
Yamato yang mendengar ucapan dari kaisar barat tidak menunjukkan perubahan ekspresi wajahnya.
Kikiyo hanya tersenyum tipis.
"Tentu saja yang mulia Kaisar barat,kalau aku masih memiliki kesempatan dan umur panjang."
Kaisar barat tersenyum mendengar jawaban dari kikiyo.
"Tentu saja pasti permaisuri kekaisaran tengah akan berumur panjang."
Kikiyo mencoba untuk menggodanya.
"Oh ya, benarkah itu kaisar barat, apakah kaisar bisa melihat masa depan?."
"Tentu saja, karena aku seorang kaisar, semua yang berada dibawah kepemimpinan ku, kaisar yang menentukan."
Yamato yang mendengar ucapan dari mulut kaisar barat sudah mengepalkan tangannya karena marah.
Kikiyo yang merasakan amarah suaminya yang sudah berada di kepala pun langsung mengeratkan pegangan tangannya.
"Tapi ,bukan maksud saya untuk tidak mempercayai ucapan yang mulia Kaisar barat,aku bukan berasal dari kekaisaran barat,jadi,,,Hem,aku sedikit meragu."ucap kikiyo sambil tersenyum
Kaisar barat tidak merasa tersinggung sama sekali dengan ucapan kikiyo,dia malah menganggap bahwa itu sebagai pertaruhan dan apa lagi selama yang bicara itu adalah kikiyo dia tidak masalah, sama sekali tidak.
"Kaisar ini pasti bisa membuktikan perkataannya."ucap kaisar barat sangat meyakinkan.
Kikiyo hanya diam sambil tersenyum
Oh, begitu ternyata.fikir kikiyo
Dia sangat mengerti arti setiap ucapan dari kaisar barat,ada sesuatu yang menjadi bahan taruhan olehnya sekarang.
Tak lama kemudian rombongan kaisar barat bergegas pergi untuk pulang kekaisarannya,
Ruangan dikediaman sementara untuk Hugo dan juga Muso mulai dihias ornamen pernikahan, karena mereka akan menikah besok siang.
Jendral imamura datang berkunjung hari ini untuk menemui Hugo,saat sudah berada didepan istana, jendral disambut oleh Muso yang mendengar kedatangannya dari seorang Kasim.
Muso menyambut kedatangannya dengan ramah.
"Salam jendral imamura."ucap Muso sambil tersenyum
Jendral imamura tertegun sejenak, tidak biasanya pengawal pribadi kaisar Yamato seakrab ini pada orang lain.
"Salam juga tuan Muso,tapi kedatangan saya kesini bukan untuk menemui kaisar, tapi saya mau menemui tuan Hugo, apakah dia ada?."
"Ya, tentu saja tapi mungkin dia akan sibuk karena sedang melakukan Persiapan pernikahan besok."ucap Muso dengan nada antusias
"Oh ya,tuan Muso kalau boleh tahu siapa yang akan menggelar pernikahan?,apa yang mulia Kaisar Yamato memiliki selir."ucap imamura dengan wajah terkejut dan bingung.
"Hahaha,bukan,tapi pernikahan aku dan calon istriku,Hugo juga dengan calonnya sendiri tentunya."
Mendengar jawaban dari Muso, jenderal imamura pun langsung menghentikan langkahnya.
Apakah,aku salah dengar?.fikir imamura
"Tuan Hugo mau menikah,tuan."
"Ya,dia akan menikah,ini kemauan dari permaisuri,jadi Hugo tidak akan bisa menolaknya."ucap Muso sambil tersenyum senang
Jadi, bagaimana dengan Momo, adikku. Fikir imamura
Mereka pun bergegas melanjutkan langkahnya untuk pergi menemui Hugo,
Muso langsung membawa imamura keruangan kerja kaisar karena sekarang Hugo juga sedang berada disana.
"Salam hormat yang mulia Kaisar tengah." Ucap imamura dengan membungkukkan tubuhnya
"Salam diterima jenderal, silahkan apa yang ingin kamu sampaikan."
"Maafkan hamba yang mulia Kaisar,hamba ada beberapa urusan pribadi dengan tuan Hugo."
Hugo hanya diam berdiri, sedangkan Yamato merasa tidak nyaman,kenapa jendral imamura sangat menghormati Hugo yang hanya seorang pengikut istrinya.
"Hugo, tidak bolehkah kaisar ini tahu tentang apa yang akan kamu diskusikan dengan jendral kekaisaran tengah ini." Ucap Yamato sambil menekankan kata "jendral kekaisaran tengah" yang mana dia masih dibawah perintah kaisar tengah, Yamato sendiri.
"Maaf yang mulia Kaisar, tidak boleh."
"Kenapa?."
