Just Us

Just Us
Chap 15



Karina sudah selesai dengan belanjaannya, gadis itu keluar dari lift dengan bersenandung ringan, ia terus berjalan menuju unit Apartemen Daejung, dia mempercepat langkahnya, cacing-cacing di perutnya sudah tidak sabar untuk menyantap masakan Daejung


"Bersabarlah sebentar lagi cacing-cacingku, kita akan segera menyantap masakan Daejung" ujar Karina dengan mengusap perutnya, gadis itu lalu terkikik geli


Sementara itu di dalam Apartemen Daejung, laki-laki itu kewalahan dengan tingkah Hye in yang terus menciumnya dan kini bahkan gadis itu mendorong Daejung ke sofa, dengan tidak tahu malunya dia duduk diatas pangkuan Daejung. Daejung berusaha untuk menghentikan aksi Hye in,laki-laki itu bahkan mendorong Hye in, tapi Hye in malah mempererat pelukannya pada leher Daejung


KKKLLLEEKKK....


Pintu Apartemen terbuka, Karina membolakan matanya melihat apa yang Hye in lakukan pada Daejung, gadis itu letakkan belanjaanya pada meja pantry lalu berjalan cepat menghampiri Hye in. Karina menarik rambut panjang Hye in, hingga gadis itu mengaduh kesakitan


"Yak!! apa yang kau lakukan" pekik Hye in, gadis itu lalu turun dari pangkuan Daejung


Karina menghempaskan Hye in hingga gadis itu terhuyung, Hye in menatap Karina tajam, tangan Hye in terangkat siap untuk melayangkan satu tamparan pada Karina, tapi hal itu tidak terjadi karena Karina dengan sigap meraih tangan Hye in lalu memutarnya kebelakang tubuh Hye in, Karina berdiri dibelakang tubuh Hye in dengan masih menahan tangan gadis itu, Karina berbisik dengan nada begitu dingin


"Bukankah sudah aku katakan padamu untuk tidak menganggu Daejung? aku sudah memperingatkanmu berulang kali Hye in-ssi, tapi sepertinya kau seorang yang memiliki wajah tembok, kau dengan tidak tau malunya datang ke apartemen seorang laki-laki, lalu melakukan hal yang tidak senonoh padanya. Apa seperti ini pelajaran yang kau dapat selama bersekolah? cih, murahan sekali. Kau pikir Daejung akan tergoda seperti laki-laki lain? kau pikir Daejung akan tergoda dengan apa yang kau lakukan itu? dengar Hye in-ssi, Daejung tidak seperti laki-laki di luar sana. Kau, seharusnya malu melakukan hal semurahan itu untuk mendapatkan Daejung. Ah....biar aku ralat untuk mendapatkan UANG lebih tepatnya" setelah mengatakan hal tersebut Karina melepas tangan Hye in


Hye in memegang tangannya yang terasa ngilu, emosinya memuncak ketika mendengar kata-kata yang Karina ucapkan padanya, gadis itu mengambil vas bunga yang ada di meja lalu dia berjalan untuk menyusul Karina. Daejung yang masih Syok dengan apa yang baru saja terjadi, tersadaran ketika melihat Hye in mengambil Vas bunga, dia bangkit, berdiri di belakang Karina dan...


PPPYYAAARRR.....


Vas bunga itu pecah ketika Hye in memukulkannya pada pelipis Daejung, sontak Hye in terkejut bukan main,niatnya ingin memukul kepala Karina dengan Vas itu, tapi kenapa malah Daejung yang menjadi korbannya. Karina menoleh, gadis itu terkejut ketika darah segar mengalir dari pelipis Daejung


"Daejung-ah!!!" pekik Karina, gadis menangis sambil mengusap darah yang mengalir


Nafas Karina memburu melihat pelipis Daejung,


"Da-daejung..." ujar Hye in


"Gwencahan...aku tidak apa-apa. Sekarang ayo kita ke rumah sakit" ajak Daejung pada Karina, laki-laki itu berusaha bersikap setenang mungkin agar Karina tidak bertambah panik


Sebelum pergi Karina kembali mendekat pada Hye in, lalu sebuah tamparan keras mendarat pada pipi Hye in hingga gadis itu terhuyung dan terduduk di sofa, Karina membungkukkan badanya lalu menatap Hye in dengan tatapan mengintimidasi


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Daejung, aku tidak akan pernah mengampunimu, aku akan membalasnya bahkan berkali-kali lipat lebih menyakitkan dari yang Daejung terima" ancam Karina dengan nada begitu dingin. Setelahnya gadis itu memapah Daejung untuk keluar, menyisakan Hye in yang menangis menyesali perbuatannya


.


.


.


