
Karina memasuki caffe nya, wanita itu kemudian menghampiri Jobin yang kini sedang duduk di belakang meja kasir.
"Apa masih ada pelangan yang datang?" tanya Karina
"Tinggal pasangan itu saja. Dan aku rasa mereka akan segera pergi" jawab gadis itu
"Kalau begitu setelah mereka pergi kita tutup saja" pinta Karina
Jobin mengernyit, dia heran kenapa bos nya itu tiba-tiba menyuruhnya untuk tutup lebih awal
"wae? apa Eonni ada acara hingga kita harus tutup lebih awal" tanya Jobin
"Aniyo, aku ingin mengajakmu makan diluar. Hah rasanya sudah lama sekali aku tidak minum soju" jelas Karina
Mata Jobin membola. Tidak, dia tidak ingin kejadian dulu terulang lagi, ia masih ingat betul ketika Karina mengajaknya minum, wanita itu benar-benar diluar kendali dan berakhirlah mereka terbaring di rumah sakit. Beruntung mereka hanya mengalami lebam dibeberapa tempat saja, beruntung juga jalanan sepi jadi mereka tidak sampai menabrak pengguna jalan lain. Memang mereka selamat, tapi hal itu tidak berlaku bagi telinga mereka yang harus merasa panas karena omelan panjang dari Daejung.
"Shireo" Tolak Jobin
Dahi Karina berkerut "Wae?" Tanyanya
"Apa Eonni lupa kejadian terakhir kali kita minum dan harus berakhir dengan mendengar omelan panjang dari Daejung Oppa. Tidak, aku tidak ingin mendengarnya lagi" jelas Jobin
"Ck itu tidak akan terjadi lagi, aku akan mengontrol diri kali ini.Dan kalau nanti aku mabuk kau bisa menghubungi Daejung, jebal..." pinta Karina
"Shireo, Pokoknya tidak ya tidak" jawab Jobin tegas
"Kau benar-benar tidak mau?" tanya Karina memasikan
Jobin mangangguk yakin
"Geurae karena kau sudah menolak perintahku, maka bulan ini gajimu aku potong" ancam Karina
"Gweanchana, lebih baik gajiku dipotong dari pada harus mendengar ceramah dari Daejung Oppa. Aku masih menyayangi telinga serta nyawaku" jawab Jobin
"Yak Jobin-ah apa maksudmu Eoh? kau takut kalau kejadian itu terulang lagi?" Tanya Karina
"Tentu saja, pokoknya aku tidak mau ikut titik" tegas Jobin
"Geurae kalau kau benar-benar tidak mau ikut aku akan pergi sendiri. Ah... sayang sekali padahal rencananya aku ingin memberikan tiket konser ini padamu kalau kau mau ikut. Tapi karena kau tidak mau, maka besok tiket ini akan aku berikan pada pengunjung caffe yang beruntung" ujar Karina dengan tangan yang membolak-balik sebuah tiket dari salah satu boy band idola Jobin
Jobin menatap tiket itu dengan penuh minat, gadis itu dibuat dilema oleh keadaan. Haruskah dia menerima tiket itu? Tapi kalau dia menolak, itu berarti dia menyia-nyiakan kesempatan emas yang mungkin saja tidak datang dua kali. Lalu kalau dia menerimanya, dia takut Karina akan mabuk dan dia akan menerima omelan lagi dari Daejung. Hah....dia benar-benar dibuat binggung dengan pilihan itu, baiklah setelah berperang batin gadis itu memutuskan untuk menerima ajakan Karina. Masalah Kalau Karina sampai mabuk nanti, dia akan menelfon Daejung seperti yang Karina katakan tadi.
"Geurae... karena aku dongsaeng yang baik dan tidak ingin Eonni pergi sendiri, aku memutuskan menerima ajakan Eonni. Tapi... Eonni harus menanggung omelan dari Daejung Oppa, eotte?" Jawab Jobin
"Deal kalau begitu aku akan ambil tasku dulu, kau sebaiknya juga bergegas" ujar Karina yang mulai melangkah pergi
"Eonni tunggu.... bagaimana dengan tiketnya? Kau bilang akan memberikannya kalau aku mau menemanimu" ujar Jobin
"Ah.... tiket itu, aku akan memberikannya kalau kita sudah selesai minum" ujar Karina, dengan langkah tergesa menuju lantai dua untuk menghindari pekikan Jobin
"Yak...Eonni kau benar-benar menyebalkan" pekik Jobin, gadis itu mengerutu dan mulai membereskan meja terakhir tadi
.
