KIKIYO

KIKIYO
merasa tersindir



Setelah mendengar jawaban dari kikiyo, perasaan Yamato benar-benar sangat senang,demi melindungi dirinya sang istri menyembunyikan identitasnya.


Baru saja Yamato ingin mencium bibir kikiyo didepan pintu kamar Tora,tak lama pintu itu terbuka,Tora yang menyaksikan hal itu langsung tertegun sejenak.


Sedangkan kikiyo langsung mengarahkan pandangannya kearah lain, berbeda dengan Yamato yang sangat ingin membunuh Tora detik itu juga.


Kikiyo sampai harus terus menggenggam tangan Yamato,pria ini sangat sensitif, disinggung sedikit sudah ingin membunuh saja,astaga.


"Tora,kamu mau kemana?."ucap kikiyo


"Salam, yang mulia permaisuri dan kaisar, saya mau mencari udara segar saja, sangat merasa bosan didalam kamar."


"Kembalilah ketempat tidur,aku akan memeriksa kondisi kamu."


Tora hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,dia langsung bergegas menuju kearah tempat tidur dan kembali berbaring.


"Untuk hari ini aku minta kamu jangan kemana-mana dulu, setelah selesai,obat akan bereaksi sampai pagi , mengerti."


"Baiklah yang mulia permaisuri, Hem boleh aku bertanya kepada anda yang mulia permaisuri?."ucap Tora dengan perasaan takut tapi penasaran


"Tanyakan lah."


"Apakah Anda,,,."saat Tora melihat kearah Yamato,dia tidak jadi bertanya.


Yamato yang melihat wajah dan gerak gerik Tora pun menjadi penasaran.


"Kamu kalau bertanya itu jangan setengah-setengah."ucap Yamato yang sangat penasaran dengan pertanyaan dari Tora.


"Tidak jadi yang mulia Kaisar,hehe."


Yamato sangat kesal,dia lalu berjalan kearah pintu dan pergi,saat melihat kaisar Yamato sudah pergi,Tora ingin melanjutkan ucapannya, saat sedang berbicara, tiba-tiba saja Yamato kembali dengan langkah besar.


"Hah,ketahuan ya kamu,bilang saja ingin aku pergi dulu ,dan ingin berbicara hanya berdua saja,apa yang aku, kaisar ini tidak boleh tahu,Hem."


Kikiyo hanya terus memeriksa kondisi Tora, sedangkan Tora hanya bisa diam tanpa berani melihat kearah kaisar arogan itu.


Yamato semakin merasa geram karena ocehannya tidak mendapatkan perhatian dari Tora,dia mengepalkan tangannya.


"Suamiku, sayang."ucap kikiyo dengan nada suara lembut


"Hah,iya istriku sayang,ada apa?."


"Aku sedang mengobati seseorang,jadi bisa tidak kamu tetap tenang sayangku."ucap kikiyo tanpa melihat kearah sang suami.


"Hem, baiklah, setelah ini kita langsung menuju kamar kita oke."


"Aku belum selesai dengan Hugo dan Muso, suamiku."ucap kikiyo sambil mengerucutkan bibirnya


"Hah, baiklah,entah sampai kapan hal ini berlangsung, jangan sampai kaisar timur mengetahui tentang hal ini,kalau sampai dia tahu sebelum kita bisa keluar dari kekaisaran timur ini bagaimana, bisa-bisa aku akan menyaksikan hal seperti ini sangat lama,aku sudah tidak tahan ingin berduaan hanya dengan kamu istriku, sayang."ucap Yamato dengan nada suara manja.


Tora yang mendengar setiap ucapan dari Kaisar Yamato saja rasanya sudah mau muntah darah,pria ini kalau dengan orang lain selalu mengeluarkan aura membunuh yang kuat,berbanding terbalik dengan saat berbicara dengan kikiyo.


Yamato sudah seperti bayi yang selalu ingin minta ditemani sambil disusui, tidak seperti rumor yang beredar diluar sana sangat tidak sesuai.


Huh,kaisar arogan dan kejam dari mananya, menghadapi istri saja langsung ciut,lemah. Fikir tora.


Tora tidak akan bisa merasakan apa yang Yamato rasakan karena dia belum pernah jatuh cinta.


Setelah selesai dengan pengobatan Tora, kikiyo bergegas pergi,dia dan sang suami keluar kamar , kikiyo ingin ketempat Hugo tapi ditahan oleh Yamato.


"Istriku sayang, apakah perlu, bukankah kamu sudah memberikan penawar racun itu kepada Hugo?."


Kikiyo hanya membalikan tubuhnya untuk melihat wajah Yamato lalu mencium bibirnya dengan lembut."


