Just Us

Just Us
Chap 36



Waktu berlalu begitu cepat, jam berganti hari dan hari berganti bulan. Tak terasa tiga bulan sudah Daejung tersadar dari koma nya, laki-laki itu sudah kembali beraktifitas seperti biasa, hanya bedannya dia belum kembali bekerja karena ayahnya memang belum mengijinkannya. Jadi selama tiga bulan ini hanya ia habiskan untuk bersama Karina dan Chunghee. Setiap pagi dia akan datang ke apartemen Karina, memasakkan gadis itu sarapan, mengatar gadis itu ke rumah sakit dan banyak hal lainnya.


Sore ini Daejung sudah berada di depan rumah sakit, laki-laki itu sedang menunggu Karina dan Chunghee keluar dari sana. Sore ini mereka berencana untuk makan malam bersama di apartemen Karina.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Karina dan Chunghee keluar juga. Melihat Karina yang berlari menuju arahnya Daejung keluar dari mobil dan merentangkan tangannya


"Daejung-ah!" Pekik Karina begitu dia sudah dekat dengan Daejung


"Lelah?" Tanya Daejung


"Aniyo, Chunghee banyak membantuku" jawab Karina, gadis itu lalu menarik lengan Chunghee dan dia peluk dua laki-laki itu sekaligus


"Aku benar-benar beruntung memiliki kalian disisiku" ujar Karina


"Kau yang beruntung, kami yang susah memiliki teman sepertimu" balas Chunghee


Karina memekik kesal, gadis itu lalu menginjak kaki Chunghee


"Rasakan, itu akibatnya kalau kau selalu membuatku kesal" ujar Karina


"Yak! Itu memang kenyataannya dasar gadis kecil" balas Chunghee


"Yak.... akan aku balas kau laki-laki menyebalkan. Akan aku sebarkan videomu sedang menangisi Mijin saat itu" ujar Karina dengan tangan yang menggoyangkan ponselnya


Mata Chunghee membola, laki-laki itu berusaha merebut ponsel tersebut. Tapi Karina lebih dulu berlari dan bersembunyi dibalik tubuh Daejung. Dan terjadilah adegan saling mengejar diantar Karina dan Chunghee, sedangkan Daejung hanya tertawa dan pasrah saat tubuhnya diputar kesana kemari oleh Karina


"Yak! Sudahlah apa kalian tidak malu menjadi bahan tontonan eoh" akhirnya Daejung bersuara. Laki-laki itu merasa malu karena kini mereka menjadi pusat perhatian


Chunghee dan Karina berhenti saling mengejar. Karina mempoutkan bibirnya dan terus menggerutu tidak jelas


"Sekarang berbaikanlah. Dan setelahnya kita belanja" perintah Daejung


Chunghee lebih dulu mengulurkan tangannya, Karina menatap tangan tersebut lalu setelahnya menerima tangan tersebut. Daejung tersenyum melihat kedua sahabatnya itu, kadang dia dibuat heran oleh kedua orang itu, mereka seperti anak kecil kalau sudah bersama, mereka sering bertengakar, bermusuhan lalu saling merindukan dan berakhir dengan saling memaafkan.


Kini mereka sudah berada di supermarket, mereka melakukan batu gunting kertas untuk memutuskan siapa yang akan mendorong troli dan siapa yang akan membayar. Dan hal itu membuahkan hasil dengan Chunghee yang mendorong troli dan Daejung yang membayar, sedangkan Karina gadis itu yang akan memilih bahan masakan.


Mereka sudah selesai berbelanja untuk bahan masakan, dan kini kedua laki-laki itu sedang mengikuti langkah Karina yang sedang asik memilih cemilan. Gadis itu membeli banyak snack dan kini gadis itu sedang berdiri didepan rak yang berisikan berbagai jenis soju, cukup lama mereka berdiri disana.