Hugo masih bingung harus menjelaskannya bagaimana,dia takut sekali kalau sampai rahasia tentang pemimpin bulan tersebar sebelum waktunya.
Hugo berfikir untuk mendekati kaisar Yamato dan ingin membisikan dia sesuatu.
Saat Yamato mendengar ucapan hogo yang berbisik ditelinganya,dia langsung melotot dan bergidik ngeri,dia sama sekali tidak ingin sesuatu yang dibisikkan Hugo itu terjadi,bahkan dia hampir tidak bisa membayangkannya.
Setelah bisik-bisik selesai.
"Terimakasih yang mulia Kaisar."
Hugo dan imamura meninggalkan ruangan, sedangkan Muso sangat penasaran dengan apa yang sudah dikatakan Hugo ke tuannya itu,
Langit mulai gelap, kikiyo dan Yamato bergegas untuk tidur.
Kikiyo yang sedang mandi merasakan seperti ada yang hilang, kebiasaan suaminya untuk berendam bareng sekarang sedang tidak kumat.
Kikiyo mandi sendirian hari ini,saat dia beranjak mau pergi dari pemandian,dan kembali kearah tempat tidur kikiyo melihat siluet Yamato sedang berdiri didepan jendela kamar,
Kikiyo menghampiri Yamato yang masih berdiri disana.
"Suamiku,kamu kenapa?."ucap kikiyo dengan nada lembut,sambil memegang lengan kekar Yamato.
Yamato langsung tersadar kalau sedari tadi dia sudah tidak menghiraukan kikiyo.
Yamato membalikan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh kikiyo.
"Sayang,apa aku ini didalam hidup kamu?."
Kikiyo tertegun sejenak saat mendengar ucapan Yamato.
"Tentu saja kamu adalah suamiku, sayang."
Yamato mengangkat wajahnya untuk menatap kearah kikiyo.
"Apa kamu mencintai aku?."
"Ya,tentu saja,apa kamu meragukannya sekarang."
"Ya."ucap Yamato sambil menganggukkan kepalanya
"Kenapa?."kikiyo menjadi sangat bingung dengan sikap suaminya sekarang.
"Aku tidak tahu semua tentang kamu,tapi kamu tahu semua tentang aku, sayang, apa aku ini Dimata kamu?."
Kikiyo tertegun sejenak,
"Apa yang mau kamu ketahui dari aku?."
Saat mendengar ucapan kikiyo, Yamato seperti mendapatkan angin segar.
"Apa benar yang dikatakan kaisar barat kalau kamu pernah berkunjung kesana?."
"Ya,aku bersama dengan Hugo kesana."
"Apa saja yang kamu lakukan sayang."
"Aku membantu Hugo membalaskan dendam,membantai habis keluarganya yang tersisa,lalu Hugo mengikuti kontes memanah disana dia sempat mengira kalau hadiahnya berupa benda, tetapi malah untuk dijadikan prajurit,jadi Hugo meminta aku untuk membantunya lepas dari hadiah yang diberikan oleh kaisar barat,hanya itu."
Sekarang tatapan Yamato berubah sangat rumit, wanita seperti apa sebenarnya istrinya ini,melihat kikiyo bercerita dengan sangat santai.
"Apa itu sudah menjawab keingin Tahuan kamu sayang?."ucap kikiyo dengan wajah bingungnya
"Masih ada satu lagi,sambil mengangkat jari telunjuknya,tadi jendral imamura datang dan ingin mengatakan sesuatu hal dan aku ingin mengetahuinya juga,tapi Hugo melarang dan,,,dia bilang kalau kamu akan marah kepadaku dan mungkin akan pergi meninggalkan aku,apa maksud Hugo sampai dia berkata seperti sedang mengucapkan kalimat kutukan untuk aku."
Yamato sangat gelisah saat setelah mendengar bisikan dari Hugo tadi,kenapa?.
Kikiyo tersenyum kecil.
"Kalau Hugo berkata seperti itu,,,itu berarti besar kemungkinannya."
Yamato mulai mencengkeram erat kedua bahu kikiyo.
"Kenapa kamu sampai mempunyai pemikiran ingin meninggalkan aku?, Apa karena aku tidak boleh tahu."
"Bukan tidak boleh,tapi hanya belum saatnya saja, sayang."
Saat mendengar jawaban kikiyo, Yamato langsung memeluk tubuh kikiyo.
"Jadi ,kalau aku tidak mengetahui tentang itu,apa kamu akan bersamaku selamanya sayang."
"Ya, tentu saja,."
Yamato memeluk lebih erat lagi,dia bahkan tidak mau membayangkan kalau kikiyo pergi jauh darinya,
Begini juga sudah cukup,fikir Yamato
"Tapi,kamu beneran kan cinta sama aku sayang."ucap Yamato dengan suara yang sedikit serak
______________________________________
bersambung
(^∆^)