
Yosi pun langsung berwajah ceria sambil tertawa lepas mendengar ucapan dari mulut Suki.
"Hanya pria jelek dan bodoh yang mau mengejar-ngejar wanita seperti kamu."ucap Yosi dengan nada suara tinggi
"Ais,awas saja kamu ya, setelah ini aku akan membuat perhitungan dengan kamu." Ucap Suki yang sudah sangat geram kepada Yosi
Yosi pun bergegas pergi menuju istana kekaisaran tengah,Yosi sangat ingin bertemu dengan Hugo.
Sedangkan ditempat lain, setelah lebih dari setengah jam beristirahat,Hugo sudah bangun dari tidurnya,Hugo sudah sangat ingin pergi untuk berperang kembali.
Tapi dengan cepat tabib istana melarangnya untuk banyak bergerak, tadinya Hugo sudah sangat ingin memberontak tapi dari jauh, terdengar suara seorang wanita sambil berteriak.
"Istirahatlah Hugo, jangan memaksakan diri, aku tidak mau anak yang berada didalam kandungan miciko lahir tapi tidak bisa melihat sang ayah." Ucap kikiyo yang sedang berjalan bersama dengan Yamato mendekat kearah Hugo , Muso dan imamura.
Sedangkan imamura,Muso dan Hugo pun ingin bangun dari tidurnya untuk memberikan hormat.
"Untuk sekarang itu tidak perlu,kalian tetaplah beristirahat, serahkan semua ini kepada kami."ucap Yamato,
Seorang Kasim pun langsung menghampiri Yamato untuk memberikan jubah naga kebesarannya, begitu juga dengan kikiyo, beberapa dayang pun langsung bergegas memakaikan baju kebesaran permaisurinya.
Setelah kikiyo dan Yamato sudah siap, mereka berjalan beriringan dengan senyuman manis sambil bergandengan tangan berharap ini menjadi awal dari kebangkitan kekaisaran tengah.
Sesampainya mereka didepan istana kekaisaran tengah, seluruh orang yang sedang berperang pun terdiam saat melihat kearah kaisar Yamato dan permaisuri kikiyo sudah kembali bersama.
Jenderal pengkhianat itu pun seperti melihat mangsa yang sangat mudah digapai,tapi sebelum dia bisa menyentuh Yamato dan juga kikiyo,bahkan sebelum dia bisa mendekat pun,
Tora, yuzuru,Suki,Yosi,dan kuza pemimpin organisasi pengikut bulan dari kekaisaran selatan,sudah menghunuskan pedang mereka masing-masing ketubuh jenderal pengkhianat itu.
"Kalian."ucap jendral pengkhianat itu sebelum dia mati
Sedangkan kelima pemimpin dari setiap kekaisaran hanya menatap sinis kearahnya.
Setelah sang jendral mati,kelima pemimpin itu serempak untuk menarik kembali pedang mereka dari tubuh sang jendral,dan membalikan badan untuk melihat kearah kikiyo dan Yamato.
Sambil bersujud untuk memberikan hormat kepada kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah.
"Salam yang mulia Kaisar dan permaisuri kekaisaran tengah."ucap mereka semua serempak dengan seluruh anggota pengikut bulan
Semua orang yang berada disana pun memberikan hormat dengan posisi yang sama, tinggal sisa prajurit dari jendral pengkhianat yang masih hidup,mereka tidak mengerti tentang penghormatan ini.
Kikiyo memberikan instruksi kepada Yamato untuk berbicara.
"Salam diterima,aku sebagai seorang kaisar sangat mengucapkan banyak terimakasih karena sudah membantu kekaisaran tengah dalam menghadapi konflik."ucap Yamato yang sudah tidak tahu harus berbicara bagaimana lagi.
Suki pun mengangkat wajahnya.
"Kami semua berkumpul disini karena mendapatkan perintah dari sang pemimpin bulan,jadi yang mulia Kaisar tengah harus mengucapkan kalimat itu kepada sang pemimpin."ucap Suki yang disetujui oleh seluruh anggota pengikut bulan yang lainnya.
Tak lama Hugo pun keluar dari dalam istana kekaisaran tengah lalu dia berjalan mendekati kikiyo dan Yamato, berbarengan bersama Muso dan imamura yang memaksakan diri untuk pergi.
