
Karina baru saja selesai dengan operasi pada korban kecelakaan tadi, tubuhnya terasa lelah setelah hampir satu jam lebih berjuang menyelamatkan pasiennya, jujur saja dia lelah setelah tadi berbelanja lalu berjibaku untuk menyelamatkan pasien, dia ingin segera merebahkan tubuhnya. Dengan langkah gontai gadis itu berjalan memasuki ruangan divisinya
Setelah sampai di ruangan, dia rebahkan punggungnya pada sofa, gadis itu lalu memejamkan mata mencoba untuk istirahat sebentar dan mengembalikan tenaganya. Beberapa menit kemudian pintu ruangan tersebut kembali terbuka dan muncul lah Mina dan Chunghee dari sana, dua orang itu mengernyit mendapati Karina berada disana, Mina lalu duduk di kursinya, sedangkan Chunghee, laki-laki itu memilih duduk di sebelah karina. Merasa ada pergerakan disebelahnya Karina membuka mata
"Eoh kalian sudah selesai"
Mina menoleh pada Karina
"Kami baru saja selesai, kau sendiri apa yang kau lakukan disini? Bukankah hari ini kau libur?"
Karina mengangguk lalu menjawab pertanyaan Mina "Aku baru saja selesai melakukan operasi darurat, tadi rumah sakit menelfon ketika aku sedang berbelanja kebutuhan dapur"
Mina dan Chunghee saling pandang, setelahnya mereka menatap Karina
"Kau bilang tadi kau berbelanja keperluan dapur? Wah sepertinya kau serius dengan ucapanmu waktu itu" ujar Chunghee
"Tentu saja aku serius, kapan aku main-main dengan ucapanku"
"Wah daebak, Nunna sepertinya kita harus merayakannya"
Mina terkekeh mendengar ucapan Chunghee sedangkan Karina gadis itu berdecih mendengar ucapan Chunghee, ia lalu melipat kedua tangannya di depan dada
"Dengan siapa kau berbelanja tadi? Dan apa yang Kau belanjakan?" Tanya Mina
"Aku pergi dengan Chinsun **E**onni, aku berbelanja banyak bahan masakan, dan kau tahu Eonni, nanti setelah pulang dari sini aku akan belajar membuat spaghetti Bolognese kesukaan Daejung" jawab Karina dengan antusias
Mina dan Chunghee lagi-lagi saling menatap, kenapa Karina ingin memasak makanan itu? dan apa tadi dia bilang masakan kesukaan Daejung
"Wae? Kenapa kau mau memasak itu?"
"Aku ingin memberi kejutan untuk Daejung, jadi ketika dia pulang nanti aku akan menyambutnya dan membuatkan makanan kesukaannya" jawab Karina dengan senyum yang begitu manis
Baru saja Chunghee akan menimpali ucapan Karina, tapi hal itu urung dia lakukan ketika ponsel Karina berdering, dan tentu saja gadis itu segera mengangkatnya
"Yeobseyo"
"Karina, apa kau sudah selesai?" Tanya Chinsun dari seberang sana
Karina menepuk keningnya pelan, dia lupa mengabari Chinsun kalau dia sudah selesai
"Ah...Mian Eonni aku lupa mengabari mu, aku sudah selesai tiga puluh menit lalu" jawab Karina dengan nada penuh penyesalan
"Gwenchana kau pasti sibuk tadi jadi lupa untuk mengabariku. Aku sudah berada di depan Rumah sakit, apa kau masih ada keperluan? Kalau kau masih ada keperluan aku akan pulang terlebih dulu, dan aku akan kembali lagi nanti"
"Eonni sudah di depan? baiklah aku akan segera kesana. Aku sudah selesai, Eonni tunggu sebentar aku akan segera turun"
"Oke aku akan menunggu, tidak perlu terburu-buru aku masih disini dan ingat jangan berlari"
"Nde Eonni"
Setelahnya Karina mematikan sambungan telefon dan bergegas untuk turun, dia merasa tidak enak kalau Chinsun harus menunggunya lama
"Eonni, Chunghee aku pulang dulu Chinsun Eonni sudah menunggu ku bye-bye"
Karina segera melesat meninggalkan dua rekannya, sedangkan dua orang tersebut menatap kepergian Karina dengan pandangan yang sulit diartikan
"Nunna...apa kau berpikir sama seperti yang aku pikirkan?" tanya Chunghee pada Mina
"Aku rasa aku berpikir sama sepertimu, Hah...Karina begitu polos dia masih belum bisa memahami perasaannya pada Daejung" jawab Mina
"Ck gadis itu antara polos dan tidak peka, padahal sudah terlihat jelas bagaimana perasaan Daejung padanya" ujar Chunghee
Mina yang mendengarnya hanya dapat mengelengkan kepalanya