.
.
"Bagaimana bisa dia meninggalkanku begitu saja? Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku... dasar laki-laki berengsek, awas saja kalau dia pulang akan aku gunduli rambutnya" ujar Karina yang mulai merancu karena kini kesadarannya sudah terrengut alkohol
Jobin hanya dapat menghela nafas lelah, sudah tiga puluh menit mereka di kedai tersebut. Dan kini Karina sudah mabuk berat, wanita itu sedari tadi terus bicara merancu dan terus mengumpati Chunghee.
"Hah... ini benar-benar melegakan. Yak Jobin-ah lihatlah kenapa bisa diini ada wajah menyebalkan Chunghee si berengsek itu" ujar Karina dengan mengangkat gelas sojunya.
Lalu beberapa detik kemudian terdengar isak tangis dari Karina, wanita itu kini bahkan sudah meraung menyuarakan tangis pilu yang selama ini dia pendam.
"Appoyo.... hiks... wae, wae kenapa dia melakukan ini padaku Jobin-ah... wae" ujar Karina dengan memukul dadanya
Jobin mengusap punggung Karina, gadis itu tidak tega melihat keadaan Karina yang seperti ini.
"Keluarkan Eonni, luapkan semua beban yang kau rasakan selama ini. Umpati dia yang telah membuatmu menjadi seperti ini" ujar Jobin
Dan benar tangis Karina semakin terdengar memilukan, para pengunjung disana hanya bisa menggelengkan kepala mereka, memaklumi apa yang Karina lakukan. Beberapa menit kemudian tangis Karina terdengar lirih dan semakin lama semakin menghilang, Jobin menatap Karina. Ia meghela nafas lega setelah mengetahui kalau Karina ternyata tertidur. Jobin kemudian menelfon Daejung untuk menjemput Karina.
Daejung sedang bermain bersama Hana putrinya dan Hye in, mereka bercanda di kamar Daejung. Dering dari ponsel Daejung menghentikan kegiatan mereka, ketika mendapati nama Jobin disana, laki-laki itu segera mengangkatnya
"Yeobseyo" sapa Daejung
"Oppa... bisakah kau menjemput Eonni? Dia... mabuk berat" ujar Jobin
"Kalian dimana?"
"Kami di kedai soju biasanya" jawab Jobin
"Baiklah aku akan kesana, tunggulah sebentar lagi dan tolong jaga Karina"
"Nde"
Setelanya panggilan tersebut terputus, Daejung beranjak dari ranjang. Hye in yang sedari tadi mendengar percakapan tersebut ikut bangkit dan mendekati Daejung
"Apa sesuatu terjadi?" Tanyanya
"Karina mabuk berat. Aku harus segera menjemputnya" jawab Daejung
Hye in mengangguk, wanita itu kemudian membenarkan jaket yang Daejung kenakan
"Aku harap dia baik-baik saja, nanti bawa saja dia kemari. Aku khawatir kalau dia berada diapartemen sendiri" ujar Hye in
Daejung mengangguk, laki-laki itu menghampiri Hana yang masih asik dengan mainannya. Dia kecup pipi calon putrinya itu
"Daddy jemput Eomma dulu, Hana bermain dengan Mommy dulu ne" pamitnya pada Hana
Daejung kembali mendekati Hye in, dia layangkan satu kecupan pada kening calon istrinya itu.
"Aku pergi dulu, kau bisa tidur dulu dengan Hana" pesannya
"Aku akan menunggumu dan Karina. Hati-hati dijalan, dan segera hubungi aku kalau terjadi sesuatu dengan Karina" ujar Hye in
Daejung mengangguk lalu dia melenggang keluar dari kamarnya dengan tergesa.
.
.
.
TBC
See you next Chapture....😊