
Sedangkan orang yang sedang dirindukan itu sedang berada dikediaman keluarga jendral imamura,Hugo dan imamura sekarang sedang menikmati secangkir teh hangat dengan beberapa camilan.
"Apa maksud dari kedatangan tuan Hugo kesini?."
"Ini ada hubungannya dengan persenjataan ilegal yang masuk kedalam kekaisaran tengah ini,tuan imamura."
Ucapan dari Hugo sontak saja membuat tangan imamura yang sedang mengarahkan cangkir teh kearah mulutnya pun berhenti, setelah tersadar dari keterkejutannya imamura melanjutkan gerakan tangannya untuk menikmati teh.
"Apa tuan Hugo tahu sesuatu?."
"Ya,tapi sekarang bukan waktunya untuk tuan imamura tahu tentang semuanya, saya hanya diperintahkan pemimpin dari organisasi pengikut bulan untuk menanyakan hal ini kepada anda."
Imamura langsung memasang wajah terkejut, tidak disangka tuan Hugo yang sedang berada dihadapannya saat ini adalah orang suruhan pemimpin dari organisasi pengikut bulan langsung.
"Astaga, suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan tuan Hugo,saya tidak tahu kalau tuan ternyata memiliki kedekatan langsung dengannya."
Imamura langsung memberikan hormat kepada Hugo dengan membungkukkan tubuhnya,
"Jangan terlalu sungkan jendral,saya tidak pantas mendapatkan hormat anda."
Sekarang imamura terlihat sedikit lebih mempercayai Hugo dari pada saat awal kedatangan Hugo kekediamannya ini.
"Bolehkah,,."
Sebelum imamura menyelesaikan ucapannya,Hugo bergegas mengambil plakat namanya dari kantung baju yang sedang dia kenakan dan itu langsung membuat wajah imamura sangat terkejut sambil menganga,
Imamura tidak percaya kalau orang yang ada didepannya ini adalah sang pelindung bulan yang sangat terkenal dengan kekuatan dan kegilaannya dalam memberikan hukuman bagi siapapun yang berani menyenggol ketenangan sang bulan.
Hugo langsung mengambil kembali plakat itu dan menaruhnya kembali kedalam kantung bajunya,
"Dengan jari telunjuk diletakkan di bibirnya, ini menjadi rahasia kecil kita boleh begitu tuan imamura."
Imamura pun hanya bisa menganggukan kepalanya tanda setuju,
"Jadi apa yang sudah tuan ketahui dan kenapa tuan begitu tertarik dengan masalah yang sedang terjadi didalam kekaisaran tengah ini."
"Ini semua menyangkut tentang yang mulia Kaisar tengah,tuan Yamato,kami diperintahkan untuk melindungi acara pernikahan yang mulia Kaisar dengan calon permaisuri."
"Tidak aku sangka ternyata kaisar Yamato bisa mengenal tuan Hugo secara langsung."
Hem,dia tidak tahu saja kalau kaisar itu sudah mengambil nonaku,kalau dia tahu nanti pasti dia akan muntah darah.fikir Hugo
"Ya, pertemuan kami seperti sudah ditakdirkan saja, seperti itulah tuan imamura."
Hugo hanya bisa tersenyum kecil, setelah mengobrol banyak dengan jendral imamura, Hugo melihat kearah langit,diatas sana sudah ada burung elang pembawa pesan, saat elang itu hinggap Diatas tangannya,
Dia tahu kalau elang itu dari penginapan bulan, ternyata miciko lah yang mengirimi dia pesan.
Isi pesan dari miciko.
"Tuan, bolehkah aku datang kekaisaran tengah untuk melihat nona menjadi seorang pengantin,dan aku juga ingin melihat kota disana."
Hugo langsung berfikir,kalau miciko datang ketempat ini dia takut kalau sedang terjadi peperangan,jadi Hugo langsung menuliskan diatas kertas kecil bertuliskan kata "tidak".
Dia langsung mengirimkan elang itu kembali untuk terbang kepenginapan bulan.
Sedangkan ditempat lain dipenginapan bulan miciko masih merenung mengingat masa lalu saat baru bertemu dengan Hugo,
Pria tampan dengan gagah berani menyelamatkan dirinya,semenjak saat itu dia sangat senang dalam hati selalu berdebar hanya dengan melihat wajah Hugo.
