
Chunghee baru saja memasuki ruangannya, dia tersentak ketika mendapati Karina berbaring disofa, laki-laki itu menggelengkan kepalanya, lalu ia dekati Karina, ia sedikit mengguncang bahu Karina
"Karina irreona...Karina-ya"
Merasa tidurnya terganggu, Karina perlahan membuka matanya, gadis itu lalu mendudukkan diri
"Wae?" Tanya Karina dengan mengusap kedua matanya
"Kau tidak pulang lagi?" Tanya Chunghee
"Aniyo, Wae kau tidak suka aku tidur disini?" Tanya Karina dengan memicingkan matanya pada Chunghee
"Ck kau ini sensitif sekali. Aku bertanya seperti itu karena aku perhatian padamu, kau sudah dua hari tidak pulang. Pulanglah dan beristirahatlah dengan benar" ujar Chunghee dengan penuh perhatian
"Shireo... aku masih malas untuk pulang" jawab Karina
"Yak! setidaknya pulanglah dan perbaiki penampilanmu, apa kau tidak merasa risih dengan menggunakan pakaian itu lagi?" Ujar Chunghee
Karina menatap penampilannya, gadis itu lalu bergumam tidak jelas
Chunghee menarik kursi yang ia duduki, laki-laki itu lalu mendekat pada Karina
"Karina-ya...dengarkan aku. Mungkin aku memang tidak berhak mengatakan ini padamu, tapi Karina-ya dengarkan aku sekali ini saja sebelum kau menyesali semuanya. Pulanglah dan selesaikan semua masalahmu dengan Daejung, aku tau ini sulit, aku paham semua ketakutanmu, tapi Karina-ya setidaknya bicarakan ini baik-baik dengan Daejung, kalau kau memang memerlukan waktu, katakan itu pada Daejung dengan baik-baik. Kau tau.... besok Daejung akan berangkat ke Jepang, dan kau tau berapa lama dia berada disana?" Tanya Chunghee
Karina tidak menjawabnya, gadis itu hanya menatap Chunghee
"Dia akan tinggal disana selama dua tahun. Kau tau kemarin dia menitipkan pesan padaku, dia berharap sebelum dia berangkat, dia bisa menemuimu walau sebentar" jelas Chunghee
Karina memalingkan wajahnya, berusaha acuh dengan semua yang Chunghee katakan padanya. Gadis itu beranjak dari duduknya lalu dia menyambar tasnya lalu menatap Chunghee
"Kalau kau mengerti dengan perasaanku, seharusnya kau tidak mengatakan itu padaku Chunghee-ah" ujar Karina dingin
"Bukan begitu maksudku Karina-ya, aku mela...." belum sempat Chunghee menyelesaikan ucapannya, Karina lebih dulu menyelanya
"Ah sudahlah, aku lelah. Aku pulang dulu" ujar Karina melewati Chunghee
"Jangan tidur terlalu larut, ingat besok kau harus bagun pagi untuk ikut Kang gyosu operasi" Chunghee mengingatkan Karina
"Yak! Chunghee-ah kenapa kau semakin cerewet sekarang. Aku sarankan untuk jangan terlalu sering berbincang dengan perawat-perawat tukang gosip itu"
"Yak! Aku mengingatkanmu agar kau tidak terlambat, dasar gadis menyebalkan" pekik Chunghee emosi, sedangkan Karina, gadis itu hanya terkekeh geli mendengar teriakan Chunghee
.
.
.
Pagi ini terjadi kegaduhan di unit apartemen Karina. Hari ini lagi-lagi Karina telat bangun, gadis itu merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa dia mengabaikan teriakkan dari jam weker yang dia pasang, belum lagi ponselnya yang sedari tadi berdering dan menampilkan nama Chunghee disana, dia yakin pasti setelah sampai rumah sakit laki-laki itu akan memarahinya.
"Kenapa kau belum sampai juga. Jangan katakan kalau kau masih di apartemen karena terlambat bangun" ujar Chunghee dari seberang sana
"Wah daebak! Kau hebat Chunghee-ah, kau bisa meramalku" jawab Karina dengan nada yang ia buat setenang mungkin, sejujurnya dia merasa takut dengan Chunghee
"Yak!! Bukankah sudah aku katakan untuk bangun lebih awal, kau ini benar-benar. Lima belas menit, kalau kau belum sampai juga, maka bersiaplah untuk mendengar ceramah dari Kang Gyosungnim pagi ini" ancam Chunghee
"Yak! Mana bisa seperti itu, Chunghee-ah...jebal tolong aku hari ini saja Chunghee-ah, aku janji ini yang terakhir" rengek Karina
"Shireo, aku tidak bisa membantumu kali ini"
"Yak! Chunghee-ah jebal...ah, begini saja. Aku akan mentraktirmu makan siang eotte?" Tawar Karina
"Satu minggu penuh plus americano"
"Yak! Kau berniat memerasku eoh" sungut Karina
"Kau mau tidak? Kalau tidak, ya sudah"
"Oke, oke aku akan mentraktirmu" Karina akhirnya menyerah, dia sungguh tidak ingin mendegar omelan panjang Kang gyosungnim
"Deal... kau memang yang terbaik Karina-ya. Oke berhati-hatilah dijalan bye..."
Setelah itu panggilan tersebut terputus dengan Karina yang terus bergumam tidak jelas
Karina terlonjak kaget ketika seseorang berjongkok didepannya, laki-laki itu meraih kaki Karina, lalu dengan telaten laki-laki tersebut mengikat tali sepatu Karina. Karina membeku ketika mendapat Daejung lah pelakunya, setelah selesai Daejung kembali berdiri, lalu tanpa aba-aba tangan laki-laki itu terulur untuk membelai lembut rambut Karina. Karina mengang, dadanya berdebar begitu cepat, lalu sebuah desiran halus menyapa hatinya
"Kenapa kau masih saja ceroboh Karina-ya. Kalau kau terburu-buru, sebaiknya pakailah flatshoes. Kau hampir terjatuh kemarin gara-gara tali sepatu" ujar Daejung
Karina hanya mengangguk sebagai jawaban, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, gadis itu masih menikmati desiran halus pada hatinya, Daejung tersenyum lalu dia kembali menatap Karina, laki-laki itu mencoba meraih tangan Karina, tapi dengan sigap Karina menghindar, Daejung lalu tersenyum tipis
"Karina-ya hari ini aku berangkat ke Jepang. Bisakah....kita bertemu sebelum aku berangkat? aku ingin makan siang bersamamu sebelum kita berpisah untuk waktu yang lama" pinta Daejung dengan penuh harap
Karina merasa hatinya berdengung nyeri mendengar permintaan Daejung, dia begitu bersedih mendengar permintaan itu, ingin rasanya dia mendekap tubuh tegap didepannya ini, tapi apa daya keegoisannya lebih mendominasi hatinya, hingga dia terkalahkan dengan keegoisannya itu
"Bee..." panggil Daejung
Karina bingung harus menjawabnya, beruntung karena pintu lift terbuka, hingga dia bisa menghindari pertanyaan Daejung tadi. Gadis itu bergegas meninggalkan lift tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Daejung. Sementara itu Daejung hanya dapat mengelah nafas dalam, laki-laki itu berjalan dengan terus menatap pungung sempit sahabatnya itu, hingga tubuh munggil itu masuk kedalam taxi
.
.
.
TBC
See you next Chapture...😊