah kepergian jendral imamura, tinggallah merek bertiga didalam ruangan itu,


Hugo bingung,entah apa yang akan dia katakan kepada miciko tentang hal ini.


Kikiyo masih dengan kesibukannya, sedangkan Yamato,dia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.


"Hugo,kenapa kamu diam saja?,apa tidak ada pekerjaan lain selain hanya berdiri termenung seperti itu?."ucap kikiyo sambil menatap kearah Hugo.


"Bilang saja itu perintah dari aku,kalau dia mau marah,suruh dia menghadap kepadaku."ucap kikiyo dengan wajah tenangnya


"Baiklah nyonya,kalau begitu saya permisi."


Hugo pun pergi dari ruangan itu,tinggalah Yamato beserta kikiyo didalam ruangan itu.


"Istriku."


"Iya, suamiku."


"Apa ini bagus untuk mereka?."


"Tentu saja,oh,apa kamu berfikir kalau ingin seperti Hugo?,bisa memiliki dua istri begitu?."


"Hahaha,tentu saja tidak sayang,lagi pula kamu itu tidak akan pernah bisa tergantikan oleh wanita lain."ucap Yamato sambil mencium bibir kikiyo yang sedari tadi sudah mengerucut.


"Suami, sepertinya sudah waktunya untuk kita."


"Ya, baiklah sayangku."


Yamato dan kikiyo pun pergi meninggalkan ruangan itu,saat diluar, kikiyo juga Yamato memilih jalan yang berbeda.


Ditempat lain disebuah kediaman jendral imamura sedang sangat meriah, seluruh tempat disana sedang didekorasi dengan cantik.


Senyum bahagia terpancar dari wajah cantik momo.


"Nona muda besok sudah mau menikah, tidak disangka nona sudah tumbuh besar sekarang."ucap pelayan Momo yang sedang menyisir rambutnya didepan cermin


"Iya,besok aku akan menikah dengan pria hebat,Hem,aku sudah tidak sabar."ucap Momo dengan wajah yang sangat bahagia.


"Tapi ,bukankah tuan Hugo sudah memiliki istri sah?."


"Iya,dia akan menjadi kakak pertama sedangkan aku akan menempatkan tempat kedua karena yang mulia permaisuri meminta kesetaraan dalam pernikahan ini jadi tidak ada kata selir dari nama ku."


"Itu bagus sekali nona muda,jadi suatu hari nanti anak yang nona muda lahiran bisa bersaing dengan anak dari istri pertama."


"Hem,aku tidak berfikir kearah sana,aku hanya ingin menikah dengan pria yang menjadi pelindung untuk aku dan anak-anak ku kelak, untuk istri pertamanya, mungkin kita bisa berteman nanti."ucap Momo dengan penuh harap


Sedangkan ditempat lain disebuah ruangan didalam istana,miciko sedang bersedih saat Hugo memberitahukan tentang pernikahan itu.


Miciko bersikeras untuk pergi menemui kikiyo untuk meminta keadilan,Hugo sudah melarangnya tetapi miciko tidak perduli,kini miciko pergi sendiri dengan mantab,dia pergi sambil menangis tersedu-sedu.


Sesampainya miciko dikediaman permaisuri kekaisaran tengah,dia lebih dahulu bertemu dengan emi,


"Kak miciko,ada apa?."


"Dimana nyonya?."


"Maksud kakak, yang mulia permaisuri?."


"Iya."


"Ada dikebun belakang sedang menikmati secangkir teh sambil memberi makan ikan koi piaraannya."


"Baiklah, terimakasih emi,aku akan langsung kesana saja."


Miciko pun pergi meninggalkan emi untuk bergegas pergi menuju kearah pintu kebun belakang kediaman permaisuri kekaisaran tengah.


Sesampainya dia disana dari jauh sudah bisa melihat kikiyo yang sedang memberi makan ikan didalam kolam.


Dari jauh, kikiyo sudah bisa merasakan kedatangan miciko, kikiyo hanya tersenyum tipis.


"Salam, nyonya?."


"Apa yang membuatmu tergesa-gesa untuk kesini menemui ku ,miciko?."ucap kikiyo dengan nada suara yang terdengar sangat mendominasi


Kikiyo meminta beberapa pelayan yang ada disana untuk pergi meninggalkannya.


"Aku kesini untuk meminta keadilan, nyonya?."


"Keadilan, untuk siapa?."ucap kikiyo sambil kembali duduk dan mengaduk tehnya sendiri


"Nyonya,kenapa nyonya melakukan ini kepada ku?."


"Memang apa yang sudah aku lakukan sehingga kamu meminta keadilan?."


______________________________


bersambung ya


(^∆^)