
Chunghee menekan bell pintu apartemen Dajung dengan tidak sabar, setelah tadi tidak menemukan Karina dimana pun, laki-laki itu memutuskan untuk mendatangi aprtemen Daejung dengan harapan semoga saja Karina berada di sana.
Setelah beberapa lama ia menunggu dan tidak mendapatkan jawaban, Chunghee akhirnya memutuskan menghubungi Daejung. Pada dering ke tiga akhirnya sahabatnya itu mengangkat panggilannya
"Yeobseyo Chunghee-ah" sapa Daejung
"Eodigga?" Tanya Chunghee
"Aku, Hye In dan Hana sedang pergi ke rumah Appa. Wae?"
"Apa Karina bersamamu?"
"Ani, wae?" Tanya Daejung sekali lagi
"Apa dia menghubungimu tadi?" Tanya Chunghee kembali
"Dia tidak menghubungiku juga. Ada apa sebenarnya Chunghee-ah? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Daejung yang semakin penasaran
"Aku akan menceritakannya nanti saat kita bertemu. Aku tutup dulu" Chunghee menutup panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari Daejung
Chunghee kemudian pergi dari sana dan kembali ke mobilnya. Laki-laki itu memukul stir mobil, kepalanya ia sandarkan pada benda berbentuk lingkaran itu
"Kau di mana Karina-ya, kembalilah" ujarnya dengan begitu nelangsa
Sementara itu gadis yang yang sedari tadi Chunghee cari kini sedang berbaring di ranjang Rumah sakit. Gadis cantik itu sempat pingsan tadi, jadi Kwon Sun segera membawanya kemari
"Apa anda wali dari pasien?" Tanya Dokter yang baru saja memeriksa Karina
"Nde Gyosungnim, apa Nunna saya baik-baik saja?" Tanya Chunghee khawatir
"Nunna anda baik-baik saja, dia hanya mengalami syok dan tertekan. Beruntung bayinya baik-baik saja," jelas Dokter tersebut
Kwon Sun membulatkan matanya mendengar kata bayi yang Dokter itu katakan "ba-bayi" ujarnya terbata
"Nde, apa kau tidak tahu kalau Nunnamu sedang mengandung?" Tanya Dokter tersebut setelah mendapati respon dari Kwon Sun yang terlihat begitu terkejut
"Ak-aku tidak tahu kalau Nunna ha-hamil" ujar Kwon Sun
"Usianya baru tiga minggu. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan dia tertekan dan mengalami syok seperti ini. Tapi kalau boleh aku sarankan, sebaiknya jangan bebani dia dengan masalah yang berat, jangan biarkan dia mengalami stres karena itu tidak baik untuk janinnya, apa lagi usia kandungannya masih muda" Dokter itu menjelaskan lagi
Kwon Sun tidak dapat berkata apa-apa lagi dia hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah mengatakan hal tersebut Dokter tadi pergi meninggalkan Kwon Sun yang masih terkejut akan berita yang baru saja ia dengar. Bagaimana bisa Karina hamil? ah sepertinya Kwon Sun lupa kalau beberapa bulan Karina dan Chunghee sempat tinggal bersama sebelum Karina mendapatkan apartemen barunya. Jadi wajar bukan kalau gadis itu kini hamil. Tapi yang Kwon Sun tak habis pikir bagaimana bisa Hyung nya itu begitu ceroboh hingga membuat Karina mengandung
Tak ingin berlarut dengan pikirannya Kwon Sun segera masuk untuk menemui Karina, saat dia masuk saat itu juga Karina membuka matanya. Kwon Sun tersenyum dan mendekati ranjang Karina
"Kwon Sun-ah, dimana ini?" Tanya Karina berusaha mendudukkan diri
Kwon Sun membantu Karina untuk duduk "kita di rumah sakit Nunna, tadi kau pingsan jadi aku membawamu kemari"
Karina terdiam, ia kemudian mengusap perutnya. Kwon Sun yang mendapati hal tersebut meraih tangan Karina untuk dia genggam, Karina mendongak mendapati hal tersebut
"Nunna kau tidak perlu khawatir dia baik-baik saja" ujar Kwon sun
Karina membulatkan matanya "ka-kau.. tahu?" Tanya nya gugup
"Tadi Dokter memberitahuku tentang keadaanmu. Dia mengatakan kau sedang mengandung, dan usianya baru tiga minggu" jelas Kwon Sun
Karina menunduk, ia kemudian menarik tangannya "kau pasti menganggapku sebagai wanita murahan, yang hamil di luar pernikahan"
Kwon Sun menggelengkan kepalanya, ia kemudian meraih kembali tangan Karina untuk ia genggam
"Aniyo Nunna, tentu saja tidak begitu, bukankah di zaman sekarang ini hal tersebut wajar terjadi. Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu sungguh. Jadi jangan pernah berpikir seperti itu lagi eoh. Jangan pernah kau memiliki pemikiran sepertiĀ itu lagi, bagaimana kalau Aegi dengar? Dia pasti akan sangat sedih saat mendengar Eommanya berkata seperti itu"ujar Kwon Sun
Karina tersenyum, ia meganggukkan kepalanya. Benar apa yang dikatakan Kwon Sun dia tidak boleh berkata sesuatu yang buruk, karena sekarang ada kehidupan lain yang sedang tumbuh di dalam tubuhnya, ia tidak ingin anaknya mendengar sesuatu yang buruk, ya walaupun saat ini buah cintanya itu belum dapat mendengarnya
"Gomawo Kwon Sun-ah, em bisakah kau merahasiakan ini dari Chunghee" pinta Karina
Kwon Sun terdiam berpikir sejenak sebelum mengangguk sebagai jawaban. Karina tersenyum
"Gomawo Kwon Sun-ah. Em kapan aku boleh pulang?" Tanya Karina
"Dokter mengatakan kau boleh pulang saat cairan infusmu sudah habis. Jadi sekarang lebih baik Nunna istirahat" ujar Kwon Sun
"Kwon Sun-ah, kau mau kemana?" Tanyanya
"Aku akan keluar sebentar, aku tidak ingin mengganggumu, dan aku rasa aku juga butuh udara segar" ujar Kwon Sun dengan mengangangkat bungkus rokoknya dengan mengedipkan satu matanya pada Karina.