Saat kikiyo memerintahkan dia dan teman-temannya melayani Hugo sebenarnya miciko sedikit tidak rela,tapi mau bagaimana lagi ini adalah perintah.
Saat miciko melihat Hugo meraba dan membenamkan bagian tubuhnya ke bagian tubuh wanita lain saat malam itu, sebenarnya hatinya sangat kecewa dan sakit,tapi mau bagaimana lagi dia harus tetap tegar.
Saat awal penginapan bulan selesai direnovasi dan miciko mendapat gelar pemimpin wanita bunga,dia tidak pernah menerima tamu pria manapun,dia hanya menginginkan gaji dari gelarnya itu saja, itupun dengan seizin dari kikiyo.
Malam itu,saat dikediaman kikiyo, miciko ingin berbicara empat mata dengan kikiyo.
"Nona bulan,aku sekarang sudah nona angkat menjadi pemimpin dari wanita bunga,dan aku sebenarnya memiliki satu permintaan."
Kikiyo yang sambil menikmati teh dan camilannya.
"Katakan."
"Tanpa ragu dan mantap,aku tidak ingin menjadi wanita bunga lagi nona,aku ingin menjadi pemimpin mereka saja supaya mereka tidak membuat nona kecewa."
Kikiyo menatap tajam miciko,dia sebenarnya tahu apa yang sedang miciko rasakan , diam-diam kikiyo memperhatikan miciko setiap hari apalagi kalau melihat dia saat berinteraksi dengan Hugo,
Ya,itu cinta,kukira aku hanya salah lihat. Fikir kikiyo
"Baiklah aku akan mengabulkannya,tapi apa kamu tidak akan merasa kurang kalau hanya mendapatkan upah dari jabatanmu."
"Aku sudah merasa cukup nona, terimakasih banyak."
"Hem, kikiyo menaruh cangkir teh yang baru saja dia minum sedikit, sebagai salam perpisahan kamu dengan dunia kamu yang lama,aku ingin kamu melakukan sesuatu untuk aku."
"Nona,ingin aku melakukan apa?."
"Tidak sulit, belakangan ini Hugo terlalu sibuk dengan semua yang aku perintahkan untuknya dan malam ini dia pulang, sambutlah kedatangannya dan buat dia nyaman malam ini,paham."
Tanpa sadar miciko memperlihatkan senyuman manis sambil membungkuk lalu pergi meninggalkan kikiyo untuk bersiap-siap.
Malam itu miciko bersiap untuk menemani sang pujaan hati,dia melakukan ritual mandi didalam pemandian milik kediaman Hugo,kolam pemandian sudah berisi susu dicampur dengan air beras dan aroma bunga yang segar,dia berendam sambil bernyanyi riang.
Setelah selesai dengan ritualnya,miciko bangkit dari berendam ya dan hanya mengenakan kimono tipis untuk menutupi tubuhnya,baru selesai memakai kimono.
Miciko mendengar suara derit pintu kamar terbuka dan terlihatlah siluet tubuh tinggi dan gagah milik Hugo,dia hanya tersenyum malu.
Hugo sebelumnya sudah diberi tahu saat dia menghadap kepada kikiyo dikediaman pribadi sang bulan.
"Nona."
"Kau sudah kembali Hugo,."ucap kikiyo sambil membuka beberapa gulungan
"Ya nona,semuanya aman terkendali."
"Bagus ,kerja bagus, kikiyo berbicara sambil menganggukkan kepalanya,kembalilah kekediaman mu dan beristirahatlah."
"Iya terimakasih nona."sebelum Hugo melangkah lebih jauh
"Hugo,aku sudah memberikan sebuah hadiah untuk kamu,dia sedang berada didalam kamar, mungkin,tapi aku akan memberikan kamu sedikit saran,,,, kikiyo menjeda sebentar ucapannya,kalau kamu tidak menyukainya lebih baik katakan tidak dan suruh dia pergi,dan satu hal lagi, jangan merasa karena kamu kasihan sedikitpun kepadanya,kalau itu sampai terjadi dan bisa membuat masalah dimasa depan tentunya, kamu akan berurusan denganku."
"Tentu nona,saya sangat mengerti."
Hugo pun berbalik dan pergi meninggalkan kikiyo,
Kikiyo masih didalam ruangannya ,
Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk cintamu miciko,semua sekarang tergantung padamu.fikir kikiyo
______________________________
bersambung
(^∆^)