
Daejung membeku, pikirannya tiba-tiba kosong. Apa ini? Putri Hye in? Bagaimana bisa? Apa yang dia lewatkan selama ini dari sosok Hye in? Laki-laki itu masih mencoba mencerna semuanya hingga dia terlarut dalam berbagai pertanyaan dalam pikirannya sendiri
"Daejung-ah" panggil Hye in dengan sedikit mengguncang tangan laki-laki tersebut
Dan panggilan Hye in tersebut kembali menarik Daejung dari lamunannya. Laki-laki itu membenarkan posisi duduknya lalu berdehem sebentar sebelum menyesap kopinya. Sejurus kemudian, tatapan penuh tanda tanya ia layangkan pada Hye in
"Bagaimana bisa Hye in-ah, maksudku bagaimana aku bisa tidak mengetahuinya? Kapan kau menikah? Dan kenapa ayahmu tidak memberi tahuku kalau kau sudah menikah?" Tanya Daejung dengan segala rasa penasaran nya
Hye in tersenyum miris, mendengar pertanyaan Daejung. Menikah? Bagaimana dia bisa menikah ketika laki-laki yang mengaku mencintainya tidak mau bertanggung jawab. Bagaimana ayahnya bisa memberitahu Daejung, sedangkan ayahnya saja sudah tidak menganggap dia sebagai putrinya lagi semenjak kejadian itu
"Aku belum menikah Daejung-ah" ujar Hye in
"Ne?" Daejung terkejut
"Aku hamil sebelum menikah. Saat itu setelah Appa mengirimku kemari, satu bulan setelahnya aku berkencan dengan seorang laki-laki. Dia mengatakan kalau dia mencintaiku, dan akan melakukan apapun untukku. Aku bahagia saat itu, meski aku belum bisa mencintainya tapi dia terus mencoba mendekatiku, memperlakukanku dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang, sampai pada akhirnya aku belajar untuk mencintainya dan mencoba melupakanmu. Awalnya memang berat dan sangat sulit untuk melupakan cintaku padamu, tapi sampai pada akhirnya aku luluh juga dan menerima dia sebagai kekasihku. Tapi semakin berjalannya waktu, ternyata apa yang dia lakukan untukku itu hanyalah sebuah kebohongan demi untuk mendapatkan kepercayaan Appa dan agar Appa mau menanamkan saham pada perusahaannya. Aku sangat kecewa saat itu, lalu aku mendatangi apartemennya malam itu. Tapi bukan kejelasan yang aku dapat, tapi laki-laki itu justru......" Hye in menjeda ceritanya, wanita itu memejamkan matanya bersamaan dengan itu, air mata wanita itu mulai berjatuhan membanjiri pipi yang kini terlihat tirus itu. Ingatan Hye in kembali berputar pada saat dimana laki-laki itu merengut kehormatannya sebagai seorang wanita
Daejung bangkit dari kursinya lalu dia duduk disamping wanita itu dan memeluk tubuh ringkih Hye in yang bergetar. Ia usap dan gumamkan kata-kata penenang pada wanita itu
"Kalau kau belum siap, kau tidak harus menceritakannya sekarang Hye in-ah" ujar Daejung begitu lembut
Hye in menggeleng dalam pelukan Daejung. Wanita itu harus menceritakannya, dia harus membagi beban yang selama ini ia pukul sendiri. Dan Daejung, Hye in pikir laki-laki itu adalah orang yang tepat untuk ia berbagi beban tersebut
Tangan Daejung terkepal mendengar cerita Hye in, emosinya mendidih sampai keubun-ubun. Ingin rasanya dia menghajar laki-laki biadab itu sekarang juga. Dia tidak menyangka kalau wanita yang dulu pernah singah di hatinya itu kini mengalami masa yang begitu menyakitkan, dan begitu berat.
Tangannya terulur untuk kembali merengkuh tubuh Hye in, dia usap lengan yang kini terasa begitu lemah itu. Tanpa sadar ia layangkan sebuah kecupan pada pucuk kepala wanita itu. Dan tentu saja Hye in tersentak kaget mendapati perlakuan Daejung
"Aku akan membalasanya Hye in-ah. Akan aku balaskan sakit hati serta penderitaannya yang selama ini kau alami Hye in-ah. Aku akan membuat laki-laki itu membayar semuannya. Percaya padaku, kau tidak perlu merasa sendiri lagi. Ada aku, aku akan disini, disisimu menjagamu dan menjaga Hana. Akan aku pastikan kalian akan selalu aman dan akan aku jamin kebahagiaan kalian berdua" ujar Daejung dengan penuh kesungguhan. Laki-laki itu tumpukan dagunya pada pucuk kepala Hye in dengan tangan yang terus mengusap lengan wanita itu.
Hati Hye in menghangat mendengar penuturan Daejung, entah laki-laki itu sadar atau tidak dengan yang ia ucapkan, tapi Hye in akan percaya pada Daejung sama seperti yang laki-laki itu ucapkan padanya.
.
.
.
TBC
See you next chapture...😊