
Chunghee memejamkan matanya, laki-laki itu menarik nafas lalu membuangnya. Dia berusaha untuk menekan emosinya pada gadis yang sekarang berdiri didepannya dengan kerjapan mata polosnya.
Kepalanya tiba-tiba terasa pening menghadapi Karina. Setelah tadi dengan perdebatan kecilnya, sekarang Chunghee harus disuguhkan dengan penampilan Karina. Bagaimana tidak pening ketika mendapati Karina mengenakan hotpants dengan panjang hanya satu jengkal diatas lututnya dengan atasan crop top dan dipadukan dengan kemeja kotak-kotak yang sama seperti apa yang Chunghee dan Daejung kenakan. Sungguh gadis itu seperti tidak memakai celana
"Ganti pakaianmu" perintah Chunghee.
Kerutan halus tergambar didahi mulus Karina
"Wae?" Tanya nya penasaran
"Kau serius akan pergi keluar dengan pakaian kekurangan bahan seperti itu?" Tanya Chunghee
"Wae? Bukankah aku terlihat cantik? Dan asal kau tau, pakaian yang kau katakan kekurangan bahan ini adalah sebuah fashion" ujar Karina
"Terserah aku tidak peduli tentang hal itu. Sekarang masuk ke kamarmu dan ganti pakaian" perintah Chunghee sekali lagi
"Shireo aku tidak mau" balas Karina, dengan tangan yang ia lipat didepan dada
"Yak Karina. Apa kau tau ketika kau memakai pakaian seperti ini, akan banyak mata lapar para laki-laki diluar sana yang menatapmu dengan tatapan ingin menerkam,dan kau tau kau terlihat jelek ketika memakai pakaian itu. Jadi masuk dan ganti pakaianmu" jelas Chunghee
Karina mencibir, gadis itu kemudian menghampiri Daejung yang duduk di bangku pantry. Dia sandarkan kepalanya pada bahu Daejung, dan tentu saja dengan senang hati Daejung akan membelai lembut kepala sahabatnya itu.
"Daejung-ah, apa aku terlihat jelek hari ini?" Tanya Karina dengan nada manjanya
"Aniyo, kau selalu terlihat cantik bagaimana pun keadaannya. Kau bahkan terlihat cantik ketika kau bangun tidur dengan wajah bantalmu itu" jawab Daejung
Karina tersenyum, gadis itu lalu kembali bertanya pada Daejung
"Tapi Chunghee bilang aku jelek hari ini karena aku memakain pakaian ini. Dia bilang pakaian yang aku gunakan
ini pakaian kurang bahan kau dengar sendiri kan tadi" adu Karina
"Kali ini aku setuju dengan Chunghee. Karina-ya, tidak ada yang salah dengan pakaian yang kau kenakan itu, tapi yang harus pahami adalah kapan dan dimana kau memakainya. Mungkin kalau kau memakainya ketika didalam rumah itu tidak masalah, karena memang kau di rumah sendiri. Tapi kalau kau keluar dengan mengenakan pakaian seperti itu, maka disitulah letak salahnya. Chunghee benar diluaran sana pasti akan banyak mata lapar para laki-laki yang memandangmu penuh minat, dan kau tau sebenarnya pelecehan seksual itu kadang bukan sepenuhnya salah si lelaki, tapi kadang juga bisa jadi itu salah si perempuan. Salah satunya seperti cara mereka berpakaian sama seperti yang kau pakai ini. Jadi gantilah pakaianmu dan kita segera pergi sebelum hari mulai siang" jelas Daejung dengan penuh kesabaran
Karina menarik nafas dalam, gadis itu lalu menatap Daejung dan mengangguk lesu. Karina menatap Chunghee dengan gumaman tidak jelas, bibirnya juga ia manyunkan. Sepertinya gadis itu masih kesal dengan Chunghee
"Bibirmu itu gadis kecil. Kalau kau masih saja memanyunkan bibirmu, aku akan mengikatnya dengan ikat rambut agar bibir itu benar-benar manyun" ujar Chunghee
"Coba saja kalau kau berani. Tapi sebelum kau melakukannya aku akan memberikanmu pelajaran terlebih dahulu. Seperti ini...." ujar Karina, gadis itu lalu menginjak kaki Chunghee .
Tawa Karina mengema, lalu gadis itu berlari menghindari amarah dari Chunghee
"YYYAAAKKK" pekik Chunghee, laki-laki itu mengusap kakinya yang diinjak Karina
Dengan kaki terpincang,laki-laki itu mendekati Daejung yang masih terkekeh ditempat duduknya.