Karina masuk ke ruangan Daejung, setelah selesai bertemu dengan Son Gyosunim, tadi dia menanyakan bagaimana keadaan Daejung apakah ada yang parah atau tidak, dan dia bersyukur ketika Son gyosu mengatakan bahwa Daejung baik-baik saja dan hasil CT scan juga menunjukkan hasil yang baik jadi tidak perlu khawatir, Daejung hanya perlu beristirahat sebentar dan sudah diperbolehkan pulang


"Bagaimana? Apa yang di katakan Gyosunim?" Tanya Daejung begitu Karina duduk di kursi samping ranjangnya


"Kau baik-baik saja dan sudah diperbolehkan pulang" ujar Karina


"Hah syukurlah kalau begitu ayo kita pulang" Daejung pun bangkit dari ranjangnya dan menggandeng tangan Karina


"Andwae...kau tidak boleh pulang, kau harus istirahat dulu disini. Jadi sekarang duduk dan istirahatlah" perintah Karina


"Shireo...aku mau pulang, aku sudah baik-baik saja Karina" jawab Daejung


"Duduk dan istirahat atau aku akan menyuntikmu dengan obat bius" ancam Karina dengan wajah yang dia buat semenyeramkan mungkin


Bukannya takut, Daejung justru tertawa kecil dan mengusap pipi Karina, laki-laki itu lalu menuruti perintah Karina


"Oke... aku akan tidur, dan kau istirahatlah" ujar Daejung setelah membaringkan tubuhnya


Karina mengangguk, gadis itu lalu membaringkan diri di sofa yang tersedia di ruangan tersebut.


Setelah beberapa waku berlalu dan dirasa Karina sudah tertidur pulas, Daejung bangun dari ranjangnya, laki-laki itu berjalan mendekati sofa dan memindahkan Karina untuk berbaring di ranjangnya agar tidur gadis itu lebih nyaman, dia tersenyum melihat wajah damai Karina yang sedang terlelap, dia amati setiap lekuk wajah cantik karina mulai dari mata sabit yang akan melengkung ketika gadis itu tersenyum, hidung mungil nan mancungnya, pipi cubby yang biasa ia cubit dan yang terakhir bibir tipis yang tidak pernah berhenti mengoceh ketika mereka sedang bersama. Daejung tersenyum mengingat ekspresi Karina ketika gadis itu mencabik kesal, ia usap lembut wajah Karina lalu ia sematkan sebuah kecupan pada kening Karina


"Jalja Bee...."


.


.


.


"Aku dengar kemarin Daejung mendapat perawatan dari Son Gyosunim, apa terjadi sesuatu dengannya?" tanya Chunghee


"Em, semalam kami menginap disini,dia mendapat beberapa jahitan di kepalanya" jawab Karina


"Ne? kenapa kau tidak memberitahuku, padahal semalem aku berjaga malam"


"Mana sempat aku mengabarimu,semalam aku benar-benar khawatir dengan keadaannya, lagi pula kenapa aku harus memberitahumu" balas Karina


"Setidaknya aku bisa ikut menjaganya. Bagaimana dia bisa mendapat jahitan itu? apa dia terbentur sesuatu?"


"Aniyo..kepalanya di hantam vas bunga oleh Hye in"


Chunghee menghentikan langkahnya, laki-laki itu lalu menatap Karina


"Ye? Hye in...bagaimana bisa?" tanya Chunghee penasaran


"Ceritanya panjang, dan aku malas untuk menceritakan gadis bar-bar itu. Intinya kalau saja Daejung tidak menghalangi tubuhku mungkin saja aku yang menerima jahitan itu atau mendapat luka yang lebih parah. Ck..kalau sampai suatu hari nanti terjadi sesuatu pada Daejung karena inside itu, aku akan membalas gadis itu seratus kali, Ah...Ani seribu kali lebih menyakitkan dari yang Daejung alami" ujar Karina dengan tangan yang terkepal. Chunghee yang melihatnya bergidik ngeri membayangkan apa yang akan Karina lakukan pada Hye in


.


.


.


"Eomma!"


"Karina-ya... dasar gadis nakal kenapa kau tidak pernah pulang mengunjungi Eomma, Apa kau tidak merindukan Eomma eoh?"


"Aigo....Apa Eomma ku ini, sedang marah?" goda Karina pada ibunya diseberang sana


"Yak! benar-benar gadis nakal, kau sudah pandai menggoda eomma ne"


Karina terkekeh, jujur saja dia benar-benar merindukan wanita yang melahirkannya itu, tapi mau bagaimana lagi, hari-harinya benar-benar sibuk dan belum sempat mengunjungi ibunya itu


"Mianhe Eomma...aku benar-benar merindukan Eomma, tapi mau bagaimana lagi" ujar Karina dengan helaan nafas panjang di akhir kalimatnya


"Gwenchana, Eomma paham akan kesibukanmu, seharusnya Eomma yang meminta maaf padamu karena tidak bisa selalu ada disampingmu. Mianhe changiya" Ujar ibu Karina dengan penuh sesal


"Gwencahan Eomma, aku baik-baik saja lagi pula disini ada Daejung, dia menjagaku dengan baik Eomma" ujar Karina menenangkan ibunya


"Syukurlah...Karina-ya malam nanti datang lah ke rumah ajak juga Daejung, malam ini kakak-kakakmu juga akan pulang, kita akan makan malam bersama. Sudah lama sekali bukan kita tidak berkumpul bersama, Jadi kau harus datang"


"Jinjja...Geurae, aku akan datang dan aku akan mengajak Daejung juga" jawab Karina antusias


"Baiklah, Eomma akan menunggu kalian. Hati-hati dijalan oke" pesan ibu Karina


"Oke Eomma, sampai bertemu nanti malam, Saranghae Eomma"


"Nado uri Karina-ya"


.


.


.


TBC


See you next chapture...😊