
Jeju adalah tempat yang Karina pilih untuk menepi dari hiruk pikuk Seoul, tekatnya sudah bulat, ia ingin memulai semuanya dari awal. Ia ingin menyimpan semua kenangan indah yang pernah ia ukir bersama Chunghee, kenangan itu akan ia simpan rapat-rapat tapi tidak akan ia lupakan, jadi jika suatu saat ia merindukan laki-laki itu maka ia akan membuka kembali kenangan itu.
Kini Karina berdiri di depan sebuah rumah minimalis dengan sebuah halaman yang bisa dikatakan cukup luas, seulas senyum terukir dibibir tipisnya. Ia kembali teringat dengan apa yang pernah ia katakana pada Chunghee tentang gambaran rumah masa depan seperti apa yang ingin dia bangun. Dan kini ia berdiri tepat di depan sebuah rumah yang ia impikan, hanya saja bedanya jika dulu ia membayangkan menempati rumah tersebut dengan Chunghee. Sudut hatinya terasa begitu nyeri ketika lagi-lagi mengingat Chunghee, menghela nafas dalam Karina kembali menguatkan diri, bahwa ia kan bisa melewati semua ini tanpa Chunghee disisinya
Tangan Karina mengelus perutnya yang masih rata “Aegi-ya, kita sudah sampai. Kita akan memulai semuanya dari awal, Eomma akan merawatmu, menjagamu dan melimpahimu dengan kasih sayang hingga kau tak akan pernah merasakan kekurangan kasih sayang. Agei-ya tumbuhlah dengan baik di dalam eoh, kau adalah kekuatan Eomma sekarang, jadi tolong kuatkan Eomma untuk menjalani semua ini em. Aegi-ya maafkan Eomma yang harus memisahkan mu dari Appa bahkan ketika dis belum sempat mengetahui keberadaanmu. Tapi tenang saja Aegi-ya, jika kau sudah besar nanti Eomma akan menceritakan semua hal tentang Appa, dan jika Tuhan berkehendak dan memberikan kita kesempatan Eomma kan mempetemukanmu dengan Appa” ujar Karina
Karina merajut langkahnya, ia memasuki rumah tersebut. Matanya berpendar ketika pintu tersebut terbuka, ia tersenyum ketika melihat bagian dalam rumah tersebut yang terlihat sangat nyaman. Dalam hati dia mengucapkan terima kasih pada Daejung dan Hye In yang sudah menyiapan semua ini untuknya, dia benar-benar beruntung memiliki mereka berdua dalam hidupnya.
“Baiklah mari kita ukir ulang kisah kita mulai dari sini, Karina-ya Fighting” ujarnya menyemangati diri sendiri
Sementara itu dilain tempat Chunghee, Daejung dan Hye In masih terdiam setelah mendengar pernyataan Chunghee.
“Apa Maksutmu?” Tanya Daejung yang kini tengah menatap Chunghee dengan serius
“aku kan menerima perjodohan ini dengan satu syarat” jawab Chunghee
“Apa itu?” Tanya Daejung kembali
Chunghee bersmirk, ia kemudian menatap Daejung “kita lihat saja nanti, akan aku buat Tua Bangka itu tunduk dalam gengemanku” ujarnya
Daejung terdiam, ia yakin bahwa kini Chunghee pasti sedang memikirkan sebuah rencana yang ia yakini sebuah rencana yang akan ia gunakan sebagai ssenjata untuk balas dendan pada Ayahnya dan Eunso.
***
Pagi menyapa, kini Chunghee sudah berada di rumah sakit lebih awal dan jam seharusnya ia datang. Tujuannya adalah untuk bertemu dengan Son Gyosu. Dengan langkah yakin ia berjalan menuju ruangan sang bibi, ia mengetuk pintu beberapa kali lalu setelah diijinkan untuk masuk baru laki-laki itu memasuki ruangan Son Gyosu
“Selamat Pagi Imo” sapanya
“Eoh Chunghee-ah kau kemari? Apa kau ada shift malam?” Tanya Son Gyosu
“aniy aku shift siang, aku sengaja datang lebih awal untuk menemui Imo” jawab Chunghee
Dahi Son Gyosu berkerut, ia lalu mempersilahkan Chunghee duduk “wae? Apa ada hal penting yang ingin kau sampaikan?” Tanya Son Gyosu begitu Chunghee duduk dihadapannya
“aku ingin mengundurkan diri Imo” ujar Chunghee dengan nada begitu serius
“y-ye? Apa maksutmu dengan mengundurkan diri? Apa kau akan pindah rumah sakit? Kau ingin membuka praktek sendiri? Wae? Kenapa kau ingin berhenti Chunghee-ah? Apa terjadi sesuatu? Cerca Son Gyosu yang merasa terkejut dengan pengunduran Chunghee yang begitu tiba-tiba
“Aniy, aku akan mengambil alih perusahaan Appa” jelasnya
“Ye? Apa laki-laki itu memaksamu? Apa dia mengancammu?” kini Son Gyosu semakin dibuat bingung dengan jawaban Chunghee
“aniyo Imo. Ini semua keinginanku, Appa bahkan belum mengetahuinya. Setlah menemui Imo aku berencana untuk bertemu dengannya” jelas Chunghee
“tapi kenapa Chunghee-ah, kau bahkan belum pernah mengenal dunia bisnis. Kaku kenapa kau tiba-tiba kau ingin memimpin perusahaan laki-laki itu?” sungguh Son Gyosu tidak habis pikir dengan keputusan Chughee
“aku melakukannya untuk membalaskan dendamku pada Appa. Sudah cukup dia membuat hidupku hancur, kalau dia ingin menghancurkanku maka aku juga akan menyeretnya untuk ikut hancur bersamaku” ujar Chunghee penuh tekat
Son Gyosu menatap dalam mata putra dari adiknya itu, tergambar jelas kemarahan, kesedihan, kekecewaan yang tergambar disana, keponakannya itu pasti sangat menderita. Pandangannya kemudian teralih pada perban yang menutupi sebagian dahi Chunghee serta beberapa lebam yang bersarang pada wajah ponakannya itu. Wanita yang sudah Chunghee anggap sebagai Ibu itu kemudian berdiri dan berjalan mendekati Chunghee
Chunghee tersenyum, laki-laki itu berdiri untuk kemudian memeluk Son Gyosu “gomawo Imo” gumamnya
Son Gyosu tersenyum dan kemudian membalas pelukan Chunghee dengan begitu erat, seolah menyalurkan rasa sayang dan dukungannya pada laki-laki yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri itu.