Siang ini seluruh dokter dan staff Rumah sakit memenuhi auditorium termasuk Karina, Mina dan Chunghee, siang ini direktur rumah sakit akan memperkenalkan dokter baru di bagian anesteshi. Mereka duduk berkelompok sesuai divisi mereka
"Aku dengar dokter baru itu tampan, aku penasaran setampan apa sampai-sampai para perawat dan dokter residen wanita membicarakannya" bisik Chunghee pada Mina dan Karina
Kedua wanita itu memutar malas bola mata mereka,
"Ya itu bagus setidaknya sekarang kau harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan perhatian dari para dokter dan perawat itu" kekeh Karina di akhir kalimatnya
Chunghee mendengus sebal, sedangkan Mina ikut terkekeh seperti Karina. Dan beberapa menit kemudian acara dimulai
Karina beberapa kali melihat ponselnya berharap Daejung membalas pesannya, tapi sepertinya kali ini dia harus kembali menelan kekecewaan, sudah hampi dua minggu Daejung berada di Jepang, dan laki-laki itu jarang sekali menghubunginya, terakhir Daejung menghubunginya tiga hari lalu, dan Karina dibuat khawatir dengan hal itu, gadis itu takut terjadi sesuatu yang buruk pada Daejung. Terlalu bergelut dengan fikirannya Karina sampai tidak menyadari kalau acara sudah menuju bagian akhir
"Karina...Karina gwenchan" tanya Mina dengan sedikit menguncang lengan Karina
"Eoh, nan gwenchana, wae Eonni?"
"Kau lihat... itu dia" ujar Mina dengan menunjuk ke arah panggung dimana disana terdapat seorang dokter baru
Karina mengikuti arah pandang Mina, dan seketika tubuhnya menegang melihat siapa yang berdiri disana, dan tanpa sengaja pandangannya dengan orang tersebut bertemu, laki-laki itu tersenyum pada Karina, tapi segera Karina memutuskan pandangan tersebut, gadis itu menundukkan wajahnya
"Sepertinya aku pernah melihat orang itu tapi dimana?" Gumam Chunghee yang masih dapat di dengar oleh Karina dan Mina
"Annyeonghaseyo, Kim Baekhwa imnida, saya dokter baru di divisi anesteshi, mohon kerjasamanya" sapa laki-laki itu dengan senyum yang membuat beberapa dokter dan perawat wanita menahan teriakan histeris mereka, setelahnya dia membungkuk hormat
"Gotcha aku mengingatnya sekarang, dia adalah Baekhwa. Ah bagaimana aku bisa melupakannya, kalian tau dulu kami adalah teman dekat tapi, komunikasi kami terpusat saat dia melanjutkan sekolahnya di Kanada"
"Sepertinya kau benar-benar akan mendapatkan pesaing berat Chunghee-ah" ujar Mina dengan tawa di akhirnya, Chunghee mencibir senior itu
Sedangkan Karina, gadis itu semakin menegang. Entah kenapa ingatannya tentang masa lalu kembali berputar, kenangan tentang dia dan mantan kekasihnya, gadis itu meremas kuat ujung snelli yang dia kenakan, matanya terpejam erat lalu dia menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan, dia mencoba untuk menenangkan diri dan berusaha mengusir ingatan menyakitkan itu dari pikirannya
Setelah selesai acara tadi, semua dokter dan staff kembali ke tempat masing-masing begitu juga dengan Mina dan Karina, sedangkan Chunghee laki-laki itu mengatakan akan pergi ke toilet terlebih dahulu. Mina dan Karina sekarang sudah berada didalam ruangan divisinya, mereka sedang membahas beberapa hal sebelum melakukan prosedur pemasangan ring jantung pada salah satu pasien,
"Aku rasa kita bisa melakukannya sore ini" ujar Mina
"Aku rasa begitu, kalau begitu aku akan menyampaikannya pada keluarga pasien nanti"
Setelah selesai dengan obrolan mereka, Karina dan Mina sibuk dengan ponsel masing-masing, pandangan mereka teralihkan ketika pintu ruangan tersebut terbuka, dan muncul lah Chunghee dan seorang pria yang tidak lain adalah Baekhwa, mata Karina membola mendapati Baekhwa masuk kedalam ruangan mereka, gadis itu segera bergegas untuk meninggalkan ruangan tersebut
"Eonni, aku akan ke kantin dulu,kau bisa menelfonku kalau ruangannya sudah siap"
Tanpa menunggu jawaban dari Mina, Karina keluar dari ruangan tersebut, dan tentu saja hal itu menimbulkan tanda tanya pada Mina dan Chunghee,sedangka Baekhwa hanya dapat menatap sendu kepergian Karina
TBC
See You Next Chapture...😊