Sedangkan Karina terkekeh mendapati hal tersebut "pergilah, aku akan menghubungimu nanti begitu ini selesai" ujarnya
"Arraseo, kalau begitu aku pergi Nunna. Hubungi aku jika terjadi sesuatu" setelah mendapat anggukan dari Karina, laki-laki itu pergi meninggalkan Karina.
Kembali lagi pada Chunghee, laki-laki itu kini berada di Caffe milik Karina. Dengan tergesa ia memasuki Caffe tersebut
"Eoh Oppa" ujar Jobin begitu mendapati Chunghee
"Dimana Karina?" Tanya Chunghee to the point
"Eonni? Bukankah dia pergi menemuimu?" Ujar Jobin
"Kami tadi bertemu tapi setelah itu dia pergi, aku kira dia kembali kemari" jelas Chunghee
Jobin diam sesaat, ia kemudian teringat sesuatu "apa mungkin Eonni pergi dengan Kwon Sun" gumamnya. Namun hal tersebut masih dapat didengar Chunghee
"Apa kau bilang? Pergi dengan Kwon sun?" Tanya Chunghee memastikan
"Itu hanya dugaanku Oppa, tadi aku melihat Kwon Sun keluar beberapa saat setelah Eonni keluar" jelas Jobin
Chunghee keluar dari Caffe tersebut tanpa mengatakan apapun, ia meraih ponselnya kemudian menghubungi seseorang
"......" ujar seseorang di seberang sana
"Eodigga?" Tanya Chunghee to the poin
"....."
"Cukup katakan kau dimana dan jangan membuang waktuku" ujar Chunghee
Setelah mendapat alamat dari orang tadi, Chunghee segera memasuki mobilnya untuk menuju lokasi tersebut. Memerlukan waktu hampir dua puluh lima menit untuk ia sampai disana. Begitu sampai ia langsung mengedarkan pandangannya kesekitar taman untuk menemkan orang itu, begitu mendapatinya ia segera mengahampirinya
"Hyung kau datang" ujar Kwon Sun
"Dimana Karina?" Tanya Chunghee tanpa basa basi
"Sebaiknya kita duduk dulu dan bicarakan ini secara baik-baik" pinta Kwon Sun
"Hanya katakan dimana KEKASIHKU. Aku tidak punya banyak waktu dan aku tidak mau berlama-lama didekatmu" ujar Chunghee dengan begitu dingin
Kwin Sun terkekeh "wae?" Tanya nya
"Ye?" Ujar Chunghee dengan satu alis terangkat
"Untuk apa kau menemuinya? Apa belum puas kau menyakitinya?" Ujar Kwon Sun
"Bukan urusanmu dan tahu apa kau tentang kami. Kau hanya seorang karyawan yang bekerja pada Karina, tidak lebih. Jadi jangan lewati batasanmu, cukup katakan dimana Karina" ujar Chunghee dengan nada begitu dingin
Kwon Sun tertawa kecil "kau benar Hyung aku hanya karyawannya dan itu memang bukan urusanku. Tapi saat aku mendapatinya menangis dan kecewa karena orang yang dia cintai, maka saat itu hal tersebut sudah menjadi urusanku. Apalagi kalau orang yang menyakitinya adalah HYUNGku. Jadi berhenti mengganggunya lagi, sudah cukup beban yang kau berikan pada Karina. Jangan kau tambah lagi bebannya dengan kembali menemuinya. Kalau kau mencintainya, sebaiknya kau berhenti menemuinya dan terima semua keputusan yang dia ambil. Kau harus berhenti sebelum Appa kembali mengambil langkah, cukup sampai disini penderitaan yang Karina alami" jelas Kwon Sun panjang lebar
Chunghee terdiam mendengar penuturan dari adik tirinya itu, ia tidak dapat menyangkal kalau memang beban yang Karina tanggung adalah berasal darinya dan cintanya, atau lebih tepatnya dari Appa nya
Kwon Sun pergi, tapi sebelum itu dia kembali berujar "Aku tahu seperti Appa, aku tahu hal picik yang Appa lakukan, aku tahu semua tentang Appa bahkan apa yang Appa rencanakan aku tahu. Aku mengenal Appa lebih banyak dari pada dirimu Hyung. Jadi sebelum kau menyesal, lebih baik kau ikuti semua permainan Appa selagi kau menyusun rencana ke depannya. Dan lagi untuk Karina kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga mereka dengan baik"
.
.
.
TBC
See You Next Chaptureš