"Nyonya."ucap Hugo kepada kikiyo
Kikiyo hanya tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Seluruh anggota pengikut bulan pun sangat terkejut mendengar ucapan dari mulut kikiyo,Hugo langsung menimpali ucapan dari kikiyo.
"Aku Hugo, adalah tangan kanan dari nyonya ku, nyonya kikiyo,dulu nyonya lah yang meminta untuk melatih beberapa orang untuk menjadi pengikut bulan dan tidak terduga hasilnya akan sebanyak ini bahkan bisa lebih, nyonya kikiyo sangat berterimakasih dengan usaha kalian semua hari ini, terimakasih."ucap Hugo sambil membungkukkan badannya, begitu juga dengan kikiyo dan Yamato.
Membuat Tora, yuzuru,Suki, Yosi dan kuza berdiri untuk menahan sikap hormat itu, bagaimana pun mereka merasa tidak pantas untuk menerima penghormatan ini.
"Yang mulia Kaisar dan permaisuri."ucap tora
"Pemimpin."ucap yuzuru
"Nyonya."ucap Suki
"Yang mulia kekaisaran tengah."ucap Yosi
"Pemimpin."ucap kuza
Mereka semua berucap dengan serempak.
"Baiklah,kalian berlima ikutlah kedalam istana,minta setiap kelompok kalian kembali nanti kekaisaran tengah akan mengirimkan hadiah untuk masing-masing kelompok atas semua usaha kalian tentunya dengan semua orang yang telah gugur."ucap Hugo yang sambil diangguki oleh kelima pemimpin organisasi pengikut bulan dari kelima kekaisaran yang ada dibenua ini
Setelah selesai Tora melihat wanita yang hanya bisa berdiri sambil memandang kearahnya,lalu Tora langsung membuka kedua tangannya, wanita itu pun berlari dan masuk kedalam pelukan Tora,ya wanita itu adalah Hima.
Pemandangan itu membuat Suki menganga lebar,dia tidak menyangka kalau rifalnya itu bisa memiliki kekasih,Yosi pun mendekati Suki dan mengejeknya tentang Tora, Suki sangat kesal dengan itu semua sampai-sampai dia menghajar Yosi tanpa ampun.
Sedangkan pandangan jendral imamura sangat tertarik dengan Suki, itu juga tidak luput dari perhatian Hugo ,sang adik ipar.
"Kakak,apa dia sangat menarik."ucap Hugo dengan niat menggoda sang kakak ipar
"Ya,dia sangat menarik,eh adik,kenapa kamu bertanya seperti itu,hah?."ucap jendral imamura yang merasa sudah dipermainkan oleh adik iparnya itu.
Hugo hanya tertawa kecil,dan menepuk bahu sang kakak.
lalu kikiyo dan Yamato pun sudah memasuki istana kekaisaran tengah untuk duduk bersama dengan seluruh pemimpin organisasi pengikut bulan dari semua kekaisaran yang ada dibenua ini.
sedangkan ditempat lain diseluruh kekaisaran tengah,semua penduduk sedang berpesta tentang kemenangan ini,didesa tempat pengungsian juga emi, Momo dan miciko sedang berpelukan dengan berita kemenangan ini.
mereka sudah mendapatkan informasi kalau imamura,Muso dan Hugo selamat, mereka sangat lega sekali mendengarnya,miciko terus saja mengelus perutnya sendiri yang sudah terlihat sangat besar.
"ayah kamu selamat nak,kita semua akan berkumpul lagi."ucap miciko.
"iya kak,kita seharusnya banyak bersyukur karena hal ini."ucap Momo ,miciko hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju
"emi juga sangat senang, sekarang emi sedang hamil muda,bisa mendengar suami selamat dari perang pun ,emi sudah sangat senang."ucap emi dengan suara sendunya, emi sebenarnya tidak mengkhawatirkan tentang bagaimana dia membesarkan calon jabang bayinya nanti karena Muso sama denga Hugo,
Muso sudah menyediakan banyak harta untuk istri dan anak yang sekarang sedang berkembang didalam perut sang istri.
_________________
bersambung
(^∆^)