“Eonni….. Eonni aku datang” ujar Jobin begitu ia berdiri didepan pekarangan rumah Karina
Karina yang sedang menata bungga diterasa pun menoleh pada sumber suara, senyumnya mengembang begitu mendapati Jobin berada disana “Jobin-ah” seru Karina dengan sedikit berlari menghampiri Jobin
“yak Eonni jangan berlari eoh , bagaimana jika kau jatuh eoh? Aku tidak ingin mendengar ceramah panjang dari Daejung Oppa. Kau tahu Eonni, sedari kemarin sampai dengan tadi laki-laki it uterus saja mengatakan hal berulang-ulag, yang intinya aku harus menjagamu. Dia mengatakan kalau sampai terjadi apa-apad dengan dirimu, dia akan membuang semua koleksi album idolku” ujar Jobin dengan bibir yang ia poutkan
Karina tertawa melihat hal tersebut, sedari dulu memang Jobin dan Daejung memang selalu saja berdebat dengan hal-hal sepele. Dan tingah mereka itu selalu dapat membuat Karina tertawa
“jinjja? Tau begitu aku lari saja tadi” goda Karina
“Yak Eonni” pekik Jobin, dan hal tersebut sukses membuat Karin atertawa puas
“Arraseo Kajja kita masuk kau pasti lelah” ajak Karina. Dan merekapun memasuki rumah tersebut
Karina menyajikan minuman pada Jobin, ia kemudian duduk berhadapan dengan gadis itu
“Gomawo Eonni” ujar Jobin setelah meminuman yang Karina sajikan
“Eonni, apa Imo tau kau ada disini?” Tanya Jobin dengan hati-hati
“ne, Eomma tau aku berada disini” jawab Karina, Ibunya tahu aka maslahnya dengan Chunghee, Ibunya juga tau bahwa kini ia sedang mengandung anak Chunghee. Awalnya wanita yang melahirkannya itu sangat murka begitupun dengan kedua kakak Karina, mereka berencana mendatangi Chunghee, tapi Karina mencegahnya, ia tidak ingin masalah ini semakin rumit dengan kedatanagn keluargannya. Jadi dengan berat hati mereka mengikuti permintaan Karina
“Apa Imo akan datang kemari?” Tanya Jobin lagi
“Aniy, Eomma sedang berada di jepang. Dia kan menetap disana, Eomma bilang akan sering-sering datang kemari bersama Oppa dan yang lain” jelas Karina
“kenapa Eonni tidak memilih enetap di Jepang bersama keluarga Eonni?” Tanya Jobin yang masih penasaran
Karin amenatap Jobin, wanita itu kemudain menghela nafas berat “aku tidak bisa Jobin-ah, aku tidak bisa meningglakna Negara ini, begitu banyak hal yang aku lalui disini. Aku memang ingin melupakan hal pahit yang menimpaku, tapi bukan berarti aku ingin meninggalkan Negara ini. Lagi pula aku tidak mungkin meninggalkan Appa sendirian disini? Jelas Karina. Ibu serta kakaknya memang pernah meminta Karina untuk ikut bersama mereka, tapi Karina menolak dengan alasan ia tidak bisa meninggalkan Ayahnya disini, karena makam Ayah itu berada disini
“Geurae kalau begitu aku akan terus bersamamu, aku akan terus berada disampingmu. Aku tidak akan pergi jika buka kau yang memintanya, jadi jangan pernah bosan kalau mulai saat ini kau akan selalu melihatku selama duapuluh empat jam” ujar Jobin
Lagi-lagi karina tertawa karena ucapan Jobin, gadis itu benar-benar membawa aura posutuf padanya. Sekedar info, Jobin adalah seorang yatim piatu, ia bertemu Jobin saat gadis itu datang padanya melamar pekerjaan setelah beberapa kali mendapat penolakan dari perusahaan maupun caffe yang ia datangi
.
.
.
TBC
See you next chapture😊