"Gadis itu benar-benar menyebalkan, awas saja dia akan aku balas kejahilannya itu. Akan aku beritahu seisi rumah sakit tentangnya yang pernah ah ani bukan pernah tapi sering menonton video biru. Awas saja dia" gumam Chunghee, dia teguk satu gelas air putih yang ia ambil dari lemari pendingin. Daejung hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
.
.
.
Mereka bertiga kini duduk disalah satu Cafe, mereka baru saja selesai menaiki hampir semua wahana yang ada di taman hiburan tersebut. Dan kini saatnya mereka mengisi perut mereka. Seperti biasa Daejung dan Chunghee memesan makanan, sedangkan Karina gadis itu sudah duduk manis di meja yang akan mereka tempati. Gadis itu tersenyum bahagia melihat beberapa hasil foto mereka tadi, dengan lincahnya gadis itu mengunggah foto-foto tersebut kedalam media sosialnya.
"Kenapa kau tersenyum sendiri? Apa ada yang lucu?" Tanya Chunghee begitu dia duduk didepan gadis, setelah meletakkan makanan yang mereka pesan
"Aniyo, aku hanya sedang melihat foto-foto kita tadi" jelas Karina
Chunghee ber'oh'ria dengan menganggukkan kepalanya. Karina menyimpan ponselnya, lalu pandangannya ia edarakan untuk mencari Daejung
"Daejung eoddiga?" Tanya Karina
"Di pergi ke toilet" jawab Chunghee
Beberapa menit kemudian Daejung menyusul, dan seperti biasa dia akan duduk di samping Karina
"Aniyo" jawab Chunghee dan Karina bersamaan
Daejung mengangguk. Mereka kemudian mulai menikmati makannya
"Setelah ini kita akan pergi kemana?" Tanya Daejung
"Pulang" jawab Chunghee
"Aniyo, kita akan pergi ke pantai" ujar Karina
"Shireo, aku mau pulang" balas Chunghee
"Kau tidak boleh pulang. Setelah ini kita ke pantai titik, aku tidak menerima penolakan. Kalau kau menolak aku akan menangis dengan kencang disini" ancam Karina, dengan tatapan tajam yang ia berikan pada Chunghee
Satu sudut bibir Chunghee terangkat, laki-laki itu lalu sedikit membungkukkan tubuhnya untuk mendekat pada Karina
"Kau.... tidak akan berani" ujar Chunghee, setelahnya laki-laki itu kembali menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi
Karina menatap sengit pada Chunghee, lalu semakin lama matanya semakin memerah dan berembun
Daejung memejamkan matanya, ia yakin pasti sebentar lagi akan terjadi keributan yang disebabkan oleh kedua sahabatnya. Dan sudah pasti juga dia yang akan meminta maaf pada pengunjung yang lain, dan juga dia yang akan kembali menahan malu karenanya
"HHHHWWWWAAAA......." pekik Karina
"Yak!" Ujar Chunghee
Benarkan, kedua sahabatnya itu pasti akan membuatnya malu. Dia menghela nafas lalu berdiri, membungkukkan badan kemudian meminta maaf pada penggunjung lain karena telah membuat mereka terganggu.
.
.
.
Karina berlari dengan bahagianya di pinggir pantai, setelah berhasil mempermalukan kedua sahabatnya, gadis itu kini dengan bahagia dan tanpa rasa bersalahnya bermain dengan ombak pantai. Sedangkan Daejung dan Chunghee hanya duduk sedikit jauh dari air dengan mata yang terus mengamati gadis kecil mereka, sesekali mereka juga akan mengingatkan Karina untuk tidak terlalu dalam masuk kedalam air
"Dia benar-benar seperti anak kecil. Siapa pun pasti tidak akan percaya kalau dia sudah berusia dua puluh enam tahun" ujar Chunghee dengan mata tak lepas dari Karina
Daejung terkekeh. Laki-laki itu juga sama, menatap Karina yang sedang bermain dengan air pantai
"Memang begitulah Karina, anak kecil yang terperangkap dalam tubuh seorang gadis dewasa" jawab Daejung
Chunghee mengangguk setuju, suasana kembali hening setelahnya.
"Chunghee-ah, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? dan aku harap kau menjawabnya dengan jujur" Tanya Daejung
Chunghee menoleh pada sahabatnya itu,meski sedikit ragu dia tetap mengangguk
"Katakan" jawab Chunghee
"Apa kau mencintai Karina?" Tanya Daejung to the point
Reflek Chunghee menoleh pada Daejung, detak jantung Chunghee berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia sungguh terkejut dengan pertanyaan Daejung yang begitu tiba-tiba dan tanpa pernah ia duga sebelumnya. dia tidak menyangka kalau Daejung akan bertanya seperti itu padanya.
.
.
.
TBC
See you next Chapture....😊