"Patuhlah, suamiku,oke."


Yamato seperti sedang tersihir oleh ilmu cinta tingkat tinggi,dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu mengikuti kikiyo melangkahkan kakinya menuju kamar Hugo.


Sesudahnya mereka mengetuk pintu,tak lama pintu kamar terbuka,terlihat Hugo yang membukakan pintu dengan memegang sebuah kertas.


"Sepertinya ada yang sedang merasa khawatir dengan sang suami."ucap kikiyo sambil melirik kearah tangan Hugo yang sedang mengepalkan kertas.


"Kembalilah ketempat tidur Hugo,aku akan memeriksa kondisi tubuh kamu,."


"Baiklah nyonya."


Kikiyo pun mulai memeriksa kondisi tubuh Hugo, kikiyo langsung mengerutkan keningnya.


"Kamu sungguh tidak patuh kali ini,kenapa?."


"Untuk mengulur waktu saat nyonya tiba, hanya itu."


"Lain kali aku tidak mau kejadian ini terulang lagi,aku masih membutuhkan kamu Hugo, aku berencana meminta suamiku mengangkat kamu sebagai penasihat kerajaan untuk dirinya."


"Kalau itu kemauan nyonya,Hugo hanya bisa patuh."


Kikiyo hanya tersenyum kecil, sedangkan Yamato sama sekali tidak perduli dengan apapun keputusan kikiyo itu adalah mutlak tidak bisa berkata tidak, Yamato juga mengerti tentang setiap keputusan dari sang istri.


"Besok setelah tubuhmu pulih, Tolong Carikan kereta kuda."


"Baik, nyonya."


"Baiklah kalau begitu Hugo, selamat beristirahat."


Setelah selesai dengan Hugo, kikiyo beralih kesatu kamar lagi,milik Muso,pintu kamar terbuka, terlihat jelas Muso sedang menerima surat dari burung elang pembawa pesan.


"Muso."ucap Yamato


"Ah, yang mulia Kaisar dan permaisuri."


"Aku ingin mengecek kondisi tubuh kamu Muso, duduklah."


"Iya yang mulia permaisuri."


Saat Muso duduk dikursi didepan kikiyo,


"Tuan,aku baru saja menerima surat dari anak buah ku, ini adalah informasi tentang wanita itu,."ucap Muso sambil memberikan kertas pesan itu ke Yamato


Yamato membuka surat itu dengan tidak sabar dan dengan tatapan membunuh, saat membaca surat itu wajah kaisar Yamato langsung tersenyum lebar.


"Bagus,ketemu juga kamu pelacur kecil, minta mereka terus mengawasi wanita itu sampai kita kesana,aku akan mencabik-cabik seluruh kulit ditubuhnya nanti."ucap Yamato sambil tersenyum senang


"Lalu kamu masih ingin melihat tubuh wanita itu rupanya,Hem."ucap kikiyo tanpa melihat kearah Yamato


Saat mendengar ucapan dari mulut kikiyo, Yamato langsung tertegun sejenak,lalu dia memperbaiki ucapannya itu.


"Ah, maksud aku sayang,aku akan langsung memenggal kepalanya nanti,aku tidak mau mengotori mataku yang tidak berdosa ini sayang."


"Benarkah, bukankah kamu kemarin melakukannya dengan sangat bersemangat sampai-sampai aku menunggu hingga satu jam."ucap kikiyo dengan nada suara menyindir


Yamato langsung berwajah murung,dia tidak tahu harus berkata apa lagi,semua yang dikatakan oleh sang istri benar adanya,saat Muso melihat tuannya sangat murung,dia sangat ingin membela sang tuan.


"Tapi, waktu itu,bukankah tuan Yamato sedang dalam pengaruh ramuan halusinasi, yang mulia permaisuri."ucap Muso


Wajah Yamato mulai terangkat keatas saat mendengar kesaksian dari mulut Muso, lalu dia melirik kearah kikiyo.


"Iya,itu memang benar,tapi,itu secara langsung membuktikan bahwa kaisar sangat lemah,bisa terjebak oleh ramuan halusinasi murahan seperti itu,Ais, sungguh malang wanita yang menjadi istri nya itu."


Yamato sudah tidak tahan lagi dengan mulut nakal istrinya itu,dia langsung menggendong tubuh kikiyo dan membawanya pergi kearah kamar milik mereka.


"Suami,aku belum selesai dengan muso, astaga,turunkan aku."


"Tidak akan, bagaimana pun caranya,aku harus membuat kamu hamil malam ini, supaya kamu tidak akan berfikir untuk meninggalkan aku kalau kita memiliki anak."


____________________________


bersambung


(^∆^)