Gadis itu menginginkan minuman tersebut, tapi ia yakin kalau kedua laki-laki itu pasti tidak akan mengijinkannya. Beberapa detik kemudian sebuah ide muncul dari otak cemerlangnya. Gadis itu berbalik dan menghadap Daejung dan Chunghee. Merasa aneh akan tatapan yang Karina layangkan pada mereka, kedua laki-laki itu saling menatap dengan penuh tanda tanya


"Daejung Oppa...Chunghee Oppa" panggil Karina dengan lembut


Dajung dan Chunghee saling melirik mendengar panggilan yang Karina tujukkan untuk mereka. Firasat mereka mengatakan kalau sebentar lagi pasti Karina akan meminta sesuatu


Benar bukan dugaan Daejung dan Chunghee, Karina pasti akan meminta sesuatu. Sejujurnya mereka tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menolak wajah memohon Karina. Tapi untuk kali ini mereka harus tegas, mereka tidak akan membiarkan Karina minum minuman beralkohol lagi. Masih segar diingatkan mereka bagaimana tubuh gadis itu terbujur lemah dia atas ranjang rumah sakit karena keracunan alkohol. Dan semenjak kejadiaan dua bulan lalu itu mereka tidak pernah mengijinkan Karina untuk minum apapun yang berbau alkohol.


"Tidak!" Jawab tegas Daejung dan Chunghee secara bersamaan


Karina sempat terkejut, tapi setelahnya gadis itu berusaha membujuk kedua sahabatnya itu


"Sekali ini saja.... jeball" rengek Karina


Daejung dan Chunghee tetap kekeh pada pendirian mereka dengan tidak mengijinkan Karina


"Ah Chunghee-ah, sebaiknya kita bayar sekarang, aku sudah lapar" ujar Daejung mencoba mengabaikan rengekan Karina


"Ah kau benar Daejung-ah aku juga sudah lapar. Sekarang kajja kita bayar saja" balas Chunghee


Kedua laki-laki itu kemudian berlalu dari hadapan Karina tanpa menghiraukan rengekan dan pekikan kesal Karina.


Kini ketiganya sudah duduk dimeja makan apartemen Karina. Karina duduk paling ujung dekat tembok, disebelahnya Daejung lalu didepannya terdapat Chunghee duduk disana. Gadis itu masih kesal karena permintaannya tidak dikabulkan oleh dua laki-laki itu. Tapi begitu melihat daging dan beberapa lauk yang tersaji didepannya  kekesalan gadis itu menguap begitu saja.


Chunghee sibuk membakar daging sedang Daejung sibuk memotong daging tersebut dan meletakkannya pada piring Karina, kedua laki-laki itu selalu memprioritaskan Karina diatas segalanya. Dengan semangat gadis itu mengambil potongan daging dipiringnya dan menyuapkannya kedalam mulut munggilnya, matanya berbinar setelah mencicipi daging tersebut


"Wah... mashita" ujar Karina dengan senyum bahagianya


"Bukannya kau masih kesal, kenapa sekarang tersenyum begitu lebar" ujar Chunghee yang masih sibuk membolak-balikkan daging


"Tadi memang kesal tapi setelah dipikir untuk apa aku kesal. Kalian melarangku minum karena kalian memperdulikan keadaanku. Dan lagi mana mungkin aku kesal setelah melihat makan sebanyak ini" jawab Karina, dengan tangan yang kembali menyuapkan satu potong daging kemulutnya.


Daejung dan Chunghee saling memandang kemudian mendengus kesal setelah mendengar jawaban Karina


"Makan pelan-pelan saja, kami tidak akan mengambilnya" ujar Daejung. Dan hanya ditangapi Karina dengan ok sign dari tangan gadis itu


Kedua laki-laki itu dibuat terkekeh dengan tingkah Karina, gadia itu benar-benar berbeda dari gadis lain yang pernah mereka temui. Karina benar-benar istimewa dengan segala kelebihan dan tingkat ajaibnya.


.


.


.


TBC


See you next chapture...😊